Anda di halaman 1dari 33

Sambutlah µsi CINTA¶

Saat malam mulai larut

Suasanapun semakin senyap Aku terbujur dalam kekakuan Karena hati terpasung dalam kesepian
Kesedihan dengan kesendirian

Seakan menggugurkan sejuta harapan Sepinya malam berlalu sudah Pagi datang mengawali hari baru Aku terbangun dari panjangnya malam Perlahan aku bergerak, Berdiri dan kubuka jendela Tersiratlah cahaya mentari pagi Menyinari«« Menghempaskan semua khayalan kepahitan

Memang, Aku harus tetap tegar berdiri Songsong hari yang baru Sambut dengan sesuatu yang indah Wujudkan misteri cita dan cinta

Sambutlah µsi CINTA¶ yang cantik Berikan dia senyum Warnailah hari-hari dengan cinta

Kebenderangan
Kala malam semakin larut Aku terpaku di dalam kesunyian Terdiam menatap ilusi kesendirian Diriku seakan terbiar dalam kehampaan

Kebekuan jiwa menjelma Kedinginan nurani selalu menemani Aku merindu tentang kehangatan Aku bermimpi tentang keindahan

Saat tirai kegalauan mulai tersibak Fatamorgana menjauh dari realita Hingga tersingkaplah kebenderangan Makna kedamaian yang hakiki

Arti Cinta
Di dalam kedinginan jiwaku Kau hadir mendekap erat kalbuku Dalam kesendirian nuraniku Kau temani aku dengan kemesraan Dalam kegalauan jiwaku Kau hadir untuk menghiburku Dalam kesepian malamku

Kau hadir dalam indahnya mimpiku Tiada yang kupikirkan selama ini Kecuali aku merasa berarti bersamamu Kan kuayun langkahku ini Bersama irama kerinduan Kangen khan slalu menyelimuti hatiku Tak ada sesuatu terindah untuku Karena kau segala-galanya bagiku

Arti perasaan
Dikala aku merindu Ingin kutulis sejuta syair indah Ingin rasanya aku berkisah Tentang semua kekangenanku

Di saat ini seolah aku sulit mencari Dermaga yang berairkan tinta emas Dan pena antik untuk mengukirnya Aku takut terdampar di pulau sana Yang penuh dengan ketidakpastian

Paradigma ?!!!
Hari demi hari terus berjalan Pergantian waktupun tidak dapat dielakan

Perubahan adalah sebuah realitas yang harus dihadapi Sebagai konsekwensi logis atas akhir dari setiap langkah Paradigma hidup merupakan acuan dalam melangkah Sebagai barometer dalam menjalani hidup Menuju sebuah wujud misteri µCita-cita¶ Perenungkan kembali tentang Paradigma hidup Tentang cita-cita yang tergantung di angkasa Katakanlah kamu bisa untuk meraihnya Kamu bisa untuk menjalaninya Gapailah semuanya µSungguh beruntunglah orang yang slalu mensucikan diri (Kembali kepada fitrah dan kesucian )¶ µSelamat Ulang Tahun ¶ Success for You Kujelang«. Pagi yang indah kujelang kembali Menghempaskan mimpi meraih bergantinya hari Di ufuk timur tersirat cahaya kedamaian Membangkitkan semangat menghangatkan perasaan Hembusan angin menemaniku berjalan .

Mengiringi langkah berpadu dalam kepastian Gemersik dedaunan bak irama kehidupan Selalu setia menyanyikan lagu kemenangan Dalam menggapai makna cita dan cinta Dalam mewujudkan makna hidup yang sesungguhnya Biarkan pergantian hari terus berjalan Karena setiap saat akan selalu kujelang Bingkai kehidupan Masa demi masa berlalu sudah Kemana kaki jalan melangkah Liku-liku kehidupan mengukir sejarah Kini saatnya berpotret diri Berbenah dari segala keburukan Meningkatkan semua kebaikan Ramadhan sebentar khan tiba Kini saatnya tuk membuka pintu hati Memaafkan semua kehilafan Mari kita sambut dengan gembira Dengan memperbanyak ibadah Tuk menggapai tingkatan taqwa Derajat tertinggi disisi khalik Semoga Allah selalu membimbing kita Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya Amiin .

.. untuk yang terakhir Katakanlah padanya Aku benci dengan kesendirian ini . katakanlah padanya Aku perlu belaian sejuta kasihnya Ingin aku menikmati indahnya malam ini Dengan kehangatan peluk mesranya Angin«. Tolong katakan pada bintangku Aku rindu dan berharap dia hadir disini Dengan segala ketulusan cintanya Ingin aku mengajaknya bernyanyi Menari. berdansa berdua Angin«.Puisi angin Di kesepian malam aku sendiri Termenung dibawah cahaya rembulan Pucuk-pucuk daun meliuk indah Mengikuti irama angin perlahan Angin«. Aku hargai kau menghiburku Memang tidak ingin aku berlama-lama Larut dengan gelapnya malam Terombang-ambing oleh kelamnya awan Angin«.

Bisa kunikmati sisa hidup ini Dengan cinta dan kasih sayang Dimana semuanya serba tulus Dimana semuanya serba ikhlas Dimana semuanya penuh kerelaan Tanpa pamrih dan pengharapan Kepastain .Kesendirian Di kesepian malam aku sendiri Fikiran menerawang menjelajah angkasa Ingin rasanya kubuka semua tabir gelap Sehingga bisa kunikmati indahnya rembulan Beserta gemerlapnya selaksa bintang Semilir angin berhembus perlahan-lahan Seolah tak ingin mengusikku dari lamunan Pucuk-pucuk daun menari penuh kemesraan Seakan tiada bosan untuk selalu menghibur Semua gundah dan keresahan hatiku Ketika malam semakin larut Aku sadari akan kesenmdirianku Semuanya memang penuh ketidakpastian Kecuali«.

hanya sang dewi yang memiliki Sebelum fajar di ufuk timur menjelang Kupastikan sang dewi adalah penentuan Kesembuhan atas sayatan luka-luka ini Cinta Ketika aku datang Di dunia pewayangan cinta Cuma satu yang aku bawa Perasaan kasih di dalam dada Yang bisa merubah satu wacana Menjadi cerita panjang .Ketika kupaksa mata ini terpejam Justru hati terus cerita Bicara tentang kesepian malam Tentang matahari yang telah tenggelam Kesepian adalah pengharapan kasih Sedang tenggelam adalah masa lalu Saat akhir tidak berarti kebahagiaan Perasaan menjadi terlukakan Khan kucari mutiara ketulusan Kristal mujarab penawar kepedihan Sungguh.

Yang berbelit susah mengambarkannya Tak ada alasan lain tentang cinta Karena hanya satu yaitu kasih Kecuali hanya mengada-ada Kalau ada aku tak percaya Alasan itu dipaksakan Dan akan aku katakan Sungguh malang nasib mereka Karena tak beda dengan si penjaja Cinta adalah rindu Yang datang dari dalam kalbu Bisa membawa tentram Dalam merih kedamaian hidup Kangen Dalam remang cahaya lilin Sekilas nampak kilauan kasih Memedarkan arti kekelabuan hati Sesaat seolah redup Membisakan harapan cinta dan kerinduan Dalam dada menyesak arti ketidakpastian Sesekali ingin semua cita teraih .

ingin ada yang memetiknya Dipandang ditaruh dalam vas bunga Walau nantinya layu Namun hidupnya menjadi berarti Menikmati semua tujuan yang dicapai PERJALANAN Saat hujan semakin deras kusuri jalan selangkah demi selangkah Kuraba bajuku yang sudah kuyup serasa dingin udara menusuk sebentar kutoleh kebelakang Terlihat jelas roda sejarah membentang Angin kencang Percikan hujan Halilintar Semuanya adalah terpaan kehidupan .Namun. tak dapat menembus batas ruang Yang semakin menjauh Dikala sekelebat kilat menyala Cahayanya menyilaukan mata Bukan terang yang kuraih Namun kegelapan setelahnya Hamparan bunga cinta menjadi merana Kedinginan.

Aku berharap reda khan tiba Terang khan menjelma Menjadikan hidup penuh makna Puisi Jarum Dan Jerami Seandainya kau tak membisu Tentu dengan mudah aku meraihmu Walau begitu. Biarlah kuuji kesabaranku Khan kuambil jerami ini satu-satu Sampai aku dapat menemukanmu Lalu kau rajut kembali kainku Fatamorgana Gelap malam penuh kesunyian Membukakan pintu-pintu ilusi Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa Saat perjalanan adalah perasaan Hati gelisah menjadi tumpuan Perlahan-lahan rasio menjauh Akalpun pergi tanpa berpesan Saat kusadari semuanya Aku terbujur di negeri khayalan Berharap akan fatamorgana .

mengapa aku ini ? Terlalu menikmati senyuman itu Apakah aku telah menduakan cintaku dari-Mu Sampai hatiku bergetar menahan rasa Namun kini khan kubiarkan semua berlalu Terhempas terbawa arus Ke suatu negeri nun jauh disana .Senyumanmu Aku terbayang akan manisnya senyumanmu Seakan hanya aku yang menikmatinya Namun aku hanya bisa merindu Akankah cintaku terdampar disuatu pulau ? Terbawa hanyut bersama gelombang kasmaran Dan berlabuh di pantai asmara Tetapi aku sangat yakin Disana kita khan bercinta Memadu kasih Bercerita tentang hari esok Khan kubiarkan semilir angin membelai tubuhku Hingga aku tertidur dalam sandaran pelukmu Namun mengapa suara ombak membangunkanku Saat mimpiku menerawang angkasa Menjelajahi ruang-ruang khayalan Tuhan.

SIANG YANG BERLALU Saat mentari mulai tenggelam Sayap malam menutup perlahan Gelap sudah menjelang Panasnya siang jadi terlupakan Semua berlalu Biarkanlah siang ini berlalu IBU Ibu« Kini aku tahu Kesabaranmu Ketabahanmu Kecintaanmu Ibu« Kini aku rindu Masakkanmu Senyumanmu Belaianmu Ibu« Aku tak akan lupa .

Kebaikkanmu Jasamu Nasehatmu Ibu« Ternyata kau adalah segalanya bagiku Kuharap kasihmu abadi selama-alamanya untukku BUNGAKU Bungaku« Kala pagi atau sore hari Kau taburkan aroma kasih Membelai kalbu selembut awan putih Membawaku ke alam khayalan indah Penuh kedamaian dan kebahagiaan Bungaku« Kau laksana dewi kayangan Selalu dipuji setiap orang Sunggingan senyummu tak menjemukan Menggoda mengetarkan hati Bungaku« Setiap saat aku nantikan Lambaian tanganamu mengajakku Melepas semua kepedihan hidup .

Menyandarkan semua kesusahan Menuju ketenangan bathin Dalam menikmati hidup ini Perubahan Saat rembulan tertunduk sendu Gema petir menggelegar Awan kaget ikut bermuram Mencucur hujan rintik perlahan Merubah egois yang membatu Menjadikan hati penuh pengharapan Arti Kembali Pohon besar di tanah gersang Saat hujan Menerjang Dia jatuh dengan terlentang Dimakan rayap terlapukkan Jadikan semua tak berdaya Semuanya menjadi satu Tidak terkenali lagi Puisi Batu Goresan itu Mengukir batu jadi saksi Membisu Dengan satu kalimat .

Aku cinta kamu !! Penilaian Cinta Dusun yang sepi Ada seorang perempuan tua Dengan suami renta yang buta Seolah mereka tak berdaya Mereka hanya berkebun Itulah kedamaian mereka Kenapa orang hanya menduga Padahal mereka punya cinta Yang tak seorangpun mampu menilainya Terbujur Aku terbujur Di sebuah sudut yang pengap Hanya coro yang menemaniku Dia katakan sesuatu padaku Orang memandang kita hina Tetapi « Bisakah kita katakan Bahwa mereka bijaksana Biarkan mereka menilai kita karena kita adalah kita Kepahitan Pisau menoreh hatiku .

dalam hatiku ini Akan tetap membekas suatu kenangan Kau sungguh baik. hatiku tergores kesedihan Ketika terucap salam perpisahan Walau air mataku tak berlinang Bukan berarti suatu kerelaan Saat-saat langkah terayun Jarak kita-pun semakin membentang Akankah semuanya jadi terkenang Atau hanyut terbawa gelombang Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan Sobat.Melukakan perasaan Menyayat Menjadikan hidup berubah arti Saat takdir itu merenggut Kepahitan adalah realita Kebahagiaan jadi impian Akhirpun tak terelakkan Salam perpisahan Kini. janganlah kau biarkan Aku terkulai lemas dalam kehampaan Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan . supel dan komunikatif Siapapun mengenalmu pasti akan merindu Namun untukku.

Gelisah Gelap malam penuh kesunyian Lamunan jauh menerawang angkasa Membukakan pintu-pintu mimpi Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa Bias keremangan memudarkan kasih Memutar hati menguak arti ilusi Memedarkan beribu warni cahaya Membayang menjauh dari arah cita Katak merengek ikut meresah Menggugah hati kala gelisah Air hujan menetes berduka Membasah bumi ikut bersedih Gema kegundahan kian bertalu Gemercik air melantun irama nan merdu Berhembus angin membelai lembut Gemerisik suara daun menghibur Membangkit menggugah kalbu Meliuk menari rumput nan ayu Melambai perlahan seolah mengajak .

.Melepas duka menjemput cinta Merayu bernyanyi kerinduan Menyongsong esok akan kebahagiaan Di Sisi Malam Ketika kabut tersibak Rembulan memancarkan sinarnya Malam yang muram telah berlalu Makna kegelapan menjadi tertampikan Nur kebenaran adalah kebenderangan Saat kepala makin merunduk Kucium tanah bukti kehinaanku Sebagai tanda Agungnya sang Khalik Isak tangisan begitu lirih Seirama kidung detak jantung Air mata berderai tak tertahan Mencapai kekhusukan semakin dalam Saat dingin semakin menusuk Disinilah aku semakin mengenal Tuhan Aku Tak Ragu Tuhan.

Aku tahu tangisku tak berarti bagi-Mu !! Kini biarlah aku merenungi semuanya Dan akan kucari pintu insyafku . Kau pasti selalu mendekapku Namun aku tempikkan arti kehangatan-Mu Apakah aku insan tak tahu balas budi ?! Kurang bersyukur Selalu mencari dan berharap yang lebih Bahkan tanpa terasa dan tak tersadari Mungkin aku memohon selain kepada-Mu Tuhan.Aku yakin dengan segala kasih-Mu Dan aku percaya akan semua sayang-Mu Namun mengapa aku ini ??? Selalu tak tahu diri Apakah ada sesuatu yang mengunci hatiku ?! Sehingga aku lupa akan semua cinta-Mu Tuhan. Andaikan aku selalu bersujud pada-Mu Dan bersimpuh di dalam rumah-Mu Tentu Engkau mau menerima tobatku Namun aku kadang merasa lain Karena banyak dosa yang kulakukan Tuhan.

yakinkan diri ini Hidup ini jangan disia-siakan Berbagi Kasih Kulihat daun meliuk . Tuhan. aku yakin dan tak meragukan Akan semua ampunan-Mu. nyata ataupun tidak Itulah garis takdir Tuhan Semuanya ini perjalanan waktu Manusia hanya bercita Namun begitu.Tapi. Keagungan Tuhan Merah merona bola api di atas cakrawala Tanda terbitnya sang surya di ufuk pagi Suara burung bernyanyi riang bergerak kian kemari Menggugurkan sejuta embun dari kerindangan daun Semua itu bukti Agungnya ciptaan Tuhan Sebagai manusia hendaklah bersyukur Ketemu lagi akan hari Setelah sesaat mengunci rasa Melupakan semua problema Kini ditantang perjalanan hidup Membuktikankan semua impian dan harapan Kalau kita sadar.

Disaat kejora mulai menghilang Pagi datang begitu cepat Sayang sungguh sayang memang !! Juita malam menjadi penantian Indahnya pagi di pantai pengharapan Merupakan suatu makna keceriaan Saat ombak menuju ke tengah Pasti ia akan kembali lagi Membawa buih putih arti kehidupan Meratakan hamparan pasir yang berserakan Di tengah laut dari kejauhan Perahu kecil terihat menepi Membawa seribu ikan hasil tangkapan Dengan senyum kebahgiaan nelayan Ketika terkatung di tengah samudra Tidaklah sempat berfikir tentang cinta Semuanya seakan sirna Kini saatnya berbagi kasih Dengan permata hati Yang slalu menanti Malang .

Saat sosok itu terlentang Terkulai di kamar yang remang Tanpa busana Tak kenal budaya Aku hanya mendengar Gertakan kuat µingat aku adalah uang¶ Perjalanan Wanita malam jadi kenangan Dalam suatu perjalanan Bola matanya indah menggoda Memberi rayuan tentang kemesraan Sungguh murah kau tawarkan Ternyata cukup uang recehan Cuma sekedar untuk membeli jajanan Pernah sesekali aku tanyakan Mengapa tak kau tinggalkan hal demikian Sebab itu kesia-siaan Tak salah memang kau katakan Kalau itu saling menguntungkan Tetapi ada pihak yang dirugikan .

slogan indah jadi kenagan Wanita tiang negara Kini menjadi puntung yang berserakkan Syair metafisik (Merambah kegaiban dunia lain) Alam ini seolah tidak nyata Seakan-akan dunia bayangan .Ibumu yang melahirkan Wanita Wanita punya hak juga memiliki kewajiban Tetapi selalu disalahtafsirkan Hingga kadang menyalahi aturan Emansipasi diputarbalikkan Sebagai dalih atau alasan Hanya untuk mencari kepuasan Kau korbankan kasih sayang Anak-anak kau terlantarkan Dan masih banyak yang dicampakkan Lalu bagaimana akan nasib bangsamu Saat keluarga tak kau hiraukan Sungguh.

Tetapi dunia ini punya dimensi Dimensi lain yang imateri Hanya rasa iman yang bisa menggapainya Entahlah. memang alam ini serba aneh Pengamanannya sungguh ekslusive Penjagaan yang ekstra ketat Dengan benteng yang begitu kokoh Seakan beruratkan besi bertulangkan baja Begitu susah menembus dunia ini Hanya dengan akses yang tepat Dan prasarat pasport yang lengkap Barulah bisa memasukinya dengan aman Ketika ada yang mencoba memaksa Hanya mengakibatkan luka-luka Seandainya memang bisa Hanya mengakibatkan sengsara Merantau di dunia metafisik Tanpa arah dan tujuan yang pasti Kehancuran buat si pemaksa Siksa menjelma menggerogoti hidupnya Hanya Tuhan-lah yang dapat menyembuhkannya Andai kesabaran menghinggapi kehidupannya Kata iya Mengangguk kata setuju .

he«. Jangan terlalu banyak termangu Sebentar lagi khan pemilu Jangan sampai terpancing isyu Sekarang khan musim dikompor-komporin Apa lagi sambil dikipas-kipasin Bisa-bisa kebakaran nanti Dengarlah kami .Tapi bukan berarti iya Mengapa sahabat tak bertanya ?! Hanya bergeleng kepala Kalau sahabat tak paham Uneg-uneg jangan disimpan Ungkapkan semua perasaan Hak berpendapat dijamin undang-undang Sudah jelas di pasal dua delapan Diam bukanlah emas Emas ada di busang Katanya sedang diributkan Siapa yang bakal jadi jutawan Mungkin mereka yang menambang Sahabat juga mungkin nanti kecipratan He«.

Saat-saat kaki terlangkahkan Sejenak hati berfikir tentang keadilan Ketika bangsa dilanda bencana Ketika rakyat kecil dirundung duka Ketika semua orang berharap tanya Mana yang benar dan mana yang salah ?! Banyak sosok muncul seolah pakar Berteriak-teriak seakan benar Seharusnya begini dan seharusnya begitu !! Ternyata semua hanya teori membingungkan Di sudut-sudut kota dan pelosok negeri Rakyat jelata menggeliat kelaparan Anak-anak mulai putus harapan Akan kemana kami mencari Napas kebebsan yang semakin sesak Angin kehidupan yang mulai hilang Sungguh tragis dan ironis Rupiah terpuruk dalam kekhawatiran Si awam hanya bertanya Dosa siapakah ini ?! Kok kami yang mendapat siksa Kami tidak perlu banyak partai Kami perlu banyak beras Kami perlu banyak susu Kami perlu makan .

Dan kami perlu keadilan Seminggu Di Ladang Tua Sekian lama aku tak jumpa Bayangan kerinduan kian terasa Tak tahan ingin mendengar cerita Seperti beberapa waktu yang lalu Ketika kau berkisah di ladang tua Hari pertama Kau terdiam tak dapat bicara Hanya mencucurkan air mata Saat kucoba menghapusnya Kau tepiskan tanganku Waktu itu aku bertanya Mengapa ??? Namun kau tak kuasa menjawabnya Tapi aku tahu kau tidak merahasiakannya Hari kedua Kau baru menjawabnya Kau merasa khawatir tentang adikmu Yang hidup dirantau orang Kau takut dia tergoda Oleh bias remang cahaya kota .

Namun kau tak kuasa meneruskan cerita Kau cucurkan lagi air mata Hari ketiga Kau melanjutkan ceritanya Bagiku makan tidak masalah Hidup di desa tak akan kelaparan Namun di kota adikku mau makan apa Justru aku takut adikku dimakan orang Katanya di kota saat sekarang Tidak berfikir lagi besok makan apa Tetapi besok saya mau makan siapa Kau menangis lagi Membuang air mata tanda berduka Hari keempat Ini tak akan ku lupa Saat kau merayuku agar menanggapi Semua cerita tiga hari yang lalu Aku tak mau untuk bicara Akhirnya kau meneruskan cerita Tentang adiknya yang sangat dia cintai Sampai kini tak kunjung pulang Kau berharap agar adikmu cepat kembali Hari kelima .

Kau bercerita tentang metropolitan Yang penuh dengan aktivitas kejahatan Sikut kiri sikut kanan itu kebiasaan Apakah adikku selamat dari todongan Kesombongan dan kekerasan zaman Kau menangis lagi Dan tak kuasa cerita lagi Hari keenam Aku masih teringat Saat kau bertutur tentang ibumu Ketika dia mulai tua renta Bahkan sampai akhir hayatnya Kau katakan ibumu adalah keabadian kasih Tak pandang pamrih Ikhlas dalam menjaga anak-anaknya Inikah arti surga di bawah telapak kaki ibu Kau malah merenung sampai tak cerita apapun lgi Hari ketujuh Ini hari terakhir kau bercerita padaku Karena aku akan ke rantau Mencari pengalaman ke kota orang Kau berharp agar aku dapat bertemu dengan adiknya Dan menyampaikan salam kekangenannya .

Egois.Sekarang kau akan mencoba untuk melupakannya Karena adikmu tak memberi kabar berita Kau ucapkan selamat jalan padaku Inilah kisah seminggu di ladang tua Namun sampai kini ku takkan lupa Dan sekarang akan kucoba mencari adiknya Untuk membantu temanku disana Yang selalu berduka tentang adiknya Berdoalah temanku agar aku menemukannya Amiin Diaolog rasio dan hati (Tentang ungkapan perasaan hati) Rasio berkata ³ kenapa kau laukan itu hati?´ ³entahlah. Lanjut hati. Seolah aku tak sadar dengan keadaanku. hanya itu yang ingin aku katakan´ jawab hati. ³tidak rasio. ³apakah aku terlalu «. Dan kau menganggapku konyol khan ?´ Kata hati panjang lebar. Mungkin aku benar-benar lupa dan lalai. Aku tidak bisa memantaumu´. apa yang telah aku katakan . aku terlalu memaksakan. ³biarlah rasio. mungkin aku yang salah ?. emosi atau agresif´. ³sudahlah. lanjut rasio.

From my friend Sobatku. Aku termenung sendiri Dan dalam kesendirian ini Aku tak tahu apa «. terima kasih´ Hati menambahkan ungkapannya. di tengah malam Yang sepi «.. biarlah semuanya berjalan dengan relita Mungkin kita harus bersikap sedikit bijak Tidak usah terlalu berharap´Rasio menambahkan. ³aku setuju rasio´ sahut hati.Aku yang akan menanggung akibatnya Aku telah coba melakukan yag terbaik untukku Walau harus menghancurkan diriku Asal aku tidak melukakan orang lain Aku akan tetap berbahagia. siramilah diriku .. Dan begitulah sampai keduanya terlelap dalam tidur karena kelelahan. Lalu keduanya terdiam seolah tidak ada pembicaraan lagi. Kau telah mengingatkanku rasio.. Rasa rindu selalu ada Tapi akupun tak tahu Apa yang aku rindukan «. ³hati. Sobat.

Dengan kasih dan cintamu«.. . Agar aku tahu apa arti Kesendirian dan rinduku ini From : Ririe Betapa Tuhan « Betapa dingin dekapan-mu Sejak aku tak pernah lagi ke rumah-mu Betapa kabur penglihatanku Sejak cahaya-mu semakin redup Pada setiap sudut pengembaraanku Betapa sunyi pendengaranku Sejak aku tak perduli Suara orang-orang memanggil-mu Tuhan Betapa seluruh tubuhku luluh Sebab matahari mengantarai jarak kita semakin jauh Tuhan Betapa aku tak mampu Luput dari dekapan-mu Sebab kini kumengerti Dirumah-mu aku adalah tamu from Dian H.