Anda di halaman 1dari 14

II.

SINTESIS METIL SALISILAT


Asam bahan salisilat yang cukup merupakan cukup salah satu kimia yang pentingdalam dapat dari

dipasaran

internasional

meningkat

seiringdengan meningkatnya permintaan yang jauh melebihi kapasitas produksinyasehingga menjadikan bahan kimia ini melonjak drastis. Melihat perkembangankebutuhan asam salisilat yang minat meningkat para setiap tahunnya, tidak untuk menutupkemungkinan industri ini akan menarik investor menanamkanmodalnya dalam industri ini. Limbah pabrik asam salisilat dari phenol terdiri dari 3 macam, yaitulimbah padat, cair dan gas. Ditinjau dari proses produksi yang dilaksanakan dalampabrik asam salisilat ini maka dapat disimpulkan bahwa limbah yang ditimbulkantidak berbahaya, namun demikian tetap diadakan pengolahan limbah lebih lanjut. a. Limbah cair Limbah cair yang terdapat dalam pabrik asam salisilat ini adalah asam 4-hydroxybenzoic

kehidupan sehari-hari serta mempunyai nilai ekonomis digunakan tinggikarena intermediet sebagai bahan

pembuatan obat-obatanseperti antiseptik dan analgesik serta pembuatan bahan baku untuk keperluanfarmasi. Perkembangan konsumsi asam salisilat di Indonesia cenderungmeningkat dari tahun ke tahun. Hal ini didukung dengan adanya industriindustriyang sebagai salisilat, pembuatan halnyaindustri menggunakan baku pembuatan dengan karet harga dan asam asam utama, aspirin, dan salisilat seperti metil industri pencelupan, resin salisilat bahan

salisilamide

yangberhubungan kimia.Perkembangan

(4-HBA). 4 HBA yang didapat dari pembuatan asam salisilatsebenarnya dapat diolah kembali sehingga bisa dipakai kembali dalampembuatan asam salisilat. 4 HBA tersebut dapat didekomposisi kembalimenjadi COyang dipakai pada pembuatan sodium phenate yaitu dengan caraelektrokimia dengan memakai suatu elektroda kerja dalam suatu larutandengan kehadiran gas yang mengandung oksigen dan pada potensial/arus reduktif. b. Limbah gas Limbah gas yang terdapat dalam pabrik adalah air dan phenol berfasa gasyang dilepaskan oleh reaktor ball mill dan destilator, air merupakan senyawayang tidak berbahaya sehingga memiliki dapat langsung dilepaskan yang ke lingkungan.Sedangkan phenol yang dihasilkan cukup

karena phenol dengan konsentrasiyang cukup rendah dapat dijual kembali pada pabrik yang membutuhkanphenol dengan konsentrasi rendah. Metil salisilat dapat dibuat melalui esterifikasi asam salisilat . Penggunaan zat ini dalam pengobatan didasarkan pada kenyataan bahwa asam salisilat itu bermanfaat terhadap respon fsiologi. Jika terjadi penyerapan maka penyerapan mudah terjadi melalui membrane usus, aksi rancangan dan eleminasi melalui esterifikasi turunan gugus karboksilat. Dengan metana lain dan juga melalui esterifikasi untuk turunan asetil yang sedikit asam dibandingkan fenol dan asam karboksilat. Metil salisilat mempunyai struktur

konsentrasi

kecil.Pengolahan phenol tidak perlu dilakukan

Mekanisme reaksi metil salisilat dari asam salisilat

BM 159,29 g/mol Komposisi ; C : 63,15% H : 5,3 % O : 31,55% Metil salisilat ini yang merupakan turunan (derivate ) dari asam salisilat dapat dilakukan dengan jalan memanaskan methanol dan asam salisilat dan dengan jalan mencampurkan asam sulfit dengan distilasi dari sisa tumbuhan menjalar atau kulit pohon batula lerda.

Mekanisme reaksi asam salisilat dari benzen

Metil salisilat adalah cairan bening kemerahan dengan bau Wintergreen. Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol dan eter. Metil salisilat telah digunakan untuk pengobatan sakit syaraf, sakit pinggang, radang selaput

dada, angina. Metil

dan

rematik.

Metil

salisilat

adalah Mekanisme reaksi esterifikasi Fischer : 1. Transfer proton dari katalis asam ke atom

komponen utama obat gosok pada minyak

salisilat

terkandung

dalam

minyak yang

oksigen karbonil, sehingga meningkatkan elektrofilisitas dari atom karbon karbonil. 2. 2. Protonasi terhadap salah satu gugus karbonil, yang diikuti oleh pelepasan molekul air menghasilkan ester. 3. Terjadi hidroksil pelepasan milik proton dari gugus

gandapura potensial tumbuhan

(Gaultheria dan

Fragrantissima) pada tubuh,

merupakan tanaman minyak astiri yang cukup terkandung Didalam minyak metal aromatic dari bunga, daun, dan kulit batang lainnya. salisilat di hidrolisis menjadi asam salisilat yang mempunyai efek serupa dengan aspirin. Ester dapat diperoleh dari reaksi esterifikasi dengan cara merefluks sebuah asam karboksilat bersama sebuah alcohol dengan katalis asam dan dapat juga diperoleh dari alkoholisis asam klorida, asam anhidrida dan nitril. Asam yang digunakan sebagai katalis biasanya asam sulfat atau asam lewis dan asam hidroklorida.

alkohol,

menghasilkan

kompleks teraktivasi. Jika ditambahkan sejumlah besar katalis asam, katalis mengubah lingkungan dalam sistem dan sebagian dihilangkan melalui hidrasi air terbentuk dalam reaksi ini. Untuk membuat sebuah ester kecil seperti etil etanoat, anda bisa memanaskan secara perlahan sebuah campuran antara asam metanoat dan etanol dengan bantuan katalis asam sulfat pekat, dan

memisahkan setelah

ester

melalui Ini

distilasi

sesaat

utama dalam pembuatan balsem. Selain dapat diperoleh dari alam, metal salisilat juga dapat dibuat secara sintetik dari reaksi asam salisilat dengan methanol menggunakan katalis asam sulfat pekat. Reaksi dilakukan dalam sebuah reaktor kecil berkapasitas 1 liter dengan memasukkan beberapa senyawa zat dengan menggunakan temperatur 750C, 850C, 950C, 1050C dan 1150C dengan memakai sistem pengadukan secara kontinyu dalam waktu 2 jam putaran pengadukkan 3 rpm. Hasil diambil setelah proses berlangsung dengan kapasitas 750 ml metil salisilat. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pembuatan metil salisilat dengan melihat pengaruh suhu terhadap konversi dengan yield metil salisilat. Selain itu untuk mengetahui cara pembuatan balsem metil salisilat.

terbentuk.

dapat

mencegah

terjadinya reaksi balik. Pemisahan dengan distilasi ini dapat dilakukan dengan baik karena ester memiliki titik didih yang paling rendah diantara semua zat yang ada. Ester merupakan satu-satunya zat dalam campuran yang tidak membentuk ikatan hidrogen, sehingga memiliki gaya antar-molekul yang paling lemah. Ester-ester yang lebih besar cenderung

terbentuk lebih lambat. Dalam hal ini, mungkin diperlukan untuk memanaskan campuran reaksi di bawah refluks selama beberapa waktu untuk menghasilkan sebuah campuran kesetimbangan. Ester bisa dipisahkan dari asam karboksilat, alkohol, air dan asam sulfat dalam campuran dengan metode distilasi fraksional. Metil salisilat merupakan salah satu bahan baku

Pada penelitian ini dilakukan variasi suhu 750C, 850C, 950C, 1050C dan 1150C. Dan diperoleh konversi masing-masing 8,6%, 11,1%, 13,9%, 18,2% dan 30%. Sedangkan yield masingmasing pada 9,5%, sintesa 12,3%, metil 15,3%, 20,05% dan 33,13%. Dapat dilihat bahwa kondisi optimum salisilat dengan menggunakan reaktor adalah pada suhu 1150C. Yaitu dengan konversi dan yield masing-masing 30% dan 33,13%. Metil salisilat yang diperoleh kemudian dibuat dalam bentuk balsem dengan komposisi zat berkhasiat yang sama dengan komposisi zat berkasiat salah satu balsem yang ada di pasaran saat ini. Golongan analgesik non-narkotik seperti asam asetil salisilat ternyata memiliki khasiat anti inflamasi sehingga dapat digunakan untuk mengobati arthitis. Mekanisme Kerja obat ini

belum jelas, walaupun diperkirakan dengan hubungan produksi atau penghantar hormon. Asam salisilat tersedia di alam dalam bentuk ester pada glikosida dan minyak atsiri. Metil ester terkandung dalam minyak gandapura dan minyak aromatik tumbuhan lainnya. Pada asam percobaan karboksilat ini akan disintesis alkohol metil salisilat. Ester dapat diperoleh langsung dari dengan dengan adanya katalis asam dan dapat diperoleh juga dari alkoholis asam klorida, asam anhidrat dan nitril. Kegunaan metil salisilat : Obat obatan Parfum Flavoring Pelarut untuk derivate selulosa Tinta Copy, printing ( pencetak )

Metil salisilat terdapat pada tanaman dan pertama kali dikenal sebagai bahanpewangi westergen. Metil salisilat merupakan salah satu turunan ester yang digunakan dalam

Tambahkan 1 tetes besi (III) chloride pada 10 ml larutan jenuh, terjadi warna lembayung

Penyerapan UV, larutan 0,01% dalam etanol 95% setebal 2cm. menunjukkan pada 238 nm dan 306 nm, resapan pada 238 1,14 dan 306 0,56.

pengobatan , yang lain adalah etil salisilat, aspirin dan fenil ester. Sifat sifat metal salisilat Berwarna kuning /merah Berupa minyak Dapat bercampur dengan alcohol Berbau seperti westergen Indeks bias 1,535-1,538 Titik leleh -8,3oC Titik didih 222,2 C
o

Tahapan

reaksi

esterifikasi

dapat

diilustrasikan asam asetat dan etanol: 1. Protonisasi gugus karbonil 2. Adisi alkohol dan pemindahan suatu proton ke salah satu gugus hidroksil. 3. Eliminasi air dan deprotonisasi. Reaksi pada percobaan ini bersifat harus reversibel maka kesetimbangan

dibuat condong ke kanan untuk diperoleh ester dalam jumlah banyak. Pada kondisi ideal, komposisi campuran kesetimbangan tidak dipengaruhi ada

Larut dalam eterdan asam asetat glacial Larut dalam alcohol 70%

Identifikasi metil salisilat :

tidaknya katalis, tapi percobaan telah menunjukkan bahwa nilai konstanta kesetimbangan akan menjadi dua kali lipat. Jika ditambahkan sejumlah besar katalis asam maka katalis ini akan Penambahan asam sulfat pekat sebanyak 3 mL berfungsi untuk sebagai katalis yang sifatnya asam dan laju energi hanya reaksi untuk dengan memepercepat menurunkan mengubah lingkungan dalam sistem dan sebagian dihilangkan melalui hidrasi air yang terbentuk dalam reaksi ini. Asam salisilat berupa hablur putih biasanya jarum halus serta rasanya agak kemanis-manisan, tajam dan stabil di udara. Warnanya putih dan tidak berbau serta sukar larut dalam air dan benzen namun mudah larut dalam etanol dan eter atau air yang mendidih. Jarak titik leburnya 158 derajat Celcius dan 161 derajat Celcius. Struktur Kimia Asam Salisilat

aktivasinya.

Penambahan asam sulfat ini dilakukan diawal atau terdahulu pada percobaan ini bertujuan agar tidak terjadinya prematur, yaitu terbentuk metil salisilat sebelum waktu yang diinginkan. Dalam percobaan ini tujuannya untuk mensintesis metil salisilat yang artinya memebentuk metil salisilat. Reaksi pembentukan metil salisilat:

Dari pembuatan metil salisilat ini dapat disimpulkan: 1. Metil salisilat dapat dibuat dengan cara mereaksikan asam salisilat dengan Struktur kimia untuk katalis asam atau asam sulfat (H2SO4) : metanol dan asam sulfat sebagai katalis. 2. Ester dapat diperoleh dari reaksi esterifikasi langsung dari asam salisilat dengan metanol dengan katalis asam sulfat. 3. Pemisahan cairan-cairan organik dapat dilakukan dengan cara soxlet dan perbedaan kepolarannya serta perbedaan titik didih (destilasi). 4. Pemisahan pelarut secara efisien dapat Sintesis itu adalah pembuatan suatu zat secara kimiawi. Sintesis metil salisilat adalah pembuatan metil salisilat dengan cara reaksi kimia. dilakukan dengan cara soxlet. 5. Pemurnian metil salisilat dari diklorometan dapat dilakukan dengan cara penyulingan, namun reaksi ini tidak dilakukan karena waktu yang terbatas.

6. Produk atau hasil yang diperoleh tidak murni metil salisilat karena praktikum hanya dilakukan pada sampai penambahan diklorometan. Namun wanginya telah tercium walaupun hasilnya belum murni. Sifat-sifat metal salisilat: Bentuk fisik cairan berminyak , tidak berwarna, merah atau kuning; Berat molekul : 152,16; Berbau jelas, berasa dingin; bentuk cairan, berminyak; Formula molekul : C8H8O3; Titik didih : 433 0F (223
0

Keracunan akut

Terhirup Dapat menyebabkan iritasi. Kontak dengan kulit Dapat menyebabkan iritasi. Kontak dengan mata Dapat menyebabkan iritasi berat. Tertelan Dapat menyebabkan rasa panas pada kerongkongan, perut dan terjadi muntah. Gejala dapat terjadi dalam beberapa jam berikutnya seperti bagian dalam dan saluran pernafasan, apatis/ lesu, lemah, anoreksia, mual, diare, sakit kepala, pusing, telinga berdenging, kesulitan mendengar. Gejala lain pemarah, gelisah, hiperventilasi, hipertermia, hiperglikemia (kadar gula darah tinggi), hipoglikemia (kadar gula darah rendah), bingung, disorientasi, mengigau (delirium), mania

C); Titik beku : 18 0F (-8 0C); Tekanan


0

uap :1 mmHg @ 54 : 1,184; larut

C; Kerapatan uap

(udara=1) : 5,24; Kerapatan relatif (air=1) Sedikit larut dalam air. Dapat alkohol, kloroform, eter, dalam

asam asetat. Efek klinis dari metal salisilat

dan konvulsi juga dapat terjadi. Dalam keracunan berat, gejala dapat meningkat sampai edema paru, perdarahan, oliguria (urin sedikit), gagal ginjal akut, koma & mati sampai gagal pernafasan dan/ atau gagal jantung. Rata-rata dosis yang mematikan 10 ml pada anak dan 30 ml pada dewasa. Keracunan kronis

badan, penurunan mental, dan erupsi kulit. Kerusakan hati dapat terjadi.

Kontak dengan mata Paparan yang panjang dan berulang dapat menyebabkan konjungtiva.

Tertelan

Keracunan kronis dapat menyebabkan telinga berdenging, perdarahan lambung atau retina, bisul perut, penurunan berat badan, kemunduran mental, dan erupsi pada kulit.

Terhirup Paparan yang panjang dan berulang dapat menyebabkan iritasi.

Kontak dengan kulit Paparan yang panjang dan berulang dapat menyebabkan radang/ infeksi kulit. Keracunan kronis dari absorpsi kulit dapat menyebabkan berdenging pada telinga, perdarahan pada lambung atau selaput jala/ mata, bisul perut, kekurangan berat Nama IUPACAsam 2-hidroksibenzoat

Sifat Rumus molekul Massa molar Densitas Titik lebur Titik didih Kelarutan dalam metanol C7H6O3 138,12 g/mol 1,44 g/cm3 159 C 211 C (2666 Pa) kloroform 0,19 M; etanol
[1]

ester dari asam salisilat dan ester salisilat dari asam organik. Di samping itu digunakan pula garamsalisilat. Turunannya yang paling dikenal asalah asam asetilsalisilat. Asam salisilat mendapatkan (bahasa dari Latin: asam namanya salix), tersebut dedalu dari yang secara manusia dalam spesiesdedalu memiliki alamiah,

kloroform, etanol, 1,84 M; metanol 2,65 M Senyawa terkait Metil salisilat, Asam benzoat, Fenol, Aspirin, Senyawa terkait Asam 4-hidroksibenzoat, Magnesium salisilat, Bismut subsalisilat, Asam sulfosalisilat Terdapat berbagai turunan yang digunakan sebagai obat luar, yang terbagi atas 2 kelas,

kandungan dan

situlah

mengisolasinya.

Penggunaan

pengobatan tradisional telah dilakukan oleh bangsa Sumeria, Asyur dan sejumlah suku Indian seperti Cherokee. Pada saat ini, asam salisilat banyak diaplikasikan dalam pembuatan obat aspirin. Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap ke dalam salisilat baru. Selain sebagai obat, asam salisilat juga merupakan hormon tumbuhan.