Anda di halaman 1dari 13

KEBIJAKAN PUBLIK

D I S U S U N Oleh: Nama: Ibrahim Marpaung Nim: 3113111026 Jurusan: P-PKN Kelas: Reguler B 2011

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan 2011
9

Saya selaku pembuat makalah ini menyadari bahwa makalah saya ini banyak kekurangan dalam penyusunanya. maka untuk itu saya mengharapkan saran dan kritik bapak sebagai dosen pengampu saya.si yang telah sudinya untuk memberikan penilaian pada makalah saya ini. Medan. Kiranya bapak dapt menerimanya. semoga makalah ini dapat berguna. 22 November 2011 IBRAHIM MARPAUNG 9 . Adapun judul makakah ini adalah tentang Kebijakan Publik Saya selaku penyusunan makalah ini mengucapkan trimakasih kepada dosen pengampu saya yaitu Bapak Drs Halking M. atas karunia-nyan sehingga penyusunan maupun pembuatan makalah ini dapat saya selesaikan.KATA PENGANTAR Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Demikianlah yang dapat saya sampaikan.

....... Tujuan«««««««««««««««««««... 1..... Latar Belakang««««««««««««««««««««««..... DAFTAR ISI.......................2..............2.. Perumusan Masalah«««««««««««««««««««..... DAFTAR PUSTAKA i ii 1 1 2 3 4 10 10 9 ........... Kesimpulan«««««««««««««««««««. BAB I PENDAHULUAN 1.. Analisis «««««««««««««««««««....................................1........ 1............ Landasan Teori«««««««««««««««««««...DAFTAR ISI KATA PENGANTAR««««««««««««««««««««««..........................1... BAB III PENUTUP 3......3............................. Saran«««««««««««««««««««....................1... 2..........................2. BAB II PEMBAHASAN 2. 3....

9 . 4. kebijakan publik yang tidak terarah. 1. 3..Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kebijakan public. 2. kebanyakan tidak mengerti apa sebenarnya kebijakan publik walaupun seringkali ikut latah mengatakannya. namun demikian kita.Untuk mengetahui bagaimana sejarah kebijakan public berkembang.Apa yang dimaksud dengan kebijakan public ? 2.Bagaimana sejarah berkembangya kebijakan public ? 3. sebagai rakyat. kebijakan publik yang mengguntungkan sekelompok kecil masyarakat. Mungkin para politisi dan pengamat politik fasih sekali di media massa mengatakan hal tersebut.3 Tujuan masalah. 1.Memahami pendapat ahli tentang kebijakan public.2 Perumusan masalah. 1.1.Apa pendapat para ahli tentang defenisi kebijakan public ? 1.Mengetahui ahli-ahli pencetus kebijakan public. LATAR BELAKANG Belakangan ini. kita sering mendengar dan membaca di media massa tentang kebijakan publik yang tidak berpihak kepada rakyat.BAB I PENDAHULUAN 1. kebijakan publik yang tidak transparan dan sebagainya.

3) Edi Suharto.pihak yang membuat kebijakan kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya.1. LANDASAN TEORI Beberapa definisi tentang Kebijakan Publik. dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu. menurut : 1) Bridgman dan Davis Kebijakan Publik pada umumnya mengandung pengertian mengenai ³whatever government choose to do or not to do´. kebijakan publik adalah µapa saja yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan dan tidak dilakukan¶. 2) Hogwood dan Gunn (1990) Kebijakan Publik adalah seperangkat tindakan pemerintah yang didesain untuk mencapai hasilhasil tertentu.D.BAB II PEMBAHASAN 2. 9 . Yang berarti. Namun dalam hal ini bukan berarti bahwa makna µkebijakan µ hanyalah milik atau domain pemerintah saja. Kebijakan (policy) Publik adalah sebuah instrumen pemerintanhan. Ph.beleid) Kebijakan (policy) adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik. bukan saja dalam arti government yang hanya menyangkut aparatur negara. melainkan pula governance yang menyentuh pengelolaan sumber daya public KEBIJAKAN UMUM (Public policy. Pada prinsipnya.

3. . 9 . Biaya tak langsung. Dampak terhadap konisi masa depan dan dalam waktu dekat. Dampak terhadap situasi atau kelompok target 2. Biaya langsung. Kebijakan dan program punya efek berbeda-2 terhadap bermacam-2 segmen populasi. dalam hal ini pemerintah.EVALUASI KEBIJAKAN PUBLIK Evaluasi Kebijakan publik mempelajari mengenai konsekuensi kebijakan publik. Efek jangka pendek dan jangka panjang. Kapan manfaat atau biaya akan dirasakan? 5. Manfaat. Mengukur dampak. Dampak terhadap evaluasi kebijakan Publik : 1. Tujuan evaluasi : endapatkan penilaian aktivitas yang menyeluruh secara nasional dari suatu program atau untuk memenuhi sasaran yang diinginkan.Para sarjana menekankankan aspek kebijakan umum menganggap bahwa setiap masyarakat mempunyai beberapa tujuan bersama cita-cita bersama ini ingin dicapai melalui usaha bersama. sumber daya yang dialokasikan untuk program 5. 4. Biaya dan manfaat tak langsung dan simbolis sulit diidentifikasi. 6. biaya. Dampak terhadap situasi atau kelompok selain target ( efek tumpahan / spillover effect ) 3. kadang perlu intuisi politik. Kelompok non target harus diidentifikasi. termasuk hilangnya peluang untuk melakukan hal lain. yang dituang dalam kebijakan (policies) oleh pihak yang berwenang. Kelompok target harus diidentifikasi dan selanjutnya efek yang diinginkan terhadap kelompok ini harus ditentukan.dan untuk itu perlu ditentukan rencana-rencana yang mengingkat. baik yang dalam waktu dekat maupun masa mendatang harus diukur dalam bentuk befek simbolis maupun nyata : 1. Mengkalkulasi manfaat dan biaya bersih sulit. bukan output. 4. Dampak kebijakan tidak sama dnegan output kebijakan. 2.

sedangkan biayanya yang lebih besar tersbar dalam masyarakat / publik yang besar. Manfaat yang terkonsentrasi. Benefit terbatasnya terkonsentrasi dalam konstituen yang kecil. Incrementalisme dalam pekerjaan. Perbandingan Project trend line vs Post program 3. 4. Pemerintah jarang menjalankan banyak program sekaligus dalam satu tahun. 2. 2. tak terorganisir dan tdk kaya informasi. biaya yang tersebar.2. Kepentingan legislatif dan birokratis. Perbandingan sebelum dan sesudah 2.ANALISIS DAN ISI TENTANG KEBIJAKAN PUBLIK Dari berbagai kepustakaan dapat diungkapkan bahwa kebijakan publik dalam kepustakaan Internasional disebut sebagai public policy.Evaluasi Program : Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah 1. Perbandingan antara yurisdiksi dengan atau tanpa program. Setiap pelanggaran akan diberi sanksi sesuai dengan bobot pelanggarannya yang dilakukan dan sanksi 9 . Di antara penerima program ada rang ± orang yang mengelola dan mensupervisi program. Perbandingan antara kelompok kontrol dan eksperimental sebelum dan sesudah implementasi program Mengapa program pemerintah jarang dihentikan : 1. Perubahan difokuskan kepada perubahan program yang ada dan bukan pada nilai program secara keseluruhan. 3. yaitu suatu aturan yang mengatur kehidupan bersama yang harus ditaati dan berlaku mengikat seluruh warganya. terorganisir.

dijatuhkan didepan masyarakat oleh lembaga yang mempunyai tugas menjatuhkan sanksi (Nugroho R. yang mempunyai arti sebagai pilihan terbaik dalam batas-batas kompetensi actor dan lembaga yang bersangkutan dan secara formal mengikat. Aturan atau peraturan tersebut secara sederhana kita pahami sebagai kebijakan publik. upaya dan tindakan dimaksud bersifat strategis yaitu berjangka panjang dan menyeluruh. jadi kebijakan publik ini dapat kita artikan suatu hukum. 1992. walaupun demikian pasti ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. 2-4). Seorang pakar mengatakan: (Aminullah dalam Muhammadi. Demikian pula berkaitan dengan kata kebijakan ada yang mengatakan: (Ndraha 2003: 492-499) bahwa kata kebijakan berasal dari terjemahan kata policy. apakah menjadi Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden termasuk Peraturan Daerah maka kebijakan publik tersebut berubah menjadi hukum yang harus ditaati. Akan tetapi tidak hanya sekedar hukum namun kita harus memahaminya secara utuh dan benar. mengapa suatu kebijakan harus dilakukan dan apakah manfaat bagi kehidupan bersama harus menjadi pertimbangan yang holistik agar kebijakan tersebut mengandung manfaat yang besar bagi warganya dan berdampak kecil dan sebaiknya tidak menimbulkan persoalan yang merugikan. disinilah letaknya pemerintah harus bijaksana dalam menetapkan suatu kebijakan (Thomas Dye.. apakah menjadi Undang-Undang. 1-7). Ketika kebijakan publik tersebut ditetapkan menjadi suatu kebijakan publik. Sementara itu pakar kebijakan publik mendefinisikan bahwa kebijakan publik adalah segala sesuatu yang dikerjakan atau tidak dikerjakan oleh pemerintah. 1993: 8): 9 . Untuk memahami kedudukan dan peran yang strategis dari pemerintah sebagai public actor. 2004. 2001: 371 ± 372): bahwa kebijakan adalah suatu upaya atau tindakan untuk mempengaruhi sistem pencapaian tujuan yang diinginkan. terkait dengan kebijakan publik maka diperlukan pemahaman bahwa untuk mengaktualisasinya diperlukan suatu kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan rakyat. Meski demikian kata kebijakan yang berasal dari policy dianggap merupakan konsep yang relatif (Michael Hill. Ketika suatu isu yang menyangkut kepentingan bersama dipandang perlu untuk diatur maka formulasi isu tersebut menjadi kebijakan publik yang harus dilakukan dan disusun serta disepakati oleh para pejabat yang berwenang.

Analisis kebijakan publik bertujuan memberikan rekomendasi untuk membantu para pembuat kebijakan dalam upaya memecahkan masalah-masalah publik. 1. Weimer and Vining. sebagai bahan pertimbangan atau masukan kepada pihak pembuat kebijakan.William N. (1998:1): The product of policy analysis is advice. Kebijakan Prospektif yang berupa produksi dan transformasi informasi sebelum aksi kebijakan dimulai dan diimplementasikan. Specifically. Analisis kebijakan sebelum adanya kebijakan publik berpijak pada permasalahan publik semata sehingga hasilnya benar-benar sebuah rekomendasi kebijakan publik yang baru. it is advice that inform some public policy decision. Keduanya baik analisis kebijakan sebelum maupun sesudah adanya kebijakan mempunyai tujuan yang sama yakni memberikan rekomendasi kebijakan kepada penentu kebijakan agar didapat kebijakan yang lebih berkualitas. Analisis kebijakan disini merupakan suatu alat untuk mensintesakan informasi untuk dipakai dalam merumuskan alternatif dan preferensi kebijakan yang dinyatakan secara komparatif. sehingga dapat dimanfaatkan di tingkat politik dalam rangka memecahkan masalah-masalah kebijakan. Analisis kebijakan publik berdasarkan kajian kebijakannya dapat dibedakan antara analisis kebijakan sebelum adanya kebijakan publik tertentu dan sesudah adanya kebijakan publik tertentu. kebijakan prospektif. Jadi analisis kebijakan publik lebih merupakan nasehat atau bahan pertimbangan pembuat kebijakan publik yang berisi tentang masalah yang dihadapi. 9 . diramalkan dalam bahasa kuantitatif dan kualitatif sebagai landasan atau penuntun dalam pengambilan keputusan kebijakan. Di dalam analisis kebijakan publik terdapat informasi-informasi berkaitan dengan masalah-masalah publik serta argumen-argumen tentang berbagai alternatif kebijakan. Dunn (2000) mengemukakan bahwa analisis kebijakan adalah suatu disiplin ilmu sosial terapan yang menggunakan berbagai macam metode penelitian dan argumen untuk menghasilkan dan memindahkan informasi yang relevan dengan kebijakan. dan juga berbagai alternatif kebijakan yang mungkin bisa diambil dengan berbagai penilaiannya berdasarkan tujuan kebijakan. tugas yang mesti dilakukan oleh organisasi publik berkaitan dengan masalah tersebut.

3. Terdapat 3 tipe analis berdasarkan kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok analis ini yakni analis yang berorientasi pada disiplin. tetapi kebijakan ini diterpkan secara langsung terhadap individu 9 . Kebijakan distributive Kebijakan distributive ditandai dengan pengenaaan paksaan secara tidak langsung (kemungkinan pengenaan paksaan fisik sangat jauh). kebijakan yang terintegrasi Kebijakan yang terintegrasi merupakan bentuk analisis yang mengkombinasikan gaya operasi para praktisi yang menaruh perhatian pada penciptaan dan transformasi informasi sebelum dan sesudah tindakan kebijakan diambil. 2. tetapi juga menuntut para analis untuk terus menerus menghasilkan dan mentransformasikan informasi setiap saat. Kebijakan registributif Kebijakan redistributive ditandai dengan adanya paksaan secara langsung kepada warga negara tetapi penerapannya melalui lingkungan . analis yang berorientasi pada masalah dan analis yang berorientasi pada aplikasi. Tentu saja ketiga tipe analisis retrospektif ini terdapat kelebihan dan kelemahan. 2. ISI KEBIJAKAN PUBLIK Ada 4 tipe kebijakan public . kebijakan regulative kebijakan regulative terjadi apabila kebijakan mengandung paksaan dan akan diterapkan secara langsung terhadap individu. kebijakan retrospektif Kebijakan Retrospektif adalah sebagai penciptaan dan transformasi informasi sesudah aksi kebijakan dilakukan.2. 1.3. 3. Analisis kebijakan yang terintegrasi tidak hanya mengharuskan para analis untuk mengkaitkan tahap penyelidikan retrospektif dan perspektif.

4. dimana pemerintah memberikan kebijakan itu tidak secara langsung tapi mengena pada individu langsung. 9 . Kebijakan konstituen Kebijakan konstituen ditandai dengan kemungkinan pengenaan paksaan fisik yang sangat jauh dan penerapan kebijakan itu secara tidak langsung melalui lingkungan . Menurut pendapat dari semua kebijakan public tersebut dapat dilaksanakan npemerintah dengan menerapkan sistem kebijakan public yang harus diterapkan di Indonesia ini adalah kebijakan distributive .

adapun keputusan-keputusan itu mengenai tindakan umum atau nilai-nilai mengenai apa yang dilakukan dan siapa mendapat apa. Sehingga tujuan memaksakan individu melakukan suatu tindakan hingga kepentingan umum tidak terganggu dapat tercapai seperti bebrbagai bentuk perzjinan dalam menggunakan hal-hal yang menyangkut hidup orang banyak.1 KESIMPULAN Jadi kebijakan umum adalah suatu kumpulan keputusan. Kekuasaan diterapkan merupakan kondisi utama bagi pemahaman-pemahaman pembentukan dan pelaksanaan kebijakan umum. sehingga kebijakan yang terjadi dalam masyarakat tersebut mendapat keadilan yang sepenunya dan harus diterpakan kebijakan public yang jujur dan adil dalam negara termasuk Indonesia sehingga proses pemerintahan berjalan dengan lancar.2 SARAN Kebijakan public ini sebaiknya digunakan didalam masyarakat yang demokratis. 3.keputusan yang diambil atau ditentukan oleh seorang pelaku atau kelompok politik dalam usaha memilih tujuan dan cara untuk mencapai tujuan itu sehingga pihak yang membuat kebijakan-kebijakan itu mempunyai kekuasaan untuk melaksanakannya dan mengaturnya .BAB III PENUTUP 3. 9 .

ramlan.wayne..2009.2009. Jakarta: Gramedia widiasarana Budiarjo . Publik policy.miriam. 2010. 2011.kebijakan publik. Memahami imu politik.com 9 ..DAFTAR PUSTAKA Halking dan Mukmin B. Dasar-dasar Imu Politik. Medan:UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Parsons. Jakarta: Gramedia widiasarana http://www. Bahan Ajar Ilmu politik. Jakarta:Gramedia widiasarana Surbakti .A.