Anda di halaman 1dari 4

BLOK XVI NEO PLASMA DAN RADIOTERAPI

Setiap kehidupan memerlukan pertumbuhan , namun pertumbuhan itu selalu terkontrol . Demikian pula pertumbuhan organ yang merupakan pertumbuhan sekumpulan sel , ini semua terkontrol . Akan tetapi pertumbuhan sel- sel , mungkin mengalami penyimpangan , tak terkontrol. Pertumbuhan sel ini tak mempunyai fungsi , atu mempunyai fungsi. Pertumbuhan ini pada umumnya menimbulkan benjolan = tumor. Tumor jinak , biasanya berkapsul , dan mengadakan pendesakan. Tak ada metastase . Tumor ganas tidak berkapsul , mengadakan expansi , dan metastase Staging TNM dan Grading : T : Tumor primer . Nilainaya T1, T2 , T3 dan T4 .T0 tumor tak nyata. N : Kelenjar getah bening . NO- KGB local dan jauh belum terlibat .N1, N2, N3 M : Metastase jauh . M0 , diartikan belum ada metastase.M1 ada metastase jauh. Staging atau gambaran stadium klinik merupakan pegangan dalam kontinuitas diagnosis , terapi dan prognosis. Grading atau derajat keganasan pada umunya berdasar pemeriksaan histopatologik hasil dari biobsi.. Kegunaan grading adalah untuk memilih terapi serta evaluasi hasil terapi dan prognosis selanjutnya. Tumor ganas derajat I lebih baik dari derajat II, III dan IV . Tumor ganas derajat III dan IV lebih mengandalkan radiasi sinar pengion / radioterapi. Sebetulnya grading ini berifat relative. SEPULUH JENIS KANKER DI INDONESIA : Pria % Wanita % ----------------------------------------------------------------------------------------------------------1. Kulit 2. Nasofarings 3. Tidak diketahui 4. Kelenjar limfe 5. Rektum 6. Jaringan lunak 7. Prostat 8. Kolon 9. Kandung kencing 10.Paru 12,51 11,74 8,63 7,94 6,35 5,21 4,09 3,98 3,98 3,95 Serviks uterus Payudara Ovarium Kulit Tiroid Rectum Kelejar limfe Tidak diketahui Nasofaring Jaringn lunak. 28,66 18,03 7,68 6,23 4,07 3,57 3,24 3,22 3,01 2,55

----------------------------------------------------------------------------------------------------------YKI 1989 .

PENGOBATAN TERHADAP CANCER : 1. 2. 3. 4. Tindakan bedah Radioterapi Kemoterapi Imuno terapi.

Radioterapi = terapi sinar : Terutama berdasar jarak sasaran radiasi dan sumber sinar pengion yang dipakai. Teleterapi Brakiterapi Teleterapi atau sering disebut juga radiasi eksternal , yaitu terapi dengan sumbersinar jauh diluar tubuh / target. Brakiterapi , yaitu terapi sinar dekat atau ada didalam tubuh pasien . Pada brakiterapi, sumber sinar ada didalam tubuh = Internal radiasi. - Dapat dipasang dalam rahim atau rongga vagina dekat dengan mulut rahim. ( = radiasi intra kaviter ) - Ditusukkan / ditanam diantara jaringan tubuh . ( Ca nasofaring dll.) - Secara sistemik , kontras berada di dalam aliran darah , cotoh Ca Thyroid. - Cara afterloading , sumber sinar di pasang setelah aplikator terpasang dulu. - Remote control afterloading. Dosis penyinaran : Satuan yang biasa dipakai, rad ( radition absorbed dose ) 1 rad = 1 c Gray . Umunya pada keganasan, diberikan 200 c Gy perhari, 5x seminggu sampai terca pai dosis total yang direncanakan , misal 6000 s/d 7000cGy untuk Ca nasofaring. Untuk kangker payudara, dosisnya 6000 s/d 7000 c Gy. Dll.

Persiapan penyinaran : Diperlukan data : - Keterangan massa tumor, belum dioperasi , tanpa operasi dan sesudah operasi. - Foto kopi laporan hasil PA. - Foto kopi laporan operasi - Foto kopi hasil pemeriksaan laborat, Hb minimal 10 mg % Al 4000 satuan. Trombosit 150.000 satuan . Kecuali pada leukemia , Al bisa lebih ,sifat radiasi adalah paliatif. Radiasi juga bisa pada perdarahan . Pasien kemudian ditentukan : Radiasi total . Luas lapangan radiasi , digambar dikulit kedalaman tumor Kusus untuk brakiterapi ditentukan + Ukuran aplikatornya. + Keruang simulator . Dilakukan treatmen planning system. Ditetapkan tanggal mulai penyinaran . Ditetapkan seminggu 5 x , Senin sampai Jumat. Diefaluasi hasil laborat terakhir, kalau tak memenuhi syrat di tunda 1 minggu. Kalau hasil laborat memenuhi syarat , dilanjutkan penyinarannya Senin depan Kalau radiasi tertunda lebih 3 minggu , dosis total 100%.

Penjagaan : # Daerah kulit yang akan mendapat radiasi dijaga tetap kering dan tidak dicuci / mandi . # Hindari sinar mata hari , hindari gesekan kain kasar. # Jangan diberi bedak , salep , krim atau olesan .Kecuali dari dokternya. # Jangan di urut, dikerok. # Jangan di tempeli koyok salonpas / lainya. Efek samping : Efek samping ini berifat indifidual , jenis alat yang dipakai penyinaran. Kebanyakan berupa : eritema, kombusio , dermatitis sampai nekrosis.Dll. Pelaksanaan penyinaran : Setelah persiapan matang dan dijadwalkan dengan dosis fraksinasi nya, kemudian dilakukan penyinaran terutama tele terapi . Sasaran radiasi disamping jaringan tumornya juga kelenjar getah bening lokal. Hasil yang ingin dicapai : - Sembuh total.

Memperpanjang umur , meninggikan kwalitas hidup dan menurunkan Morbiditas ( angka kesakitan }

Anda mungkin juga menyukai