Anda di halaman 1dari 6

ANALISA MIKROSTRUKTUR TEMBAGA DAN BESI ALLOY DENGAN PENGETSAAN DAN TANPA PENGETSAAN

Anwaril Mubasiroh (1109100708) JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER Abstrak: Percobaan Analisa Mikrostruktur Tembaga dan Besi Alloy dengan Pengetsaan dan Tanpa Pengetsaan ini dilakukan dengan menggunakan mikroskop optic. Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan mikrostruktur antara tembaga dan besi alloy sebelum di etsa dan setelah di etsa. Etsa yang digunakan adalah etsa kimia dengan larutan HCl 37%. Dari percobaan ini dapat di ambil kesimpulan bahwa struktur besi alloy sebelum di etsa dan setelah di etsa sangat berbeda. Pada saat sebelum di etsa struktur besi alloy yang teramati adalah berupa garis-garis pendek yang halus. Sedangkan gambar yang teramati pada saat sudah di etsa adalah bulatan-bulatan tak beraturan di seluruh permukaan. Sedangkan struktur tembaga sebelum di etsa adalah garis-garis panjang, dan yang sudah di etsa berbentuk lingkaran-lingkaran kecil tak beraturan yang menggerombol di permukaan yang membentuk seperti diagonal dan masih terlihat samar garis-garis kecil. Kata kunci: mikrostruktur, besi alloy, tembaga, dan etsa kimia. PENDAHULUAN Tembaga dan paduan besi atau besi alloy (ferrous alloy) adalah jenis bahan logam yang luas aplikasinya dalam bidang rekayasa. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut memiliki sifat-sifat yang bervariasi. Tembaga dan besi alloy dapat di bentuk dengan sifat yang lunak sampai yang paling keras dan tajam. Setiap bahan-bahan mamiliki struktur mikro / mikrostruktur sendiri-sendiri. Sedangkan struktur mikro atau mikrostruktur dari tiap bahan-bahan tersebut tidak sama. Untuk mengetahui microstruktur dari suatu bahan logam maka harus dilakukan beberapa proses terlebih dahulu. Misalnya menggrinding permukaan yang akan di amati, polizing pada permukaan tersebut dan pengetsaan. Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan mikrostruktur antara tembaga dan besi alloy sebelum di etsa dan setelah di etsa. Sehingga dengan begitu dapat diketahui perbedaan antara cesi alloy dan tembaga berdasarkan dari mikrostrukturnya. LANDASAN TEORI Mikrostruktur Setruktur micro bahan (microstructure material) didefinisikan sebagai sebuah bahan/materi yang berukuran mikro ataupun nano material. Materi tersebut merupakan hasil produk dari komposisi-komposisi kimia dan mengalami fabrikasi dari bahan tersebut. Mikrostruktur bahan akan dapat menentukan sifat fisis dan mekanis dari suatu bahan. Dengan analisa mikrostruktur, maka dapat diamati bentuk dan ukuran Kristal suatu logam. Sifat-sifat logam terutama sifat mekanis

1

batang. Senyawa-senyawa tembaga seperti solusi Fehling banyak digunakan di bidang kimia analitik untuk tes gula. Secara garis besar baja dapat dikelompokkan menjadi dua.30% C). tembaga. dan merupakan konduktor yang bagus untuk aliran electron. yaitu baja karbon dan baja paduan. Besi alloy memiliki 3% karbon dan sedikit tambahan sulfur. Logam besi alloy ini sangat reaktif dan secara kimiawi mudah terkorosi. 2 . pengetsaan.70%). Untuk bahan paduan. sedangkan karbon beserta komponenkomponen lainnya sebagai bahan paduan. tahap pengetsaan merupakan sangat penting agar diperoleh tekstur yang berbeda untuk masingmasing fasa paduan tersebut. baja karbon sedang ((0. Perbedaan gambar akan dihasilkan dari perbedaan hasil pemantulan yang dilakukan berbagai daerah struktur mikro yang berbeda. Pengujian mikroskopi Untuk mengkaji sifat fisis dari suatu bahan dengan mengkaitkan struktur unsure dan cacat kristal diperlukan suatu pengujian. pipa. Dimana besi sebagai komponen utama. Campuran logam besi yang memakai tembaga seperti brass dan perunggu sangat penting. Semua koin-koin di Amerika dan logam-logam senjata mengandung tembaga. Baja karbon terbagi menjadi tiga macam. Tembaga adalah salah satu logam yang mudah di bentuk. Sedangkan baja paduan terdiri dari baja paduan rendah dan baja paduan tinggi.70% < C < 1. ataupun dengan proses perubahan bentuk (deformasi) dari logam yang di uji. lunak. Tembaga memiliki kegunaan yang luas sebagai racun pertanian dan sebagai algisida dalam pemurnian air. aluminium hanya bagian permukaan yang menjadi objek observasi dan cahaya mikroskopi mengalami mode pemantulan (reflecting). cahaya mikroskop dipergunakan untuk mempelajari struktur mikro dengan menggun system optic dan system iluminasi. Secara umum pengujian bisa dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik.30% < C < 0.dan teknologis sangat mempengaruhi struktur mikro dan paduannya. Besi alloy dan Tembaga Besi paduan (besi alloy) adalah paduan besi dengan komponen-komponen lainnya. dalam bentuk [elat . yaitu baja karbon rendah ( kurang dari 0. silicon mangan dan fosfor. Sedangkan pengamatan secara mikroskopik dapat dilakukan menggunakan mikroskop optic. Baja atau besi alloy merupakan logam yang sering digunakan dalam teknik. Pengamatan secara makroskopik bisa dilakukan langsung dengan mata. Industri elektrik merupakan konsumen terbesar unsur ini. Untuk bahan-bahan opaque (tidak tembus cahaya) seperti besi. Struktur mikro dari logam dapat di ubah dengan pemanasan.40%). dan baja karbon tinggi ((0. dan sebagainya. Gambar 1 : struktur optic Pada mikroskop optic.

Pada proses pengetsaan. 800. Untuk pengamatan a sample digunakan mikroskop optic dan kamera digital untuk dokumentasiny. Setelah itu dilakukan polizing menggunakan alat polizer yang permukaannya telah di beri cairan. Pada tahap pertama praktikum. (2. Beberapa bahan pendukung yang dibutuhkan adalah kertas amplas dengan mess 300. HCl 37% dilarutkan ke dalam 2 – 3 ml. kemudian besi alloy di siram dengan aquades dan di lap menggunakan tissue. dan beker glass Cara Kerja Besi alloy di potong menggunakan gergaji dengan panjang ± 1. suspensi dan aquades. di etsa menggunakan HCl 37% yang dilarutkan dengan aquades sebanyak 1 ml. (2. double tape. setelah terlihat struktur dari masing-masing bahan. Selain itu juga dibutuhkan tissue. (1.5 cm dan tembaga di potong ± 1. Alat Peralatan yang dipakai untuk memotong besi dan tembaga adalah gergaji. 500.2 cm. maka di dokumentasikan menggunakan kamera digital. Alat yang digunakan pada polizing adalah polizer. dan 1000. HCl 37%. 800. sample yang digunakan adalah besi alloy dan tembaga. masing-masing bahan di amati dalam mikroskop optic. alat-alat yang digunakan adalah gelas ukur.a) struktur besi sebelum di etsa. 500. besi alloy dan 3 . maka dihasilkan data berupa gambar sebagai berikut: Gambar (1): struktur besi.b) struktur tembaga sesudah di etsa Pembahasan Pada percobaan ini. Begitu juga dengan pengetsaan besi alloy.METODOLOGI PERCOBAAN Bahan Sample yang digunakan dalam percobaan ini adalah besi alloy dan tembaga.b) struktur besi sesudah di etsa Gambar (2): struktur tembaga. Setelah polizing.a) struktur tembaga sebelum di etsa. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Hasil Percobaan Setelah dilakukan percobaan. Kertas amplas yang digunakan adalah dari mess 300. besi tersebut dicelupkan dalam larutan tersebut selama 8 s. kemudia tembaga di siram dengan aquades dan dilap menggunakan tissue dan diamati kembali pada mikroskop optic. Kemudian diamati kembali dengan mikroskop optic dan hasilnya di dokumentasi menggunakan kamera digital. 600. Setelah itu dilakukan proses etsa kimia. dan 1000. kemudian kedua sample tersebut di haluskan/di grinding menggunakan alat grinder yang atasnya di tempel kertas amplas menggunakan double tape. 600. (1. kemudian permukaan tembaga yang halus di celupkan pada larutan HCl tersebut selama 10 s. pipet. Pada proses penghalusan bahan dipakai grinder dan kertas amplas. Pada tembaga.

Sehingga dapat berpengaruh saat pengamatan pada mikroskop. Hal ini dilakukan supaya permukaan sampel yang di amati datar dan tidak miring. juga dilakukan juga proses etsa kimia. dan gambar 2b. Pada grinder di temple kertas amplas dengan tingkat kekerasan yang berbeda. di permukaan polizer di beri cairan suspense. yaitu dengan menggunakan sarung tangan dan masker karena baunya sangat menyengat. Sedangkan gambar 1b merupakan gambar struktur besi yang sudah di etsa. maka penuangan HCl harus dilakukan dengan sangat hati-hati.tembaga di potong meggunakan gergaji. Setelah dilakukan pengamatan. maka di dapatkan gambar seperti pada gambar 1a. Pada saat pertama kali proses grinding. Gambar 1a menunjukkan gambar struktur besi yang belum di etsa. air ditambahkan pada Hcl sebanyak 2 – 3 mili. Pada proses ini dilakukan. Pada proses ini. Sehingga permukaan objek yang teramati dapat terlihat jelas. setelah itu sample di angkat dan di masukkan dalam air/aquades dan di lap dengan tissue. Tentunya. Suspense adalah campuran yang terdiri dari fluida dan pertikel padat. maka cahaya dari lampu pada mikroskop akan dipantulkan dengan arah yang tak beraturan atau tidak focus. pada pemotongan ini permukaan besi alloy dan tembaga masih sangat kasar dan tidak rata. Struktur besi sebelum di etsa adalah tampak garis-garis melintang dan lebih halus. Sedangkan pada tembaga hanya kurang lebih 1 mili. Untuk meratakannya maka digunakan grinder. Etsa kimia ini dilakukan dengan larutan HCl dengan konsentrasi 37%. Setelah di grinding sample di polizing menggunakan polizer. Karena apabila objek permukaan yang diamati adalah kasar. Pada saat mempolizing. Lama perendaman besi dan tembaga adalah ± 10 detik. Proses etsa ini dilakukan untuk mempermudah pengamatan besi alloy dan tembaga yang belum terkorosi dan sudah terkorosi. gambar 1b. Proses ini dilakukan untuk mendapatkan permukaan besi dan tembaga yang mengkilap. gambar 2a. Akantetapi. tembaga dan besi harus di poliz sendiri-sendiri. maka digunakan kertas dengan nilai mess nya kecil (dengan tekstur permukaan paling kasar) yaitu 500. Karena apabila polizing tembaga dan besi alloy di poliz secara bersamaan maka zat-zat yang terdapat pada permukaan besi alloy dan tembaga dapat tercampur pada suspense. sedangkan struktur besi setelah di etsa tampak seperti lingkaran-lingkarang tak 4 . Pada besi. harus didapatkan permukaan yang rata dan halus supaya lebih mudah dalam pengamatan dengan mikroskop optic. Untuk mengamati struktur tembaga dan besi digunakan mikroskop optic. Dari gambar 1a dan 1b dapat terlihat jelas bahwa struktur besi sebelum di etsa dan setelah di etsa sangat berbade. tidak boleh di barengkan. Selain itu. Karena HCl merupakan asam pekat. Kemudian setelah dirasa agak halus maka diganti dengan nilai mess yang lebih besar (tekstur permukaannya lebih halus). Proses ini dilakukan untuk mengkilapkan permukaan besi alloy dan tembaga yang di grinding. komposisi air untuk mengetsa besi dan tembaga berbeda. Pada percobaan ini pengamatan menggunakan lensa dengan perbesaran 40 kali. Sampel di letakkan di bawah lensa denagan permukaan tembaga dan lensa bagian bawah di tancapkan pada plastisin. Sample di masukkan dalam air supaya reaksi yang terjadi pada HCl dan besi alloy dan HCl dan tembaga tidak terjadi terus menerus.

2011. Dari gambar 2b terlihat bahwa terdapat lingkaran-lingkaran kecil tak beraturan yang menggerombol di permukaan yang membentuk seperti diagonal. Teknologi Mekanik. Pada gambar terlihat bahwa struktur tembaga adalah garis-garis lurus dan sedikit garis melengkung. Sedangkan gambar yang teramati pada saat sudah di etsa adalah bulatan-bulatan tak beraturan di seluruh permukaan. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa struktur besi alloy sebelum di etsa dan setelah di etsa sangat berbeda. Pada saat sebelum di etsa struktur besi alloy yang teramati adalah berupa garis-garis pendek yang halus. Sedangkan gambar 2b adalah gambar struktur tembaga setelah di etsa. Akan tetapi pada gambar 2b ini masih terlihat garis-garis tipis walaupun tidak sejelas seperti gambar 2a. Tata. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Erlangga Mashuri. sehingga dapat juga dikatakan berdasarkan gambar 1b dan gambar 2b bahwa besi alloy lebih mudah terkorosi dibandingkan tembaga. DAFTAR PUSTAKA Djaprie. Sriatie. 2002.beraturan dan lebih kasar dan tidak terlihat garis-garis tipis lagi. //www. Ngabdur. Sedangkan struktur tembaga sebelum di etsa adalah garisgaris panjang. Jakarta: Pradnya Paramita 5 . 1984.com [di akses: 27 September 2011] Surdia. dan yang sudah di etsa berbentuk lingkaran-lingkaran kecil tak beraturan yang menggerombol di permukaan yang membentuk seperti diagonal dan masih terlihat samar garisgaris kecil. Surabaya: _____ Rohman. Metalografi. Sedangkan gambar 2a adalah tembaga sebelum di etsa. 1990. Modul Ajar Ilmu Bahan I.masbugie.

6 .