Anda di halaman 1dari 5

NAMA: NIM: MATKUL: KELAS:

BOBBY RIZKY IRAWAN 0810230053 PRAKTIKUM AUDIT BAB 6 CF

PERTANYAAN DISKUSI
1. Aktifitas pengendalian yang nampak pada sistem pengolahan persediaan PT. Maju

Makmur: 1) Adanya campur tangan dan keikut sertaan Langgeng Santoso terkait dengan pemesanan dan pembelian barang: Dampak dari adanya kewenangan yang dimiliki oleh Langgeng Santoso sebagai pemilik PT. Maju Makmur untuk melakukan review terhadap pemesanan dan pembelian barang yang dilakukan oleh Samsul Arif mungkin cukup baik, namun untuk perkembangan selanjutnya bagi PT. Maju Makmur yang akan menjadi perusahaan go public dan menjadi besar akan mengakibatkan tidak efektif nya sistem pemesanan dan pembelian persediaan yang akan dilakukan oleh perusahaan. Titik ini merupakan titik kritis yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengubah sistem (khususnya pemesanan dan pembelian) perusahaan. Saran yang dapat diberikan oleh auditor terkait dengan sistem ini adalah, PT. Maju Makmur harus menambah kebijakan manajemen pada sistem ini, kebijakan manajemen ini terkait dengan besaran nilai pemesanaan dan pembelian yang dapat disahkan oleh Samsul Arif dan besaran nilai yang dapat disahkan oleh Langgeng Santoso. Hal ini dapat dilakukan agra sistem yang digunakan sekarang dapat dengan mudah beradaptasi ketika PT. Maju Makmur berubah menjadi perusahaan go public. 2) Secara umum sistem pemesanan dan pembelian ini sudah cukup terdokumentasi, hal ini dapat dilihat dari adanya lembar permintaan yang telah terdokumentasi seacra baik dan dibuat sebanayk rangkap tiga (3) yaitu untuk bagian tresuri, controller dan operasional dan logistik. 3) Untuk laporan penerimaan barang juga telah terdokumentasi dengan baik, dokumen ini dicetak dua rangkap yang diserahkan kepada bagian controller dan bagian tresuri Asersi manajemen yang diperoleh dari kegiatan ini adalah asersi penilaian dan alokasi, informasi yang diperoleh dari kegiatan ini akan digunakan sebagai dasar pencocokan antara faktur pembelian dari samsang dan dokumen penerimaan barang. 4) Pemeriksaa fisik kelengkapan dan kesesuaian barang dengan faktur pesanan Pemeriksaaaan ini sesuai dengan asersi penilaian. Hal ini juga berarti pemeriksaan yang dilakukan oleh PT. Maju Makmur untuk menggambarkan

kelengkapan apakah barang yang dipesan telah sesuai dengan yang diterima dan juga penjurnalan yangh dibuat, selain itu kesesuaian besaran kewajiban yang harus dilaksanakan oleh PT. Maju makmur juga tergantung besaran jumlah barang yang diterima, dan tentunya semua itu juga akan berpengaruh terhadap penilaian terkait akun pembelian dan persediaan yang akan dicatat oleh PT. Maju makmur. 5) Adanya pencocokan antara faktur dari samsang dengan dokumen permintaan barang dan laporan penerimaan barang. Kegiatan ini juga memenuhi asersi hak dan kewajiban juga asersi penilaian atau alokasi. Karena melalui pencocokan tersebut maka akan diketahui jika terjadi ketidak cocokan antara ketiga dokumen tersebut yang nantinya kan berpengaruh terhadap kewajiban PT. Maju makmur dan penilaian yang dilakukan oleh PT. Maju makmur terkait kegiatan pembelian persediaan) 6) Pencocokan harga pada faktur dengan indeks daftar harga. Kegiatan ini untuk memenuhi asersi hak dan kewajiban, penilaian, juga asersi penyajian dan pengungkapan, dimana kesesuaian harga pada faktur haruslah sesuai dengan indeks daftar harga yang ada, karena jika ada ketidakcocokan maka akan memberikan gambaran yang tidak jelas terkait kewajiban, penilaian dan penyajian/pengungkapan pada laporan keuangan) 2. Pada prosedur pengujian pertama yang ingin diuji adalah asersi keterjadian. Asersi keterjadian ini memeriksa dokumen-dokumen yang mendukung, pada dokumen permintaan barang dibandingkan dengan cek pembayaran. Sedangkan prosedur pengujian kedua yang dilakukan pada laporan penerimaan barang digunakan untuk menguji asersi manajemen hak dan kewajiban dan penyajian dan pengungkapan kegiatan pembelian barang dan juga kelengkapan terkait dengan pengeluaran cek yang dilakukan untuk pembelian persediaan yang benar keberadaan dan keterjadiannya. Sedangkan pada prosedur pengujian yang kedua auditor bisa memastikan apakah hutang terkait pemebelian persediaan memang telah menjadi kewajiban PT. Maju makmur pada suatu tanggal tertentu, selain itu melalui prosedur pengecekan pada laporan penerimaan barang maka auditor dapat menggambarkan seberapa besar penilaian atau alokasi terkait dengan pembelian dan penerimaan persediaan apakah telah dicantumkan dengan benar atau tidak, dan juga untuk memastikan apakah komponen-komponen yang terkait kegiatan pembelian persediaan telah digolongkan, diuraikan, dan diungkapkan sebagaimana mestinya. 3. Kasus pembayaran barang yang tidak diterima saya rasa sangat sulit terjadi dikarenakan pihak PT. Maju Makmur secara up to date kesesuaian antara faktur dari samsang dengan dokumen permintaan barang dan laporan penerimaan barang. Jika terjadi perbedaan antara barang yang dipesan dan barang yang datang pada bagian gudang PT. Maju makmur, pihak PT. Maju makmur akan mengetahuinya melalui daftar permintaan barang dan pencocokan pun dilakukan hingga selesai dan dibuatlah laporan penerimaan barang yang nantinya bisa digunakan sebagai bukti dan bahan pencocokan seandainya ada ketidak sesuaian terhadap faktur dari samsang.

4. Dokumen tersebut adalah dokumen milik KAP AS & R. Dokumen yang ditampilkan pada lampiran 6a merupakan dokumen pengujian audit pada area pembelian persediaan. Treatment yang dilakukan oleha auditor adalah memilih 12 sampel transaksi pembelian persediaan secara acak yang harus dibayarakan oleh PT. Maju makmur, yang mana auditor dalam prosedur auditnya ingin memastikan apakah kegiatan pada area persediaan (pembelian persediaan) telah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan PT. Maju makmur dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh KAP AS&R. Tujuan pembuatan dokumen tersebut adalah: 1) Analisa bukti audit sebelumnya 2) Analisa barang yang ketepatan barang yang telah dipesan dan diterima 3) Analisa penilaian dan klasifikasi aset dan beban 4) Analisa pengeluaran kas 5. Supervisi sangat penting di dalam perikatan audit, secara umum supervisi tersebut digunakan untuk memberikan pendampigan bagi auditor junior untuk menjalankan proses audit. Sedangkan fungsi asisten di dalam pemeriksaan audit antara lain: 1) Pemahaman bisnis klien yang lebih baik karena pengalaman asisten Auditor harus memahami bisnis klien yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan dan memahami peristiwa transaksi. 2) Penaksiran resiko audit dan treatment-treatment yang digunakan di dalam prosedur audit. Bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Ruslan Gani adalah terkait pengawasan mengenai ketaatan karyawan dengan prosedur pengendalian yang ditetapkan dalam melakukan aktifitasnya. Karena apabila karyawan telah menaati prosedur pengendalian yang ditetapkan dalam melakukan aktifitasnya (aktifitas pembelian persediaan) maka besar harapan tujuan yang ditetapkan PT. Maju makmur dan tujuan audit yang tertera pada lampiran 6.a akan tercapai. 6. Maksud dari istilah N-2 pada lampiran 6.a 1) Penentuan transaksi pembelian kredit 2) Penentuan pembayaran pembelian kredit yang dilakukan menggunakan cek 3) Penentuan vendor (penyedia barang/jasa) yaitu samsang

ddengan

7. Informasi tersebut disertakan untuk memberikan pemahaman lebih pada klien terkait kegiatan audit, dimana agar klien bisa mengetahui sasaran/tujuan seperti apa yang ditetapkan auditor sehingga auditor bisa memutuskan prosedur audit yang digunakan dan mengapa keluar kesimpulan seperti itu. Dan juga agar klien tahu bahwa hasil kesimpulan audit tersebut berdasarkan atas keluasan yang telah ditentukan oleh auditor, dimana dalam kasus ini populasinya merupakan semua pembayaran pada samsang products, sedangkan sampelnya adalah 12 pembayaran barang samsang dari

jurnal pengeluaran kas. Selain itu kesimpulan yang dikeluarkan auditor juga bisa dipertahankan dengan adanya sasaran audit, keluasan, prosedur audit dan komentar. 8. Terdapat sepuluh prosedur audit umum, yaitu: 1) Prosedur analitis 2) Inspeksi 3) Konfirmasi 4) Permintaan keterangan 5) Penghitungan 6) Penelusuran 7) Pemeriksaan bukti pendukung 8) Pengamatan 9) Pelaksanaan ulang 10) Teknik audit berbantuan komputer Pemilihan prosedur audit yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu tujuan/sasaran audit tertentu dinilai dari efektivitas prosedur audit dalam memenuhi tujuan/sasaran audit spesifik tersebut, selain itu biaya pelaksanaan juga harus dipertimbangkan dalam pemilihan prosedur audit yang akan digunakan. Dalam kasus ini KAP AS&R telah menerapkan prosedur audit antara lain: 1) Prosedur analitis Yaitu terdiri dari penelitian dan perbandingan hubungan diantara data. Prosedur analitis seringkali meliputi juga pengukuran kegiatan bisnis yang mendasari operasi serta membandingkan ukuran-ukuran kunci ekonomi yang menggerakkan bisnis dengan hasil keuangan terkait. 2) Inspeksi Yaitu meliputi pemeriksaan rinci terhadap dokumen dan catatan. Hal ini dapat dilihat saat KAP melakukan pemeriksaan terhadap cek yang dikeluarkan dan dokumen-dokumen pendukungnya, selain itu KAP juga melakukan pemeriksaan pada laporan penerimaan barang. 3) Permintaan keterangan Meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor. Hal tersebut dapat dilihat saat auditor melakukan pemeriksaan terkait kelengkapan dan otorisasi, apakah otorisasi dokumen telah di dilakukan oleh karyawan yang tepat. 4) Penghitungan Prosedur tersebut dapat dilihat saat auditor meneliti apakah klien telah mengalikan dan menjumlahkan setiap faktur dengan benar. Selain itu juga

auditor mencocokkan jumlah dolar dan perhitungan kembali diskon yang diberikan. 5) Pemeriksaan bukti pendukung Yaitu prosedur dimana auditor mendapatkan serta memeriksa dokumentasi yang digunakan sebagai dasar ayat jurnal dalam pencatatan akuntansi. Dalam kasus ini seperti melakukan pemeriksaan terhadap cek yang dikeluarkan, pemeriksaan pada laporan penerimaan barang dan dokumen-dokumen pendukungnya. 6) Pelaksanaan ulang Yaitu meliputi perhitungan dan rekonsiliasi yang dibuat oleh klien. Auditor juga dapat melaksanakan ulang beberapa aspek pemrosesan transaksi tertentu untuk menentukan bahwa pemrosesan awal telah sesuai dengan pengendalian intern yang telah dirumuskan. Prosedur pelaksanaan ulang dapat terlihat saat auditor melakukan rekonsiliasi terhadap harga yang ditulis dengan Indeks harga yang diarsip pasa kantor controller.