Anda di halaman 1dari 9

Asuhan Keperawatan

I. Masalah Ginekologi A. Histerektomi / Masektomi Diagnosa Keperawatan yang mungkin berdasarkan Marliynn E. Doengoes, 2000 1. Harga Diri Rendah (HDR) berhubungan dengan : Infertilitas Perubahan feminitas Efek hubungan seksual

Intervensi : a. Mendengar secara aktif b. Diskusikan persepsi diri pasien c. Kaji stress emosional pasien d. Identifikasi respon kehilangan e. Ajarkan koping efektif pada klien f. Berikan pendidikan kesehatan mengenai masalah klien g. Kaji pola koping klien h. Berikan lingkungan yang sesuai untuk klien mendiskusikan masalahnya i. j. Kaji adanya perilaku menarik diri Kolaborasi : rujuk ke konseling profesional

2. Perubahan Eliminasi Urinarius berhubungan dengan : Trauma Mekanis Manipulasi bedah Adanya edema jaringan lokal Hematom Gangguan sensori motoris Paralisis saraf
1

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

Intervensi : a. Kaji pola eliminasi klien (BAK) b. Kaji vesika urinaria (VU) klien : keluhan nyeri tekan, palpasi teras keras atau tidak c. Ajarkan klien BAK secara normal : dengan diberi air dingin atau panas d. Berikan perawatan perineum e. Berikan perawatan kateter jika terpasang f. Kaji karakteristik Urine g. Kolaborasi : pemasangan kateter, dekompresi VU, periksa residu volume urine

3. Resti Diare / Konstipasai berhubungan dengan : Bedah abdominal Manipulasi usus Penggunanaan obat muscle relaxant Nyeri / ketidaknyamanan abdomen atau perineal Perubahan masukan diet

Intervensi : a. Kaji bising usus b. Motivasi mobilisasi klien c. Kaji intake dan output klien d. Motivasi intake klien e. Berikan rendam duduk f. Kolaborasi ahli diet : Berikan diet sesuai kebutuhan g. Monitoring penggunaan NGT h. Kolaborasi Medis : berikan obat suppositoria sesuai indikasi

4. Resti Perubahan Perfusi Jaringan berhubungan dengan : Hipovolemi Penururnan aliran darah : kongesti pelvis, inflamasi jaringan pasca operasi, stasis vena
2

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

Trauma intraoperasi atau tekanan pada pelvis / pembuluh betis / posisi litotomi selama histerektomi

Intervensi : a. Kaji TTV (Tanda Tanda Vital) klien termasuk SpO2 b. Kaji urine klien c. Kaji tingkat kesadaran klien d. Kaji orientasi klien e. Monitoring perdarahan PPV melalui pembalut klien f. Berikan posisi yang sesuai untuk klien g. Motivasi untuk ambulasi sedini mungkin h. Kaji adanya tanda Homan i. Kolaborasi : berikan cairan IV sesuai indikasi

5. Resti Disfungsi seksual berhubungan dengan : Perubahan fungsi struktur tubuh/ fungsi, contoh memendeknya kanal vagina: penurunan libido, dan perubahan kadar hormon Perubahan pola respon seksual , ketidaknyamanan vagina (dispareunia) Intervensi : a. Mendengar secara aktif b. Kaji tingkat pendidikan klien c. Dorong pasien untuk mau terbuka dan berdiskusi mengenai permasalahannya d. Diskusikan solusi permasalahan dengan klien e. Kaji stress emosional pasien f. Diskusikan ketidaknyamanan dengan pasien g. Kolaborasi : rujuk ke konseling profesional

6. Kurang Pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan berubungan dengan : Tidak pernah terpajan

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

Salah interpretasi/ informasi Tidak mengenal sumber informasi

Intervensi : a. Diskusikan tentang aktivitas yang mungkin dapat dilakukan b. Motivasi dan dorong klien untuk mau beraktivitas sesuai dengan toleransinya c. Identifikasi kebutuhan diet d. Dorong minum obat secara rutin e. Diskusikan potensial adanya efek samping obat f. Kaji ulang luka insisi g. Identifikasi tanda gejala evaluasi medik seperti menggigil, demam, perubahan sekret vagina, perdarah dan lain sebagainya h. Kolaborasi : pemberian medikasi yang sesuai

I. Masalah Maternitas (Bobak, Maternity Nursing Edisi 4, 2005): Intervensi untuk post partum (Postpartal Care , NIC 6930): a. Perawatan luka post partum b. Monitoring vital sign (Tekanan Darah, Suhu, Respiratory Rate, saturasi oksigen, Nadi) c. Cek urine otuput d. Monitoring tinggi fundus uteri e. Bantu pemenuhan ADL (activity daily living) klien f. Monitoring luka episiotomi untuk tanda tanda infeksi g. Ajarkan senam nifas h. Motivasi untuk memulai mobilisasi dan ambulasi sedini mungkin i. j. Kaji kemampuan ibu untuk merawat anak Edukasi tentang laktasi

k. Motivasi IMD (Inisiasi Menyusui Dini) l. Monitor karakteristik lokea (warna, bau, jumlah dan adanya bekuan darah)
4

m. Ajarkan perianal hygine n. Edukasi dan Motivasi tentang pemberian nutrisi yang baik dan benar untuk post partum
Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

o. Kaji perasaan ibu tentang pengalaman melahirkan p. Edukasi pasien tentang adanya perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan q. Edukasi tentang penggunaan alat kontrasepsi

A. Post Partum Spontan :

1. Resiko Tinggi Infeksi b.d: Intervensi : a. Kaji Vital Sign Klien b. Kaji adanya tanda tanda infeksi pada perineum c. Jaga teknik steril dan aseptik d. Wound care e. Ajarkan vulva hygine f. Ajarkan perianal hygine Trauma jaringan dan jalan lahir

2. Konstipasi / retensi urine b.d Intervensi : a. Kaji skala nyeri b. Kaji Vital Sign klien c. Motivasi untuk mobilisasi dini d. Ajarkan senam nifas Nyeri setelah melahirkan Trauma jaringan dan jalan lahir

3. Gangguan pola tidur b.d : Ketidaknyamanan pada periode pasca partum Proses persalinan yang lama Perawatan bayi dan rutinitas dirumah sakit
5

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

Intevensi : a. Kaji pola tidur ibu b. Monitor Vital Sign klien c. Berikan pijat relaksasi untuk ibu

4. Nyeri b.d : Intervensi : a. Kaji adanya tanda tanda infeksi b. Kaji Vital Sign klien c. Kaji skala nyeri d. Kaji adanya hemoroid e. Kaji payudara f. Berikan breast care g. Berikan kompres dingin pada perineum mencegah pembengkakan dan memberikan rasa nyaman h. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI pada bayinya i. Kolaborasi : pemberian analgesik, pemberian oxytocin untuk pengembalian kontraksi uterus Involusi Rahim Trauma pada perineum Episiotomi Hemoroid Pembengkakan payudara

5. Resiko tinggi cedera b.d Intervensi : a. Kaji TTV klien (Respiratory Rate, Saturasi Oksigen, suhu, nadi dan tekanan darah) b. Posisikan kepala klien agar lebih tinggi dari badan (semifowler 15o)
Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement 6

Perdarahan pasca partum Efek anestesia

c. Anjurkan klien banyak minum d. Anjurkan mobilisasi dini e. Kolaborasi : pemberian obat perangsang kontraksi uterus dan anti perdarahan, pemberian cairan isotonis f. Pasang bed rail

6. Defisit pengetahuan b.d : Pentingnya buang air kecil untuk mencegah perdarahan Mobilisasi dini untuk mengembalikan motilitas usus dan mencegah thrombophlebitis Intervensi : a. Kaji TTV klien b. Edukasi tentang pentingnya mobilisasi c. Ajarkan tentang senam nifas d. Motivasi ibu untuk banyak minum e. Monitor urine out put dan pola defekasi f. Monitor bising usus

7. Proses menyusui tidak efektif b.d : Intervensi : a. Kaji TTV klien b. Berikan Breast Care c. Ajarkan cara menyusui yang baik dan benar (manajemen laktasi) d. Ajarkan cuci tangan sebelum menyusui Nyeri Pengaturan Posisi bayi Respon fisiologis normal

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement

B. Post SC dengan PEB :

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d intubasi, ventilasi, proses penyakit, kelemahan dan kelelahan Intervensi : a. Auskultasi bunyi nafas tiap 2-4 jam b. Lakukan hisap lendir bila ronchii terdengar c. Monitor humidivier dan suhu ventilator d. Monitor status hidrasi klien e. Monitor ventilator tekanan dinamis f. Beri Lavase cairan garam faali sesuai indikasi untuk g. Beri fisioterapi dada sesuai 2. Gangguan pertukaran Gas b.d sekresi tertahan, proses penyakit, atau pengesetan ventilator tidak tepat Intervensi : a. Periksa AGD 10-30 menit setelah pengesetan ventilator atau setelah adanya perubahan ventilator b. Monitor AGD atau oksimetri selama periode penyapihan c. Kaji apakah posisi tertentu menimbulkan ketidaknyamanan pernafasan

d. Monitor tanda hipoksia dan hiperkapnea dengan indikasi e. Beri bronkodilator f. Ubah posisi, lakukan postural drainage

3. Resiko tinggi infeksi b.d pemasangan selang endotrakeal Intervensi : a. Evaluasi warna, jumlah, konsistensi dan bau sputum tiap kali

penghisapan b. Tampung spesimen untuk kultur dan sensitivitas sesuai indikasi c. Pertahankan teknis steril selama penghisapan lender d. Ganti selang ventilator tiap 24 72 jam e. Lakukan oral hygiene
Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement 8

f.

Palpasi sinus dan lihat membrana mukosa selama demam yang tidak diketahui sebabnya

g. Monitor tanda vital terhadap tanda infeksi

II. Lain lain

Kelompok 4 PSIK UNDIP| Stase Manajement