Anda di halaman 1dari 2

Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software

http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

DICKY JANUARIZKY SILITONGA


0405020235

AERODINAMIKA PADA BOLA BASEBALL

Bola yang digunakan pada olahraga baseball memiliki bentuk dan konfigurasi khusus, yang
kulitnya terdiri dari 2 buah bentuk kacang (peanut shaped) yang disatukan dengan jahitan-jahitan
(stitches).

Gambar 1
Bola baseball (ilumin.com, mlb.com)
Bentuk ini ternyata memiliki pengaruh pada aerodinamika dari bola baseball tersebut.
Aerodinamika dapat menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada baseball, seperti bentuk
lintasan melengkung (curved) yang merupakan Magnus effect yang mana menjelaskan bahwa
putaran pada bola (spin) menyebabkan adanya gaya samping resultan yang terjadi pada bola
tersebut yang tegak lurus terhadap sumbu rotasi dan arah gerak bola. Gerakan-gerakan lain pada
bola juga sangat berkaitan dengan aerodinamika bola tersebut.

Pada benda yang berinteraksi dengan fluida, misalnya dalam hal ini bola baseball yang
berinteraksi dengan udara, boundary layer memiliki peranan yang sangat penting. Kekasaran
permukaan memiliki efek pada boundary layer yang dapat mempengaruhi karakteristik lift dan drag
dari bola. Pada bola baseball, jahitan-jahitan yang terdapat pada permukaannya dapat menimbulkan
kekasaran permukaan efektif pada bola ketika sedang bergerak. Seperti halnya bola golf yang
memiliki dimples untuk meningkatkan kekasaran permukaan yang pada gilirannya dapat mengurangi
drag dengan menunda terjadinya separasi aliran pada boundary layer, demikian juga pada bola
baseball jahitan-jahitan tersebut mempengaruhi boundary layer.

Pada bola baseball yang berputar, kekasaran permukaan efektif yang disebabkan adanya jahitan-
jahitan tersebut dapat menyebabkan terjadinya penambahan momentum boundary layer pada sisi
yang searah gerak freestream dan sebaliknya pada sisi yang berlawanan dengan freestream seperti
terlihat pada Gambar 2. Hal tersebut menyebabkan terjadinya ketidaksimetrisan separasi yang
kemudian menghasilkan gaya Magnus yang membuat bola bergerak mengikuti lintasan melengkung
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

baik ke samping, bola naik, atau bola turun dengan cepat kebawah yang dapat diatur oleh pitcher
dengan mengatur arah putaran (spin) bola.

Gambar 2
Bola baseball berputar 0.5 rev/sec searah jarum jam (Jim Pallis)

Gerakan lain adalah “knuckleball”, yaitu bola bergerak mengikuti lintasan yang tidak beraturan
sehingga menyulitkan pemukul (batter). Pada knucklball, bola berputar pada kecepatan yang
rendah, sementara pada tiap posisi yang berbeda (posisi jahitan berbeda) bola mengalami gaya
aerodinamika yang berbeda pula disebabkan oleh bentuk medan aliran dan distribusi tekanan yang
berbeda (Gambar 3). Inilah yang menyebabkan bola memiliki gerakan yang tidak beraturan, yaitu
karena distribusi tekanan selalu berubah.

Gambar 3
Medan aliran dan lintasan bola “knuckleball” (The Knucklebook)

Referensi :

1. Mehta, R.D, Pallis, J.M., “Sports Ball Aerodynamics : Effects of Velocity, Spin, and Surface Roughness,” (2001)
2. L. Alaways, Aerodynamics of the Curve-Ball: Investigation of the Effects of Angular Velocity on Baseball
Trajectories, Ph.D. Thesis, University of California, Davis (1998).
3. North, M., “Aerodynamic Properties of Recreational Projectiles,” (2007)
4. The Knucklebook
5. www.mlb.com
6. www.ilumin.com