Anda di halaman 1dari 4

Somatoskopi Warna kulit: - Diukur dengan, Skala Broca, von Luschan, Munsell, colorimeter elektrik.

Bentuk rambut : Lissotrich (Lurus), mongoloid, Rambut axila: Fusiform, Rhomboid, Segitiga. Rambut dada: Sternal, Pectoral, Circum areolar, sternopectoral, sternopectoinfraclaviculer Rambut punggung: acromial, infracervical, scapular. Rambut telinga: Tragi (dibelakang tragus), fibrisae. Rambut Genital: concaf, convex, horizontal, sagital, acuminata, dispersa. Mata: Celah mata, Kelopak, Iris. Celah mata: horizontal/miring bentuk : Fusiform, dettelah fusiform, amandel. Kelopak mata: Plica mongolica (pada mongoloid, tebal), Plica marginalis (tidak tebal). Epicanthus Medialis (lipatan di medial), Epicanthus lateralis (Lateral). Hidung: Batang, Apex, Septum. Tipe: Leptorhini (Tinggi mancung), Planthirini (Lebar, rendah), Messorhini (Sedang). Punggung hidung: concaf, convex, concaf-convex, lurus Bibir: Lipseam, bangunan seperti tanggul sepanjang batas kulit dengan bibir. (negroid) Telinga: Helix tergantung/tidak (daun telinga), Lobulus besar/kecil, melekat/tidak (cuping), Tragus. Punctum darwini/Tuberculum. Muka: bentuk dahi, kening, pipi dan dagu. Bentuk muka: Bulat, segilima, segilima panjang, oval, oval terbalik, trapezoid, rhomboid. Kening : Torus superciliaris (Kening menonjol), Arcus superciliaris (Lengkungan). Dahi: vertikal, melengkung, miring. Pipi: Torus zygomaticus (mongoloid). Bangunan lain : Corpora mammae (wanita), Macula sacralis (bayi) bangunan didaerah sacral berwarna cokelat kebiruan pada bayi mongoloid, hilang pada umur 5 thun. Somatometri Kesalahan: Sikap, Salah titik, Ketepatan membaca, Kesalahan Alat. Garis frankfurt : garis yang meghubungkan orbital dan porion. Titik tunggal dan titik kembar. TB = Vertex plantar TD = Vertex tempat duduk Kepala Panjang Kepala = Glabella opistocranion Lebar kepala = Intereurial Tinggi kepala = vertex garis interporial Muka Panjang muka total = trichion gnathion Panjang muka benar = nasion gnathion Lebar muka atas = byzigial Lebar muka bawah = bigonial Panjang hidung = nasion subnasale Lebar hidung = bialare Tinggi hidung = apex basis septi Badan Lebar bahu = Biacromial Lebar dada = jarak maksimum dinding dada lateral Tebal dada = sagital dada, jarak ventro lateral dada setinggi papila mammae Lingkaran dada = keliling dada setinggi papila mammae dan angulus scapulae Lingkaran pelvis = keliling panggul lewat symphisis, SISS dan SIPS. Tangan Lebar tangan = metacarpal II V Panjang tangan = stylion dactylion Kaki Panjang kaki = pternion acropodion Lebar kaki = metatarsal I V

Indeks Chepalicus = (Lebar Kepala / Pjg kepala) x 100 Facial morphologicus = (nasion gnathion/byzigial) x 100 Nasalis = (lebar hidung / tggi hidung) x 100 Klasifikasi RAS No. 1. 2. 3. Ciri morphologis anatomis Warna kulit Bentuk kepala Bentuk muka Kaukasoid Putih cokelat muda Dolichocephal Leptoprosopic, prognathis jarang Palpebrae plica marginal tak nyata, iris biru, hijau cokelat tua., celah mata horizontal/miring sudut medial lebih tinggi Leptorrini, tinggi runcing, sudut tajam, nares sagital pipih, sempit, dorsal nasi lurus, convex/concaf. Tipis, merah, tidak menonjol Sedang, cuping besar bebas, helix datar, punctum darwini tidak ada Pirang /hitam, kymotrich, penampang ovoid, distribusi banyak, halus kasar.

Buccalis = (lebar bibir/ lebar mulut) x 100 Constitutional = (tinggi tubuh / berat badan) x 100 Scelic={(tinggi badan tinggi duduk)/tinggu duduk)} x 100

Mongoloid Kuning cokelat tua Bracychepal/mecocephal Euryprosopic, zygomaticus menonjol, prognathia jarang Ada plica marginal/mongolica, celah mata empit, sudut lateral tinggi, iris cokelat hitam. Mesorrhini akar hidung rendah, dorsum nasi concaf, nares bulat. Tebal sedang, merah, lipseam. Panjang sempit, cuping besar bebas, helix ta tergulung, kadang ada punctum darwini. Lissotrich, warna hitam cokelat tua, penampang bulat, konsistensi kasar, distribusi muka dan badan sedikit. Umumnya pendek sampai sedang, tubuh relatif panjang dan bahu lebar, lengan sedang dan tungkai relatif pendek.

Negroid Hitam / cokelat tua dolichocephal Leptoprosopic dengan prognathia menonjol Non plica marginal, iris hitam/cokelat tua, celah mata horizontal/miring dengan sudut medial tinggi. Plathyrrini, rendah, tumpul, sudut tumpul, nares pipih kolateral, depresi pada akhir hidung. Tebal, merah/hitam, ada lipseam jelas, menonjol. Pendek, lebar, cuping kecil, melekat, helix tergulung, punctum darwini tidak ada. Ulotrich, hitam, kemerah2an, cokelat tua, gepeng, kasar, distribusi sedang, bulu muka dan badan sedang. Pelvis sempit, tinggi ekstream rendah dan tinggi, lengan panjang(lengan atas < lengan bawah).

4.

Mata

5.

Hidung

6.

Bibir

7.

Telinga

8.

Rambut

Rata2 tinggi, tungkai panjang, lengan sedang. 9. Tinggi tubuh

Somatometri rating Metode yang dipakai = sheldon / Heath Carter. Sheldon = mesoderm (tulang dan otot), endoderm (alat viscera), ectoderm (syaraf dan kulit). Komponen I = TLK (trisep, subscapular, supraspinal) Komponen II = Tinggi badan, Biepicondylus humeri dan femur, lingkar lengan atas dan betis, TLK trisep dan betis. Komponen III = tinggi dan berat badan. Dermatoglifi Ilmu yang menyelidiki jejak berupa cetakan kulit yang terbatas pada telapak tangan dan kaki. (finger print, palm print, foot print). Fungsi: kriminologi, diagnosa penyakit, penyelidikan anak kembar (gemelli). Bentuk pokok sidik jari ada 3: arcus, Sinus (radial dan ulnaris), Whorl (2 triradius). Indeks sidik jari: Cummunis, Furuhata, Dankmeijer. Osteologi Femur Panjang maks = Condylus caput femoris Panjang miring = condylus trochanter mayor Panjang diaphysis = subtrochanter ujung distal condylia Diamter caput = ukur vertikal dan horizontal

Derajat curvatura = Tinggi lengkung femur / Panjang Sudut torsi = sudut putaran caput. Sudut diaphyseocervicalis = sudut dua garis panjang diaphysis dan collum femoris. Beda kelamin beda sudut. Indeks platimerik = (diameter sagital/transversal subtrochanterica) x 100 Humerus Panjang maksimum = condylus caput humeri Diameter maks = diameter maks pada bagian midshaft Diameter min = diameter minimum pada titik yang sama Indeks diaphysis = (diameter minimum/diameter maks) x 100

Sacrum Panjang = Tepi anterior Vertbra sacralis I tepi anterior vertebra sacralis V Lebar maks = jarak transversal paling lebar kedua bagian alae sacri Indeks lebar sacralis =( lebar maksimum / panjang sacrum ) x 100

Scapula Tinggi maks = angulus superior angulus inferior Tinggi fossa supraspinata = margo vertebralis dari angulus superior basis spina scapulae Tinggi fossa infaspinata = margo vertebralis dari angulus inferior basis spina scapulae Lebar scapulae = pusat fossa glenoidalis basis spina scapulae Indeks scapularis = (lebar / tinggi scapulae) x 100

Tibia Panjang maks = maleolus medialis permukaan artikularis superior bagian proksimal Diameter transversal pada foramen nutricium = diameter mediolateral shaft pada foramen nutricum Diameter sagital = diameter anteroposterior shaft Indeks patiknemik = (diameter transversal / diameter sagital foramen nut.) x 100 Indeks Humerofemoris = (panjang maks humerus/panjang maks femur) x 100 Indeks femorotibialis = (panjang maks tibia/panjang miring femur) x 100 Kraniologi
ALARE (al): Instrumentally determined as the most lateral points on the nasal aperture in a transverse plane. (Paired) BREGMA (b): The ectocranial midline point where the coronal and sagittal sutures intersect. DACRYON (d ): The point on the medial border of the orbit at which the frontal, lacrimal, and maxilla intersect: dacryon lies at the intersection of the lacrimo-maxillary suture and the frontal bone. There is often a small foram en at this point. (Paired) ECTOCONCHION (ec): The intersection of the most anterior surface of the lateral border of the orbit and a line bisecting the orbit along its long axis. To mark ectoconchion, move a toothpick or other thin straight instrument up and down, keeping it parallel to the superior orbital border, until you divide the eye orbit into two equal halves. Mark the point on the anterior margin with a pencil. (Paired) EURYON (eu): Instrumentally determined ectocranial points on opposite sides of the skull that form the termini of the line of greatest cranial breadth. (Paired) FRONTOMALARE TEMPORALE (fmt): The most laterally positioned point on the fronto-malar (fronto-zygomatic) suture. (Paired) FRONTOTEMPORALE (ft): The point where the temporal line reaches its most anteromedial position on the frontal. (Paired) GNATHION (gn): The most inferior midline point on the mandible. GONION (go): A point along the rounded posteroinferior corner of the mandible between the ramus and the body. To determine the point, imagine extending the posterior ramus border and the inferior corpus border to form an obtuse angle. The line bisecting this angle m eets the curved gonial edge at gonion. (Paired) INFRADENTALE (id): The midline point at the superior tip of the septum between the mandibular central incisors. NASION (n): The point of intersection between the frontonasal suture and the midsagittal plane. NASOSPINALE (ns): The point where a line drawn between the inferiormost points of the nasal (piriform) aperture crosses the midsagittal plane. Note that this point is not necessarily located at the tip of the nasal spine. PROSTHION (pr): The most anterior point in the midline on the alveolar processes of the maxillae. ZYGION (zy): Instrumentally determined as the most lateral point on the zygomatic arch. (Paired). AURICULARE (au): Not a standard landmark as defined here. Instead it is defined as a point on the lateral aspect of the root of the zygomatic process at the deepest incurvature, wherever it may be. (Paired) LAMBDA (l): The ectocranial midline point where the sagittal and lambdoidal sutures intersect. If location of this point is rendered difficult by the presence of wormian bones, locate the point where projections of the sagittal and lambdoid sutures would meet. OPISthOCRANION (op): Instrumentally determined most posterior point of the skull not on the external occipital protuberance