Anda di halaman 1dari 9

BAB IV ANALISA DATA

Data yang sudah dipaparkan dalam pengkajian tentang model Asuhan Keperawatan Profesional (MPKP) dipertajam lagi dan disusun berdasarkan analisa SWOT yang berpedoman pada 5 fungsi menejemen yaitu ; Perencanaan, Pengorganisasian, Penggerakan/Pelaksanaan, Pengawasan, Penilaian sebagai berikut: 4.1 Perencanaan STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED (KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN) VISI Visi bidang Visi Ruangan Adanya tenaga Adanya rumah keperawatan tidak ada. professional sakit swasta sesuai yang mampu lainnya yang dengan visi membuat dan mempunyai rumah sakit merencanakan visi yang visi ruangan mampu yang sesuai memperluas dengan visi pandangan dan kabid pengetahuan keperawatan tentang dan rumah pelayanan dan sakit. pengatahuan tentang kesehatan. MISI Misi rumah Misi ruangan Telah adanya Adanya rumah sakit dan tidak ada tenaga sakit swasta bidang professional yang keperawatan yang mampu menjanjikan sejalan dan mewujudkan pelayanan mencerminka langkah nyata yang lebih n langkah dalam tindakan baik dan lebih nyata dalam profesi professional pelaksanaan keperawatan proses dalam profesiopnali melaksanakan sasi visi sesuai pelayanan dengan kesehatan profesionalisas i keperawatan. Tujuan Tujuan antara Tujuan Telah Persaingan rumah sakit ruangan tidak tersedianya antara rumah dan kabid ada tenaga sakit swasta keperawatan professional yang sesuai yang mampu mempunyai membuat dan tujuan untuk mencapai memberikan tujuan sesuai pelayanan dengan tujuan terbaik bagi

rumah sakit dan kabid keperawatan Telah tersedia sarana dan prasarana yang mampu menunjang tercapainya tujuan Adanya kesempatan bagi tenaga perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (S1). Adanya program pelatihan khusus / seminar. Adanya mahasiswa praktek di bagiab manajemen keperawatan

konsumen

Man SDM terdiri dari S.Kep (6), D-III keperawatan (16), SPK (2), mahasiswa praktek keperawatan (19) sehingga jumlah tenaga perawat (43), dan administrasi (2) Proses keperawatan masih dapat berjalan walaupun jumlah pasien kadang banyak maupun sedikit, jumlah tenaga non perawat (dokter umum) 3. Terdapat perawat yang telah mengikuti berbagai pelatihan dan work shop

Banyak tenaga yang belum mendapatkan kesempatan pelatihan yang belum merata Belum disusunnya rencana penambahan tenaga sehubungan dengan peningkatan jumlah pasien maupun adanya tenaga yang sakit atau ada keperluan mendadak

Adanya tuntutan untuk meningkatkan profesionalism e sehingga semua perawat diwajibkan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui pendidikan formal maupun pelatihanpelatihan. Peningkatan beban kerja bagi perawat apabila terdapat peningkatan pasien maupun adanya perawat yang sakit atau mempunyai kepentingan mendadak. Tidak dapat segera dilakukan penambahan tenaga keperawatan melainkan melalui proses yang lama

Money Adanya imbalan jasa bagi setiap tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Sumber dana Rumah Sakit berasal dari APBN dan APBD. Adanya keluhan terhadap kurangnya jumlah imbalan jasa untuk setiap tindakan bagi perawat Adanya ketidak sesuaian kebutuhan Rumah Sakit dengan anggaran yang yang diperoleh Tidak adanya ruangan khusus seperti ruangan tindakan , ruangan tidak berfungsinya spoolhock dengan tepat. Tidak lengkapnya peralatan seperti : sprai, sarung bantal, senter, kursi roda, GDA stik, Ambuback, Konter perawat, termos airpanas, kompor gas, meja plastic, Bak Instrumen, Timbangan , handscoone. Lamanya realisasi logistic yang diperlukan. Adanya jasa perawat di ruang Tunjung Adanya persaingan antar rumah sakit mengenai harga atau tarif pelayanan kesehatan

Adanya kesempatan untuk melakukan komunikasi dengan Negara dan Daerah

Menurunnya jumlah pendapatan Negara dan Daerah, sehingga mempengaruhi sumber dana Rumah Sakit. Adanya sarana dan prasarana rumah sakit swasta yang memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik. Adanya tuntutan dari konsumen dalam pemberian pelayanan yang optimal dan terbaik.

Material Merupakan rumah sakit tipe C

Adanya kesempatan untuk mengajukan kebutuhan logistic.

Tersedia sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan pelayanan asuhan keperawatan

Adanya tenaga teknisi yang mengurusi sarana dan prasara. Adanya anggaran untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit.

Tersedianya buku Pendokument asian di ruangan.

Tidak lengkapnya beberapa buku pendokument asian seperti : buku Temperatur, buku jadwal dinas mahasiswa, buku pesan dan kesan mahasiswa.

Adanya tenaga teknisi yang dapat membantu penyediaan

Adanya tuntutan dari konsumen dalam pemberian tindakan yang telah dilakukan.

4.2 Pengorganisasian

STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED (KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN) METODE PENUGASAN Adanya Belum adanya Adanya Adanya struktur job driskripsi pembuatan job tuntutan organisasi yang jelas diskripsi yang pelayanan di ruang jelas yang optimal Tunjung dari konsumen. Adanya Adanya metode sosialisasi job penugasan diskripsi Tim modifikasi primer Penjadwalan Tersusunan jadwal yang dinas yang telah disepakati bersama. Rotasi jam dinas pada tiap shif tidak seimbang / sama yaitu 7 jam pada dinas pagi, 6 jam pada dinas sore dan 11 jam pada dinas malam. Adanya jadwal libur yang mendadak seperti sakit atau adanya keperluan lain. Penyusunan jadwal dinas yang sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Tuntutan konsumen terhadap kinerja perawat yang professional

Jadwal dinas rotasi terdiri dari dinas pagi, sore, malam.

Modifikasi berbagai jenis daftar dinas. Pelatihan menejemen khususnya

Tuntutan konsumen terhadap kinerja perawat yang

Adanya jadwal dinas pastel (pagi) bagi ketua tim dan karu. Adanya fluktuasi jumlah pasien yang tidak memenentu. Adanya tingkat ketergantu ngan pasien yang tidak menentu.

dalam hal penjadwalan dinas

profesional -

4.3 Penggerakan/Pelaksanaan STRENGTH (KEKUATAN) Sentralisasi Obat Sudah tersedianya lemari khusus obat injeksi dan cairan infuse. Tersedianya buku catatan untuk dokumentasi pengelolaan obat Adanya kerjasama yang baik antara petugas farmasi dengan perawat. Adanya supervisi terhadap tindakantindakan keperawatan khususnya WEAKNESS (KELEMAHAN) Tidak adanya petugas farmasi di rungan dalam pengontrolan obat secara langsung khususnya obat oral Belum adanya kejelasan dalam pemberian jasa yang jelas antara farmasi dan perawat dalam tindakan kolaborasi pemberian terapi medis. Obat oral terletak di pasien sehingga tidak ada pengontrol langsung. OPPORTUNITY (KESEMPATAN) Akan berlakunya jasa pelayanan dalam pemberian obat Pengajuan tenaga farmasi khusus yang berada di rungan THREATENED (ANCAMAN) Adanya apotik swasta lainnya yang memberikan pelayanan yang lebih baik Adanya rumah sakit swasta yang memberikan sentralisasi obat dan pelayanan yang lebih prima.

dalam tindakan kolaborasi pemberian obat.

Penerapan prinsip 6 Benar dalam pemberian obat

Timbang Terima Adanya jumlah tenaga yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas. Adanya jadwal dinas 3 shif. Belum adanya SOP timbang terima Kurangnya waktu dalam pelaksanaan timbang terima antara kedua shif Isi timbang terima belum terfokus sesuai yang ada dalam SOP timbang terima. Adanya sosialisasi timbang terima oleh mahasiswa dalam meningkatkan pelayanan. Perawat mempunyai waktu yang cukup dalam pelaksanaan timbang terima Adanya supervise dan praktek timbang terima sesuai dengan SOP Timbang terima yang tidak dilaksanakan sesuai dengan SOP Adanya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih professional Adanya delegasi tugas yang tidak tepat /terlewatkan.

Dokumentasi Keperawatan Perawat ruangan yang telah memenuhi syarat (S-1 2 orang, D-III kep 12 orang) Adanya format yang telah tersedia dalam pelaksanaan dokumentasi Adanya supervisi dokumntasi oleh kepala ruangan. Adanya evaluasi standart dokumentasi. Telah adanya Belum adanya revisi intervensi pada diagnosa keperawatan yang belum teratasi atau teratasi sebagian. Belum adanya lembar askep yang mudah dan sederhana Memerlukan banyak waktu untuk melengkapi dan melaksanakan dokumentasi Kurangnya ketepatan dalam penentuan diagnosa Format dokumentasi keperawatan yang selalu di supervisi oleh komite tim keperawatan Adanya sarana dokumentasi yang mudah dan singkat Adanya kemauan dan pelatihan dalam pengisian dokumentasi. Adanya pelatihan dalam pemberian asuhan keperawatan. Adanya sosialisasi dan Adanya tuntutan untuk melaksanakan pendokumentas ian sesuai dengan dengan SOP dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Adanya tanggung gugat oleh konsumen terhadap tindakan yang telah dilakukan.

SAK sesuai dengan 10 diagnosa keperawatan yang paling sering muncul Ronde Keperawatan Adanya dukungan dari perawat dan tim kesehatan lainnya dalam pelaksanaan ronde keperawatan

keperawatan yang sesuai dengan tanda dan gejala yang ada.

penerapan SOP dan SAK

Tidak adanya jadwal khusus dalam pelaksanaan ronde keperawatan Tidak adanya ruangan yang memadai untuk dilaksanakan ronde keperawatan

Adanya mahasiswa yang praktek menejemen. Adanya sosialisasi pelaksanaan ronde keperawatan Peningkatan kerja sama yang baik antar tim kesehatan dalam pelaksanaan ronde keperawatan

Adanya tuntutan dalam pemberian pelayanan kesehatan yang optimal Adanya kasus yang semakin banyak dan bervariasi.

Preconference Adanya jumlah tenaga yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas.

Tidak pernah dilakukannya kegiatan preconference.

Adanya sosialisasi preconfrece oleh mahasiswa dalam meningkatkan pelayanan. Perawat mempunyai waktu yang cukup dalam pelaksanaan preconfrence Rencana kegiatan harian akan tersusun dengan jelas .

Adanya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih professional Adanya tugas yang tidak tepat /terlewatkan

Postconfrence Adanya jumlah tenaga yang memadai baik secara kualitas Tidak pernah dilakukannya postkonfrence -

Adanya sosialisasi preconfrece oleh mahasiswa dalam

Adanya tuntutan dari masyarakat untuk

maupun kuantitas Mengetahui kegiatan atau tindakan yang telah dilakukan sepanjang shift. -

meningkatkan pelayanan. Perawat mempunyai waktu yang cukup dalam pelaksanaan preconfrence Kegiatan yang telah dilakukan akan terlihat.

mendapatkan pelayanan yang lebih professional Adanya tugas yang tidak tepat /terlewatkan

4.4 Pengontrolan STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED (KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN) Supervisi Adanya Belum adanya Adanya Adanya penerapkan jadwal pertemuan rutin tuntutan dari penugasan tim atau rapat di masyarakat supervise yang di ruang ruang Tunjung untuk baik di ruang Tunjung memperoleh Kunjung Adanya evaluasi pelayanan yang terhadap Adanya Belum adanya optimal struktur tindakan job diskripsion organisasi keperawatan yang baik bagi Adanya UU yang telah perlindungan supervisor Adanya dilakukan oleh konsumen evaluasi Belum seluruh perawat perawat pencapaian Adanya tingkat mendapatkan tanggung gugat kepuasan supervise. bagi pasien. pasien Adanya laporan kegiatan yang telah diterapkan di Ruang Tunjung

4.5 Evaluasi

STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED (KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN) Kepuasan Klien Adanya Adanya Adanya Adanya evaluasi tindakan peningkatan persaingan kepuasan keperawatan jumlah sarana antara RS pasien yang belum dan prasarana swasta terhadap terlaksana yang dibutuhkan Adanya pelayanan seperti : klien tuntutan untuk keperawatan kebutuhan mendapatkan Peningkatan personal Adanya kualitas pelayanan yang hygiene kepercayaan pelayanan prima. (memandikan). pasien kesehatan Kurangnya terhadap sarana dan rumah sakit prasarana Adanya sebagai keluhan kestabilan pasien. BOR