Anda di halaman 1dari 127

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. () () (.)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

PERNYATAAN

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas, maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya.

Surakarta, Juli 2010

DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

iv

MOTTO

Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat. Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis)

Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis)

PERSEMBAHAN

Alhamdulillahirobbilalamin, Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. Ayah dan Ibunda tercinta, sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku, terima kasih atas kasih sayang, doa, perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu, rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku, serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku, Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. 2. Kakakku (Ms Eko), Adikku (De Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. 3. 46 Kasih Ibu, Baki Community, Si item kasih ibu, dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. 4. Djarot, atas perhatian, dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. 5. Sahabat-sahabatku, Ipee (Arifah), Ndul (Elyy), Ndaa (Ingga), Emi, Lia, Dewi, Agung n The ganx, terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. Aku telah menemukan arti sahabat sejati, kebersamaan kita adalah hal yang terindah. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. 6. Almameterku yang kucinta.

vi

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini, namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. Drs. Sofyan Anif, M.Si, selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. 2. Drs. H. Djalal Fuadi, MM, selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. 3. Dr. Suyatmini, SE., M.Si., selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing, mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. 4. Drs.Sudarto HS, MM., selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini.

vii

5. Drs. Joko Suwandi, SE. M.Pd, selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. 6. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 7. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. 9. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A,B, dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. 10. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. 11. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Wassalamualaikum Wr.Wb.

Surakarta,

2010

DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ......................................................................... HALAMAN MOTTO ...................................................................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... KATA PENGANTAR ..................................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................................... DAFTAR TABEL ............................................................................................ DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... ABSTRAK ........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ............................................................... B. Pembatasan Masalah ..................................................................... C. Perumusan Masalah ..................................................................... D. Tujuan Penelitian ......................................................................... E. Manfaat Penelitian ....................................................................... F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................... BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi Belajar ..............................................................................

i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi

1 5 5 6 6 7

ix

1. Pengertian Belajar .................................................................. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar... B. Mind Mapping ....................................................................... ....... 1. Definisi Mind Mapping .......................................................... 2. Kegunaan Mind Mapping .......................... 3. Cara membuat Mind Mapping . 4. Indikator Mind Mapping 5. Kelebihan dan Kelemahan. C. Keaktifan Belajar .......................................................................... 1. Pengertian Keaktifan......................................................... ...... 2. Indikator Keaktifan.......................................................... ....... D. Hubungan antar variabel ............................................................... 1. Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) .............................................................................. 2. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)................ 3. Hubungan metode Mind Mapping(X1), Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)..................................................... ..... E. Kerangka Pemikiran............................................................... ....... F. Hipotesis........................................................................................ BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian ......................................................... B. Objek Penelitian ........................................................................... C. Populasi, Sampel, dan Sampling ..................................................

9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27

27 27

28 29 30

32 32 32

D. Instrumen Pengumpulan Data ...................................................... E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................ F. Teknik Analisis Data ....................................................................

35 40 42

G. Uji Prasarat Analisis 44 H. Analisis Data ................................................................................ BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .................. B. Uji Instrumen Penelitian .............................................................. C. Uji Prasyarat Analisis ................................................................... D. Analisis Data Penelitian ................................................................ E. Pembahasan .................................................................................. BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Kesimpulan ................................................................................... B. Implikasi........................................................................................ C. Saran.............................................................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45

xi

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Penggunaan otak pada Mind Mapping .......................................... Tabel 3.1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ..................

17 35

Tabel 4.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ................................................................................................. Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ...................... Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas.................................................... Tabel 4.5. Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ................. 60 61 62 63

xii

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 2.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping ................................................. Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran ................................................................... Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .............. 21 29 56

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat Ijin Penelitian 2. Angket Penelitian 3. Hasil Tri Out Penelitian 4. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Uji Reliabilitas 6. Data Butir Angket Penelitian 7. Data Induk Penelitian 8. Hasil Deskriptif 9. Hasil Uji Normalitas 10. Hasil Uji Linearitas 11. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif

xiv

ABSTRAK

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Dhida Dwi Kurniawati. A210 060 103. Jurusan Pendidikan Akuntansi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2010.

Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54,355 dan taraf signifikan 0,05 diperoleh Fhitung sebesar 3,20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54,355 > 3,20), maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y), karena nilai thitung = 3,642 > ttabel = 2,01 (3,642 > 2,01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS, yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7,544 > ttabel = 2,01 (7,544 > 2,01). Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0,698, yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69,8% sedangkan sisanya sebesar 30,2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

Kata kunci : metode mind mapping, keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS

xv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai, dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM, oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian, penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah, keluarga dan pengelola pendidikan. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab.

Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan, dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah, sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. Dalam pembelajaran IPS, kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru, berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain, serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru, memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain, bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan,

menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. Menurut Isjoni (2007:62), seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. 2. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. 3. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. 4. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. 5. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186),Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. b. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. c. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. d. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. e. Mendorong anak didik untuk belajar. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali

sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar, sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja, namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas, aktif, dan mandiri dapat terwujud. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010.

B. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul, maka masalah ini dibatasi pada : 1. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. 2. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. 3. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil.

C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta?

D. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

E. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS.

2. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. 3. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. 4. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat.

F. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini, maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan masalah, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan penelitian. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi

belajar, definisi metode Mind Mapping, definisi keaktifan, hubungan antar variabel dan hipotesis. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian, subyek dan obyek penelitian, populasi, sampel dan sampling, data dan instrumen pengumpulan data, teknik pengumpulan data, teknik penyajian data dan teknik analisis data. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner, pengujian kualitas dan hasil analisis data. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian, keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB II LANDASAN TEORI

A. Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Menurut Djamarah (2002:19),Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individual maupun kelompok. Selanjutnya menurut Winkel (1996:53),Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan,

pemahaman, ketrampilan dan nilai sikap. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Menurut Djamarah (2002:231),Prestasi adalah hasil kegiatan 9

10

usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang

diharapkan, menurut Syah (2004:132), maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) :

11

a. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Mempertahankan tonus, jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor

kuantitas diantara

Namun

rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi, sikap, bakat, minat, dan motivasi.

12

b. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah, para staf guru, para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Dengan memanfaatkan metode secara akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Djamarah (2002:85-93), pemilihan dan

penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki:

13

(1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan

pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategis dari metode adalah dapat

mempengaruhi jalannya pembelajaran. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan, karena itu, efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah

pembelajaran. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak

14

untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban

menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61),Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu proses eksperimantasi. Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. Menurut guru Djamarah harus (2002:62),Dalam menggunakan

mengajarkan

pandai

pendekatan secara aktif, secara arif dan bijaksana. Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran, hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar, 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan, oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik,

15

dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes, proses dan post tes. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru, faktor materi pelajaran, faktor lingkungan, faktor metode pengajaran, dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul, maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS, maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup, sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah keadaan keluarga, keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan :

16

a. b. c. d.

Untuk diagnostik dan pengembangan. Untuk seleksi. Untuk kenaikan kelas. Untuk penempatan. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk

Dengan

kepribadian anak, karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya, sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya.

B. Mind Mapping 1. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an, aslinya diciptakan oleh Gelb. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya

17

menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan your brain is like a sleeping giant, hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal. Table 1.1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. Tulisan 2. Urutan Penulisan 3. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi

Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran, dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan, penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan.

18

Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. Dengan demikian, guru

diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif, maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar, sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar.

19

2. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6), metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan, khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. c. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. d. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. 5) Mengembangkan sebuah ide. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. 7) Memulai usaha baru. 8) Meringkas isi sebuah buku. 9) Fleksibel. 10) Dapat memusatkan perhatian. 11) Meningkatkan pemahaman. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. 3. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14), sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. b. c. d. Kertas kosong tak bergaris. Pena dan pensil warna. Otak. Imajinasi

20

Buzan (2009:15-16), membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran, adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Gunakan berbagai warna. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Buatlah garis hubung yang melengkung. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Gunakan gambar.

Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Variasi dengan huruf capital, warna, garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin .wordpress.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony

Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat.

21

d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar, kode, simbol, grafik, table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 6 warna. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. BOIs umumnya terdiri dari 2 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1.

Gambar 2.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi, terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping, yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester, Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat

22

Master Mind Map yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. Dengan demikian, sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. Dengan demikian, siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana, langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran, di mana suatu topik akan dibahas secara detail, terperinci dan mendalam. Selama Inview ini, siswa diharapkan dapat mencatat informasi, konsep atau rumus penting beserta grafik, daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi, konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. 4. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6), indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. i. merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien, dan melatih gambar keseluruhan.

23

5. Kelebihan dan Kelemahan a. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin.

wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.

24

C. Keaktifan Belajar 1. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. Menurut Sriyono (1992:75),Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. Menurut Sagala (2006:124-134), keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. Keaktifan indera : pendengaran, penglihatan, peraba dan lain-lain. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. b. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah, menimbang-nimbang, menyusun pendapat dan mengambil keputusan. c. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar, anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak, kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. d. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. Menurut Sudjana (1988:72), mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. b. Terlibat dalam pemecahan masalah.

25

c. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. d. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. e. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. f. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Menurut Paul. B. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9)

mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. Visual activities, seperti : membaca, melihat gambar, percobaan, mengamati pekerjaan orang lain. b. Oral activities, seperti : menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, diskusi. c. Listening activities, seperti : mendengarkan uraian, percakapan, musik, pidato. d. Writing activities, seperti : menulis, keterangan, laporan. e. Drawing activities, seperti : menggambar, membuat grafik, peta, diagram. f. Motor activities, seperti : melakukan percobaan, membuat konstruksi. g. Mental activities, seperti : menanggapi, mengingat-ingat,

memecahkan soal, menganalisa, melihat hubungan, mengambil keputusan. h. Emotional activities, seperti : menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, dan gugup. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting, karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang

26

menuntut kreativitas siswa aktif. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. 2. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12.wordpress.com

/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Kerjasamanya dalam kelompok c. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Memberi gagasan yang cemerlang h. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k. Saling membantu dan menyelesaikan masalah

27

D. Hubungan Antar Variabel 1. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181),Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan, memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. 2. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Para siswa dituntut untuk mendengarkan, memperhatikan, dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. Siswa harus lebih kritis, kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam

28

kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa, karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa, maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. 3. Hubungan Metode Mind Mapping (X1), Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental, dan karenanya berpikir fleksibel, akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif, dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri, sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar.

29

Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya, mengerjakan soal, berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus, sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif, affektif dan psikomotorik. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca, berpikir, bertanya dan aktif dalam belajar IPS. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS, dan akan mendapatkan hasil yang maksimal

E. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka, maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut :

Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran

Prestasi belajar (Y)

30

Keterangan : 1. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y).

F. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata Hypo yang artinya Dari bawah dan kata Thesa yang artinya Kebenaran Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara, yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

31

2. Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

32

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dimana data yang diperoleh berasal dari angket, maka penelitian ini merupakan penelitian survey.

B. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

C. Populasi, Sampel, dan Sampling 1. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. 32

33

2. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti. Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua, sehingga penelitianberupa penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 3. Sampling Menurut Hadi (1993:75) sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah.

34

3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek

didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut.

35

5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian, cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel.

D.

Instrumen Pengumpulan Data 1. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel, kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3.1. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. b. c. d. e. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10

36

Keaktifan Belajar

f. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. mengingat dengan baik h. belajar lebih cepat dan efisien i. melatih gambar keseluruhan a. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. kerjasamanya dalam kelompok c. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. memberi gagasan yang cemerlang h. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. memanfaatkan potensianggota kelompok k. saling membantu dan menyelesaikan masalah

1-12

2. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, kemudian disajikan dalam laporan penelitian.

37

3. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242),Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1

Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel. 5. Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument. :1 :2 :3 :4

38

Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N XY ( X )( Y )

( NY 2 ( X ) 2 )( N Y 2 ( Y ) 2

Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan. Menurut Arikunto (1998:208), mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. 6. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari

39

realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown, dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11
==

Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari

r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari. Arikunto (2006:276),Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0,800 sampai 1,000 = sangat tinggi Antara 0,600 sampai 0,800 = tinggi Antara 0,400 sampai 0,600 = cukup tinggi Antara 0,200 sampai 0,400 = rendah Antara 0,100 sampai 0,200 = sangat rendah

Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0,6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0,6.

E. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang

dimanfaatkan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

40

1. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak, lingkaran, segitiga dan lain-lain. Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas, maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain

mapping-nya.

menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Dengan

41

cara ini, maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir, melainkan pula kelima panca indra lainnya. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera, akan sulit sekali untuk terlupa. Menurut Buzan (2003:88-89),selain aspek asosiasi dan penekanan, mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area, penggunaan garis, termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. Berdasarkan paparan diatas, penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. b. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. c. Menggunakan bermacam-macam warna, untuk merangsang daya ingat. d. Menggunakan simbol, bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. 2. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2).

42

3. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan sebagainya. Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa.

F. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Menurut Arikunto (2006:160) variasi jenis instrument penelitian adalah angket, check-list atau daftar centang, pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. 1. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah.

43

Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. Adapun rumus korelasi product moment
rxy :

{N X

N XY ( X )( Y )
2 2

( X ) N Y 2 ( Y )

}{

Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146), Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid, sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. 2. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik. Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus :

44

2(r1/ 2 .1 / 2) r11 = 1 + r1 / 2.1 / 2 Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut

Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat.

G. Uji Prasyarat Analisa

1. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang, langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut:
S 2 (k 3) 2 J B = n + 24 6

Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan)

Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal

45

2. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres

Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear. Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear.

H. Analisis Data

1. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain. Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. menurut Sugiono (2005:211), dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi berikut: Y = a + b1.x1 + b2.x2 + + bk.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta

46

b X1 X2

= Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar

2. Pengujian Hipotesis a. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0,berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. b) Ha : b1 # b2 # 0, berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan () = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak, yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen

47

b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima, yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. Daerah tolak

Daerah terima

Ftabel (, k-1, n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila Ftabel Fhitung Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung Ftabel b. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0, artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping)

terhadapvariabel dependen (y). b) Ha : b1 b2 0, artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel

48

d) Ha : b1 b2 0, artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan () = 5%, derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel

t=

b Seb

Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b

3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). Daerah tolak Daerah terima - /2; n-k-1

Daerah tolak

/2; n-k-1

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

52

ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany, BA. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995, maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. PWM/ III. A/ 2. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. 07/ MN/ 1998. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. Saifudin dan dibantu para Wakasek, guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib, bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya

53

2. Identitas Sekolah a. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. Alamat : Jl. Slamet Riyadi No. 443, Pajang, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah c. Berdiri Tahun d. Pendiri/perintis e. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. Suhud Rais dan :Ny. H. M. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany, BA. 3) Umul Hidayah 4) Drs. Saifudin h. Status Sekolah 3. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. Bangunan SMP : Akreditasi A

Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah, ruang BP, ruang UKS, ruang tamu, ruang TU, koperasi kantin, tempat alat olahraga, ruang computer, ruang kelas IX A,. Lantai 2 terdiri dai guru, perpustakaan, mushola, toilet, laboratorium, ruang kelas

54

VII A, IX B, IX C, IX D, IXE, IX F dan III F. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit, ruang OSIS/IRM, ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B, VIII C, VIII D,VIIIE, VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. 4. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas, yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. c) Daftar siswa, jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa, jadwal piket, dan jadwal pelajaran. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga

kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding, tergantung kreasi masing-masing kelas. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu, sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran

55

5. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku, rak buku, madding, buku-buku pelajaran (buku paket), buku-buku sekolah yang lain, majalah, surat kabar, tempat duduk, meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp, globe, peta). Almari bukunya ada 5 buah. Almari 1 untuk menyimpan buku agama, almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan, almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan, cerita dan majalah. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia, Matematika, IPS Ekonomi, IPS Geografi, IPS Sejarah, IPA Biologi, IPA Fisika dan Bahasa Inggris. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan, ketrampilan, ilmu pengetahuan, kesustraan, buku induk, buku peminjam. Buku daftar penunjang, dan lain-lain. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07.0013.30), selasa dan rabu (07.00-13.00). Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu.

56

6. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia, peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Struktur Organisasi

Kepala Sekolah Tata Usaha

Wakasek Kurikulum

Wakasek Kesiswaan Kord.Mata Pelajaran

Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan

Wakasek Humas

Wali Kelas Guru Peserta didik

Gambar 4.1. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

57

a. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 3) Mengawasi pelaksanaan program. 4) Melengkapi fasilitas BP. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. b. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. c. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari.

58

5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. d. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. e. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. f. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 2) Pengurusan pegawai. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala.

59

B. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket. Pengujian validitas, item atau butir soal menggunakan korelasi product moment. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS, sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa. Tingkat

validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid. Pada uji instrumen penelitian ini, data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No. Item rxy 1. 0,537 2. 0,631 3. 0,598 4. 0,457 5. 0,618 6. 0,713 7. 0,634 8. 0,761 9. 0,685 10. 0,477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4.) rtabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

60

Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Tabel 4.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No. Item 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. rxy 0,544 0,517 0,490 0,791 0,617 0,621 0,580 0,468 0,446 0,828 0,617 0,560 rtabel 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 0,444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Sumber : Analisis Data (Lampiran 4)


Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS. 2. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach

61

Alpa. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0,7514, dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0,7467. Harga r11 tersebut diantara 0,600 dan 0,800, sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi, hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0,600 r11 < 0,800) bernilai tinggi.

C. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi, maka penerapan regresi akan bias, untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. 1. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0,118 0,100 0,098 Ltabel 0,125 0,125 0,125 Keterangan Normal Normal Normal

Sumber : Analisis Data (Lampiran 9)

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

65

2. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Berikut ini adalah hasil uji F: a. Hipotesis H0 : 1 = 2 = 0, artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS. H1 : 1 2 0, artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. b. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47, diketahui besar nilai Ftabel adalah 3,20 c. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54,355. d. Kriteria pengambilan keputusan a. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. b. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Daerah terima

Daerah tolak

3,20

54,355

66

e. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54,355 dan dengan Ftabel sebesar 3,20. Nilai Fhitung 54,355 > Ftabel 3,20, maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 3. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. H1 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang /2 dan penyebut = n k 1, diketahui besar nilai ttabel adalah 2,01. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3,642.

67

4) Kriteria pengujian hipotesis a. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. b. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Daerah tolak -2,01

Daerah terima

Daerah tolak 2,01 3,642

5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3,642 dan dengan ttabel sebesar 2,01. Nilai thitung 3,642 > ttabel 2,01, hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). b. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. H1 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang /2 dan penyebut = n k 1, diketahui besar nilai ttabel adalah 2,01. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Setelah

68

dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7,544. 4) Kriteria pengujian hipotesis a. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. b. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Daerah tolak -2,01

Daerah terima

Daerah tolak 2,01 7,544

5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7,544 dan dengan ttabel sebesar 2,01. nilai thitung 7,544 > ttabel 2,01, hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). 4. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0,698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. Nilai koefisien determinasi bernilai positif, hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69,8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Besarnya

metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%)

69

dan sumbangan efektif (SE%). Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26,3% dan sumbangan efektif 18,3% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73,7% dan sumbangan efektif 51,5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12). Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69,8% terhadap prestasi belajar IPS. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51,5%), sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

E. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1), keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y), baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS, hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi () untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0,654.

70

Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2, nilai konstanta sebesar 34,405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan, nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0,407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3,642 lebih besar dari ttabel (2,01) pada taraf signifikansi 5%. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima, yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Hal ini

menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu

memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya. Dari

71

hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping, siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat

membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6), yang

menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan, berkomunikasi, siswa menjadi lebih kreatif, siswa mudah menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan lebih baik, belajar lebih cepat dan efisien, dan melatih gambar keseluruhan. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas, dapat bekerjasama dengan teman lainnya, catatan lebih padat, jelas lebih terfokus pada inti materi, lebih mudah mencari catatan jika diperlukan, mudah melihat gambaran keseluruhan, membantu Otak untuk : mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan, memudahkan penambahan informasi baru, pengkajian ulang bisa lebih cepat. (http://mahmmudin.wordpress.com/2009/12/01

/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). sedangkan kelemahan

72

metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat, tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7,544 lebih besar dari ttabel (2,01) pada taraf signifikansi 5%. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima, yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa, maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS, maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS, siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS, selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu, melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72), yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya, terlibat dalam pemecahan masalah, bertanya

73

kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya, berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah, melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru, kkerjasamanya dalam kelompok, kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli, kemampuan siswa

mengemukakan pendapat dalam kelompok asal, memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok, mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat, memberi gagasan yang cemerlang, membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang, keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain, memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. wordpress.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54,355 dengan tingkat signifikansi 0,00 dan diketahui besar Ftabel 3,20, dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54,355 > Ftabel = 3,20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

74

Nilai koefisien determinasi sebesar 69,8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26,3% dan sumbangan efektif 18,3% terhadap prestasi belajar IPS. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73,7% dan sumbangan efektif 51,5% terhadap prestasi belajar IPS. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51,5%), sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

75

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2, dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54,355 dan taraf signifikan 0,05 diperoleh Fhitung sebesar 3,20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54,355 > 3,20), maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS, karena nilai thitung = 3,642 > ttabel = 2,01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS, yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7,544 > ttabel = 2,01 3. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0,698, yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69,8% sedangkan sisanya sebesar 30,2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. 75

76

B. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat.

C. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. Penerapan metode mind mapping, membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar, sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal, dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. 2. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai.

77

3. Perlu penelitian lebih lanjut dengan, menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.

78

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Buzan, Tony. 2003. Head Strong. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Buzan, Tony. 2004. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama Buzan, Tony. 2007. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Jakarta : PT. Gramedia Pusaka Utama. Buzan, Tony. 2009. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum. Porter, De Bobby & Hernacki. 2008. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Kaifa Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Djarwanto Ps dan Pangestu, Subagyo.1996. Statistik induktif Edisi Empat. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar & Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Hadi, Sutrisno. 1993. Statistik. Yogyakarta : Andi Offset. Hadi, Sutrisno. 2004. Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset.

79

http://ardhana12.wordpress.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin.wordpress.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin.wordpress.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. 2007. Cooperatif Learning. Bandung : Alfabeta. Mulyana, E. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nawawi, Hadari. 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Riyanto, Theo. 2002. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. Jakarta: Grasindo. RI. 2003. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara. Rohani, Ahmad. 1991. Pengelolaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Sagala, Syaiful. 2006. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta. Siberman, Melvin. 2001. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Yappendis.
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta :

Rineka Cipta. Sriyono, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta : Rineka Cipta. Sudjana. 1988. Metode Statistika. Bandung: PT. Tarsito. Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV ALFABETA Syah, Muhibbin. 2004. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Widura, Sutanto. 2008. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp, Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo. Winkel, W. S. 1996. Psikologi Pembelajaran. Jakarta : Gramedi

LAMPIRAN

Lampiran 1.

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP )

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester

: SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II

Standar Kompetensi : 7. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7.3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa

A. Tujuan Pembelajaran
Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa

B. Materi Pokok
Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa

C.Metode Pembelajaran
1. Ceramah bervariasi 2. Menggunakan metode mind mapping 3. Tanya jawab 4. Test

D.Langkah langkah Pembelajaran 1. Pertemuan pertama


a. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa, kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak

menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam.

2. Pertemuan kedua
a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya

b. Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab

c. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam

3. Pertemuan ketiga
a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping

b. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab

c. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran

E. Sumber dan media pembelajaran


1. LKS IPS TERPADU 2. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. White board 4. Spidol

F. Penilaian
1) Teknik Penilaian - Tes tertulis - Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen - Tes uraian 3) Soal uraian 1. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. 16 Tahun 2000! 2. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak!
3. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak!

4. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Sebut dan jelaskan! 5. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. 2. a. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak

b. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. Iuran dari rakyat kepada negara 3. a. UU No. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. UU No. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. UU No. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. UU No.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2000 e. UU No. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. 24 Tahun 2000 4. a. Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. b. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. c. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. d. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur

perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah.

5. a. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. b. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh, baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. a. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan, kesamaan, dan kepastian 7. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak, sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. 8. a. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. 17 Tahun 2000. UU ini berisi tentang subjek-subjek, objek pajak, penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. 20 Tahun 2000

Surakarta,29 Mei 2010 Pengajar

Dhida Dwi K.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang () pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. 1. 2. 3. 4. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS, saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan, apabila guru sedang menerangkan materi IPS. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah

5. 6.

7. 8. 9. 10.

11.

12.

Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru, saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya.

Lampiran 3. Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1)

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml

Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65

X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2)

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml

Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71

X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809

Lampiran 4. Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1)


Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 ,683** ,162 ,564** ,154 ,355 ,537* ,001 ,494 ,010 ,518 ,125 ,015 20 20 20 20 20 20 ,326 ,363 ,309 ,426 ,216 ,631** ,160 ,115 ,186 ,061 ,359 ,003 20 20 20 20 20 20 ,181 ,462* ,214 ,367 ,276 ,598** ,445 ,040 ,364 ,111 ,240 ,005 20 20 20 20 20 20 ,212 ,379 ,314 ,154 ,097 ,457* ,370 ,099 ,178 ,518 ,685 ,043 20 20 20 20 20 20 ,600** ,151 ,315 ,440 ,090 ,618** ,005 ,525 ,176 ,052 ,706 ,004 20 20 20 20 20 20 1,000 ,198 ,650** ,229 ,118 ,713** , ,404 ,002 ,332 ,621 ,000 20 20 20 20 20 20 ,198 1,000 ,421 ,567** ,162 ,634** ,404 , ,064 ,009 ,494 ,003 20 20 20 20 20 20 ,650** ,421 1,000 ,490* ,314 ,761** ,002 ,064 , ,028 ,178 ,000 20 20 20 20 20 20 ,229 ,567** ,490* 1,000 ,399 ,685** ,332 ,009 ,028 , ,081 ,001 20 20 20 20 20 20 ,118 ,162 ,314 ,399 1,000 ,477* ,621 ,494 ,178 ,081 , ,033 20 20 20 20 20 20 ,713** ,634** ,761** ,685** ,477* 1,000 ,000 ,003 ,000 ,001 ,033 , 20 20 20 20 20 20

A1

A2

A3

A4

A5

A6

A7

A8

A9

A10

Metode Mind Mapping [X1]

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

A1 A2 A3 A4 1,000 ,072 ,000 ,097 , ,762 1,000 ,685 20 20 20 20 ,072 1,000 ,554* ,216 ,762 , ,011 ,359 20 20 20 20 ,000 ,554* 1,000 ,276 1,000 ,011 , ,240 20 20 20 20 ,097 ,216 ,276 1,000 ,685 ,359 ,240 , 20 20 20 20 ,090 ,497* ,461* ,090 ,706 ,026 ,041 ,706 20 20 20 20 ,683** ,326 ,181 ,212 ,001 ,160 ,445 ,370 20 20 20 20 ,162 ,363 ,462* ,379 ,494 ,115 ,040 ,099 20 20 20 20 ,564** ,309 ,214 ,314 ,010 ,186 ,364 ,178 20 20 20 20 ,154 ,426 ,367 ,154 ,518 ,061 ,111 ,518 20 20 20 20 ,355 ,216 ,276 ,097 ,125 ,359 ,240 ,685 20 20 20 20 ,537* ,631** ,598** ,457* ,015 ,003 ,005 ,043 20 20 20 20

A5 ,090 ,706 20 ,497* ,026 20 ,461* ,041 20 ,090 ,706 20 1,000 , 20 ,600** ,005 20 ,151 ,525 20 ,315 ,176 20 ,440 ,052 20 ,090 ,706 20 ,618** ,004 20

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2)

Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -,030 ,544* ,901 ,013 20 20 ,764** ,517* ,000 ,020 20 20 ,629** ,490* ,003 ,028 20 20 ,350 ,791** ,131 ,000 20 20 ,180 ,617** ,448 ,004 20 20 ,041 ,621** ,863 ,003 20 20 ,212 ,580** ,369 ,007 20 20 ,010 ,468* ,966 ,037 20 20 ,448* ,446* ,048 ,049 20 20 ,394 ,828** ,086 ,000 20 20 ,180 ,617** ,448 ,004 20 20 1,000 ,560* , ,010 20 20 ,560* 1,000 ,010 , 20 20

B1

B2

B3

B4

B5

B6

B7

B8

B9

B10

B11

B12

Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2)

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

B1 B2 B3 1,000 ,125 ,140 , ,601 ,555 20 20 20 ,125 1,000 ,575** ,601 , ,008 20 20 20 ,140 ,575** 1,000 ,555 ,008 , 20 20 20 ,400 ,215 ,162 ,080 ,363 ,496 20 20 20 ,106 ,061 ,195 ,658 ,800 ,410 20 20 20 ,467* -,050 -,096 ,038 ,836 ,688 20 20 20 ,326 ,085 ,191 ,161 ,722 ,419 20 20 20 ,622** ,255 ,055 ,003 ,278 ,819 20 20 20 ,177 ,580** ,327 ,455 ,007 ,160 20 20 20 ,378 ,255 ,185 ,100 ,278 ,436 20 20 20 ,106 ,061 ,195 ,658 ,800 ,410 20 20 20 -,030 ,764** ,629** ,901 ,000 ,003 20 20 20 ,544* ,517* ,490* ,013 ,020 ,028 20 20 20

B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 ,400 ,106 ,467* ,326 ,622** ,177 ,378 ,106 ,080 ,658 ,038 ,161 ,003 ,455 ,100 ,658 20 20 20 20 20 20 20 20 ,215 ,061 -,050 ,085 ,255 ,580** ,255 ,061 ,363 ,800 ,836 ,722 ,278 ,007 ,278 ,800 20 20 20 20 20 20 20 20 ,162 ,195 -,096 ,191 ,055 ,327 ,185 ,195 ,496 ,410 ,688 ,419 ,819 ,160 ,436 ,410 20 20 20 20 20 20 20 20 1,000 ,456* ,661** ,503* ,162 ,204 ,946** ,456* , ,044 ,001 ,024 ,495 ,389 ,000 ,044 20 20 20 20 20 20 20 20 ,456* 1,000 ,273 ,252 ,108 ,000 ,540* 1,000** ,044 , ,244 ,284 ,651 1,000 ,014 ,000 20 20 20 20 20 20 20 20 ,661** ,273 1,000 ,784** ,312 -,020 ,601** ,273 ,001 ,244 , ,000 ,180 ,933 ,005 ,244 20 20 20 20 20 20 20 20 ,503* ,252 ,784** 1,000 ,192 -,103 ,364 ,252 ,024 ,284 ,000 , ,418 ,664 ,115 ,284 20 20 20 20 20 20 20 20 ,162 ,108 ,312 ,192 1,000 ,414 ,212 ,108 ,495 ,651 ,180 ,418 , ,070 ,369 ,651 20 20 20 20 20 20 20 20 ,204 ,000 -,020 -,103 ,414 1,000 ,362 ,000 ,389 1,000 ,933 ,664 ,070 , ,117 1,000 20 20 20 20 20 20 20 20 ,946** ,540* ,601** ,364 ,212 ,362 1,000 ,540* ,000 ,014 ,005 ,115 ,369 ,117 , ,014 20 20 20 20 20 20 20 20 ,456* 1,000** ,273 ,252 ,108 ,000 ,540* 1,000 ,044 ,000 ,244 ,284 ,651 1,000 ,014 , 20 20 20 20 20 20 20 20 ,350 ,180 ,041 ,212 ,010 ,448* ,394 ,180 ,131 ,448 ,863 ,369 ,966 ,048 ,086 ,448 20 20 20 20 20 20 20 20 ,791** ,617** ,621** ,580** ,468* ,446* ,828** ,617** ,000 ,004 ,003 ,007 ,037 ,049 ,000 ,004 20 20 20 20 20 20 20 20

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Lampiran 5. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1)

Reliability
****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

R E L I A B I L I T Y

A N A L Y S I S

S C A L E

(A L P H A)

Metode Mind Mapping [X1] Mean 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3,2500 3,3000 3,4000 3,2500 3,0500 3,1500 3,5000 3,3000 3,1500 3,2500 32,6000 Std Dev ,6387 ,5712 ,5982 ,6387 ,6863 ,8751 ,7609 ,6569 ,6708 ,6387 4,1473 Cases 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 N of Variables 11

Statistics for SCALE

Mean 65,2000

Variance 68,8000

Std Dev 8,2946

Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = ,7514 20,0 N of Items = 11

Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2)

Reliability
****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3,2000 3,5000 3,4000 3,4500 3,2500 3,1500 3,4500 3,4500 3,4000 3,4000 3,2500 3,5500 40,4500 Std Dev ,6959 ,6070 ,7539 ,6048 ,7164 ,8751 ,5104 ,5104 ,5982 ,6806 ,7164 ,5104 4,6166 Cases 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 20,0 N of Variables 13

Statistics for SCALE

Mean 80,9000

Variance 85,2526

Std Dev 9,2332

Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = ,7467 20,0 N of Items = 13

Lampiran 6. Tabulasi Butir Penelitian


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188

b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187

Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160

b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132

b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157

X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31

No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50

Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN

Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76

Lampiran 7. Data Induk Penelitian


No, 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993

No, 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml

X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686

X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955

Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685

X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538

X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574

Lampiran 8. Hasil Diskriptif

Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.1000 39.0000 39.00a 3.5871 12.8673 -.411 .337 -.305 .662 31.00 45.00 1955.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.7000 74.0000 74.00 3.5643 12.7041 .023 .337 -.256 .662 66.00 81.00 3685.00

N Mean Median Mode Std. Deviation Variance Skewness Std. Error of Skewness Kurtosis Std. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum

Valid Missing

Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.7200 34.0000 33.00a 2.7778 7.7159 -.192 .337 -1.073 .662 29.00 38.00 1686.00

a. Multiple modes exist. The smallest value is shown

Lampiran 9. Uji Normalitas

Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0% 0 .0% 0 .0%

N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y)

Valid Percent 50 100.0% 50 100.0% 50 100.0%

Total N 50 50 50 Percent 100.0% 100.0% 100.0%

Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig. .118 50 .082 .100 50 .200* .098 50 .200*
a

Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y)

Statistic .926 .949 .969

Shapiro-Wilk df 50 50 50

Sig. .010** .064 .392

**. This is an upper bound of the true significance. *. This is a lower bound of the true significance. a. Lilliefors Significance Correction

Lampiran 10. Hasil Uji Linieritas

Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .0% .0%

Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.0% 100.0%

Total N 50 50 Percent 100.0% 100.0%

Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1]

ANOVA Table Sum of Squares 264.395 207.067 57.328 358.105 622.500

df 9 1 8 40 49

Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total

(Combined) Linearity Deviation from Linearity

Mean Square 29.377 207.067 7.166 8.953

F 3.281 23.129 .800

Sig. .004 .000 .606

Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2)

ANOVA Table Sum of Squares 438.126 381.586 56.540 184.374 622.500

df 13 1 12 36 49

Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2)

Between Groups Within Groups Total

(Combined) Linearity Deviation from Linearity

Mean Square 33.702 381.586 4.712 5.121

F 6.581 74.507 .920

Sig. .000 .000 .538

Lampiran 11. Hasil Uji Regresi Berganda Regression

b Variables Entered/Removed

Model 1

Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2), a Metode Mind Mapping [X1]

Variables Removed .

Method Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square .685 Std. Error of the Estimate 1.9995 Durbin-W atson 2.003

Model 1

R R Square .836a .698

a. Predictors: (Constant), Keaktifan Belajar IPS (X2), Metode Mind Mapping [X1] b. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y)
ANOVAb Sum of Squares 434.602 187.898 622.500

Model 1

df 2 47 49

Regression Residual Total

Mean Square 217.301 3.998

F 54.355

Sig. .000a

a. Predictors: (Constant), Keaktifan Belajar IPS (X2), Metode Mind Mapping [X1] b. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y)
Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .318 .658

Model 1

(Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2)

Unstandardized Coefficients B Std. Error 34.405 3.964 .407 .112 .654 .087

t 8.678 3.642 7.544

Sig. .000 .001 .000

Zero-order .577 .783

Correlations Partial .469 .740

Part .292 .605

a. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y)


a Coefficient Correlations

Model 1

Correlations Covariances

Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1.000 Metode Mind Mapping [X1] -.394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3.820E-03

Metode Mind Mapping [X1] -.394 1.000 -3.820E-03 1.252E-02

a. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y)

Lampiran 12. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif

Koefisien rxy 0.577 0.783 beta 0.318 0.658

Sumbangan Efektif 18.3 51.5

Sumbangan Efektif 18.3 51.5 R2 0.699 0.699

Sumbangan Relatif 26.3 73.7

TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.997 0.999 0.320 0.413 3 38 0.950 0.990 0.316 0.408 4 39 0.878 0.959 0.312 0.403 5 40 0.811 0.917 0.308 0.398 6 41 0.754 0.874 0.304 0.393 7 42 0.707 0.834 0.301 0.389 8 43 0.666 0.798 0.297 0.384 9 44 0.632 0.765 0.294 0.380 10 45 0.602 0.735 0.291 0.376 11 46 0.576 0.708 0.288 0.372 12 47 0.553 0.684 0.284 0.368 13 48 0.532 0.661 0.281 0.364 14 49 0.514 0.641 0.279 0.361 15 50 0.497 0.623 0.266 0.345 16 55 0.482 0.606 0.254 0.330 17 60 0.468 0.590 0.244 0.317 18 65 0.456 0.575 0.235 0.306 19 70 0.444 0.561 0.227 0.296 20 75 0.433 0.549 0.220 0.286 21 80 0.432 0.537 0.213 0.278 22 85 0.413 0.526 0.207 0.267 23 90 0.404 0.515 0.202 0.263 24 95 0.396 0.505 0.195 0.256 25 100 0.388 0.496 0.176 0.230 26 125 0.381 0.487 0.159 0.210 27 150 0.374 0.478 0.148 0.194 28 175 0.367 0.470 0.138 0.181 29 200 0.361 0.463 0.113 0.148 30 300 0.355 0.456 0.098 0.128 31 400 0.349 0.449 0.088 0.115 32 500 0.344 0.442 0.080 0.105 33 600 0.339 0.436 0.074 0.097 34 700 0.334 0.430 0.070 0.091 35 800 0.329 0.424 0.065 0.086 36 900 0.325 0.418 0.062 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof. Dr. Suharsimi Arikunto) N

Tabel Nilai t d.f. t0.10 t0.05 t0.025 t0.01 t0.005 d.f. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36

1 3.078 6.314 12.706 31.821 63.657 2 1.886 2.920 4.303 6.965 9.925 3 1.638 2.353 3.182 4.541 5.841 4 1.533 2.132 2.776 3.747 4.604 5 1.476 2.015 2.571 3.365 4.032 6 1.440 1.943 2.447 3.143 3.707 7 1.415 1.895 2.365 2.998 3.499 8 1.397 1.860 2.306 2.896 3.355 9 1.383 1.833 2.262 2.821 3.250 10 1.372 1.812 2.228 2.764 3.169 11 1.363 1.796 2.201 2.718 3.106 12 1.356 1.782 2.179 2.681 3.055 13 1.350 1.771 2.160 2.650 3.012 14 1.345 1.761 2.145 2.624 2.977 15 1.341 1.753 2.131 2.602 2.947 16 1.337 1.746 2.120 2.583 2.921 17 1.333 1.740 2.110 2.567 2.898 18 1.330 1.734 2.101 2.552 2.878 19 1.328 1.729 2.093 2.539 2.861 20 1.325 1.725 2.086 2.528 2.845 21 1.323 1.721 2.080 2.518 2.831 22 1.321 1.717 2.074 2.508 2.819 23 1.319 1.714 2.069 2.500 2.807 24 1.318 1.711 2.064 2.492 2.797 25 1.316 1.708 2.060 2.485 2.787 26 1.315 1.706 2.056 2.479 2.779 27 1.314 1.703 2.052 2.473 2.771 28 1.313 1.701 2.048 2.467 2.763 29 1.311 1.699 2.045 2.462 2.756 30 1.310 1.697 2.042 2.457 2.750 31 1.309 1.696 2.040 2.453 2.744 32 1.309 1.694 2.037 2.449 2.738 33 1.308 1.692 2.035 2.445 2.733 34 1.307 1.691 2.032 2.441 2.728 35 1.306 1.690 2.030 2.438 2.724 36 1.306 1.688 2.028 2.434 2.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr. Imam Ghozali

Tabel Nilai t d.f. t0.10 t0.05 t0.025 t0.01 t0.005 d.f. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71

37 1.305 1.687 2.026 2.431 2.715 38 1.304 1.686 2.024 2.429 2.712 39 1.304 1.685 2.023 2.426 2.708 40 1.303 1.684 2.021 2.423 2.704 41 1.303 1.683 2.020 2.421 2.701 42 1.302 1.682 2.018 2.418 2.698 43 1.302 1.681 2.017 2.416 2.695 44 1.301 1.680 2.015 2.414 2.692 45 1.301 1.679 2.014 2.412 2.690 46 1.300 1.679 2.013 2.410 2.687 47 1.300 1.678 2.012 2.408 2.685 48 1.299 1.677 2.011 2.407 2.682 49 1.299 1.677 2.010 2.405 2.680 50 1.299 1.676 2.009 2.403 2.678 51 1.298 1.675 2.008 2.402 2.676 52 1.298 1.675 2.007 2.400 2.674 53 1.298 1.674 2.006 2.399 2.672 54 1.297 1.674 2.005 2.397 2.670 55 1.297 1.673 2.004 2.396 2.668 56 1.297 1.673 2.003 2.395 2.667 57 1.297 1.672 2.002 2.394 2.665 58 1.296 1.672 2.002 2.392 2.663 59 1.296 1.671 2.001 2.391 2.662 60 1.296 1.671 2.000 2.390 2.660 61 1.296 1.670 2.000 2.389 2.659 62 1.295 1.670 1.999 2.388 2.657 63 1.295 1.669 1.998 2.387 2.656 64 1.295 1.669 1.998 2.386 2.655 65 1.295 1.669 1.997 2.385 2.654 66 1.295 1.668 1.997 2.384 2.652 67 1.294 1.668 1.996 2.383 2.651 68 1.294 1.668 1.995 2.382 2.650 69 1.294 1.667 1.995 2.382 2.649 70 1.294 1.667 1.994 2.381 2.648 71 1.294 1.667 1.994 2.380 2.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr. Imam Ghozali)

Tabel Nilai t d.f. t0.10 t0.05 t0.025 t0.01 t0.005 d.f. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.

72 1.293 1.666 1.993 2.379 2.646 73 1.293 1.666 1.993 2.379 2.645 74 1.293 1.666 1.993 2.378 2.644 75 1.293 1.665 1.992 2.377 2.643 76 1.293 1.665 1.992 2.376 2.642 77 1.293 1.665 1.991 2.376 2.641 78 1.292 1.665 1.991 2.375 2.640 79 1.292 1.664 1.990 2.374 2.640 80 1.292 1.664 1.990 2.374 2.639 81 1.292 1.664 1.990 2.373 2.638 82 1.292 1.664 1.989 2.373 2.637 83 1.292 1.663 1.989 2.372 2.636 84 1.292 1.663 1.989 2.372 2.636 85 1.292 1.663 1.988 2.371 2.635 86 1.291 1.663 1.988 2.370 2.634 87 1.291 1.663 1.988 2.370 2.634 88 1.291 1.662 1.987 2.369 2.633 89 1.291 1.662 1.987 2.369 2.632 90 1.291 1.662 1.987 2.368 2.632 91 1.291 1.662 1.986 2.368 2.631 92 1.291 1.662 1.986 2.368 2.630 93 1.291 1.661 1.986 2.367 2.630 94 1.291 1.661 1.986 2.367 2.629 95 1.291 1.661 1.985 2.366 2.629 96 1.290 1.661 1.985 2.366 2.628 97 1.290 1.661 1.985 2.365 2.627 98 1.290 1.661 1.984 2.365 2.627 99 1.290 1.660 1.984 2.365 2.626 Inf. 1.290 1.660 1.984 2.364 2.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr. Imam Ghozali)

Tabel Nilai F0,05 Degrees of freedom for Nominator


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18,5 10,1 7,71 6,61 5,99 5,59 5,32 5,12 4,96 4,84 4,75 4,67 4,60 4,54 4,49 4,45 4,41 4,38 4,35 4,32 4,30 4,28 4,26 4,24 4,17 4,08 4,00 3,92 3,84 2 200 19,0 9,55 6,94 5,79 5,14 4,74 4,46 4,26 4,10 3,98 3,89 3,81 3,74 3,68 3,63 3,59 3,55 3,52 3,49 3,47 3,44 3,42 3,40 3,39 3,32 3,23 3,15 3,07 3,00 3 216 19,2 9,28 6,59 5,41 4,76 4,35 4,07 3,86 3,71 3,59 3,49 3,41 3,34 3,29 3,24 3,20 3,16 3,13 3,10 3,07 3,05 3,03 3,01 2,99 2,92 2,84 2,76 2,68 2,60 4 225 19,2 9,12 6,39 5,19 4,53 4,12 3,84 3,63 3,48 3,36 3,26 3,13 3,11 3,06 3,01 2,96 2,93 2,90 2,87 2,84 2,82 2,80 2,78 2,76 2,69 2,61 2,53 2,45 2,37 5 230 19,3 9,01 6,26 5,05 4,39 3,97 4,69 3,48 3,33 3,20 3,11 3,03 2,96 2,90 2,85 2,81 2,77 2,74 2,71 2,68 2,66 2,64 2,62 2,60 2,53 2,45 2,37 2,29 2,21 6 234 19,3 8,94 6,16 4,95 4,28 3,87 3,58 3,37 3,22 3,09 3,00 2,92 2,85 2,79 2,74 2,70 2,66 2,63 2,60 2,57 2,55 2,53 2,51 2,49 2,42 2,34 2,25 2,18 2,10 7 237 19,4 8,89 6,09 4,88 4,21 3,79 3,50 3,29 3,14 3,01 2,91 2,83 2,76 2,71 2,66 2,61 2,58 2,54 2,51 2,49 2,46 2,44 2,42 2,40 2,33 2,25 2,17 2,09 2,01 8 239 19,4 8,85 6,04 4,82 4,15 3,73 3,44 3,23 3,07 2,95 2,85 2,77 2,70 2,64 2,59 2,55 2,51 2,48 2,45 2,42 2,40 2,37 2,36 2,34 2,27 2,18 2,10 2,02 1,94 9 241 19,4 8,81 6,00 4,77 4,10 3,68 3,39 3,18 3,02 2,90 2,80 2,71 2,65 6,59 2,54 2,49 2,46 2,42 2,39 2,37 2,34 2,32 2,30 2,28 2,21 2,12 2,04 1,96 1,88 10 242 19,4 8,79 5,96 4,74 4,06 3,64 3,35 3,14 2,98 2,85 2,75 2,67 2,60 2,54 2,49 2,45 2,41 2,38 2,35 2,32 2,30 2,27 2,25 2,24 2,16 2,08 1,99 1,91 1,83 12 244 19,4 8,74 5,91 4,68 4,00 3,57 3,28 3,07 2,91 2,79 2,69 2,60 2,53 2,48 2,42 2,38 2,34 2,31 2,28 2,25 2,23 2,20 2,18 2,16 2,09 2,00 1,92 1,83 1,75 15 246 19,4 8,70 5,86 4,62 3,94 3,51 3,22 3,01 2,85 2,72 2,62 2,53 2,46 2,40 2,35 2,31 2,27 2,23 2,20 2,18 2,15 2,13 2,11 2,09 2,01 1,92 1,84 1,75 1,67 20 248 19,4 8,66 5,80 4,56 3,87 3,44 3,15 2,94 2,77 2,65 2,54 2,46 2,39 2,33 2,28 2,23 2,19 2,16 2,12 2,10 2,07 2,05 2,03 2,01 1,93 1,84 1,75 1,66 1,57 24 249 19,5 8,64 5,77 4,53 3,84 3,41 3,12 2,90 2,74 2,61 2,51 2,42 2,35 2,29 2,24 2,19 2,15 2,11 2,08 2,05 2,03 2,01 1,98 1,96 1,89 1,79 1,70 1,61 1,52 30 250 19,5 8,62 5,75 4,50 3,81 3,38 3,08 2,86 2,70 2,57 2,47 2,38 2,31 2,25 2,19 2,15 2,11 2,07 2,04 2,01 1,98 1,96 1,94 1,92 1,84 1,74 1,65 1,55 1,46 40 251 19,5 8,59 5,72 4,46 3,77 3,34 3,04 2,83 2,66 2,53 2,43 2,34 2,27 2,20 2,15 2,10 2,06 2,03 1,99 1,96 1,94 1,91 1,89 1,87 1,79 1,69 1,59 1,50 1,39 60 252 19,5 8,57 5,69 4,43 3,74 3,30 3,01 2,79 2,62 2,49 2,38 2,30 2,22 2,16 2,11 2,06 2,02 1,98 1,95 1,92 1,89 1,86 1,84 1,82 1,74 1,64 1,53 1,43 1,32 120 253 19,5 8,55 5,66 4,40 3,70 3,27 2,97 2,75 2,58 2,45 2,34 2,25 2,18 2,11 2,06 2,01 1,97 1,93 1,90 1,87 1,84 1,81 1,79 1,77 1,68 1,58 1,47 1,35 1,22 254 19,5 8,53 5,63 4,37 3,67 3,23 2,93 2,71 2,54 2,40 2,30 2,21 2,13 2,07 2,01 1,96 1,92 1,88 1,84 1,81 1,78 1,76 1,73 1,71 1,62 1,51 1,39 1,22 1,00

Degrees of freedom for Denominator

Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr. Imam Ghozali)