Anda di halaman 1dari 6

Dasar-dasar Rancangan Percobaan

Dasar-Dasar Perancangan Percobaan Perancangan Percobaan Komponen/Klasifikasi Perancangan Percobaan Prinsip-prinsip Dasar dalam Perancangan Percobaan Model Tetap dan Model Acak.

Hubungan antara Metode Ilmiah dan Metode Percobaan

Metode Ilmiah adalah studi terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan logis. Metode Percobaan adalah salah satu metode ilmiah dalam pengumpulan data empiris untuk memperoleh pengetahuan baru. Jadi metode ilmiah itu bermacam-macam jenisnya salah satunya adalah metode percobaan.

Istilah-istilah dalam Perancangan Percobaan Percobaan :

Suatu keadaan yg dicoba pada kondisi/situasi tertentu yg tetapkan oleh si pencoba. Suatu uji atau sederetan uji yang bertujuan merubah peubah input menjadi suatu output yang merupakan respon dari percobaan tersebut Suatu kegiatan yang dilakukan untuk membangkitkan data yang merupakan respon dari objek/individu/unit yang dikondisikan tertentu

Perancangan : Usaha atau seluk beluk pembuatan rancangan. Rancangan : Wujud/hasil dari merancang. Uji Coba : Digunakan untuk masalah situasi yang bersifat periodik atau tidak terus menerus. Ex. KIR mobil. Pengujian : Diarahkan terhadap keberhasilan, bukan untuk menjawab bagaimana keberhasilanl itu terjadi. Ex. Pengujian daya tumbuh benih. Percobaan : Diarahkan untuk memahami masalah melalui struktur-struktur uji yg dianalisis secara keseluruhan. Ex. Percobaan pemupukan. Hal-hal yg perlu dalam melakukan percobaan:

Apa yg menjadi tujuan percobaan Tujuan percobaan ditulis secara jelas, dapat berbentuk pertanyaan, hipotesis yg hendak diuji atau pengaruh yg hendak diuji

Teladan: "Untuk menduga seberapa jauh perbedaan pemupukan dengan pupuk A dibanding dengan pupuk B dalam meningkatkan produksi varietas jagung hibrida"

Apa yg menjadi perlakuan?


1. 2. 3.

Metode atau prosedur yang akan diterapkan kepada unit percobaan Kadang-kadang sederhana, kadang-kadang berupa kombinasi Struktur perlakuan:

Tidak terstruktur Beberapa perlakuan baru dengan kontrol Semua kombinasi dua faktor Semua kombinasi dua faktor + kontrol Semua kombinasi tiga faktor atau lebih

4.

Deskripsikan secara jelas perlakuan yg menjadi perhatian

Metode
1.

Berisi penjelasan bagaimana menerapkan perlakuan ke dalam unit percobaan, dan apa yg dilakukan sampai seluruh pengukuran diambil Biasa dilakukan bukan oleh statistisi

2.

Apa yg menjadi Satuan Percobaan?


1. 2.

Unit terkecil dalam suatu percobaan yang diberi suatu perlakuan Bisa berupa petak lahan, individu, sekandang ternak, dll tergantung dari penelitiannya

Apa yg menjadi Satuan Pengamatan?


1.

Anak gugus dari unit percobaan tempat dimana respons perlakuan diukur Pada beberapa kasus, unit percobaan = unit amatan Tentunya, harus diketahui terlebih dahulu ukuran apa yg akan dicatat

2. 3.

Ukuran apa yg akan dicatat?


1. 2.

Persiapkan ukuran yang akan dicatat Hal yg baik adalah dengan membuat data sheet,

baris untuk unit amatan dan kolom untuk setiap pengukuran

3.

Hindari melakukan kalkulasi sewaktu mencatat pengukuran

Misal jangan melakukan rata-rata sewaktu mengukur unit amatan

Apa rancangannya?
1.

Berisi deskripsi rancangan percobaan yang akan diterapkan


Baku : RTL, RKTL, RBSL, FAKTORIAL, dll Tidak baku : model linier Rancob I : rancangan-rancangan baku

2.

dibahas lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya

Justifikasi untuk rancangan Ulangan


1. 2.

Jika terlalu banyak ulangan boros waktu dan uang Jika terlalu sedikit perbedaan antar perlakuan tertutupi oleh perbedaan antara unit percobaan dibahas dalam setiap rancangan

3.

Pengacakan
1.

Mengapa perlu?

Untuk menghindari : Bias sistematik Bias seleksi Bias ketidaksengajaan Kecurangan oleh pelaksana percobaan Tuliskan rencana secara sistematik Pilih bilangan acak Terapkan bil. Acak dalam rencana sistematik

2.

Bagaimana caranya?

Rencana
1.

Berisi deskripsi secara detail bagaimana perlakuan dialokasikan ke dalam unit percobaan biasanya dalam gambar skema dibahas lebih lanjut untuk setiap rancangan

2.

Analisis Statistik yg diusulkan Berisi panduan untuk analisis statistika yang akan diusulkan sebelum data dikumpulkan

Mis : ekplorasi, Anova, Uji Lanjut, Regresi, dll

TIPS Memilih Rancangan Percobaan


1) Apakah percobaan dilaksanakan untuk mendapatkan koefisien efek faktor perlakuan? Jika ya ke (a), jika tidak ke 4 (a) percobaan dapat dirancang secara regresi & korelasi, lanjut ke 2 2) Apakah koefisien efek tersebut akan digunakan hanya untuk memperlihatkan hasil perlakuan yang diinginkan? Jika ya ke (b), jika tidak ke 3 (b) perlakuan dirancang secara linier 3) Apakah percobaan juga dimaksudkan untuk menentukan titik optimum efek faktor perlakuan? Jika ya ke (c), jika tidak ke 2 (c) perlakuan dirancang secara kuadratik 4) Apakah tujuan percobaan adalah untuk mendapatkan signifikansi efek perlakuan dan perlakuan optimum? Jika ya ke 5, jika tidak ke 1 5) Apakah faktor yang diteliti tunggal? Jika ya ke 6, jika lebih dari 1 ke 12 6) Apakah percobaan dilakukan di lingkungan homogen, seperti di laboratorium atau rumah kaca? Jika ya ke 7, jika tidak ke 8 7) Apakah jumlah ulangan tiap perlakuan sama? Jika ya ke (d), jika tidak ke (e) (d) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Lengkap seimbang (balance-Completely Randomized Design) (e) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Lengkap tak seimbang (unbalanceCRD) 8) Apakah percobaan dilakukan di lapangan? Jika ya ke 9, jika tidak ke 6 9) Apakah media/areal percobaan mempunyai 1 sumber keragaman diluar perlakuan? Jika ya ke 10, jika tidak ke 11 10) Apakah jumlah kelompok lengkap? Jika ya ke (f), jika tidak ke (g) (f) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Kelompok seimbang (balance-Randomized Block Design) (g) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Kelompok tak seimbang (unbalanceRBD) 11) Apakah jumlah perlakuan = jumlah baris/kolom? Jika ya ke (h), jika tidak ke 9 (h) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Kuadrat Latin (Latin-Square Design) 12) Apakah faktor percobaan ganda (2 faktor)? Jika ya ke 13, jika tidak ke 19 13) Apakah percobaan dilakukan di lingkungan homogen? Jika ya ke 14, jika tidak ke 15 14) Apakah jumlah ulangan sama? jika ya ke (i), jika tidak ke (j) (i) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial seimbang (balance-Completely Factorial Randomized Design) (j) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial tak seimbang (unbalance-CFRD) 15) Apakah ada faktor penelitian yang lebih penting? Jika ya ke 17, jika tidak ke 16 16) Apakah jumlah kelompok sama? jika ya ke (k), jika tidak ke (l) (k) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial seimbang (balance-Randomized Factorial Block Design) (l) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial tak seimbang (unbalance-RFBD) 17) Apakah interaksi lebih penting dari kedua faktor utama? Jika ya ke (m), jika tidak ke 18 (m) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Petak Teralur (Strip Plot Design) 18) Apakah penelitian mempunyai sumber keragaman diluar perlakuan? Jika satu ke (n), jika lebih dari satu ke (o) (n) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) (o) pola percobaan yang cocok adalah Rancangan Kelompok Terbagi (Split Plot Design) 19) Untuk penelitian yang memiliki faktor 3 atau lebih, dapat mengkombinasikan faktor-faktor tersebut diatas.