Anda di halaman 1dari 6

Dimensi-Dimensi Dasar Struktur Organisasi Pembagian Kerja Desain organisasi secara esensial menyangkut menyusunan suatu organisasi

(perusahaan) untuk mencapai efektifitas optimum. Dengan norma-norma rasional (efesiensi) organisasi dirancang untuk memungkinkan tercapainya tujuan dimana individu-individu tidak dapat mencapainya sendiri. Oleh karena itu, para anggota organisasi dihadapkan pada dua perhatian pokok, yaitu pembagian kerja yang dilaksanakan dan penentuan basis yang tepat untuk pengelompokan kegiatankegiatan agar menghasilkan satuan-satuan kerja yang efisien dan menguntungkan bagi organisasi secara keseluruhan. Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa pembagian kerja akan mempengaruhi tingkat prestasi organisasi melalui minimisasi ketergantungan pada individu-individu tertentu atau perpindahan yang percuma komponen-komponen pekerjaan besar. Disamping itu, pembagian kerja (spesialisasi) mengandung konsekuensi- konsekuensi pada perilaku para karyawan, seperti menurunkan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan, menimbulkan kebosanan karena pekerjaan menjadi monoton, mengakibatkan tingkat keterkaitan karyawan lebih rendah dan kehilangan motivasi yng mengarah kepada ketidakefisienan. Berbagai Fungsi Yang Melekat Pada Struktur Organisasi Pengembangan struktur organisasi formal bersangkutan juga dengan penyusunan hubungan-hubungan yang terjadi dalam struktur. Hubungan-hubungan sebagai fungsi-fungsi struktural yang terjadi secara garis besar dapat diperinci sebagai berikut : 1. Wewenang. Arti wewenang (Authority) adalah hak melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu. 2. Kekuasaan. Kekuasaan (Power) sering dicampur adukan dengan wewenang. Walaupun kekuasaan dan wewenang sering ditemui bersama, tetapi keduanya berbeda. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah untuk melakukan hal tersebut.

Masih berhubungan dengan konsep wewenang dikenal apa yang disebut Hubungan Lini Dan Staff. Hubungan Lini dan Staff. Sentrailisasi dan desentralisasi. Departementasi . 9. Struktur organisasi diharapkan dapat menjadi alat utama bagi komunikasi formal ini. Kesatuan perintah terutama dimaksudkan untuk memudahkan koordinasi. 5. permintaan akan suatu informasi. span of management dan span of attention. 6. 4. 10. Akuntabilitas (Account-Ability) adalah faktor diluar individu dan perasaan pribadinya. Tanggung jawab (Responsibility) adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu. 7. arus informasi mengalir secara khusus. dan karena adanya saling ketergantungan diantaranya. Komunikasi seperti pemberian perintah. Karena keseluruhan kegiatan organisasi dibagi-bagi dan dikelompokan atas dasar fungsi. Ini berarti bahwa seseorang bawahan hendaknya hanya menerima instruksi dari sumber tunggal. Bila seseorang manajer menghendaki pertanggungjawaban untuk suatu kegiatan yang dilakukan bawahan dapat dinyatakan akuntabilitas terjadi. Tidak seperti tanggung jawab. Yang dimaksud rentang kendali atau pengawasan (Span Of Control) adalah beberapa orang jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer atau atasan. Dalam organisasi formal. Akuntabilitas.3. Keduanya ini merupakan pendekatan yang berbeda untuk menentukan Deskripsi wewenang dalam Organisasi. Rentang Kendali. maka kegiatan-kegiatan tersebut harus diintegrasikan. Bila wewenang didelegasikan atau dilimpahkan meluas dalam suatu organisasi. satu atasan”. desentralisasi wewenang terjadi. tanggung jawab adalah kewajiban seseorang untuk melaksanakan tugas untuk fungsi organisasi. Deprtementasi Departementasi atau departementalisasi bersangkutan dengan proses penentuan cara pengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi. Dalam organisasi. Tanggung jawab. wilayah dan sebagainya. span of authority. kesatuan perintah. Satu aspek dasar struktur organisasi lainya (implicit dalam rantai scalar) adalah “satu orang. Rentang Kendali sering disebut dengan istilah-istilah span of supervision. produk. Rantai wewenang scalar. 8. dan penerangan tentang keputusan manajemen sering mengalir dari atas ke bawah melalui tingkatan Organisasi. Komunikasi dalam Organisasi.

dan kelas turis dalam suatu kapal pesiar. menjadi Departemen pemotongan. kelas kedua. secara teoritis. 3. Pelayanan (Service) yang mencerminkan kelas pertama. waktu. Langganan dapat terdiri dari departemen penjualan industri. militer dan konsumen akhir. dan tempat dipakai sebagai dasar departementasi. pelayanan. Urutan angka (alpha-numerical) dapat digunakan dalam pelayanan telephone dimana nomor-nomor 0000-5000 ditempatkan dalam satu Departemen dan nomornomor 5001-9999 dalam Departemen lain. fungsi. perakitan dan pembungkusan. yang dikenal segabai desain organisasi campuran (hybird design) atau sering juga disebut mixed departementation. 5. dalam suatu organisasi Manufacturing. peralatan dan waktu. Departementasi yang lebih khusus. secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Secara tradisional proses. Semakin besar dan kompleks suatu organisasi. Disamping itu. orang atau barang. dan sehubungan erat dengan prinsip Spesialisasi klasik. fungsi-fungsi vital yang memungkinkan perusahaan beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya. misal didalam kelompok produksi. maksud. 4. pedagang eceran. 2. Waktu dapat dibagi menjadi shift pertama. dan tingkatantingkatan selanjutnya diorganisasi atas dasar produk. pemerintah. Dengan istilah yang lebih modern. Sebagai contoh. Sebagai contoh. shift kedua. ”fungsional” menggantikan ”tempat”. peralatan. akan sangat logis bila digunankan tipe Departementasi organisasi kombinasi berbagai tipe diatas. ”produk” lebih banyak digunakan untuk menggantikan istilah ”maksud”. Departementasi fungsional dapat dijumpai dalam semua tipe organisasi. Peralatan dapat diperinci. dan urutan-urutan angka juga dapat dijadikan dasar Departementasi. Pendekatan fungsional untuk mengelompokan kegiatan-kegiatan organisasi ini mungkin merupakan tie Departementasi yang paling umum dan luas digunakan dalam merancang struktur organisasi.mencerminkan organisasi horizontal pada setiap tingkat Hirarki. Departementasi fungsional. langganan. Kebaikan utama Departementasi fungsional adalah berkaitan denan aspek-aspek positif spesialisasi . dan shift ketiga. fungsionalisme akan . suatu perusahaan industri besar mungkin diorganisasi menurut wilayah pada tingkat horizontal pertama.

manajemen dapat membentukdivisi-divisi setengah otonom. Sedangkan kelemahan-kelemahanya antara lain: kepentingan seluruh organisasi kurang diperhatikan. beban manajemen pusat menjadi lebih ringan. karena cenderung terjadinya kelebihan staff. karena ada pendelegasian wewenang. Kebaikan-kebaikan antara lain: pengambilan keputusan lebih cepat dan dengan kemungkinan kualitas lebih baik. Setiap produk atau lini produk dikelola oleh seorang manajer yang bertanggung jawab kepada direktur organisasi. Organisasi Proyek Organisasi-organisasi proyek semakin banyak digunakan dalam industriindustri dengan teknologi tinggi yang memerlukan perhatian besar terhadap perencanaan. karena ada pemusatan kegiatan. Bila organisasi beroperasi diwilayah-wilayah yang tersebar. karena kepentingan terpusat pada ukuran prestasi divisi. . penelitian dan pengembangan dan koordinasi. meningkatkan biaya operasional organisasi. Desain Struktural Modern Berikut ini akan diuraikan dan dianalisa berbagai model struktural lebih baru yang telah dirancang dan diimplemantasikan untuk menghadapi tantangantantangan tersebut. Departementasi produk. Departementasi wilayah. maka Departementasi atas dasar wilayah akan diperlukan. Dengan berkembangnya organisasi formal departemetasi fungsional menjadi semkain sulit dan tidak praktis lagi. yang masing-masing dirancang. dan mem persulit alokasi sumber daya dan konsistensi kebijaksanaan. Kegiatan pemasaran yang beroperasi dibanyak daerah dalam suatu negara sering dibagi menjadi kelompok-kelompok wilayah dengan manajer pemasaran tersendiri (Area Manajer) untuk setiap lokasi. Tipe organisasi divisional ini mempunyai berbagai kebaikan dan kelemahan. dan pertanggung jawaban lebih jelas. duplikasi sumber daya dan peralatan. koordinasi tugas lebih mudah dilaksanakan. Dalam hal ini. memproduksi dan memasarkan sendiri produk-produknya. Sebagai contoh.mengingkatkan efisiensi dan memungkinkan pemanfaatan karyawan dan peralatan paling ekonomis.

3. Organisasi Matriks Bila struktur proyek dilampiaskan diatas struktur fungsional . Organisasi matriks adalah organisasi proyek plus organisasi fungsional dan bukan hanya variasi dari organisasi proyek. Seorang manajer proyek mempunai wewenang lini untuk memimpim para anggota tim selama jangka waktu proyek. Tipe keempat disebut organisasi proyek agregat. proyek perluasan bangunan pabrik. Setelah proyek selesai. hasilnya adalah sebuah matriks. 2. Tipe kedua adalah organisasi proyek staf. Pengendalian biaya merupakan faktor kritis. tim dibubarkan. Yang tidak mempunyai kegiatan-kegiatan atau personalia yang secara langsung melapor kepadanya. Kegiatan mempunyai waktu penyelesaian yang terbatas dan skedul waktu harus ditepati. . Jadi. plus organisasi fungsional dan namanamanya digunakan dengan saling dapat dipertukarkan. Berbagai Tipe Struktur Proyek Ada beberapa macam bentuk struktur proyek.dan para anggota tim kembali ke departemen-Departemen fungsional asalnya. Kadang-kadang organisasi matriks (matriks organization) dianggap sebagai suatu bentuk organisasi proyek. Bentuk pertama adalah organisasi proyek individual. Bentuk organisasi matriks ini akan sangat bermanfaat apabila : 1. Struktur ini hanya terdiri dari manajer proyek. Banyak keterampilan atau keahlian khusus yang membutuhkan koordinasi bagi penyelesaian proyek. Dengan tipe sturktur ini. Hamparan proyek memberikan dimensi horizontal (lateral) pada orientasi vertikal tradisional dalam sturktur fungsional. Tetapi tugas-tugas fungsional pokok organisasi dilaksanakan oleh departemen-departemen lini tradisional.proyek pengembangan produk baru. Variasi ketiga adalah organisasi proyek Intermix dimana didalamnya manajer proyek mempunyai personalia staf dan dipilih kepala-kepala fungsional utama yang melapor secara langsung kepadnya. survei pasar dan sebagainya. manajer proyek mempunyai staf pendukung yang disediakan bagi kegiatan-kegiatan poyek. Struktur proyek diciptakan bila manajemen mamutuskan untuk memusatkan sejumlah besar kekuatan dan sumber daya organisasi untuk suatu periode tertentu pada pencapaian suatu tujuan proyek khusus.

Disamping itu. Organisasi Bentuk Bebas Tipe organsasi yang berhubungan erat dengan model-model proyek dan matrisk adalah struktur organisasi modern bentuk bebas. Kegiata-kegiatan yang dilakukan banyak yang baru dan belum dikenal para anggota tim proyek. organisasi bentuk bebas biasanya beranggotakan dan dikelola oleh para manajer muda dan dinamis yang berani mengambil resiko yang telah diperhitungkan.4. terutama untuk mengevaluasi satuansatuan kerja organsasional. Kedua. . ada dua karakteristik umum tipe organisasi ini. Tipe-tipe bentuk bebas dapat dipandang sebagai perluasan pola Desentralisasi. kadang-kadang disebut Naturalistik atau organik. Pertama. organisasi bentuk bebas mengggunakan secara ekstensif sistem informasi yang dikomputerisasikan.