Anda di halaman 1dari 4

Fissura Ani merupakan retakan pada dinding anus yang disebabkan oleh peregangan akibat lewatnya feses yang

keras;oleh karena itu sering disebabkan oleh konstipasi Anamnesis 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat Penyakit Sekarang Riwayat Penyakit keluarga Pada saat BAB terasa nyeri? Apakah terlihat darah saat BAB? Darah banyak atau tidak? Apa ada rasa gatal pada bagian anus? Nyerinya seperti apa? Sulit buang air besar atau tidak? Saat BAB sering di paksakan atau tidak?

Pemeriksaan Fisik : Inpeksi: Dijumpai skin tag. Fissura pd yg superfisial fisura terlihat spt

kertas robek Papila hipertropik (penonjolan selaput lender) Palpasi: Untuk menghindari nyeri palpasi dilakukan dgn memasukkan jari menelusuri bagian lateral terlebih dahulu. Pinggir dari fissura dpt teraba irregular, Nyeri tekan ( + ). Pemeriksaan langsung diatas fissura sgt menyakitkan. Pada fissura yg kronis nyeri tdk begitu hebat shg pemeriksaan rectal dpt dilakukan dgn baik.

PP: Proctoscopy / Sigmoidoscopy: Pemakaian protoscop pada keadaan akut biasanya tidak mungkin dilakukan oleh karena sangat nyeri.Biasanya dgn memakai infant sigmoidoscopy Llyod-Davies dapat dilihat kelainan - kelainan pd mukosa rektum & anal canal. Tehnik/Pemeriksaan proktoskopi dan rektoskopi 1. Penderita diposisikan lateral dekubitus kiri atau dapat juga posisi knee chest. 2. Sebelum melakukan proktoskopi, dilakukan inspeksi ano-perianal dan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mencari adanya perdarahan, massa, kelainan anatomik/fungsional. 3. Siapkan proktoskopi dan obturatornya, olesi dengan jeli. Masukkan proktoskop ke anus pertama kali ke arah umbilikus, selanjutnya sesuai lengkungan sacrum sedalam mungkin. 4. Cabut obturator Inspeksi kanalis rekti, bila didapatkan massa dapat dilakukan biopsi dengan tang biopsi.

Diagnosa banding : Crohn s Disease Ulcerative Colitis Etiologi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Idiopatik Iritasi akibat diare. Cedera partus. Iatrogenik. Inf lamatory bowel diseases . Sexually transmitted disease . BAB Keras

Patofisiologi : Apabila feces yg keras melewati anal canal akan terjadi perenggangan & merobek mukosa anal. Fissura biasanya tjd pd bagian anterior & posterior Diduga daerah ini merupakan daerah lemah. ketika feces melewati anal canal, massa akan disalurkan ke bagian anterior & posterior oleh krn adanya otot pd bagian lateral.

Fissura akan meningkatkan kontraksi internal anal sphincter & meningkatkan tekanan istirahat pd anal canal. Peningkatan tekanan menyebabkan iskemia pd area disekitar fissura. Adanya spasme yg berulang pd anal canal & adanya iskemia yg berlanjut akan menyebabkan fissura mjd kronis oleh krn ulkus yg tdk dpt sembuh.

Penatalaksanaan : Conservative: Diet makanan kaya serat dan banyak minum agar defekasi lancar dan lunak Mengganti popok pada bayi secara periodik. Topical kortokosteroid dan lokal anastesi. Topikal non steroid secara digital pada anus atau melalui rectal bougie seperti opiate ,belladona , silver nitrat atau icthamol dpt menghilangkan nyeri & merangsang

pembentukan jaringan granulasi. PENGOBATAN Bisa diberikan pelunak tinja (psilium), yang bisa mengurangi cedera karena buang air besar yang keras dan sulit. Pelumas berupa suppositoria (obat yang dimasukkan ke dalam dubur) juga bisa diberikan. Duduk berendam dalam air hangat selama 10-15 menit setelah buang air besar, mengurangi rasa tidak nyaman dan membantu meningkatkan aliran darah, sehingga membantu proses penyembuhan. Kapan dilakukan pembedahan? Hanya bila pengobatan lain tidak berhasil. Tapi perlu digaris bawahi tujuan utama terapi adalah untuk menghilangkan rasa sakit sehingga ketegangan otot polos berkurang sehingga luka dapat sembuh. Tindakan bedah:

Diindikasikan utk fissura ani kronik & ulkus anal. Nicholls menyatakan bahwa adanya skin tag dan papilla, adanya ulkus serta terlihatnya sphincter interna pd dasar ulkus menunjukan kronisitas & memerlukan terapi pembedahan. Terapi initial fissura ani kronis adalah mencoba terapi konservatif terlebih dahulu, & sekali terapi konservatif gagal maka dindikasikan utk mendapat terapi operatif.

Epidemiologi Insiden fisura ani antara anak laki-laki dan perempuan hampir sama, penderita sering pada usia 6 bulan sampai 3 tahun. Keadaan anak sehat, gizi baik dan tidak pernah kembung. PENCEGAHAN Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Perubahan gaya hidup juga dapat membantu, makan banyak mengandung serat dan banyak minum air putih untuk mempermudah BAB, juga menghindari makanan yang merangsang diare karena akan memperberat fissura ani. Anal fissura tidak pernah dilaporkan berubah menjadi suatu keganasan.