Anda di halaman 1dari 3

2.

MAS Etiologi: Aeromonas hydrophila Patogenesis: Merupakan bakteri opurtunis dimana akan menimbulkan penyakit apabila terjadi kondisi stress. Stress terjadi apabila penanganan yang kurang baik, kepadatan tinggi, transportasi dalam kondisi buruk, nutrisi kurang memadai dan kuallitas air buruk. Umumnya penyebaran penyakit terjadi secara horizontal, bakteri ini umum menyerang ikan air tawar seperti ikan lele dan ikan kakap putih yang biasa dipelihara di tambak.

Gejala klinis: Ikan yang terserang oleh bakteri Aeromonas sp. akan nampak beberapa gejala yang spesifik. Beberapa gejala ikan yang nampak terlihat seperti warna tubuh ikan menjadi gelap, kemampuan berenang turun, adanya hemoragik pada kulit sehingga kulit menjadi kasat dan timbul perdarahan selanjutnya diikuti oleh luka-luka borok dan borok pada kulit yang dapat meluas ke jaringan otot, hemoragi insang sehingga ikan sulit bernafas, rongga mulut, sirip, dan sisik. Dapat juga terjadi eksoptalmia, asites, pembengkakan limpa dan ginjal.

Diferensial Diagnosa: Diagnosa berdasarkan riwayat, gejala klinis, perubahan patologi, isolasi dan identifikasi bakteri Aeromonas hydrophila. Diferensial diagnosis: psedumoniasis.

DAFTAR PUSTAKA Afrianto, E dan Liviawaty. 1992. Pengandalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius: Yogyakarta. Howard, B. J. 1987. Clinical and Pathogenic Microbiology. The C. V. Mosby Company: Toronto. Kamiso, H. N., Triyanto dan Sri Hartati. 1994. Karakteristik Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele (Clarias sp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian. 741-750. Kordi. 2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. PT Rineka Cipta dan PT Bina Adiaksara; Jakarta.

Gejala klinis Bentuk sangat akut (per-acute) pada ikan seukuran jari (finger-lings); ikan menjadi berwarna lebih gelap (melanosis) dan mengalami kematian dengan cepat andatanda yang teramati sebelumnya. a. Betuk akut;tanda-tanda yang tampak sebelumnya yaitu anoreksia yang berlangsung 2-3 hari sebelum kematian. b. Sub-akut; bentuk ini merupakan bentuk yang paling lambat dimulai dengan tandatanda klinik berupa haemoragik petekhial (petechial haemorrhages, pendarahan akibat pecahnya pembuluh kapiler) pada kulit dan sekitar sirip. Ikan akan menampakkan perubahan warna dan anoreksia, selanjutnyamengalami kematian 4-6 hari sejak tanda-tanda klinis awal muncul. c. Kronik; bentuk ini teramati pada ikan-ikan yang mampu bertahan hidup pada serangan sub-akut dan ditunjukkan dengan sembuhnya borok dan luka. Perubahan Patologi Makroskopis Pada stadium awal terlihat kebengkakan fokal pada daerah subkutan yang kerapkali mengalami ulserasi dan akhirnya membentuk kavitasi. Terlihat juga adanya petechiae pada otot, nekrosis pada ginjal, limpa, hati, dan otot skelet. Mikroskopis Furunkel terjadi akibat mengumpulnya bakteri yang bersifat fokal di daerah dermis dan kadaang kadang di daerah epidermis. Bakteri ini akan merangsang terjadinya hiperemia didaerah subkutan dan dermis yang diikuti oleh edema bercampur fibrin, infiltrasi makrofag dan sejumlah leukosit polimorfonuklear. Pada daerah tengah dari lesi tersebut akan terbentuk daerah nekrosis liquifaktif yang disertai oleh deposisi fibrin, kolonisasi bakteri dan infiltrasi sel radang. Pengendalian Cara pengendalian yang bisa dilakukan antara lain dengan pelaksanaan budidaya yang baik, penanganan air, isolasi hewan yang terinfeksi. Pengobatan Dengan pemberian obat anti mikrobial.

Nama : Dwi Wahyuni Nim : 08/KH/6060

Blok : 20 UP/Skenario: 1 / Furunkulosis pada Ikan Air Tawar

Learning Objective : 1. Mengetahui tentang macam macam penyakit ikan serta penyebabnya 2. Mengetahui tentang penyakit furunkulosis dan MAS PEMBAHASAN
1. Macam Macam Penyakit Ikan Serta Penyebabnya Nama Penyakit Pseudomoniasis Emphysematous putrefactive disease of cat fish Red mouth disease Columnaris disease Peduncle disease Bacterial kidney disease Flavobacteriosis 2. Furunculosis Yersinia ruckeri Flexibacter columnaris Flexibacter psychrophila Renibacterium salmoninaris Flavobacterium sp Agen Penyebab Pseudomonas fluorescens Edwardsiella tarda

Etiologi Aeromonas salmonicida merupakan bakteri gram negatif, Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. A. Salmonicida berbentuk batang pendek ( 1,3-2,0 x 0,8-1,3 m ),

non motil atau tidak bergerak, tidak membentuk spora, fakultatif anaerob, resisten terhadap 0/129, pertumbuhan optimum pada suhu 22 C, G+C ratio 57-63%, memproduksi brown pigmen yang diffusible (untuk strain typical). Koloni bakteri ini berwarna putih, kecil, bulat, dan cembung. Strain typical dapat menghasilkan pigmen coklat yang akan lebih kelihatan apabila medium ditambah dengan tyrosine atau phenylalanine. Cara Penularan Penularan dari penyakit ini bisa karena kontak dengan ikan yang sakit, air yang tercemar , alat perlengkapan tambak, dan melalui telur yang terinfeksi, sebagai faktor predisposisi adalah temperatur air yang tinggi, dan kadar O2.