Anda di halaman 1dari 15

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Konversi energi mekanis ke energi zat alir (fluida) dengan satu mesin merupakan perhatian utama para ahli. Alat atau mesin ini disebut pompa. Jenis mesin pompa yang mampu untuk tujuan konversi ini berbeda-beda di dalam perencanaan dan prinsip kerjanya. Pemilihan pompa yang tepat untuk suatu penerapan yang khusus sangat diperlukan untuk efisiensi dan operasi yang nyaman.

Dalam pembahasan kali ini penulis membahas masalah pemilihan pompa untuk pengairan sawah yang berdasarkan kapasitas aliran, dimana disini kita akan melihat pompa yang tepat digunakan untuk pengairan sawah. Sawah untuk tanaman padi harus digenangi air dengan kedalaman tertentu. Untuk memelihara kedalaman tersebut diperlukan tambahan air terus menerus guna mengganti penyusutan karena transpirasi, penguapan sawah, dan perlokasi, maka diperlukan pompa dengan kapasitas yang cocok. Oleh sebab itu untuk kapasitas pompa yang direncanakan harus atas dasar kebutuhan maksimum.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis dalam membuat makalah ini adalah: 1. Mengetahui kriteria pompa yang cocok untuk pengairan sawah berdasarkan kapasitas aliran; 2. Sebagai referensi untuk para pembaca baik itu masyarakat maupun mahasiswa; 3. Sebagai media pembelajaran bagi penulis dalam hal meningkatkan pemahaman teerhadap mata kuliah mesin fluida khususnya pompa.

1.3 Manfaat Penulisan

Dengan tercapainya tujuan makalah ini, banyak manfaat yang dapat diperoleh baik bagi penulis, masyarakat, maupu kalangan mahasiswa.

Pompa

Page 1

1. Bagi penulis dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah bapak/ibu dosen berikan dikampus, seningga penulis lebih memahami matakuliah tersebut. 2. Bagi masyarakat dapat dijadikan referensi dalam pemilihan pompa untuk pengairan sawah bagi masyarakat yang memiliki sawah. 3. Bagi kalangan mahasiswa, dapat sebagai referensi dalam hal informasi tentang pompa.

1.4 Metoda Penulisan

Data pada makalalah ini diperoleh dari data pratikum pompa mata kuliah mesin fluida, sebagai sumber data penulisan. Dan informasi-informasi atau teori-teori penulis peroleh dengan mempelajari buku-buku yang berkaitan dengan penulisan makalah ini, berupa tinjauan pustaka, dan Browsing melalui internet.

Pompa

Page 2

BAB II ISI

2.1 Azas Pompa 2.1.1 Head Zat Cair

Head pompa adalah energi per satuan berat yang harus disediakan untuk mengalirkan sejumlah zat cair yang direncanakan sesuai dengan kondisi instalasi pompa, atau tekanan untuk mengalirkan sejumlah zat cair, yang umumnya dinyatakan dalam satuan panjang. Menurut persamaan bernauli, ada tiga macam head (energi) fluida dari sistem instalasi aliran, yaitu, energi tekanan, energi kinetik, dan energi potensial. Hal ini dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:

H= Dimana : H : Head total pompa p/ : Head tekanan Z : Head statis total V2/2g : Head kecepatan

Gambar 1 Aliran melalui pipa (sumber: sularso, 2004)

Ketiga head di atas disebut energi mekanik yang dikandung oleh suatu berat (1kgf) zat cair yang mengalir pada penampang bersangkutan.

Pompa

Page 3

2.1.2 Hukum Kesebangunan

Jika dua buah pompa sentrifugal yang geometris sebangun satu sama lain, maka untuk kondisi aliran yang sebangun pula berlaku hubungan sebagai berikut: n1D13 / n2D23

= n12D12/n22D22
n13D15/n23D25

Dimana, D : diameter impeler (m) Q : kapasitas aliran (m3/s) H : Head total pompa (m) P : Daya poros pompa (kW) n : Putaran pompa (rpm)

hukum ini sangat penting untuk menaksir perubahan performansi pompa bila putaran diubah, dan juga berguna untuk memperkirakan performansi pompa yang direncanakan apabila pompa tersebut geometris sebangun dengan pompa yang sudah diketahui performansinya.

2.1.3 Kecepatan Spesifik dan Bentuk impeler

Pada gambar 2 memperlihatkan ukuran-ukuran dasar pompa sentrifugal.Zat cair akan masuk melalui sisi isap dengan diamter D1. Diameter impeler sisimasuk adalah D1dan pada sisi keluar adalah D2. Ukuran- ukauran tersebut akanmenentukan kapasitas pompa dan tinggi tekan pompa. Terutama perbandinganD1 /D2 yaitu perbandingan diameter impeler sisi masuk dan keluar pompa.Semakin besar head yang kita inginkan, maka D2 /D1 harus dibuat besar, sehinggabisa diperoleh suatu kerja gaya sentrifugal sesuai yang yang diinginkan.

Pompa

Page 4

Gambar 2 ukuran-ukuran dasar pompa

Dalam merancang pompa besaran yang paling penting untuk ditentukan adalah kecepatan spesifik. Dengan mengetahui kecepatan spesifik parameter-parameter pompa yaitu kapasitas pompa, head, dan perbandingan diameter impeler dapat ditentukan. Perumusanya adalah: ns = n Q0,5/H0,75 kecepatan spesifik ns adalah kecepatan putar yang sebenarnya n dari pompa pembanding yang mempunyai geometri sudu-sudu impeler sebangun dan dapat menghasilkan tinggi kenaikan H = 1m dan Q = 1 m3/detik

Gambar 3 ns dan bentuk impeler (sumber sularso,2004) Pada gambar 3 menunjukan harga ns dalam hubungannya dengan bentuk impeler yang bersangkutan dan jenis pompa yang sesuai dengan harga ns. Untukharga ns rendah, impeler berbentuk sentrifugal atau radial dengan pompasentrifugal isapan tunggal atau
Pompa Page 5

ganda. Semakin besar ns, lebar saluran padaimpeler akan bertambah besar. Harga ns terus diperbesar sehingga akandiperoleh aliran campur, dimana arah aliran diagonal atau menyudut terhadap sumbu poros. Jika ns dipebesar lagi, maka akan diperoleh arah aliran yaitu axialatau sejajar dengan sumbu poros. Jadi, bentuk-bentuk impeler bisa ditentukanhanya dengan menentukan harga ns. Adapun grafik hubungan bentuk impeler dengan kecepatan spesifik adalah:

Gambar 4 garfik hubungan bentuk impeler dengan kecepatan spesifik

2.1.4 Daya Poros dan Efisiensi Pompa

1. Daya Hidrolik

Energi yang secara efektif diterima oleh air dari pompa per satuan waktu disebut daya hidrolik, yang ditulis sebagai: Ph = gHQ Dimana, Ph = daya hidrolik (watt) = massa jenis air (kg/m3), pada suhu 250 = 997,1 kg/m3 H = head total (m) Q = kapasitas aliran (m3/s)
Pompa Page 6

2. Daya poros

Daya poros yang diperlukan untuk menggerakkan sebuah pompa adalah sama dengan daya hidrolik ditambah kerugian daya di dalam pompa. Daya ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

Pp = Dimana, Pp = daya poros sebuah pompa (watt) p = efisiensi pompa (%)

2.2 Kavitasi

Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena tekananya berkurang sampai di bawah tekanan uap jenuhnya, misalnya, air pada tekanan 1 atmosfer akan mendidih dan menjadi uap jenuh pada temperatur 1000 C, tetapi jika tekanan direndahkan maka air akan mendidih pada temperatur yang lebih rendah. Jika tekananya cukup rendah maka pada temperatur kamar pun air dapat mendidih. Apabila zat cair mendidih maka akan timbulgelembung-gelembung uap zat cair. Tempat-tempat yang bertekanan rendah atau berkecepatan tinggi di dalam aliran sangat rawan terhadap kavitasi.

Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul suara berisik dan getaran. Selain itu performansi pompa akan menurun secara tiba-tiba, sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaan kavitasi terusmenerus dalam jangka yang lama, maka permukaan dinding saluran di sekitar aliran yang berkavitasi akan mengalami kerusakan, permukaan dinding akan berlubanglubangatau bopeng. Peristiwa ini disebut erosi kavitasi.

Pompa

Page 7

BAB III UKURAN-UKURAN UTAMA POMPA

3.1 Keperluan Air pengairan

Sawah untuk tanaman padi harus digenangi air dengan kedalaman tertentu, karena penyusutan diperlukan tambahan air. Penyusutan air disini merupakan; Penyusutan kedalaman air per hari h (mm/hari) = Transpirasi + Penguapan + Perkolasi Curah hujan berguna. Komponen-komponen penyusutan air dapat ditaksir kasar sebagai berikut: Transpirasi tanaman : 6 - 7 mm/hari Penguapan : 4 - 5 mm/hari Perkolasi : 30 - 45 mm/hari (sawah baru) Curah hujan berguna : 30 - 40 mm/hari Luas sawah : 1 ha Adapun jumlah air yang diperlukan seluruhnya dapat dihitung dari rumus Q = 10hA Dimana: Q = jumlah air irigasi total (m3/hari) h = laju penyusutan (mm/hari) A = Luas sawah Dengan diketahui Laju penyusutan = (7 + 5 + 45) 42 = 17 mm/hari = 0,017 m/hari Maka jumlah air irigasi total: Q = 10 X 0,017 m/hari x 10000 m2 Q = 1700 m3/hari Q = 70,83 m3/jam

3.2 Kapasitas Pompa

Kapasitas pompa yang direncanakan harus ditentukan atas dasar kebutuhan maksimum, namun untuk mengganti penyusutan air yang biasa, pompa harus sedemikian hingga waktu kerja harianya dapat di persingkat. Kapasitas pompa berdasarkan kebutuhan puncak dapat dihitung dengan rumus:
Pompa Page 8

Qp = Qp : Kapasitas pompa yang direncanakan (m3/jam) Q : jumlah air irigasi keseluruhan (m3/hari) k : koefisien kehilangan air di saluran (= 1,1) T : jumlah kerja aliran dalam kondisi kebutuhan puncak ( 18 21 jam) Maka dari rumus dapat diperoleh kapasitas pompa yang direncanakan adalah: Qp = = Qp = 3,7 m3/jam Qp = 0,00102 m3/second Di bawah ini adalah data kapasitas aliran, kecepatan spesifik yang diperoleh dari percobaan dicantumkan sebagai perbandingan dalam pemilihan pompa.

1. Pompa Sentrifugal No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Head total (m) 1,6 1,7 1,8 1,8 1,8 1,9 1,9 2,0 2,0 2,2 2. Pompa turbin No 1 2 3 4 5 6 7
Pompa

Debit (m3/s) 0,000689 0,000691 0,000674 0,000636 0,000640 0,000625 0,000604 0,000547 0,000487 0,000476

ns (rpm) 30,0 28,7 27,1 26,3 26,4 25,1 24,7 22,6 21,3 19,6

Putaran (rpm)

1200

Head total (m) 4,5 5,0 5,0 5,0 5,0 4,6 4,6

Debit (m3/s) 0,000498 0,000497 0,000510 0,000499 0,000512 0,000519 0,000515

ns (rpm) 16,72 15,43 15,63 15,46 15,66 16,79 16,72

Putaran (rpm)

1200

Page 9

8 9 10

4,7 4,5 5,2 3. Pompa Aksial

0,000508 0,000512 0,000367

16,34 16,95 12,88

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9

head total (m) 0,65 0,65 0,65 0,65 0,68 0,70 0,80 0,95 1,10

Debit (m3/s) 0,00120 0,00117 0,00113 0,00110 0,00107 0,00098 0,00095 0,00061 0,000079

ns (rpm) 110,75 109,36 107,48 106,04 101,10 94,68 84,33 59,41 19,15

Putaran (rpm)

1200

3.3 Perhitungan Motor Penggerak

Ada beberapa jenis alat penggerak motor yang digunakan untuk menggerakkan pompa, antara lain turbin uap, motor bakar, dan motor listrik. Dalam penrencanaan ini dipilih motor listrik sebagai penggerak mula pompa dengan pertimbangan:

1. Energi listrik untuk menggerakkan motor listrik dapat dengan mudah diperoleh dari pembangkit yang ada. 2. Keuntungan memakai motor listrik dengan mudah dapat dikopel langsung dengan pompa, pengoperasian mudah, putaran yang dihasilkan konstan, getaran yang dihasilkan kecil, biaya perawatanya murah serta tidak menimbulkan polusi udara.

Besarnya putaran motor listrikdapat ditentukan dengan mengetahui frekwensi dan jumlah kutub pada motor listrik. Pada umumnya frekwensi listrik di indonesia adalah 50 Hz. Putaran motor listrik diperoleh dengan persamaan:

n=
Pompa

rpm
Page 10

dimana: f = frekwensi listrik (50 Hz) P = jumlah kutub motor listrik (2 buah) Maka:

n= n = 3000 rpm

Putaran motor listrik akan berkurang sekitar 1 sampai 2% karena adanya slip putaran, slip yang diambil 1% dengan pertimbangan diusahakan harga minimum agar putaran motor menjadi maksimum dan juga kerugian daya motor tidak terlalu banyak. Sehingga putaran motor menjadi: n = 3000 (0,1 . 3000) n = 2970 rpm

3.4 Putaran Spesifik

Putaran Spesifik untuk pompa dapat dihitung menggunakan rumus

NS = nP (Qp^0,5/H^0,75) Dengan, ns = putaran spesifik np = putaran pompa = 2970 rpm Qp = Kapasitas Pompa = 0,00102 m3/s = 3,7 m3/jam H = head pompa 25 m ns = 2970 (3,7^0,5/25^0,75) ns = 510,97 rpm

3.5 Efisiensi Pompa Pada pemakaian pompa yang terus menerus, masalah efisiensi pompa menjadi perhatian khusus. Efisiensi pompa tergantung pada kapasitas tinggi tekan (head) dan kecepatan aliran yang kesemuanya sudah termasuk dalam putaran spesifik. Efisiensi pompa dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Pompa Page 11

Dari gambar tersebut dimana kondisi pompa Kapasitas (Qp) = 0,00102 m3/s Putaran Spesifik = 510,97 rpm Sehingga diperoleh efisiensi sebesar 75%

3.6 Daya Hidrolik dan Daya Poros Pompa

Dengan Head 25 meter dan Efisiensi pompa sebesar 0,75 maka daya hidrolik pompa dapat ditentukan melalui persamaan: Ph = gHQ = 997,1 x 9,81 x 25 x 0,00102 = 249,43 watt

Maka daya poros dapat ditentukan sebesar: Pp = = 249,43/0,75 = 332,57 watt

Pompa

Page 12

3.7 Spesifikasi Pompa

Berdasarkan hasil yang telah didapat, maka spesifikasi pompa direncanakan adalah sebagai berikut: o Kapasitas Pompa (Qp) o Head pompa (Hp) o Putaran pompa (np) o Putaran spesifik (ns) o Efisiensi pompa o Daya pompa o Daya motor o Penggerak pompa = 3,7 m3/s = 25 m = 2970 rpm = pompa aksial

o Jenis pompa berdasarkan kapasitas aliran

= 510,97 rpm = 75% = 249,43 watt = 332,57 watt = Motor listrik

Pompa

Page 13

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari data yang diperoleh, berdasarka kapasitas aliran maka perencanaan pompa yang cocok adalah pompa aksial. Dan dari perhitungan dapat diperoleh spesifikasi perencanaan pompa sebagai berikut; o Kapasitas Pompa (Qp) o Head pompa (Hp) o Putaran pompa (np) o Putaran spesifik (ns) o Efisiensi pompa o Daya pompa o Daya motor o Penggerak pompa = 3,7 m3/s = 25 m = 2970 rpm = pompa aksial

o Jenis pompa berdasarkan kapasitas aliran

= 510,97 rpm = 75% = 249,43 watt = 332,57 watt = Motor listrik

Nilai-nilai diatas dapat menjelaskan bahwa bentuk pompa pada umumnya tergantung pada ns, jadi dapat dimengerti karakteristik juga akan tergantung pada ns.

Pompa

Page 14

Pompa

Page 15