Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum Antenatal Care Oleh Nike Putria Ningsih, 0806316215 I.

Tujuan Umum Mahasiswa mampu melakukan perawatan antenatal care II. Tujuan Khusus Setelah mengikuti praktikum, diharapkan mahasiswa mampu: 1. Mengetahui pengertian dan tujuan antenatal care 2. Mengetahui alat-alat yang perlu disiapkan dalam perawatan antenatal care 3. Mengetahui prosedur antenatal care III. Isi A. Pengertian Antenatal Care Perawatan Ante Natal (ANC) adalah pemeriksaan yang sistematik dan teliti pada ibu hamil dan perkembangan atau pertumbuhan janin dalam kandungannya serta penanganan ibu hamil dan bayinya saat dilahirkan dalam kondisi yang terbaik. Ante Natal Care adalah merupakan cara penting untuk memonitoring dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal.
B. Tujuan antenatal care

Tujuan Antenatal Care adalah :


a. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh

kembang janin.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, maternal dan sosial ibu dan

bayi.
c. Mengenal secara dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil,

termasuk riwayat penyakti secara umum, kebidanan dan pembedahan.


d. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat ibu maupun

bayinya dengan trauma seminimal mungkin.


e. Mempesiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI

Eksklusif.
f. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar

dapat tumbuh kembang secara normal. g. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

Tujuan khusus adalah


a. Mengenali dan menangani penyulit-penyulit yang mungkin dijumpai dalam

kehamilan,persalinan,dan nifas.
b. Mengenali dan mengobati penyulit-penyulit yang mungkin diderita sedini

mungkin.
c. Menurunkan angka morbilitas ibu dan anak.

d.

Memberikan nasihat-nasihat tentang cara hidup sehari-hari dan keluarga berencana, kehamilan, persalinan, nifas dan laktasi.

Menurut Depkes RI(1994) tujuan ANC adalah: Untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat. Menurut Rustam Muchtar (1998) adalah : Tujuan umum adalah menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan, dan nifas, sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. Menurut Hanifa Wiknjosastro (1999) tujuan ANC adalah : Menyiapkan wanita hamil sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan, dan masa nifas, sehingga keadaan mereka pada post partum sehat dan normal, tidak hanya fisik tetapi juga mental.
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ante Natal Care (ANC)

Faktor yang mempengaruhi ANC adalah sebagai berikut : a. Pengetahuan Ketidakmengertian ibu dan keluarga terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan berdampak pada ibu hamil tidak memeriksakan kehamilannya pada petugas kesehatan. b. Ekonomi Tingkat ekonomi akan berpengaruh terhadap kesehatan, tingkat ekonomi rendah keluarga rendah tidak mampu untuk menyediakan dana bagi pemeriksaan kehamilan, masalah yang timbul pada keluarga dengan tingkat ekonomi rendah ibu hamil kekurangan energi dan protein (KEK) hal ini disebabkan tidak mampunya keluarga untuk menyediakan kebutuhan energi dan protein yang dibutuhkan ibu selama kehamilan.

c. Sosial Budaya Keadaan lingkungan keluarga yang tidak mendukung akan mempengaruhi ibu dalam memeriksakan kehamilannya. Perilaku keluarga yang tidak mengijinkan seorang wanita meninggalkan rumah untuk memeriksakan kehamilannya merupakan budaya yang menghambat keteraturan kunjungan ibu hamil memeriksakan kehamilannya. d. Geografis Letak geografis sangat menentukan terhadap pelayanan kesehatan, ditempat yang terpencil ibu hamil sulit memeriksakan kehamilannya, hal ini karena transpontasi yang sulit menjangkau sampai tempat terpencil (Depkes RI, 2001:57).
A. Komplikasi Dalam Kehamilan

a. Komplikasi obstetri langsung


Perdarahan Pre eklamasi/eklamsia Kelainan letak lintang, sungsang Anak besar, hidramnion, kelainan kembar Ketuban pecah dini Penyakit jantung Hepatitis TBC (Tuberkolosis) Anemia Malaria Diabetes militus

b. Komplikasi obstetri tidak langsung

A. Kebijaksaan Program Kunjungan ANC sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan yaitu : a. 1 kali pada trimester I b. 1 kali pada trimester II
c. 2 kali pada trimester III

d. Pemeriksaan khusus bila terdapat keluhan-keluhan tertentu ( sewaktu-waktu), seperti perdarahan, ketuban pecah dini, pusing yg hebat Jadwal baku kunjungan antenatal secara tradisional adalah :

a. Tiap 4 minggu dari kehamilan 0 32 minggu b. Tiap 2 minggu pada kehamilan 32 36 minggu c. Tiap minggu selama kehamilan 36 minggu sampai aterm F Konsep Pemeriksaan Kehamilan 1. Anamnesa a. Identitas Pasien Identitas umum, perhatian pada usia ibu, status perkawinan dan tingkat pendidikan. Range usia reproduksi sehat dan aman antara 20-30 tahun. Pada kehamilan usia remaja, apalagi kehamilan di luar nikah, kemungkinan ada unsur penolakan psikologis yang tinggi. Tidak jarang pasien meminta aborsi. Usia muda juga faktor kehamilan risiko tinggi untuk kemungkinan adanya komplikasi obstetri seperti preeklampsia, ketuban pecah dini, persalinan preterm, abortus. Sedangkan pada multigravida dg faktor resiko, grandemulti para, kehamilan pd usia lbh dari 35 th, paritas jg merupakan faktor resiko tinggi. b. Keluhan utama Keluhan yang mendorong ibu untuk datang melakukan pemeriksaan c. Riwayat kehamilan sekarang atau riwayat pemeriksaan sekarang Ada/tidaknya gejala dan tanda kehamilan. Jika ada amenorea (tidak haid), kapan hari pertama haid terakhir, siklus haid biasanya berapa hari. Hal ini penting untuk memperkirakan usia kehamilan dan memperkirakan saat persalinan menggunakan Rumus Naegele (h+7 b-3 + x + 1mg) untuk siklus 28 + x hari, apakah sudah pernah periksa sebelumnya, dan apakah saat ini ada keluhan yang di rasakan. d. Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit sistemik lain yang mungkin mempengaruhi atau diperberat oleh kehamilan (penyakit jantung, paru, ginjal, hati, diabetes mellitus), riwayat alergi makanan / obat tertentu dan sebagainya. Ada/tidaknya riwayat operasi umum / lainnya maupun operasi kandungan (miomektomi, sectio cesarea dan sebagainya). e. Riwayat penyakit keluarga Misalnya penyakit sistemik (hipertensi,penyakit jantung), metabolik (diabetes), cacat bawaan dan apakah ada keturunan kembar. Karena untuk riwayat penyakit keluarga ada faktor predisposisi terjadinya komplikasi pd penyakit menular, misalnya tb paru, dan penyakit keturunan.

f. Riwayat khusus obetetri ginekologi : Adakah riwayat kehamilan, persalinan atau abortus sebelumnya (dinyatakan dengan kode GxPxAx, gravida / para / abortus), berapa jumlah anak hidup, Ada/tidaknya masalah-masalah pada kehamilan atau persalinan sebelumnya seperti prematuritas, cacat bawaan, kematian janin, perdarahan dan sebagainya. 2. Pelayanan Asuhan Standar Minimal 7T plus Pada setiap kunjungan antenatal dilakukan pemeriksaan baku berupa: a. Timbang berat badan Ukuran berat badan dalam kg tanpa sepatu dan memakai pakaian yang seringan-ringannya. Berat badan kurang dari 45 kg pada trimester III dinyatakan ibu kurus kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

Ket : BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB 110) jika TB diatas 160 cm

(TB 105 ) jika TB dibawah 160 cm. Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan olehKatsura untuk orang Indonesia. UH adalah Umur kehamilan dalam minggu, Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui. 0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya).

a. Tekanan Darah Untuk mengetahui setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda-tanda serta gejala preeklamsia lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya. Tekanan darah mencerminkan keadaan sirkulasi maternal dan tekanan perfusi darah ke jaringan tubuh . Dalam keadaan normal MAP-Mean Arterial Pressure pada trimester II sedikit lebih rendah dari nilai sebelum kehamilan atau awal kehamilan.

MAP = Tekanan Diastolik + 1/3 (Tekanan Sistolik Tekanan Diastolik )

Pada trimester III, tekanan darah pada posisi telentang yang lebih tinggi dibandingkan posisi miring merupakan pertanda adanya ancaman akan terjadinya penyakit hipertensi. Dalam keadaan normal, pada posisi telentang tekanan darah justru lebih rendah dibandingkan posisi miring kekiri.
b. Tinggi Fundus Uteri (TFU)

Jarak fundus uteri diukur dengan pita pengukur (dari tepi atas simfisis sampai puncak fundus uteri ) .Perkiraan tinggi fundus uteri diperiksa melalui palpasi abdomen (Leopold I). Terdapat 4 metode pengukuran TFU 1. Metode I Menentukan TFU dengan mengkombinasikan hasil pengukuran dari memperkirakan dimana TFU berada pada setiap minggu kehamilan dihubungkan dengan simfisis pubis wanita, umbilikus dan ujung dari prosesus xifoid dan menggunakan lebar jari pemeriksa sebagai alat ukur. Ketidak akuratan metode ini : Wanita bervariasi pada jarak simfisis pubis ke prosesus xifoid, lokasi umbilikus diantara 2 titik (imajiner) ini. Lebar jari pemeriksa bervariasi antara yang gemuk dan yang kurus. Keuntungan : Digunakan jika tidak ada Caliper atau pita pengukur.
Jari cukup akurat untuk menentukan perbedaan yang jelas antara

perkiraan umur kehamilan dengan tanggal dan dengan temuan hasil

pemeriksaan dan untuk mengindikasi perlunya pemeriksaan lebih lanjut jika ditemukan ketidak sesuaian dan sebab kelainan tersebut.
1.

Meode II Metode ini menggunakan alat ukur Caliper. Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kehamilan setelah sekitar 22-24 minggu . Keuntungan : Lebih akurat dibandingkan pita pengukur terutama dalam mengukur TFU setelah 22-24 minggu kehamilan (dibuktikan oleh studi yang dilakukan Engstrom, Mc.Farlin dan Sitller) Kerugian : Jarang digunakan karena lebih sulit, lebih mahal, kurang praktis dibawa, lebih susah dibaca, lebih susah digunakan dibandingkan pita pengukur

2.

Metode III

Menggunakan pita pengukur yang mungkin merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan setelah 22-24 minggu kehamilan. Keuntungan : Lebih murah, mudah dibawa, mudah dibaca hasilnya, mudah Cukup akurat digunakan Kerugian :


1.

Kurang akurat dibandingkan caliper Metode IV Menggunakan pita pengukur tapi metode pengukurannya berbeda. Garis nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar fundus, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus. Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut ;

Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centimeternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kehamilan Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centimeternya diperkirakan sama dengan jumlah mingu kehamilan Keuntungan : Cukup akurat Kerugian : Rumit, tidak praktis a. TT lengkap (imunisasi) Tujuan di berikan imunisasi TT adalah agar janin terhindar dari Tetanus Neonatorum, dimana tetanus neonatorum adalah salah satu penyebab kematian bayi. Adapun pemberian dan dosisnya adalah sebagai berikut : Antigen//Interval (jarak pemberian)//masa perlindungan//prosentasi perlindungan

TT 1//Pada kunjungan antenatal pertama//-//TT 2//4 minggu setelah TT 1//3 tahun//80% TT 3//1-6 bulan setelah TT 2//5 tahun//95% TT 4//1 tahun setelah TT 3//10 tahun//95% TT 5//1 tahun setelah TT 4//25 tahun atau seumur hidup//99% Keterangan : apabila dalam waktu tiga (3) tahun WUS tersebut melahirkan maka bayi yang dilahirkan akan terlindungi dari tetanus neonatorum.
b. Tablet Fe minimal 90 paper selama kehamilan

Tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil dan nifas karena pada masa kehamilan dan nifas kebutuhan zat besi (Fe) meningkat. Dimulai dengan pemberian satu tablet sehari dengan segera mungkin, setelah rasa mual hilang, tiap tablet mengandung Fe So4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg, minimal masing-masing 90 tablet sebaiknya tidak diminum bersama- sama teh/kopi karena akan mengganggu penyerapan.
c. Tengok / periksa ibu hamil dari ujung rambut sampai ujung kaki

d. Tanya (temu wicara) dalam rangka persiapan rujukan e. Detik jantung janin Detik Jantung Janin dapat didengarkan dengan Doppler.Pemeriksaan DJJ meliputi frekuensi, akselerasi atau deselerasi atau keteraturan dengan menggunakan alat kardiotokografi atau diperkirakan secara tradisional dengan menggunakan fetoskop ( dihitung sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 5 detik dan jeda selama 5 detik di kalikan 4 ) . Angka normal 120 160 dpm (pada kehamilan postmatur frekuensi detik jantung janin kurang dari 110 dpm ). Irama detik jantung janin harus regular f. Pemeriksaan abdomen Palpasi abdomen merupakan bagian penting dalam pemeriksaan antenatal. Ini adalah langkah paling mudah dan murah untuk menentukan adanya hambatan pertumbuhan janin, pertumbuhan berlebihan pada kasus hidramnion atau kehamilan kembar.

Batasan Letak janin: Letak : Hubungan antara sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin Misal : Letak lintang , letak memanjang , letak oblique Sikap : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua persendian janin intrauterin dalam keadaan fleksi ) Presentasi : Bagian terendah janin ( presentasi kepala , presentasi sungsang ) Posisi : Orientasi dari bagian janin (denominator) dengan panggul ibu. Ubun kecil kiri depan , sacrum kiri melintang , dagu kanan depan Denominator : Ubun ubun kecil pada presentasi belakang kepala Sacrum pada presentasi sungsang Dagu pada presentasi muka

Untuk kepentingan deskripsi posisi bagian terendah janin dalam panggul maka panggul dibagi menjadi 8 bagian :

Leopold I Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien . Kedua telapak tangan ditempatkan pada fundus uteri. Ditentukan tinggi fundus uteri dan ditentukan bagian janin yang berada di fundus uteri

Leopold II Pemeriksa berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien. Kedua telapak tangan ditempatkan pada sisi kiri dan kanan uterus setinggi umbilicus. Ditentukan lokasi bagian punggung janin dan bagian-bagian kecil janin Leopold III Pemeriksaan ini dilakukan dengan perlahan oleh karena dapat menyebabkan perasaan tak nyaman bagi pasien. Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien , Bagian terendah janin dipegang diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan. Ditentukan apa yang menjadi bagian terendah janin dan apakah sudah mengalami engagemen atau belum. Leopold IV Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah kaki pasien. Kedua telapak tangan ditempatkan disisi kiri dan kanan bagian terendah janin. Digunakan untuk menentukan sampai berapa jauh derajat desensus janin .

Palpasi Abdomen Perlimaan Untuk Menentukan Derajat Desensus

Derajat desensus yang diperiksa melalui palpasi abdomen Pemeriksaan Vaginal Toucher selama kehamilan:

Memeriksa kemungkinan adanya tumor uterus atau ovarium Identifikasi bagian terendah janin Menilai maturitas servik saat kehamilan aterm Menilai kapasitas panggul Menilai adanya penonjolan spina ischiadica Mengukur conjugata diagonalis Mengukur distansia intertuberosum b. Menilai kapasitas pintu bawahpanggul : ( Distansia Interspinarum )

a. Mengukur conjugata diagonalis :

IV. Referensi Anonym. Pelayanan Antenatal Care. Style Sheet. http://www.Pelayanan/Antenatal/Care(ANC)_ morningcamp.htm (26 Februari 2011) Bobak,. Lowdermilk,. Jensen. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC Ova. Emila. (2002). Panduan Perawatan Antenatal. London: Oxford Univ Pr, London Gordon Y Widjanarko. Perawatan presentasi antenatal. Style Sheet. http://www.authorstream.com/Presentation/bbgwidjanarko-203967-perawatanantenatal-presentasi-education-ppt-powerpoint/ (26 Februari 2011)