Anda di halaman 1dari 13

makalah malpraktek

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sorotan masyarakat yang cukup tajam atas jasa pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan, khususnya dengan terjadinya berbagai kasus yang menyebabkan ketidakpuasan masyarakat memunculkan isu adanya dugaan malpraktek medis yang secara tidak langsung dikaji dari aspek hukum dalam pelayanan kesehatan, karena penyebab dugaan malpraktek belum tentu disebabkan oleh adanya kesalahan/kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, khususnya dokter. Bentuk dan prosedur perlindungan terhadap kasus malpraktek yang ditinjau dari UndangUndang Perlindungan Konsunmen No.8 tahun 1999. peraturan tersebut mengatur tentang pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah melalui lembaga-lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang membidangi perlindungan konsumen, selain peran serta pemerintah, peran serta masyarakat sangat perlu dibutuhkan dalam perlindungan konsumen dalam kasus malpraktek serta penerapan hukum terhadap kasus malpraktek yang meliputi tanggung jawab hukum dan sanksinya menurut Hukum Perdata, pidana dan administrasi. 1.2. Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan penegrtian malpraktek. 2. Menjelaskan jenis-jenis malpraktek dibidang pelayanan kesehatan. 3. Menjelaskan cara-cara pembuktian malpraktek 4. Memahami upaya pencegahan malpraktek. 1.3. Kasus June 28, 2010 ‡ 1:03 pm Malpraktek Rumah Sakit Mohammad Anwar, Mata Bayi 6 Bulan di Copot Kediri ± Nahas menimpa Rendi Nur Rizki, balita berusia enam bulan. Anak pertama pasangan Nuryudi (22) dengan Reli Hartani (24) harus hidup tanpa satu bola mata, di sebelah kanannya. Balita berjenis kelamin laki-laki malang ini kehilangan indera penglihatannya setelah sebelumnya menjalani operasi di Rumah Sakit dr H Mohammad Anwar Sumenep. Karena keluarga merasa putus asa dengan penanganan kepolisian, kini Rendi dibawa pulang ke rumah kakeknya Sajuri (63) Dusun Gondang, Desa Purworejo, kecamatan Kandat kabupaten Kediri. Nuryudi, ayah korban membawa pulang anaknya sejak satu bulan lalu. Yudi mengaku lelah memperjuangkan nasib anaknya di Sumenep, namun sampai saat ini ia belum mendapatkan keadilan. ³Saya hanya bisa menunggu hasil dari penanganan kasus ini oleh pengacara saya, Azam Khan SH dari Jakarta yang berjanji memberikan bantuan hukum secara gratis,´ ungkap Yudi, Rabu (7/4). Masih kata Yudi, melalui pesan pendek dari pengacara dijelaskan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan kepada Dewan Kehormatan Kedokteran. Sebab hingga saat ini pihak keluarga meyakini jika lepasnya bola mata kiri Rendi saat dirawat di Rumah Sakit Umum Muhammad Anwar akibat dugaan malpraktek medis. Yudi menjelaskan, peristiwa memilukan yang menimpa buah hatinya bermula dari kedatangannya bersama sang istri ke rumah sakit Muhammad Anwar Sumenep pada 12 Oktober 2009 lalu. Saat itu istrinya Reli hendak melahirkan.

Pada tanggal 22 Oktober. karena Yudi sebagai kuli angkut harus bekerja mencari uang untuk biaya perawatan anaknya. dia diminta datang. Rendi pun harus ditunggui secara bergantian oleh keluarganya. Apalagi. Keesokan harinya. karena saat lahir mata anak saya normal. Tentu saja saya shock. Tetangga saya pun membubuhi tanda tangannya dan anak saya akhirnya dioperasi. Yudi mendapat surat dari rumah sakit. Sedangkan. ³Saat itu tiba-tiba datang salah seorang perawat menyodorkan surat pernyataan kepada tetangga saya bahwa mata Rendi harus dioperasi karena terkena penyakit yang berbahaya. Tepat pada tanggal 12 November 2009. akhirnya keluarga memutuskan untuk lapor polisi. Rendi ditunggui oleh neneknya Marwah. Reli ibu Rendi seakan tak percaya bahwa bola mata anaknya telah dikeluarkan dari kelopaknya.Setelah dalam penanganan medis.´ masih cerita Yudi. . pada tanggal 23 Oktober 2009. kalau tidak akan menjalar ke otak. Namun. ´Tiba-tiba saya diberi bola mata anak saya dan disuruh menguburkan karena mengandung penyakit yang berbahaya. kemudian keluarga mendatangi rumah sakit. Namun.´ cerita Yudi. Ditunjukkan dengan surat pemberitahuan Polres Sumenep nomor B/352/X/2009/Satreskrim yang ditandatangani Kepala Satuan Reskrim Ajun Komisaris Polisi Mualimin. Petaka itu pun datang. karena berat berat badan bayi di bawah normal. Karena tidak terima. Rendi pun lahir secara normal. Rendi dijaga oleh tetangga Misrawani. akhirnya Rendi harus dirawat di inkubator. atau tepatnya hari ke-9 setelah kelahirannya. Reli ibunya diperbolehkan pulang. namun akhirnya kasus itu dihentikan oleh pihak kepolisian Resor Sumenep karena tidak ditemukannya alat bukti malpraktik. Namun. saat Marwan harus beli obat ke rumah sakit. meski sempat diproses. Yudi dan Reli malah mendapat bentakbentakan dari petugas medis. Dalam surat tersebut tertulis bahwa Polres Sumenep belum menemukan alat bukti baru (novum) untuk melanjutkan pemeriksaan tersebut. untuk menuntut agar mengembalikan bola mata Rendi.

yang menjadi penyebab langsung terhadap terjadinya cedera pada pasien). atau kurangnya keahlian. b.BAB II PEMBAHASAN 2.1. 1893). Hal ini perlu difahami mengingat dalam profesi tenaga perawatan berlaku norma etika dan norma hukum. 1956). ‡ Criminal malpractice yang bersifat sengaja (intensional) misalnya melakukan euthanasia (pasal 344 KUHP). Pengertian Malpraktek Secara harfiah ³mal´ mempunyai arti ³salah´ sedangkan ³praktik´ mempunyai arti ³pelaksanaan´ atau ³tindakan´. Dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) yang berupa kesengajaan (intensional). melakukan aborsi tanpa indikasi medis pasal 299 KUHP). tujuan dan sangsi. Oleh sebab itu apabila timbul dugaan adanya kesalahan praktek sudah seharusnyalah diukur atau dilihat dari sudut pandang kedua norma tersebut. membuat surat keterangan palsu (pasal 263 KUHP). Civil malpractice dan Administrative malpractice. Karena antara etika dan hukum ada perbedaan-perbedaan yang mendasar menyangkut substansi. California. membuka rahasia jabatan (pasal 332 KUHP). yakni Criminal malpractice. La Society de Bienfaisance Mutuelle de Los Angelos. atau mengabaikan perawatan pasien. Criminal malpractice Perbuatan seseorang dapat dimasukkan dalam kategori criminal malpractice manakala perbuatan tersebut memenuhi rumusan delik pidana yakni : a. Perbuatan tersebut (positive act maupun negative act) merupakan perbuatan tercela. maka ukuran normatif yang dipakai untuk menentukan adanya ethical malpractice atau yuridical malpractice dengan sendirinya juga berbeda. otoritas. Di dalam setiap profesi termasuk profesi tenaga kesehatan berlaku norma etika dan norma hukum. 2. Malpraktek Dibidang Hukum Untuk malpraktik hukum atau yuridical malpractice dibagi dalam 3 kategori sesuai bidang hukum yang dilanggar.2. which is the direct cause of an injury to the patient (adanya kegagalan dokter untuk menerapkan standar pelayanan terapi terhadap pasien. sehingga malpraktik berarti ³pelaksanaan atau tindakan yang salah´. kecerobohan (reklessness) atau kealpaan (negligence). ‡ Criminal malpractice yang bersifat ceroboh (recklessness) misalnya melakukan tindakan medis tanpa persetujuan pasien informed consent. 1. yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama (Valentin v. Definisi malpraktik profesi kesehatan adalah kelalaian dari seseorang dokter atau perawat untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat pasien. . Pengertian malpraktik medik menurut WMA (World Medical Associations) adalah Involves the physician¶s failure to conform to the standard of care for treatment of the patient¶s condition. or a lack of skill. Yang jelas tidak setiap ethical malpractice merupakan yuridical malpractice akan tetapi semua bentuk yuridical malpractice pasti merupakan ethical malpractice (Lord Chief Justice. or negligence in providing care to the patient. sehingga apabila ada kesalahan praktek perlu dilihat domain apa yang dilanggar. Kesalahan dari sudut pandang etika disebut ethical malpractice dan dari sudut pandang hukum disebut yuridical malpractice.

Dereliction of Duty (penyimpangan dari kewajiban) Jika seorang dokter melakukan tindakan menyimpang dari apa yang seharusnya atau tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan menurut standard profesinya. ketinggalan klem dalam perut pasien saat melakukan operasi. Pertanggung jawaban didepan hukum pada criminal malpractice adalah bersifat individual/personal dan oleh sebab itu tidak dapat dialihkan kepada orang lain atau kepada rumah sakit/sarana kesehatan. Perlu diketahui bahwa dalam melakukan police power. maka dokter dapat dipersalahkan. Tindakan tenaga kesehatan yang dapat dikategorikan civil malpractice antara lain: a. b. cacat atau meninggalnya pasien. Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan. dokter haruslah bertindak berdasarkan: 1) Adanya indikasi medis 2) Bertindak secara hati-hati dan teliti 3) Bekerja sesuai standar profesi 4) Sudah ada informed consent. Civil malpractice Seorang tenaga kesehatan akan disebut melakukan civil malpractice apabila tidak melaksanakan kewajiban atau tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati (ingkar janji). c.3. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melakukannya. pemerintah mempunyai kewenangan menerbitkan berbagai ketentuan di bidang kesehatan. Cara langsung Oleh Taylor membuktikan adanya kelalaian memakai tolok ukur adanya 4 D yakni : a. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna. batas kewenangan serta kewajiban tenaga perawatan. Damage (kerugian) Dokter untuk dapat dipersalahkan haruslah ada hubungan kausal (langsung) antara penyebab (causal) dan kerugian (damage) yang diderita oleh karenanya dan tidak ada peristiwa atau . Apabila aturan tersebut dilanggar maka tenaga kesehatan yang bersangkutan dapat dipersalahkan melanggar hokum administrasi. Surat Ijin Praktek). Direct Cause (penyebab langsung) d.Dengan prinsip ini maka rumah sakit/sarana kesehatan dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dilakukan karyawannya (tenaga kesehatan) selama tenaga kesehatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya. Pertanggung jawaban civil malpractice dapat bersifat individual atau korporasi dan dapat pula dialihkan pihak lain berdasarkan principle of vicarius liability. Duty (kewajiban) Dalam hubungan perjanjian tenaga dokter dengan pasien. d. 2. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan. 3. 2. Pembuktian Malpraktek Dibidang Pelayanan Kesehatan Dalam kasus atau gugatan adanya civil malpractice pembuktianya dapat dilakukan dengan dua cara yakni : 1. c. misalnya tentang persyaratan bagi tenaga perawatan untuk menjalankan profesinya (Surat Ijin Kerja. b. Administrative malpractice Dokter dikatakan telah melakukan administrative malpractice manakala tenaga perawatan tersebut telah melanggar hukum administrasi.‡ Criminal malpractice yang bersifat negligence (lalai) misalnya kurang hati-hati mengakibatkan luka.

Perbuatan melawan hukum tidak terbatas haya perbuatan yang melawan hukum. Namun. akan tetapi termasuk juga yang berlawanan dengan kesusilaan atau berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda orang lain (Hogeraad 31 Januari 1919). yakni dengan mengajukan fakta-fakta yang diderita olehnya sebagai hasil layanan perawatan (doktrin res ipsa loquitur). belum ada yang tuntas penyelesaiannya. Fakta itu terjadi tanpa ada kontribusi dari pasien dengan perkataan lain tidak ada contributory negligence. sampai kini. kalau sampai diajukan ke Pengadilan tetap terkatung-katung tidak ada kunjung penyelesaiannya. Namun. Fakta tidak mungkin ada/terjadi apabila dokter tidak lalai b. 2. Doktrin res ipsa loquitur dapat diterapkan apabila fakta-fakta yang ada memenuhi kriteria: a. Fakta itu terjadi memang berada dalam tanggung jawab dokter c. Namun.tindakan sela diantaranya. antara lain: 1. dan hal ini haruslah dibuktikan dengan jelas. bersifat intern. Di lapangan pengobatan. Untuk segi hukumnya. Walaupun Indonesia berdasarkan hukum tertulis. sering diberitakan di media masa.. Liability in tort Liability in tort adalah tanggung gugat atas perbuatan melawan hokum (onrechtmatige daad).4. bukan keberhasilan. kewajiban hukum baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. undang-undang merujuk ke KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) bila terjadi tindak pidana. maka pembuktiannya adanya kesalahan dibebankan/harus diberikan oleh si penggugat (pasien) 2. tetapi hanya yang menyangkut segi disiplin saja. materinya ternyata hanya mengatur masalah disiplin. karena health care provider baik tenaga kesehatan maupun rumah sakit hanya bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar profesi/standar pelayanan. masalah dugaan malpraktik medik ini sudah ada ketentuan di dalam common law dan menjadi yurisprudensi. Vicarius liability Vicarius liability atau respondeat superior ialah tanggung gugat yang timbul atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang ada dalam tanggung jawabnya (sub ordinate). lantas apa gunanya? Di negara yang menganut sistem hukum Anglo-Saxon. Tadinya masyarakat berharap bahwa UU Praktik Kedokteran itu akan juga mengatur masalah malpraktek medik. akhir-akhir ini. misalnya rumah sakit akan bertanggung gugat atas kerugian pasien yang diakibatkan kelalaian perawat sebagai karyawannya. Sebagai adagium dalam ilmu pengetahuan hukum. Hasil (outcome) negatif tidak dapat sebagai dasar menyalahkan dokter. Walaupun setiap orang dapat mengajukan ke Majelis Disiplin Kedokteran. 3. seharusnya tetap terbuka . Malpraktek Ditinjau Dari Segi Etika dan Hukum Masalah dugaan malpraktik medik. Di dalam transaksi teraputik ada beberapa macam tanggung gugat. 2. Contractual liability Tanggung gugat ini timbul sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban dari hubungan kontraktual yang sudah disepakati. kewajiban yang harus dilaksanakan adalah daya upaya maksimal. Cara tidak langsung Cara tidak langsung merupakan cara pembuktian yang mudah bagi pasien.

jujur. Kriteria wajar. 17 April 2004). Kelalaian bukanlah suatu pelanggaran hukum atau kejahatan. Kelalaian lebih mengarah pada ketidaksengajaan (culpa). Ketidaktercantuman istilah dan definisi menyeluruh tentang malpraktek dalam hukum positif di Indonesia. profesional dan terhormat. terhadap organisasi dan staff. hukum tidak mencampuri hal-hal yang dianggap sepele (hukumonliine. etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. Bagaimana materinya. hingga referensi-referensi tentang malpraktek yang masih dominan diadopsi dari luar negeri yang relevansinya dengan kondisi di Indonesia masih dipertanyakan. perbuatan yang disengaja (intentional tort). kita bisa belajar dari negara-negara yang telah memiliki peraturan tentang hal tersebut. sebagai pelengkap UU Praktik Kedokteran. perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. selama tidak sampai membawa kerugian atau cedera kepada orang lain dan orang itu dapat menerimanya. jujur. adil. setiap tindakannya tidak perlu lagi dipolemikan sepanjang sesuai undang-undang. Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. sembrono dan kurang teliti. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. adil. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi eksekutif puncak rumah sakit. ambiguitas kelalaian medik dan malpraktek yang berlarutlarut. landasan hukumnya jelas. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan amsyarakat. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. terhadap diri sendiri dan profesi.com. semuanya merupakan Pe-Er besar bagi pemerintah. ketika mereka merasa dirugikan akibat tindakan medis. Dan karena masyarakat semakin sadar terhadap masalah pelayanan kesehatan. Bagi asosiasi profesi. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral. Harapan masyarakat. filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya.putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap menjadi yurisprudensi. Bagi sosiolog. Malpraktek meliputi pelanggaran kontrak ( breach of contract). Barangkali inovasi cerdas pemerintah guna menangani kasus malpraktek dan sengketa medik adalah lahirnya RUU Praktik . karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar. etika adalah adat. Sedangkan di pihak para medis. DPR yang baru harus dapat menangkap kondisi tersebut dengan berinisiatif membentuk UndangUndang (UU) tentang Malpraktik Medik. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar. Ini berdasarkan prinsip hukum ³de minimis noncurat lex´. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. dan kelalaian (negligence). Bagi ahli falsafah. dan moral adalah sistem tentang motivasi. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat.

standar prosedur operasional. kebiasaan umum yang wajar dalam dunia kedokteran tapi juga memperhatikan kesusilaan dan kepatutan.5. Dan yang ketiga hukum itu juga merupakan hak. Ada 3 syarat yang harus terpenuhi. Dari sudut hukum perdata. yang berupa timbulnya kerugian bagi kesehatan tubuh yaitu luka-luka (pasal 90 KUHP) atau kehilangan nyawa pasien sehingga menjadi unsure tindak pidana. Untuk malpraktek medik yang dilakukan dengan sikap bathin culpa hanya 2 pasal yang biasa diterapkan yaitu Pasal 359 (jika mengakibatkan kematian korban) dan Pasal 360 (jika korban luka berat). Dalam setiap tindak pidana pasti terdapat unsure sifat melawan hukum baik yang dicantumkan dengan tegas ataupun tidak. Selama ini dalam praktek tindak pidana yang dikaitkan dengan dugaan malpraktik medik sangat terbatas. Pada tindak pidana aborsi criminalis (Pasal 347 dan 348 KUHP). berupa usaha untuk melakukan pengobatan sebaik-baiknya sesuai dengan standar profesi. Dengan dicantumkannya peraturan pidana dan perdata serta peradilan profesi tenaga medis. Sehubungan dengan hal ini. 2. Hampir tidak pernah jaksa menerapkan pasal penganiyaan (pasal 351-355 KUHP) untuk malpraktik medik. dilarang.Oleh karenanya penegakan hukum bukan hanya untuk medapatkan keadilan tapi juga hak bagi masyarakat (korban). Kerugian dalam malpraktik perdata lebih luas dari akibat malpraktik pidana. Aspek Hukum Malpraktek Hukum itu mempunyai 3 pengertian. perlakuan medis oleh dokter didasari oleh suatu ikatan atau hubungan inspanings verbintenis (perikatan usaha). benarkah demikian? Dalam beberapa pasal. . yang kedua syarat dalam perlakuan medis yang meliputi perlakuan medis yang menyimpang dari standar tenaga medis. Ada perbedaan akibat kerugian oleh malpraktik perdata dengan malpraktik pidana. RUU Praktik Kedokteran memang memberikan kepastian hukum bagi dokter sekaligus perlindungan bagi pasien. sebagai sarana mencapai keadilan. Sedangkan syarat ketiga untuk dapat menempatkan malpraktek medik dengan hukum pidana adalah syarat akibat. Secara umum sifat melawan hukum malpraktik medik terletak pada dilanggarnya kepercayaan pasien dalam kontrak teurapetik tadi. RUU Praktek Kedokteran memungkinkan sebuah sistem untuk meregulasi pelayanan medis yang terstandardisasi dan terkualifikasi sehingga probabilitas terjadinya malpratek dapat dieliminasi seminimal mungkin. atau mengandung sifat melawan hukum oleh berbagai sebab antara lain tanpa STR atau SIP. harapan perlindungan terhadap pasien dapat terealisasi. yang kedua sebagai pengaturan dari penguasa yang mengatur perbuatan apa yang boleh dilakukan.Perlakuan yang tidak benar akan menjadikan suatu pelanggaran kewajinban (wan prestasi).Kedokteran. standar prosedur operasional. Akan tetapi. tidak sesuai kebutuhan medis pasien. yaitu pertama sikap bathin dokter (dalam hal ini ada kesengajaan/dolus atau culpa). RUU yang terdiri dari 182 pasal ini memuat pasal-pasal yang implisit dengan teori-teori pembelaan dokter yang umumnya digunakan dalam peradilan. siapa yang melakukan dan sanksi apa yang akan dijatuhkan (hukum objektif). Adami Chazawi juga menilai tidak semua malpraktik medik masuk dalam ranah hukum pidana. Secara substansial.

Berbeda dengan akibat malpraktik pidana. akibat yang dimaksud harus sesuai dengan akibat yang menjadi unsure pasal tersebut. dokter telah melanggar standar pelayananan medik yang lazim dipergunakan. hukum pidana atau dengan hukum administrasi. Malpraktik kedokteran hanya terjadi pada tindak pidana materil (yang melarang akibat yang timbul. Tidak jarang seorang tenaga medis tidak memberitahukan sebab dan akibat suatu tindakan medis. Asumsi masyarakat terhadap malpraktek Maraknya malpraktek di Indonesia membuat masyarakat tidak percaya lagi pada pelayanan kesehatan di Indonesia. Untuk dapat menuntut penggantian kerugian karena kelalaian maka penggugat harus dapat membuktikan adanya suatu kewajibanbagi dokter terhadap pasien.Akibat malpraktik perdata termasuk perbuatan melawan hukum terdiri atas kerugian materil dan idiil. Pada awal januari tahun 2007 publik dikejutkan oleh demontrasi yang dilakukan oleh para korban dugaan malpraktik medis ke Polda Metro Jaya dengan tuntutan agar polisi dapat mengusut terus sampai tuntas setiap kasus dugaan malpraktek yang pernah dilaporkan masyarakat. rasa sakit atau luka yang mendatangkan penyakit atau yang menghambat tugas dan matapencaharian merupakan unsure tindak pidana. bentuk kerugian ini tidak dicantumkan secara khusus dalam UU. Di Negara-negara maju yang lebih dulu mengenal istilah makpraktek medis ini ternyata tuntutan terhadap tenaga medis yang melakukan ketidaklayakan dalam praktek juga tidak surut. Dalam hukum dikenal istilah Res Ipsa Loquitur (the things speaks for itself). plastic dan syaraf). Padahal media massa nasional juga daerah berkali-kali melaporkan adanya dugaan malpraktik medik yang dilakukan dokter tapi sering tidak berujung pada peyelesaian melalui sistem peradilan. pihak kesehatan pun khawatir kalau para tenaga medis Indonesia tidak berani lagi melakukan tindakan medis karena takut berhadapan dengan hukum. Berita yang menyudutkan serta tudingan bahwa dokter telah melakukan kesalahan dibidang medis bermunculan. Sekarang ini tuntutan professional terhadap profesi ini makin tinggi. Departemen Kesehatan perlu mengadakan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana kinerja seorang tenaga medis. Di Indonesia. Dalam hal ini dokterlah yang harus membuktikan tidak adanya kelalain pada dirinya. kematian.luka berat. Jika dokter hanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran maka ia hanya telah melakukan malpraktik etik. Ironisnya lagi. Apakah secara hukum perdata. Terkadang penggugat tidak perlu membuktikan adanya kelalaian tergugat. 2.6. misalnya dalam hal terdapatnya kain kasa yang tertinggal di rongga perut pasien sehingga menimbulkan komplikasi pasca bedah. Lagi-lagi hal ini disebabkan karena kurangnya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan pasien. . spesialis anestesi serta spesialis kebidanan dan penyakit kandungan. fenomena ketidakpuasan pasien pada kinerja tenaga medis juga berkembang. penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya. Dalam hubungannya dengan malpraktik medik pidana. Pasien pun enggan berkomunikasi dengan tenaga medis mengenai penyakitnya. Tuntutan yang demikian dari masyarakat dapat dipahami mengingat sangat sedikit jumlah kasus malpraktik medik yang diselesaikan di pengadilan. Oleh karena itu.dimana akibat menjadi syarat selesainya tindak pidana). Biasanya yang menjadi sasaran terbesar adalah dokter spesialis bedah (ortopedi.

jaman yang penuh persaingan dimana terbukanya pintu bagi produk-produk asing maupun tenaga kerja asing ke Indonesia. Kemudian. karena perjanjian berbentuk daya upaya (inspaning verbintenis) bukan perjanjian akan berhasil (resultaat verbintenis). apabila tidak ada tindakan untuk mempersiapkan hal ini. Akan tetapi. begitu pula tenaga kesehatan Indonesia dapat bekerja diluar negeri dengan mudah. yakni: a. Namun. agar tidak sampai terjadi malpraktek. kami sangat berharap akan peran dari Pemerintah pada umumnya dan peran dari Departemen Kesehatan pada khususnya untuk mempersiapkan tenaga kesehatan Indonesia dalam menghadapi era globalisasi saat ini. ada manfaat yang didapat. 2. b. jaman yang penuh tantangan. Manfaatnya adalah seiring mesuknya jaman globalisasi.7. maka tidak menutup kemungkinan akan kehadiran peralatan pelayanan kesehatan yang canggih. Kalau kita kaitkan dengan dunia medis. Yang jelas. banyak juga kerugian yang ditimbulkan. tetapi banyak pula kerugian yang ditimbulkan. dengan masuknya peralatan-peralatan canggih tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya. di jaman globalisasi ini memberikan pintu terbuka bagi tenaga kesehatan asing untuk masuk ke Indonesia. Bayangkan saja. juga perlu dipikirkan masalah eksistensi dokter Indonesia dalam menghadapi globalisasi. Upaya pencegahan malpraktek dalam pelayanan kesehatan Dengan adanya kecenderungan masyarakat untuk menggugat tenaga bidan karena adanya mal praktek diharapkan para bidan dalam menjalankan tugasnya selalu bertindak hati-hati. terjadilah malpraktek.Salah satu dampak adanya malpraktek pada zaman sekarang ini (globalisasi) Saat ini kita hidup di jaman globalisasi. Hal ini memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam kesembuhan pasien. . Selain pembahasan dari sisi peralatan tadi. Hal ini dapat direalisasikan dengan adanya penyuluhan yang disebutkan tadi. perlu adanya penyuluhan kepada tenaga pelayanan kesehatan mengenai masalah ini. Upaya pencegahan malpraktik dalam pelayanan kesehatan 1. Tidak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya. Hal ini tidak saja mencoreng nama baik tenaga edis tersebut tersebut. tidak menutup kemungkinan apabila seorang tenaga medis yang kurang mempersiapkan dirinya untuk berkiprah di negeri orang. Namun. Untuk menindaklanjuti masalah ini. perlu adanya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi. maka mutu pelayanan kesehatan harus ditingkatkan. Yang menjadi sorotan disini adalah dalam hal pengoperasiannya. dapat menimbulkan kerugian bagi tenaga kesehatan kita. Coba kita analogikan terlebih dahulu. Jelas sekali bahwa ketergantungan pada peralatan pelayanan kesehatan ini dapat menghambat pelayanan kesehatan. dikarenakan ilmunya yang masih minim serta perbedaan kurikulum di negeri yang ia tempati. Sebelum melakukan intervensi agar selalu dilakukan informed consent. tetapi juga nama baik dunia kesehatan Indonesia. Masuknya peralatan canggih tersebut memerlukan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikannya serta memperbaikinya kalau rusak. Satu hal yang lebih penting lagi adalah perlu adanya kesadaran bagi para tenaga medis untuk terus belajar dan belajar agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam penggunaan peralatan canggih ini demi mencegah terjadinya malpraktek. yang terjadi saat ini adalah banyak tenaga medis yang melakukan kesalahan dalam pengoperasian peralatan canggih tersebut sehingga menimbulkan malpraktek.

Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien. konsultasikan kepada senior atau dokter. Memperlakukan pasien secara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya. dengan mengajukan bukti untuk menangkis/ menyangkal bahwa tuduhan yang diajukan tidak berdasar atau tidak menunjuk pada doktrin-doktrin yang ada. sehingga yang sifatnya teknis pembelaan diserahkan kepadanya. dengan mengajukan bukti bahwa yang dilakukan adalah pengaruh daya paksa. maka tenaga bidan dapat melakukan : a. yakni melakukan pembelaan dengan mengajukan atau menunjuk pada doktrin-doktrin hukum. e. karena dalam peradilan perdata. sedangkan yang harus membuktikan adalah orang-orang awam dibidang kesehatan dan hal inilah yang menguntungkan tenaga kebidanan. 2. akan tetapi merupakan risiko medik (risk of treatment). Upaya menghadapi tuntutan hokum Apabila upaya kesehatan yang dilakukan kepada pasien tidak memuaskan sehingga bidan menghadapi tuntutan hukum. walaupun untuk kepentingan pasien sendiri. yang dilakukan adalah mementahkan dalil-dalil penggugat. d. Mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis. maka tenaga bidan seharusnyalah bersifat pasif dan pasien atau keluarganyalah yang aktif membuktikan kelalaian bidan. utamanya tidak diketemukannya fakta yang dapat berbicara sendiri (res ipsa loquitur). f. Informal defence. ‡ Di Indonesia terdapat ketentuan informed consent yang diatur antara lain pada peraturan pemerintah no 18 tahun 1981 yaitu: 1. . Manusia dewasa sehat jasmani dan rohani berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. Pada perkara perdata dalam tuduhan civil malpractice dimana bidan digugat membayar ganti rugi sejumlah uang. Untuk membuktikan adanya civil malpractice tidaklah mudah. 2. b. apalagi untuk membuktikan adanya tindakan menterlantarkan kewajiban (dereliction of duty) dan adanya hubungan langsung antara menterlantarkan kewajiban dengan adanya rusaknya kesehatan (damage). misalnya bidan mengajukan bukti bahwa yang terjadi bukan disengaja. ada baiknya bidan menggunakan jasa penasehat hukum. Apabila terjadi keragu-raguan. Apabila tuduhan kepada bidan merupakan criminal malpractice. Berbicara mengenai pembelaan. terapuetik maupun paliatif) memerlukan informed consent secara lisan maupun tertulis. atau mengajukan alasan bahwa dirinya tidak mempunyai sikap batin (men rea) sebagaimana disyaratkan dalam perumusan delik yang dituduhkan. pihak yang mendalilkan harus membuktikan di pengadilan. Formal/legal defence.c. yakni dengan menyangkal tuntutan dengan cara menolak unsur-unsur pertanggung jawaban atau melakukan pembelaan untuk membebaskan diri dari pertanggung jawaban. keluarga dan masyarakat sekitarnya. Semua tindakan medis (diagnostic. dengan perkataan lain pasien atau pengacaranya harus membuktikan dalil sebagai dasar gugatan bahwa tergugat (bidan) bertanggung jawab atas derita (damage) yang dialami penggugat. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien.

tetapi dapat pula secara tertulis (berkaitan dengan informed consent). Menahan informasi tidak boleh. Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. baik diminta maupun tidak diminta oleh pasien. 4. terapuetik maupun paliatif. setelah sebelumnya pasien memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta resikonya. baik diagnostic. Informasi biasanya diberikan secara lisan.3. . Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat dengan pasien. 6. kehadiran seorang bidan/paramedic lain sebagai saksi adalah penting. 5. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani pasien. Setiap tindakan medis yang mempunyai resiko cukup besar. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. kecuali bila dokter/bidan menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien.

Bahkan berkaitan dengan MKDKI ini SEMA RI tahun 1982 menyarankan agar untuk kasus dugaan malpraktik medik sebaiknya diselesaikan dulu lewat peradilan profesi ini. baik pribadi bahkan negara. Saran Terhadap dugaan malpraktik medik.1. Benar-benar kompleks sekali permasalahan yang timbul akibat malpraktek ini. Sehingga benar bahwa malpraktek dikatakan sebagai sebuah malapetaka bagi dunia kesehatan di Indonesia. pasien sangat berharap agar dokter dapat memaksimalkan pelayanan medisnya untuk harapan hidup dan kesembuhan penyakitnya. seperti yang dipaparkan waktu penjelasan fenomena malpraktek pada era globalisasi tadi. ataupun menempuh ketentuan pasal 98 KUHAP memasukkan perkara pidana sekaligus tuntutan gantirugi secara perdata. independent dan memperhatikan juga nasib korban. Apresiasi masyarakat pada nilai kesehatan makin tinggi sehingga dalam melakukan hubungan dengan dokter. masyarakat dapat melaporkan kepada penegak hukum (melalui jalur hukum pidana). Tidak hanya mengakibatkan kelumpuhan atau gangguan fatal organ tubuh. Bahaya malpraktek memang luar biasa. Masalah yang ditimbulkan pun bisa sampai pada masalah nama baik. Masih ada masyarakat (pasien) yang belum memahami hak-haknya untuk dapat meloprkan dugaan malpraktik yang terjadi kepadanya baik kepada penegak hukum atau melalui MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia). fiduciary relationship) bergantidengan pandangan masyarakat yang makin kritis serta kesadaranhukum yang makin tinggi.BAB Iii PENUTUP Kesimpulan Ada banyak penyebab mengapa persoalan malpraktik medik mencuat akhir-akhir ini dimasyarakat diantaranya pergeseran hubungan antara tenaga medis dan pasien yang tadinya bersifat paternalistic tidak seimbangdan berdasarkan kepercayaan (trust. tetapi juga menyebabkan kematian. Mungkin sudah saatnya diperlukan juga saksi yang memahami ilmu hukum sekaligus ilmu kesehatan. Dari sudut penegakan hukum sulitnya membawa kasus ini ke jalur pengadilan diantaranya karena belum ada keseragaman paham diantara para penegak hukum sendiri soal malpraktik medik ini. . Selama ini masyarakat menilai banyak sekali kasus dugaan malpraktik medik yang dilaporkan media massa atau korban tapi sangat sedikit jumlahnya yang diselesaikan lewat jalur hukum. atau tuntutan ganti rugi secara perdata. Oleh karenanya lembaga MKDKI sebagai suatu peradilan profesi dapat ditingkatkan peranannya sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai lembaga yang otonom. Selain itu jumlah dokter di Indonesia dianggap belum seimbang dengan jumlah pasien sehingga seorang tenaga medis menangani banyak pasien (berpraktek di berbagai tempat) yang berakibat diagnosa menjadi tidak teliti. 2. Dari sudut hukum acara (pembuktian) terkadang penegak hukum kesulitan mencari keterangan ahli yang masih diliputi esprit de corps.

com/?p=210 ‡ http://chans-ums.htm ‡http://everythingaboutortho.com/2010/06/28/salah-operasi-mata-bayi-6-bulan-copot/ ‡http://www.com/2009/07/malpraktek.com/peraturan-dan-perijinan-f16/uu-ri-no-29-tahun-2004-tentangpraktik-kedokteran-t93.uwks.pdf ‡http://www.ac.htm .id/elib/Arsip/Departemen/Forensik/MALPRAKTEK%20MEDIK .fk.blogspot.com/2008/06/28/malpraktik-sejauh-mana-kitasebagai-seorang-dokter-memahaminya/ ‡ http://rob13y.ilunifk83.DAFTAR PUSTAKA ‡ http://bidankita.wordpress.wordpress.