Sistem Integumen, Otot, dan Rangka Ikan Layang

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan29 halaman
Laporan praktikum ini membahas tentang sistem integumen, otot, dan rangka pada ikan layang biru (Decapterus macarellus) sebagai bagian dari mata kuliah ikhtiologi. Tujuan praktikum adalah untuk memahami dan menggambarkan fungsi dari ketiga sistem tersebut dalam tubuh ikan. Laporan ini juga mencakup metodologi praktikum, hasil, dan pembahasan mengenai karakteristik serta fungsi sistem-sistem tersebut.

Diunggah oleh

ondeonde676
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aryanty Ulandari

LAPORAN PRAKTIKUM IKHTIOLOGI

SISTEM INTEGUMEN, OTOT DAN RANGKA


IKAN LAYANG BIRU (Decapterus macarellus)

OLEH :
ARJUN DARMA FITRA
2304114383
TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
KAMIS/SESI 2/10.00-12.00
KELOMPOK 3

LABORATORIUM BIOLOGI PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2024
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa karena
atas izin dan kehendak-Nya, makalah ini dapat penulis selesaikan pada waktunya.
Penulisan dan pembuatan laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata
kuliah ikhtiologi. Adapun yang kami bahas dalam laporan praktikum ini mengenai
Sistem Integumen, Otot, dan Rangka.
Dalam penulisan laporan ini penulis menemui berbagai hambatan yang
dikarenakan terbatasnya ilmu pengetahuan penulis mengenai hal yang berkenan
dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini .Terutama
kepada asisten laboratorium yaitu kak Aryanty Ulandari yang membantu selama
proses praktikum berlangsung dan anggota kelompok 3 .
Dalam laporan ini penulis sudah berusaha untuk dapat menyusunnya dengan
baik. Tetapi penulis yakin makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan saran dan juga kritik untuk menyempurnakan laporan ini.
Penulis berharap laporan ini dapat menjadi referensi dan berguna bagi kami dan
siapa pun yang membacanya.

Pekanbaru, 26 Mei 2024

Arjun Darma Fitra


ii

DAFTAR ISI

Isi Halaman
KATA PENGANTAR ............................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
DAFTAR TABEL ..................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. vi
I. PENDAHULUAN ..................................................................................
1.1. Latar Belakang ................................................................................. 1
1.2. Tujuan Praktikum ............................................................................. 3
1.3. Manfaat Praktikum ........................................................................... 3
II. TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................
2.1. Sistem Integumen ........................................................................... 4
2.2. Sistem Otot ..................................................................................... 5
2.3. Sistem Rangka ................................................................................ 5
2.4. Karakteristik Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)……….. 6
III. METODOLOGI PRAKTIKUM ......................................................
3.1. Waktu dan Tempat ........................................................................ 7
3.2. Alat dan Bahan .............................................................................. 7
3.3. Metode Praktikum ......................................................................... 8
3.4. Prosedur Praktikum ....................................................................... 8
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ...........................................................
4.1. Hasil .............................................................................................. 9
4.1.1. Klasifikasi Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)......... 9
4.1.2. Sistem Integumen Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) 10
4.1.3. Sistem Otot Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)......... 10
4.1.4. Sistem Rangka Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)... 11
4.2. Pembahasan ................................................................................ 13
iii

4.2.1. Sistem Integumen Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) 13


4.2.2. Sistem Otot Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)......... 13
4.2.3. Sistem Rangka Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus).... 13
V. KESIMPULAN DAN SARAN ...........................................................
5.1. Kesimpulan ..................................................................................... 15
5.2. Saran ............................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iv

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
1. Alat Praktikum ............................................................................. 7
2. Bahan Praktikum ........................................................................... 7
v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Halaman
1. Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) ........................................ 9
2. Sisik Cycloid Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)................... 10
3. Otot Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) ................................ 10
4. Kerangka Tubuh Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) ............ 11
5. Kerangka kepala Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)............. 11
6. Vertebrae abdominal Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)....... 12
7. Vertebrae Caudal Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)............. 12
8. Sirip Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)................................. 12
vi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Alat Praktikum............................................................................... 19
2. Bahan Praktikum............................................................................ 20
3.
1

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Indonesia adalah negara kepulauan atau archipelagic state terbesar di
dunia yang berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia,
serta menghubungkan dua samudra besar, yaitu Samudra Hindia dan Samudra
Pasifik. Luas perairan, laut teritorial dan perairan pedalaman, lebih kurang 2,7
juta kilometer persegi, atau sekitar 70% dari luas wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia atau NKRI.
Salah satu cabang ilmu Biologi (zoologi) yang mempelajari khusus tentang
ikan beserta segala aspek kehidupan yang dimilikinya disebut Ikhtiologi. Ikan
adalah vertebrata air yang termasuk hewan berdarah dingin yang dapat ditemukan
baik pada air garam dan air tawar. Ciri khasnya adalah mempunyai tulang
belakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai
medium dimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air
untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan
tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan
oleh arah angin (Nur Innayah Said, 2023)
Pada istilah bahasa Indonesia, Pisces dikenal sebagai “ikan” yang mencakup
berbagai jenisnya, mulai dari yang tidak mempunyai rahang (termasuk superkelas:
Agnatha) hingga yang mempunyai rahang (termasuk superkelas: Gnathostomata)
yang terdiri dari ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes) dan ikan bertulang
sejati (kelas Osteichthyes). Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling
beragam, dengan lebih dari 27 ribu spesies di seluruh dunia. Struktur tubuh ikan
umumnya terbentuk oleh rangka tubuhnya, tulang penyusunnya bisa berupa tulang
rawan ataupun tulang sejati. Insang dan ekornya membantu mereka untuk
bergerak cepat di dalam air (Ferdyan et al., 2020).
Ikan merupakan hewan vertebrata yang hidup di dalam air. Ikan memiliki
insang yang berfungsi sebagai alat pernapasan untuk mengambil oksigen dalam
air dan sirip digunakan untuk berenang.(M. Adrim and Fahmi, (2020). Dalam
kelompok hewan bertulang belakang atau vertebrata, ikan memiliki jumlah
2

terbesar diperkirakan 40.000 spesies, sementara yang tercatat hingga saat ini
sekitar 25.000. Terdapat sekitar 13.630 spesies ikan yang berada di perairan laut,
dikarenakan hampir 70% permukaan bumi terdiri dari air laut dan perairan tawar
hanya sekitar 1% saja (C. Siagian, 2019)
Integumen atau kulit ikan memiliki kesamaan dan perbedaan penting dari
integumen vertebrata lain. Untuk ikan, seperti untuk vertebrata lainnya, integumen
adalah selubung tubuh yang tidak hanya memisahkan dan melindungi hewan dari
lingkungannya, tetapi juga menyediakan sarana untuk melakukan sebagian besar
kontak dengan dunia luar (Elliott, 2019).
Otot pada ikan merupakan urat daging yang membentuk daging ikan. Otot
ikan terdiri dari tiga jenis otot berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu otot
polos, otot h, dan otot jantung. Otot dibagi menjadi dua jenis berdasarkan
responsnya terhadap rangsangan, otot yang mengontrol sinyal dari sistem saraf
pusat dan yang tidak. Berdasarkan perlekatannya dapat dibedakan menjadi dua
golongan, yaitu otot yang berada pada rangka yaitu otot bergaris dan yang tidak
melekat pada rangka yaitu otot jantung dan otot polos. Sistem otot pada ikan
tersebar hampir diseluruh tubuh sehingga setiap system otot tersebut mempunyai
peranan atau fungsi tersendiri sesuai dengan tempat dimana dia terdapat. Namun
dengan demikian, secara umum sistem otot mempunyai fungsi untuk
menggerakkan bagian-bagian tertentu dari tubuh ikan, sehingga secara
keseluruhan menyebabkan ikan mampu bergerak atau berenang. salah satu
susunan otot yang membuat kontraksi yaitu epaxial dan hypaxial yang
menyebabkan tubuh menekuk (Kahby et al., (2023).
Ikan layang biru (Decapterus macarellus) merupakan salah satu jenis ikan
pelagis kecil yang dominan tertangkap dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,
terutama untuk daerah dengan perairan yang lebih oseanik seperti di perairan
Indonesia bagian timur (Zamroni et al., 2019) . Ikan laying (Decapterus
macarellus) adalah salah satu sumber daya hayati laut yang telah menjadi
komoditi penting dalam kehidupan manusia. Pemanfaatan ikan layang menjadi
ikan konsumsi sebagai sumber protein hewani dengan harga relatif [Link]
layang juga digunakan sebagai ikan umpan dalam penangkapan ikan tuna
dan cakalang (Karundeng et al., 2022).
3

1.2. Tujuan Pratikum


Tujuan dari pelaksanaan pratikum adalah dapat mengetahui cara
membedakan antara bagian ikan dan fungsi 3 sistem pada tubuh ikan. Serta dapat
mengetahui sistem Integumen, sistem otot, sistem rangka pada ikan. Setelah itu
dapat menggambar sistem Integumen, sistem otot, dan sistem rangka pada ikan.

1.3. Manfaat Pratikum


Manfaat yang didapat dari melakukan pratikum ini adalah. Kita dapat
menambah wawasan ke ilmuan, dan dapat mengetahui tentang system integument,
otot dan rangka pada tubuh ikan layang biru (Decapterus macarellus).
4

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Sistem Integumen


Integumen berasal dari bahasa latin intergum yang berarti penutup. Integumen
adalah suatu sistem yang sangat bervariasi sehingga terdapat sejumlah organ
maupun struktur tertentu dengan fungsi yang beragam. Sistem integumen pada
ikan memiliki beberapa fungsi antara lain yaitu: proteksi terhadap gangguan
mekanis, fisis, organis ataupun adaptasi diri terhadap berbagai macam faktor yang
mempengaruhi kehidupannya.
Kulit juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan osmoregulasi dan pada beberapa
jenis ikan tertentu berfungsi sebagai alat pernapasan Sistem integumen bisa
dianggap terdiri dari kulit utama dan derivat-derivatnya. (Yuniarti Konio et al.,
2019)
Sistem integumen merupakan sistem organ yang dapat membedakan,
memisahkan, melindungi, dan memberikan informasi tentang lingkungan sekitar.
Sistem integumen adalah salah satu sistem yang paling luas. Berdasarkan
kompleksitas integrasi vertebrata pada ikan terdapat macam-macan fungsi.
Adapun fungsi sistem integumen ikan adalah perlindungan terhadap gangguan
mekanis, fisik, organis, serta penyesuaian diri terhadap faktor yang berpengaruh
pada kehidupannya, termasuk melindungi dari hewan lain yang merupakan
musuhnya. Selain itu kulit juga berfungsi sebagai alat ekskresi dan osmorregulasi,
serta alat pernapasan pada beberapa jenis ikan. Sistem integument ikan terdiri dari
berbagai elemen seperti kulit, sisik, jari-jari sirip, lendir, scute, keel, dan kelenjar
racun (Rosidah, 2024).
Sistem integumen membantu ikan untuk mengatur suhu, melindungi diri dari
serangan predator, dan mengatur metabolisme. Sementara itu, sistem gerak
menyediakan struktur dan kontrol untuk memungkinkan ikan bergerak melalui air.
Kedua sistem ini berinteraksi dengan cara yang kompleks, memungkinkan ikan
untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka. Ini menunjukkan bahwa sistem
integumen dan gerak ikan penting untuk memahami biologi dan evolusi ikan.
5

2.2. Sistem Otot

Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan.
Sistem otot atau sistem urat daging pada ikan berfungsi sebagai pembentuk tubuh
dan penghasil daya gerak terhadap ikan. Pada umumnya ikan mempunyai tiga
macam urat daging, yaitu urat daging bergaris, urat daging licin dan urat daging
jantung. Secara fungsional urat daging dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang
dibawah rangsangan otak (voluntary), ialah urat daging bergaris dan yang tidak di
bawah rangsangan otak (involuntary), ialah urat daging licin dan urat daging
jantung (Raharjo, 2021).
Ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan fungsi dan
strukturnya, yaitu otot licin, otot bergaris/rangka dan otot jantung. Dari
penempelannya dibedakan menjadi dua yaitu otot menempel pada rangka (otot
bergaris), yang tidak menempel pada rangka (otot jantung) dan otot polos. Sistem
otot atau sistem urat daging pada ikan dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang
dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak (Jaelani,
2019).
Urat daging pada ikan terbagi menjadi urat daging bagian atas (epaxial) dan
urat daging bagian bawah (myosepta). Kedua urat daging ini dipisahkan oleh
jaringan ikan yang disebut horizontal septum. Urat daging ini dipisahkan oleh
jaringan ikan yang disebut horizontal septu. Urat daging pada ikan terlihat seperti
tersusun atas blok-blok. Blok-blok ini dinamakan myotome sedangkan kumpulan
dari blok urat daging ini dinamakan myosepta (Hariyono, 2021).

2.3. Sistem Rangka


Rangka merupakan struktur yang mendukung tegaknya tubuh. Kombinasi
tulang dan otot memberikan bentuk tubuh. Tulang penyusun rangka mengandung
kalsium, fosfor, magnesium dan garam lainnya. Pada ikan, tulang keras berasal
dari tulang rawan. Rangka memiliki fungsi seperti: melindungi organ tubuh yang
rentan seperti jantung, hati, saluran pencernaan, dll. penunjang tubuh, sebagai alat
penggerak pasif. Sistem kerangka meliputi: tulang punggung, jaringan ikat, tulang
baik, tulang rawan, sisik, gigi, sirip dan sel-sel pendukung sistem saraf (Pandit,
2021).
6

Rangka pada ikan berfungsi untuk menegakkan tubuh, menunjang atau


menyokong organ tubuh. Rangka pada tubuh ikan juga berkontribusi memberikan
bentuk tubuh yang beraneka ragam. Sistem rangka ikan dapat dibedakan menjadi
dua kelompok, yaitu Chondrichthyes yang hanya memiliki tulang rawan dan
Osteichthyes yang memiliki tulang sejati dan tulang rawan. Rangka ikan dibagi
menjadi tiga bagian, yang pertama adalah pusat aksial, yaitu sumbu yang
memberikan bentuk utama punggung. Rangka kedua adalah tulang visceral, yang
terdiri dari semua bagian tulang lengkung insang. Lapisan ketiga adalah kerangka
apendikular, yaitu tulang yang menopang sirip dan pelekatnya (Rahardjo, 2020).

2.2. Karakteristikk Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)


Salah satu jenis sumber daya ikan yang memiliki potensi besar di
Indonesia adalah ikan layang biru. Penanganan terhadap ikan layang harus
dilakukan secara cepat, cermat, dan pastikan rantai dingin tetap terjaga. Sistem
rantai dingin adalah cara yang dapat mempertahankan mutu produk perikanan.
Penanganan terhadap ikan layang harus dilakukan secara cepat, cermat, dan
pastikan rantai dingin tetap terjaga. Hal itu dikarenakan daging ikan layang
memiliki kandungan asam amino histidine yang relatif tinggi. Setelah ikan mati,
enzim-enzim yang berasal dari bakteri akan menguraikan histidine menjadi
histamin. (Ndahawali et al., 2022)
Ikan layang biru (Decapterus macarellus) merupakan sumber daya ikan
pelagis kecil yang memiliki nilai ekonomis penting bagi kehidupan, namun jika
terjadi upaya penangkapan yang tidak terkontrol dapat mengancam
kelestariannya, bahkan dapat menghancurkan potensi ekonomis didalamnya.
(Ningtyas., 2019)
Ikan layang biru (Decapterus macarellus) dewasa lebih menyukai perairan
laut yang jernih, ikan layang biru juga dapat ditemukan hidup didekat permukaan,
tetapi umumnya ditangkap diantara kedalaman 40 m dan 200 m. Namun pada
umumnya ikan ini hidup di perairan pantai dan di perairan Samudra hindia .
Layang biru (Decapterus macarellus) pada ujung belakang rahang atas
mempunyai bentuk agak membulat dan miring tidak mempunyai gigi pada rahang
atas (Fishbase, 2018). Menurut pengamatan Dinda Puspita Ningtyas (2019), ikan
layang biru (Decapterus macarellus) mempunyai tubuh memanjang dan ramping,
7

Sirip punggung pendek, tidak sampai melebihi garis vertical dari ujung posterior
duri-duri perut, garis lateral terdiri dari 68-79 sisik berbentuk cycloid.

III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Pratikum Ikhtiologi tentang system integument, otot dan rangka pada tubuh
ikan dilakukan pada Hari Kamis Tanggal 23 Mei 2024 Pukul 10.00-12.00 WIB di
Laboratorium Biologi Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universias Riau.

3.2. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam melaksanakan pratikum ini
yaitu :
Tabel 1. Bahan Praktikum
Bahan Keterangan

Ikan Layang Biru Untuk di identifikasi dan objek


pratikum

Tabel 2. Alat Praktikum


Alat Kegunaan

Nampan Wadah objek penelitian

Pena Mencatat hasil identifikasi morfometrik


dan meristik ikan yang diteliti

Buku praktikum Menggambar ikan yang diteliti

Pencil Menggambar ikan yang diteliti

Penghapus Menghapus jika terdapat kesalahan saat


menggambar ikan

Penggaris / meteran Mengukur morfometrik tubuh ikan

Serbet Membersihkan cairan yang keluar dari


tubuh ikan

Handphone Dokumentasi
8

Buku penuntun praktikum Sebagai penuntun kegiatan praktikum

Pisau Cutter Memotong dan memfillet ikan

Mikroskop Mengamati Sisik Ikan

Tisu Gulung Mengeringkan Ikan

3.3. Metode Pratikum


Metode yang digunakan pada praktikum system integrumen, otot dan
rangka ikan ini adalah pengamatan secara langsung dimana mahasiswa
mengamati secara langsung bagaimana sistem integument, sistem otot dan
sistem rangka ikan dari kepala hingga ekor dari spesies ikan yang diamati.

3.4. Prosedur Pratikum


Adapun Prosedur dari pratikum ini adalah yang pertama adalah dengan
mengambil ikan yang sudah di sediakan dilaboratorium, untuk memenuhi syarat
mengikuti pratikum tentang sistem integument, otot dan rangka. Kemudian ambil
ikan dan letakkan ikan diatas nampan yang telah disediakan. Letakkan dengan
posisi perut (ventral) di sebelah bawah dan kepala di sebelah kiri. Lalu gambarlah
ikan semirip mungkin dengan ikan yang asli kemudian lakukanlah pengukuran
morfoometrik terhadap tubuh ikan untuk mengetahui panjang total (TL). Setelah
itu ambillah sisik di salah satu tempat bagian pada tubuh ikan itu, yaitu dilinnea
lateralis, diatas linnea lateralis atau dibawah linnea lateralis, lalu bawalah sisik
yang sudah kita ambil untuk melakukan pengamatan menggunakan mikroskop
tujuannya yaitu untuk mengetahui bentuk dari sisik ikan tersebut, setelah itu belah
ikan dari bagian sirip sampai ke sirip perut ikan dan, lalu perhatikan otot-ototnya.
Selanjutnya adalah dengan mem fillet ikan sampai tidak ada lagi daging yang
menempel pada tubuh ikan untuk mengetahui rangka tubuh ikan. Setelah semua
prosedur sudah dilakukan maka gambar bagian bagian yang sudah kita ketahui,
seperti bentuk sisiknya, otot ototnya, dan segala rangka pada tubuh ikan. Selesai
menggambar beri keterangan dan deskripsikan ikan tersebut sesuai dengan di
9

buku penuntun praktikum. Jika praktikum sudah selesai bersihkan meja praktikum
sampai bersih seperti pada saat sebelum praktikum

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
4.1.1. Klasifikasi Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)
Nama Lokal Ikan : Layang Biru
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Famili : Carangidae
Genus : Decapterus
Spesies : Decapterus macarellus
Habitat : Air Laut

Gambar 1. Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)


10

4.1.2. Sistem integument


Jenis sisik cycloid

Gambar 2. Sisik cycloid

4.1.3. Sistem otot


Otot daging Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)

Gambar 3. Otot Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)


11

4.1.4. Sistem rangka


1. Kerangka tubuh

Gambar 4. Kerangka tubuh ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)

2. Kerangka kepala

Gambar 5. Kerangka kepala Layang Biru (Decapterus macarellus)


12

3. Vertebrae

Gambar 6. Vertebrae abdominal ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)

Gambar 7. Vertebrae caudal ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)


4. Kerangka sirip ekor
13

Gambar 8. Sirip ekor ikan Layang Biru (Decapterus macarellus)

4.2. Pembahasan
4.2.1. Sistem integument
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa
Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) memiliki tipe sisik cycloid. Pada sisik
jenis ini terdapat garis berbentuk seperti sirculi dan annuli. Dibagian anterior sisik
terdapat radi dan pada bagian posterior terdapat rigi-rigi yang terdiri satu baris
atau lebih.

4.2.2. Sistem otot


Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa Ikan
Layang Biru (Decapterus macarellus) memiliki Otot tersusun dan membentuk
lingkaran konsentrasi, karena otot-otot ini tersusun dari cranial dan caudal oleh
lapisan otot yang berbentuk kerucut (conismusculi). Conismusculi yang tersusun
secara segmental disebut myomer. Myomer satau sama lain dipisahkan oleh suatu
bungkus/selaput yang disebut myocomata.
fungsi utama pada sistem otot merupakan untuk berbagai variasi gerak dari
organ tubuh. Otot yang disengaja seperti membuka dan menutup mulut, membuka
lubang indang, menggerakkan mata dan lainnya. Untuk melihat bagian otot ini
bisa dengan memotong bagia perut ikan secara melintang. Sehingga pada
penampakan melintang perut ikan terlihat jelas susunan otot ikan tersebut.

4.2.3. Sistem rangka


14

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan diperoleh hasil bahwa


bagian vertebrae ikan Layang Biru memiliki bentuk tulang yang berbentuk
melengkuh dan terdapat duri yang tajam namun gampang patah atau terpisah dari
tulangnya. Pada bagian kepala ikan Layang Biru memiliki struktur yang kurang
lebih sama dengan ikan jenis lainnya. Sedangkan pada ekor ikan Layang Biru ini
merupakan bentuk homocercal yakni bentuk pinna caudalis (ekor) yang berlekuk
atau tidak dan ditunjang oleh jari-jari sirip ekor tersebut (Fernando, 2020).
Rangka pada ikan adalah struktur yang menyokong tegaknya tubuh,
kombinasi antara system rangka dan system urat daging memberikan bentuk pada
tubuh. Tulang sebagai penyusun rangka banyak mengandung garam kalsium,
selain itu juga mengandung fosfor dan magnesium. Pada tulang bertulang sejati,
tulang yang keadaannya keras sebenarnya berasal dari tulang rawan. Rangka pada
ikan mempunyai fungsi antara lain antara lain, melindungi bagian tubuh yang
lemah seperti jantung, hati, alat pencernaan, penunjang tubuh, dan sebagai alat
penggerak pasif serta sebagai alat penyalur sperma (Ridho et al., 2021).
15

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari melakukan pratikum ini adalah. Spesies Ikan
Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus). Pada ikan memiliki tiga sistem yang
berbeda yaitu , sistem integument, sistem otot dan sistem rangka, ikan Layang
Biru memiliki sisik yang berbentuk cycloid, dan pada otot daging dibagian dorsal
adalah epaxial sedangkan dibagian ventral adalah hepaxial. Pada tengkorang ikan
Layang Biru terdiri dari chondrocranium dan branchiocranium, ikan Layang Biru
memiliki vertebrae, yaitu abdominal dan caudal. Bentuk sirip ekor ikan Bawal
putih adalah homocercal.

5.2. Saran
Sebaiknya pada saat melakukan praktikum, semua praktikan harus menguasai
betul materi yang sedang dipraktikumkan, agar praktikan mengetahui prosedur
praktikum dengan baik dan praktikum dapat berjalan dengan lancar, setelah itu
untuk praktikum selanjutnya sebelum melakukan kegiatan praktikum sebaiknya
setiap kelompok praktikan berkumpul sesuai dengan kelompok masing-masing
16

agar mempermudah untuk memasuki ruangan praktikum, laksanakan praktikum


dengan teliti dan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada tubuh ikan.

DAFTAR PUSTAKA

C. Siagian, 2019, Keanekaragaman dan Kelimpahan Ikan Serta Keterkaitannya


Dengan Kualitas Perairan di Danau Toba Balige Sumatera Utara,
Universitas Sumatera Utara.

Elliott, D. G. (2019). The skin,The Many Functions of Fish Integument. In


Encyclopedia of Fish Physiology (Vol. 1). Elsevier Inc.

Ferdyan, R., Razak, A., Sumarmin, R., & Zulyusri, Z. (2020). Analisis Relevansi
Materi Superkelas Pisces dalam Aspek Penerapan Ilmu Taksonomi
Hewan di Sekolah. Biodik.

Fernando, A. (2020). Sistem Integumen dan Sistem Otot pada Vertebrata. (Power
Point slides)

Hariyono. (2021), Variasi Sistem Rangka Pada Ikan Dokun (Puntius Lateristriga)
di Sumatera. Jurnal Biota.
17

Harlyan, L. I., Rahma, F. M., Kusuma, D. W., Sambah, A. B., Matsuishi, T. F.


and Pattarapongpan, S. (2022). Spatial Diversity of Small Pelagic Species
Caught in Bali Strait and Adjacent Indonesian Waters. Journal of
Fisheries and Environment, 46(3), 198–209

Jaelani, G. (2019). Analisis Sistem Rangka dan Otot Tiga Strain Ikan Nila dan
Satu Strain Ikan Mujair Berdasarkan Karakter Morfologinya. Jurnal
Perikanan.

Kahby, I. A. (2023). Sistem Integumen dan Sistem Gerak Ikan.

Karundeng, C., Manginsela, F. B., Lohoo, A. V, Tilaar, F. F., Sangari, J. R. R., &
Kusen, J. D. (2022). Karakteristik Meristik Dan Morfometrik Ikan Layang
Biru Decapterus macarellus (Cuvier, 1833).

Ndahawali, D. H., Manuhutu, D. N., & Ambon, A. F. (2022). Penerapan Sistem


Rantai Dingin Pada Penanganan Ikan Layang Biru (Decapterus
macarellus) Beku Di CV. Fikara Banda–Maluku Tengah. Seminar
Nasional KP, 133–141.

Pandit, I. (2021). Ichthyology. Denpasar: Warmadewa University press.

Rahardjo, M, R. Sagala E, P. Nurliana. Yusinta. Haryani R. (2021). Penuntun


Praktikum Ikhtiologi. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Sriwijaya.

Rahardjo,M. F. (2020). Bagaimana Membedakan Jantan dan Betina Ikan? Warta


Iktiologi, 4(3), 1-10.

Ridho, M.R., Eppendi, P.S., Nurliyana., Rita, Y dan Rida, H. (2021). Penuntun
Praktikum Ikhtiologi.

Rosidah, Z. I. (2024). Penuntun praktikum ikhtiologi otot daging.

Unihehu, A. L., & Suharjo, I. (2021). The Klasifikasi Jenis Ikan Berbasis
Jaringan Saraf Tiruan Menggunakan Algoritma Principal Component
Analysis (PCA). Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Fakultas Ilmu Komputer
Universitas Al Asyariah Mandar, 7(2), 27-32.
18

LAMPIRAN
19
20

Lampiran 1. Alat praktikum

Nampan Pena Buku Penuntun

Pensil Penghapus Penggaris

Serbet Hp Buku Gambar

Cutter Tisu Gulung Mikroskop Binokuler


21

Lampiran 2. Bahan praktikum

Ikan Layang Biru (Decapterus macarellus) Rangka Badan

Rangka Kepala Rangka Ekor

Vertebrata Otot Badan


22

Anda mungkin juga menyukai