Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

DISUSUN OLEH : SAFLIA FEBRI DANARTI 26/XI.IPA2

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTUL TAHUN AJARAN 2011/2012

UJI PENENTUAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO

A. TUJUAN Untuk mengetahui golongan darah (system ABO) pada seseorang.

B. DASAR TEORI Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh).Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: 1. Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. 2. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. 3. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. 4. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.

C. ALAT DAN BAHAN 1. Blood lancet 2. Objek glass 3. Kapas 4. Alkohol 5. Serum anti A dan anti B 6. Pengaduk

D. LANGKAH KERJA 1. Olesi ujung jari manis tangan kiri dengan alcohol. 2. Tusuklah ujung jari tersebut dengan menggunakan blood lancet, sampai keluar darah, kemuadian teteskan darah tersebut pada obyek glass yang telah diberi tanda A dan B. 3. Teteskan serum anti A pada tetesan darah A dan serum anti B pada tetesan darah B. 4. Aduklah dengan pengaduk, amati ada tidaknya penggumpalan pada tetesan darah tersebut. Tentukan golongan darah orang tersebut. 5. Lakukan dengan cara yang sama untuk setia orang. 6. Catat hasil pengamatanmu dalam table pengamatan.

E. HASIL PENGAMATAN Golongan Darah A B AB O Keterangan : (+) (-) = terjadi penggumpalan = tidak terjadi penggumpalan A + + B + + -

F. TABEL PENGAMATAN

No.

Nama A

Golongan Darah B + + + + + + + + + + + + + + 2 14,3% 4 28,6% 1 7,1% 7 50% AB O

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Saflia Febri D. Nanda Reni Fera R. Rizka Ratna Sayekti Wilis Putri Hapsari Tyara Triasari Risna Laksanawati Khoirunnisaa Ronaa F. Okiana Wahyu K. Lutfy Laksita P. Lambang Septiawan Krisnamukti Adi putra Tri Ahmad Rudiasta Muhammad Fahrurrizal Restu Waras Toto Jumlah Presentase (%)

G. PEMBAHASAN Cara pengujian golongan darah adalah beberapa hal yang sudah tertera dalam cara kerja. Kemudian untuk menentukan golongan darah seseorang adalah dengan mencocokkan dengan ketentuan sebagai berikut : y y y Bila sample darah + zat anti A = menggumpal, berarti golongan darah A Bila sample darah + zat anti B = menggumpal, maka golongan darah B. Bila sample darah + zat anti A = tidak menggumpal dan ditambah zat anti B = menggumpal, berarti golongan darah AB.

Bila sample darah + zat anti A = tidak menggumpal dan ditambah zat anti B = tidak menggumpal, berarti golongan darah O

Pada data pengamatan praktikum, diperoleh : 1. Ada 2 siswa yang darahnya menggumpal setelah dicampur serum anti A. 2. Ada 4 siswa yang darahnya menggumpal setelah dicampur serum anti B. 3. Ada 1 siswa yang darahnya menggumpal setelah dicampur serum anti A dan menggumpal setelah dicampur serum anti B 4. Ada 7 siswa yang darahnya tidak menggumpal setelah dicampur serum anti A maupun serum anti B. Perbandingan jumlah siswa yang bergolongan darah A : B : AB : O = 2 : 4 : 1 : 7 dengan jumlah presentase 14,3% bergolongan darah A, 28,6% bergolongan darah B, 7,1 % bergolongan darah AB, dan 50% bergolongan darah O.

H. KESIMPULAN

Dari data percobaan pengujian golongan darah dengan system ABO diatas, dapat disimpulkan bahwa siswa bergolongan darah O mempunyai presentase terbanyak yaitu 50% dengan jumlah siswa sebanyak 7 orang sedangkan presentase terkecil yaitu untuk siswa yang bergolongan darah AB dengan presentase sebanyak 7,1% dengan jumlah siswa 1 orang. Berdasarkan data tersebut, golongan darah AB merupakan tipe golongan darah yang langka di Indonesia. Dari percobaan tersebut juga dapat diperoleh rumus golongan darah yaitu : y y y y Dengan, AB  Golongan darah A Golongan darah B Golongan darah AB Golongan darah O = ( A,  = ( B, )

= ( AB, - ) =(-,  )

= Aglutinogen dalam eritrosit = Aglutinin dalam serum dan

Aglutinogen mudah digumpakan dengan agglutinin senama yaitu A dengan B dengan