Anda di halaman 1dari 11

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Kegiatan : Ketrampilan Kedokteran Keluarga: Kunjungan Pasien di Rumah (Home visit) di Puskesmas Karanganyar Bidang Kegiatan : Field Lab Pelaksana : Nama Jurusan Universitas : I Gusti Agung Ayu Eka Putri Sunari (G0008221) : Pendidikan Dokter : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Telah Disahkan Pada : 22 Oktober 2011

Menyetujui,

Ibnu Ridwan, dr. NIP: 19700125 200312 1 003

DAFTAR ISI

Lembar pengesahan................................................................................. 1 Daftar Isi................................................................................................. 2 BAB I BAB II BAB III BAB IV Lampiran PENDAHULUAN....................................................... 3 KEGIATAN YANG DILAKUKAN................................... 5 PEMBAHASAN................................................................... 7 PENUTUP................. 10

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 11

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia adalah negara yang dianggap tertinggal dalam sektor kesehatan dibanding dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Angka kematian bayi yang tinggi (34 per 1000 kelahiran hidup), angka kematian ibu melahirkan yang tinggi (228 per 100.000 jiwa), angka harapan hidup yang rendah (6,9 pertahun), tingginya angka rata-rata prevalensi malnitrisi dan penyakit menular, diperburuk dengan isu-isu terkait tidak meratanya dan rendahnya kualitas pelayanan kesehatan masyarakat dan peningkatan biaya berobat yang tidak terkontrol adalah faktor-faktor penyebab memburuknya sektor kesehatan di Indonesia. WHO (2003) menekankan bahwa kunci untuk meningkatkan status kesehatan dan mencapai Millenium Develompment Goals (MDGs) 2015 adalah dengan memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer (Primary Health Care). Perlu adanya integrasi dari Community Oriented Medical education (COME) ke Family Oriented Medical Educational (FOME), salah satunya adalah dengan pelayanan kedokteran keluarga yang melaksanakan pelayanan kesehatan holistik meliputi usaha promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan pendekatan keluarga. Dengan adanya prinsip utama pelayanan dokter keluarga tersebut, perlulah diketahui berbagai latar belakang pasien yang menjadi tanggungannya, serta dapat selalu menjaga kesinambungan pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh pasien tersebut. untuk dapat mewujudkan pelayanan kedokteran yang seperti ini, banyak upaya yang dapat dilakukan. salah satunya yang dipandang mempunyai peranan penting adalah melakukan kunjungan rumah (home visit) serta melakukan perawatan pasien di rumah (home care) terhadap keluarga yang membutuhkan

Karena pengetahuan tentang latar belakang pasien serta terwujudnya pelayanan kedokteran menyeluruh dinilai merupakan kunci pokok keberhasilan pelayanan dokter keluarga, maka telah merupakan kewajiban pula bagi setiap dokter untuk dapat memahami serta terampil melakukan dan perawatan pasien di rumah tersebut. B. Tujuan Pembelajaran 1. Mahasiswa mampu menjelaskan dasar-dasar kunjungan rumah (home visit) dalam kedokteran keluarga. 2. Mahasiswa mampu melakukan tahapan-tahapan dan prosedur kegiatan kunjungan rumah (home visit) dalam pelayanan kedokteran keluarga.

BAB II KEGIATAN YANG DILAKUKAN Kegiatan Field Lab Home visit kelompok A3 dilaksanakan di Puskesmas Karanganyar dan dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama, yaitu tanggal 10 Oktober 2011, kelompok A3 datang ke Puskesmas Karanganyar dan disambut hangat oleh Kapuskes Karanganyar, dr. Ibnu. Setelah sedikit perkenalan, acara pagi itu diisi dengan diskusi materi home visite. Kami, kelompok A3, beserta dr. Ibnu bersama-sama menyamakan persepsi tentang Formulir Kunjungan Rumah. Setiap pertanyaan pada formulir tersebut kami bahas satu persatu untuk mendapatkan pemahaman yang sama. Hampir tiga jam kami berdiskusi akhirnya tebentuklah formulir kunjungan rumah dengan pertanyaan yang lebih detail dan sudah ditetapkan kunjungan ke rumah akan dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 17 Oktober 2011. Pada hari yang ditentukan, yaitu hari Senin tanggal 17 Oktober 2011, kelompok A3 datang lagi ke Puskesmas Karanganyar untuk mengikuti kegiatan Fieldlab hari kedua. Pagi itu kami dibagi menjadi 5 kelompok kecil yang terdiri dari 2 orang yang nantinya akan menuju 5 posyandu yang sudah ditentukan. Penulis mendapatkan posyandu yang terletak di daerah Jetis, Karanganyar. Penulis menuju ke Posyandu Jetis didampingi dengan bidan Dwi yang kebetulan sedang bertugas di posyandu tersebut Sesampai di Posyandu Jetis, penulis mengobrol sebentar dengan ibu-ibu kader yang sedang mempersiapkan posyandu campak pagi itu dan kemudian melanjutkan kunjungan ke rumah yang berada tidak jauh dari tempat posyandu. Ada 6 rumah yang akan dikunjungi, masing-masing dari kami akan bertanya pada 3 rumah. Kunjungan rumah-rumah yang ada disekitaran Posyandu Jetis berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu kami kembali ke Puskesmas Karanganyar.

Sesampai di Puskesmas Karanganyar, kami, kelompok A3 melakukan diskusi perihal kendala dilapangan dan format laporan yang akan dikumpulkan. Setelah semuanya selesai dibicarakan kami berpamitan untuk kembali pulang ke Solo.

BAB III PEMBAHASAN Pelaksanaan Fieldlab kali ini dilaksanakan di Puskesmas Karanganyar dengan tema kegiatan Kunjungan Rumah (Home Visit). Kegiatan kali ini kelompok A3 dibagi menjadi 5 kelompok yang berisikan 2 anak yang nanti akan mengunjungi 5 posyandu yang sudah ditentukan. Pada kegiatan kali ini penulis mengunjungi Posyandu Jetis Karanganyar. Ada 3 rumah yang dikunjungi penulis. Rumah pertama tepat berasa disebelah posyandu. Nama pemilik rumah adalah Bapak Agusturis Indrayanto (36 th). Dirumah ini beliau tinggal bersama istrinya yang bernama Ibu Sri Hartati (32 th) dan kedua putri kecilnya yang bernama Maga (7 th) dan Galuh (4 th). Pekerjaan sehari-hari Pak Agus adalah wiraswasta. Beliau mendirikan warung kecil yang menjual kebutuhan sehari-hari yang terletak didepan rumahnya. Dirumah Pak Agus ini tidak ditemukan adanya anggota keluarga yang sedang sedang sakit, akan tetapi Pak Agus sendiri sedang menjalani pemulihan pasca dirawat inap di Rumah Sakit Karanganyar karena keluhan jantung lemah dan hipertensi. Pak Agus dulu pernah menjadi perokok, akan tetapi sekarang sudah tidak. Dari riwayat penyakit keluarga didapatkan bahwa ibu dari Pak Agus menderita diabetes militus. Untuk informasi fungsi holistik keluarga, didapatkan hasil yang baik dilihat dari fungsi biologis, psikologis, sosial, ekonomi, pengawasan masalah dan kemampuan beradaptasi. Dari perhitungan APGAR skor didapatkan hasil baik, dimana menunjukkan bahwa keluarga Pak Agus adalah keluarga yang sehat. Tidak ditemukan fungsi patologis (SCREEM) pada keluarga Pak Agus. Secara umum keadaan rumah dan lingkungan tempat tinggal Pak Agus sudah bisa dikatakan layak tinggal dan sudah memenuhi syarat rumah sehat. Untuk keluahan yang pernah dirasakan Pak Agus, penulis memberi saran untuk tetap menjaga kondisi tubuh dengan cara tetap mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna dan berolahraga teratur untuk menjaga kesehatan jantung Pak Agus. Jika terdapat keluhan sama yang muncul dapat segera menghubungi rumah

sakit terdekat. Merokok bisa jadi salah satu faktor predisposisi dari sakit jantung yang diderita Pak Agus. Selain menjaga kesehatan jantung ada baiknya Pak Agus juga menjaga asupan gula mengingat ibu dari Pak Agus menderita diabetes. Rumah kedua yang penulis kunjungi adalah rumah (Alm) Bapak Suwatno. Saat ini rumah tersebut ditempati oleh Ibu Dariyem (Istri Alm. Pak Suwatno, 70 th) dan anak perempuannya Ibu Lini ( 54 th ). Dirumah ini keluhan datang dari Ibu Dariyem, akan tetapi ketika penulis berkunjung, Ibu Dariyem sedang berobat ke rumah sakit, maka dari itu penulis menggali informasi dari Bu Lini. Ibu Dariyem sudah sekitar 15 tahun menderita diabetes dan hipertensi. Selama ini Bu Dariyem sering bolak balik masuk rumah sakit karena penyakitnya. Penyakit diabetes dan hipertensi memang sering dialami oleh para lanjut usia (lansia). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis, didapatkan bahwa secara fungsi holistik ekonomi tampak keluarga ini sangat hidup sederhana, penghasilan utama berasal dari uang pensiunan Bu Dariyem. Ibu Lini sendiri tidak mempunyai pekerjaan. Pemasukan lain didapatkan dari kiriman anak-anak Bu Dariyem yang sebagian besar berada di luar kota. Penulis juga menemukan bahwa fungsi sosial keluarga Bu Dariyem agak kurang baik karena dari pengakuan Ibu Lini sendiri yang menyatakan agak jarang berkumpul dengan warga sekitar. Dari APGAR skor didapatkan hasil sedang, sedangkan untuk hasil fungsi patologis (SCREEM) didapatkan hasil positif untuk sumber sosial dan ekonomi. Tempat tinggal dan lingkungan tempat Bu Dariyem tinggal sudah layak dan sudah memenuhi syarat rumah sehat. Untuk penanganan keluhan utama Bu Dariyem, yaitu diabetes dan hipertensi bisa dilakukan pencegahan kekeadaan yang lebih buruk. Pemeriksaan rutin tetap terus dilakukan, mengingat Bu Dariyem adalah seorang lansia yg butuh perhatian lebih. Rumah ketiga yang penulis kunjungi adalah rumah Bu Kamini (52 th). Ibu Kamini tinggal berdua dengan anak laki-lakinya yang bernama Suwarto (35 th). Suami Bu Kamini sudah lama meninggal dunia karena kecelakaan. Dari hasil wawancara yang penulis lakukan, tidak ditemukan keluhan penyakit di keluarga Bu Kamini. Dari penetapan masalah didapatkan hasil bahwa anak Bu Kamini perokok,

jadi kemungkinan terjadi gangguan pernafasan karena asap rokok dapat terjadi. Hasil pengamatan fungsi keluarga tampak baik dari semua fungsi. Hanya saja dari fungsi tampak sedikit mengalami kesulitan mengingat penghasilan dari berjualan (wirausaha) yang tidak menentu. APGAR skor dari Bu Kamini menunjukkan hasil baik, dimana Bu Kamini merasa puas dengan keluarganya. Dari pengamatan fungsi patologis, hanya sumber ekonomi yang menunjukan hasil positif. Sedikit masukan untuk keluarga Bu Kamini adalah tetap menjaga kesehatan dan menghindari paparanpaparan yang dapat menimbulkan penyakit.

BAB IV PENUTUP Simpulan Kegiatan FieldLab Kunjungan Rumah (Home Visit) di Puskesmas Karanganyar dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Kegiatan ini mengharuskan mahasiswa untuk terjun langsung dan belajar cara melakukan kunjungan rumah yang benar di masyarakat. Dari hasil pengamatan, didapatkan dua anggota keluarga dari 3 keluarga yang dikunjungi memiliki keluhan dijantung dan juga keluhan hipertensi dan diabetes. Saran Saran yang bisa penulis sampaikan untuk Puskesmas Karanganyar adalah agar dapat lebih memperhatikan warga yang benar sudah terdeteksi mengalami masalah kesehatan. Diharapkan juga kegiatan home visit ini dapat dilakukan lebih sering untuk mendapatkan informasi terbaru dari warga amsyarakat.

10

DAFTAR PUSTAKA Azwar, A. 1996. Pengantar Pelayanan Dokter Keluarga. Jakarta: Yayasan Penerbit Ikatan Dokter Indonesia. Tim Field Lab FK UNS. 2011. Ketrampilan Kedokteran Keluarga: Kunjungan Pasien di Rumah (Home Visit). Surakarta: FK UNS Press.

11