Anda di halaman 1dari 8

Differential Relay

I. Prinsip /Cara Kerja


Relai diferensial adalah salah satu relai pengaman utama sistem tenaga listrik yang bekerja seketika tanpa koordinasi relai disekitarnya sehingga waktu kerja dapat dibuat secepat mungkin. Daerah pengamanannya dibatasi oleh pasangan trafo arus dimana relai diferensial dipasang sehingga relai diferensial tidak dapat dijadikan sebagai pengaman cadangan untuk daerah berikutnya. Proteksi relai diferensial bekerja dengan prinsip keseimbangan arus (current balance). Prinsip ini berdasarkan hukum kirchhoff yaitu membandingkan jumlah arus masuk ke primer (Ip) sama dengan jumlah arus yang keluar dari sekunder (Is).

Dimana: Id = Arus Diferensial (A) Ip = Arus Sisi Masuk (A) Is = Arus Sisi Keluar (A)

Jika besarnya ip = is maka relai tidak bekerja, karena tidak ada selisih arus (i = 0), tetapi jika besarnya arus ip is maka relai akan bekerja, karena adanya selisih arus (i 0). Selisih arus ini disebut arus diferensial. arus inilah yang menjadi dasar bekerjanya relai diferensial.

Kondisi Normal Gambar 2. menunjukkan relai diferensial dalam keadaan arus normal, dimana Ip dan Is sama besar dan berlawanan arah.

Gambar 2. Relai Diferensial Saat Arus Normal

Id = Ip + Is = 0 Ampere Idif = IP + IS = 0 Ampere

Maka tidak ada tegangan yang melintasi coil relay dan tidak ada arus yang mengalir pada relai tersebut, sehingga relai diferensial tidak bekerja.

Gangguan diluar daerah yang dilindungi Pada gangguan diluar (eksternal) daerah proteksi relai diferensial (diluar kedua trafo arus), relai diferensial tidak akan bekerja, karena Ip dan Is sama besar dan berlawanan arah (Id = Ip + Is = 0 Ampere, Idif = IP + IS = 0 Ampere), seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 3. berikut.

Gambar 3. Relai Diferensial Saat Gangguan Eksternal

Gangguan di dalam daerah yang dilindungi Untuk gangguan didalam (internal) daerah proteksi relai diferensial (diantara kedua trafo arus), Ip dan Is searah.

Id = Ip + Is > 0 Ampere Idif = IP + IS > 0 Ampere

Karena arus akan menuju titik gangguan, sehingga relai diferensial akan bekerja, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Relai Diferensial Saat Gangguan Internal Pada saat ada arus yang mengalir lewat relai, maka relai akan mengirim sinyal pada lock out relay. Sinyal ini akan di teruskan ke C/S dan memerintahkannya untuk lock out sehingga aliran energi listrik terputus, maka transformator tenaga yang diamankan bebas dari pengaruh gangguan yang ada.

II. Inrush Current


Ketika generator sinkron untuk line charging, maka akan timbul arus yang tinggi dan sesaat (seperti impulse/overshoot) yang dikarenakan proses magnetizing trafo generator dan pengisian line (line dimodelkan sebagai kapasitor terhadap bumi). Arus tersebut dinamakan inrush current.

III. Restraining
Untuk menahan relay bekerja disaat terjadinya kesalahan kerja ratio CT mismatch, pergeseran fasa akibat belitan transformator tenaga terhubung (Y) (), inrush current, perubahan tap tegangan, perbedaan kesalahan CT di daerah jenuh (Saturasi CT). Pada relai diferensial ditambahkan kumparan yang menahan bekerjanya relay. Kumparan ini di sebut Restraining Coil . sedangkan kumparan yang mengerjakan relai tersebut di sebut Operating

Coil.

Arus diferensial didapat dari menjumlahkan komponen arus sekunder perfasa di belitan 1 (| I1 |) dan belitan 2 (| I2 |) secara vector perfasa. Jika arus berlawanan dalam arti yang satu menuju relai dan yang yang lainnya meninggalkan relai, maka akan saling mengurangi dan sebaliknya jika arus searah berarti yang kedua-duanya menuju atau meninggalkan relai, maka akan saling menjumlahkan. Arus penahan (restrain) didapat dari arus maksimal komponen arus sekunder perfasa di belitan 1 (| I1 |) dan belitan 2 (| I2 |).

IV. Saturation ( CT )
Karakteristik kelengkungan magnetik dari CT1 dan CT2, terutama pada arus hubung singkat yang besar yang menyebabkan arus sekunder tidak lagi linier terhadap arus primer. i 1 - i2 i2 i1
CT1 CT2 i =Perbedaan arus sekunder CT1 dan CT2

Ideal

i = i1 - i2 i
IF

IV. Slope
Slope adalah karakteristik (kecuraman / kelengkungan) yang didapat dari membagi antara komponen arus diferensial ( Id ) dengan arus penahan ( Ir ).

Slope 1 akan menentukan arus diferensial dan arus penahan pada saat kondisi normal dan memastikan sensitifitas relai pada saat gangguan internal dengan arus gangguan yang kecil. Sedangkan Slope 2 berguna supaya relai tidak kerja oleh gangguan eksternal yang berarus sangat besar sehingga salah satu CT mengalami saturasi (diset dengan slope lebih dari 50%).

IV. Hubungan (CT )


Didalam pemasangan atau wiring relai diferensial perlu diperhatikan Syarat-syarat sebagai berikut: - Besarnya arus yang masuk dan keluar dari relai diferensial harus sama. - Phasa arus yang masuk dan yang keluar dari relai harus sama atau berlawanan. Agar persyaratan tersebut terpenuhi, dapat dipergunakan trafo arus bantu (ACT), Yang berfungsi untuk : - Mencocokan arus yang masuk ke relai diferensial dari masing-masing sisi, Ini disebut penyesui arus. - Mencocokan pergeseran phasa dari arus-arus yang akan masuk kerelai diferensial, ini disebut penyesuai phasa . Pada rele diferensial jenis numerik, tidak diperlukan tambahan ACT, hal tersebut karena rele numerik telah difasilitasi dengan elemen matching di dalamnya. Persyaratan pengawatan suatu proteksi diferensial untuk trafo dapat dilihat pada tabel dibawah, dengan penjelasan sebagai berikut.: Jika trafo daya dihubungkan bintang (Y), maka CTdan ACT primer dihubungkan bintang sedangkan ACT sekunder dihubungkan segitiga. Dan apabila trafo dayanya dihubungkan segitiga maka CT,ACT primer dan ACT sekunder dihubungkan bintang. Hubungan Trafo Daya Y Hubungan Auxilary CT Hubungan CT Primer Y Y Y Y Sekunder Y

Tabel hubungan CT pada trafo daya dengan ACT Jika pengawatan relai diferensial tidak menggunakan ACT maka pengawatannya dapat dilihat pada tabel dibawah, dimana bila trafo daya dihungkan bintang maka trafo arusnya(CT) dihubungkan segitiga dan sebaliknya jika trafo daya hubungannya segitiga maka hubungan CT nya adalah bintang.

Hubungan Trafo Daya Y

Hubungan CT Y

Tabel hubungan CT pada trafo daya (tanpa CT Bantu).