Anda di halaman 1dari 3

DERAJAT LUKA BAKAR DAN PENANGANANNYA Luka bakar merupakan kerusakan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber

panas atau suhu tinggi, sumber listrik, bahan kimia, radiasi, cahaya, dan friksi. Untuk dapat menolong tim medis dalam menentukan prognosis dan terapi yang tepat, maka luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman dan luas daerah. Untuk menentukan kedalaman luka bakar, dibagi menurut derajat keparahannya, yaitu: Derajat 1 (superficial thickness): mengenai daerah epidermis, penderita merasakan nyeri dan eritema tanpa adanya lepuh, kulit sembuh spontan tanpa meninggalkan jaringan parut, biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Pada derajat satu ini biasanya luka bakar akibat sinar matahari. Derajat 2 ( partial thickness dan full thickness): meluas ke epidermis dan sampai kelapisan dermis, penderita merasakan nyeri dan menimbulkan lepuh dalam beberapa menit, biasanya sembuh tanpa jaringan parut komplikasi jarang terjadi tetapi biasanya jika tidak dibersihkan secara sempurna timbul infeksi sekunder pada luka. Sedangkan derajat 2 untuk fullthickness meluas sampai ke lapisan dermis dan terdapat destruksi pada daerah saraf-saraf sensorik dan penyembuhan akan terjadi setelah beberapa minggu dan selalu terbentuk jaringan parut. Derajat 3 (deep thickness): ketebalan penuh meluas ke dermis, epidermis, dan subkutis. Kapiler dan vena mungkin hangus dan aliran darah berkurang. Saraf rusak sehingga tidak terasa nyeri. Diperlukan waktu berbulan-bulan untuk sembuh. Selain dalamnya luka bakar, luasnya daerah luka juga penting artinya. Luas luka bakar dan lokasi luka pada tubuh diukur dengan prosentase. Pengukuran ini disebut rule of nines dan pada bayi dan anak anak dilakukan beberapa modifikasi. Rule of nines membagi tubuh manusia dewasa dalam beberapa bagian dan setiap bagian dihitung 9%.
y y y

Kepala = 9% Dada bagian depan = 9% Perut bagian depan = 9%

y y y y y

Punggung = 18% Setiap tangan = 9% Setiap telapak tangan = 1% Selangkangan = 1% Setiap kaki = 18%

Misal, jika luka bakar mengenai kedua kaki (18% x 2 = 36%), selangkangan (1%), dada depan dan perut depan maka total luasnya luka bakar adalag 55%. Hanya luka bakar derajat dua dan tigalah yang dihitung menggunakan rule of nine, sementara luka bakar derajat satu tidak dimasukan sebab permukaan kulit relatif bagus sehingga fungsi kulit sebagai regulasi cairan dan suhu masih baik. Jika luas luka bakar lebih dari 15 20% maka tubuh telah mengalami kehilangan cairan yang cukup signifikan. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti maka pasien dapat jatuh ke kondisi syok atau renjatan. Perhitungan penggantian cairan per infus adalah sebagai berikut.
y

4cc/KgBB/% luka bakar = kebutuhan cairan permulaan dalam 24 jam yang setengahnya diberikan pada 8 jam pertama.

Semakin luas atau besar prosentase luka bakar maka resiko kematian juga semakin besar. Pasien dengan luka bakar dibawah 20% biasanya akan sembuh dengan baik, sebaliknya mereka yang mengalami luka bakar lebih dari 50% akan menghadapi resiko kematian yang tinggi. Lokasi luka bakar pada tubuh sangat penting artinya. Jika luka bakar mengenai wajah, hidung, mulut atau leher maka peradangan yang terjadi dapat menganggu kelancaran jalan nafas sehingga menimbulkan masalah pernafasan. Jika luka bakar

melingkar pada dada lalu karena proses luka bakarnya menyebabkan jaringan otot otot dada terhambat gerakannya maka proses pergerakan dada saat bernafas akan terganggu. Jika luka bakar melingkar pada tangan, kaki, jari jemari tangan atau kaki maka dapat terjadi kerusakan pembuluh darah sehingga aliran darah ke bagian ujung organ tersebut akan bermasalah. Jika luka bakar mengenai persendian tangan atau kaki, bila penanganan tidak bagus maka ketika sembuh kecacatan yang terjadi akan menganggu pergerakan sendi tersebut. PENANGANAN LUKA BAKAR Setiap pasien luka bakar harus dianggap sebagai pasien trauma, karenanya harus dicek Airway, breathing dan circulation-nya terlebih dahulu. 1. Airway - apabila terdapat kecurigaan adanya trauma inhalasi, maka segera pasang Endotracheal Tube (ET). Tanda-tanda adanya trauma inhalasi antara lain adalah: riwayat terkurung dalam api, luka bakar pada wajah, bulu hidung yang terbakar, dan sputum yang hitam. 2. Breathing - eschar yang melingkari dada dapat menghambat gerakan dada untuk bernapas, segera lakukan escharotomi. Periksa juga apakah ada trauma-trauma lain yang dapat menghambat gerakan pernapasan, misalnya pneumothorax, hematothorax, dan fraktur costae 3. Circulation - luka bakar menimbulkan kerusakan jaringan sehingga menimbulkan edema. pada luka bakar yang luas dapat terjadi syok hipovolumik karena kebocoran plasma yang luas. Manajemen cairan pada pasien luka bakar, dapat diberikan dengan Formula Baxter. Formula Baxter 1. Total cairan = 4cc x berat badan x luas luka bakar 2. Berikan 50% dari total cairan dalam 8 jam pertama, dan sisanya dalam 16 jam berikutnya