Anda di halaman 1dari 5

1.

Relative Body Weight Pada % RBW dinyatakan dengan rumus : %RBW = BB/(TB-100), apabila didapatkan hasil> 110% : gemuk, 90-110%: normal-lebih berat badan, <90% kurus. Komplikasi akut DM Ketoasidosis diabetik, asidosis hiperosmolaritas, hipoglikemi

2.

metabolik,

koma

hiperosmolaritas

non-ketotik/koma

3.

Gejala tidak khas DM a. Penglihatan kabur b. Penurunan BB yang tak dapat dijelaskan c. Penyembuhan luka yang lama d. Perubahan nafsu makan (meningkat) e. Infeksi yang sering terutama infeksi vagina dan bladder/kandung kemih pa ya artinya f. Mual g. Muntah

4.

Gejala khas malaria Paroksismal malaria yang terdiri dari 3 tahap: artiin sendiri lagi ya a. Tahap pendinginan Saat suhu tubuh mulai meningkat, dijumpai nyeri kepala dan nyeri otot. Pasien merasa kedinginan. Tubuh menggigil dan gigi gemeretak. Kekakuan dijumpai sekitar 10-30 menit. b. Tahap demam Kekakuan berakhir karena adanya vasodilatasi perifer maka kulit akan keirng dan menghangat. Suhu tubuh naik. c. Berkeringat Berkeringat dan kehausan dalam 2-4 jam Bila paroksismal malaria berulang tiap 48 jam disebabkan plasmodium vivax dan ovale yang disebut malaria tertiana. Bila paroksismal tiap 72 jam disebabkan plasmodium malaria disebut malaria quartana. Bila paroksismal tiap 36-48 jam atau ireguler disebabkan plamsodium falsiparum. 5. Gejala khas DHF Trombositopeni dan peningkatan hemokonsentrasi atau penurunan hematokrit. Tanda pecahnya pembuluh darah seperti peteki, epistaksis, perdarahan pada gusi, melena, muntah darah. Torniket positif. Perbedaan tirotoksitosis dan hipertiroid Hipertiroidisme:aktifitas kelenjar tiroid berlebihan, penyebab dari keadaan tirotoksikosis khusus akibat peningkatan produksi hormon tiroid, adalah tirotoksikosis sebagai akibat produksi tiroid itu sendiri. Tirotoksikosis terbagi atas kelainan yang berhubungan dengan hipertiroidisme dan yang tidak berhubungan dengan hipertiroidisme. Tirotoksikosis:efek klinis hormon tiroid yang tidak berikatan, peningkatan kadar T3 (triidothyronine) dan atau T4 (thyroxine) dengan penyebab apapun, buerhubungan dengan suatu kompleks fisiologis dan biokimiawi yang ditemukan bila suatu jaringan memberikan hormon tiroid berlebihan. Penegakkan diagnosis pasti AMI menurut WHO Memenuhi setidaknya 2 dari 3 kriteria diagnosis: a. Riwayat nyeri dada akut, severe, dan prolong 33% pasien dengan AMI tidak disertai dengan nyeri dada b. Perubahan dari gambaran EKG Perubahan segmen ST ditemukan pada 60 % pasien AMI Q patologi, inversi T c. Peningkatan enzim jantung (troponin-I, CKMB (mass) dan mioglobin)

6.

8.

9.

Faktor resiko PJK Faktor resiko yang tidak dapat dikendalikan (conventional risk factors) a. RPK Faktor resiko yang dapat dikendalikan (modifiable risk factors) a. Level kolesterol b. HT c. Merokok d. DM e. Obes f. Kurang OR g. sindrom metabolik h. Stres, depresi

10. Penegakkan diagnosis TB paru menurut WHO Semua orang dengan batuk produktif yang tidak dapat dijelaskan 2-3 minggu atau lebih harus dievaluasi sebagai TB. Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan sputum Demam remitten Menggigil Keringat dingin Nafsu makan turun BB turun Pembesaran limfonodi 11. Pengobatan TBC terdiri dari 2 fase: Fase initial/fase intensif (2 bulan): pada fase ini membunuh kuman dgn cepat. Dlm waktu 2 minggu penderita yg infeksius menjadi tidak infeksius, dan gejala klinis membaik. Kebanyakan penderita BTA positif akan menjadi negatif dalam waktu 2 bulan. Fase lanjutan (4-6 bulan): Bertujuan membunuh kuman persisten (dorman) dan mencegah relaps. Fase intensif (initial phase) dengan memberikan 4-5 macam OAT perhari dengan tujuan:mendapat konversi sputun dengan cepat, menghilangkan keluhan dan mencegah efek penyakit lebih lanjut, mencegah timbulnya resistensi obat sedangkan tahap lanjutan dengan hanya memberi dua macam obat perhari atau secara intermiten dengan tujan menghilangkan bakteri yang tersisa dan mencegah kekambuhan. 12. Hepatitis yang menular melalui fekal oral A dan E 13. Pemeriksaan sebelum vaksin Hepatitis B HbsAg Kadar ALT Histologi hepar 14.Tanda-tanda kronisitas hepar Kelelahan Asites Perdarahan esofagus varises Keluhan GIT Nyeri perut bagian kanan atas Sklera ikterik

Warna urin dan feses kekuningan

15. Pneumotoraks Berdasarkan jenis fistel a. Pneumotoraks ventil Di mana fistelnya berfungsi sebagai ventil sehingga udara dapat masuk ke dalam rongga pleura tetapi tidak dapat ke luar kembali. Akibatnya tekanan udara di dalam rongga pleura makin lama makin tinggi dan dapat mendorong mediastinum ke arah kontra lateral. b. Pneumotoraks terbuka Di mana fistelnya terbuka sehingga rongga pleura mempunyai hubungan terbuka dengan bronkus atau dengan dunia luar; tekanan di dalam rongga pleura sama dengan tekanan di udara bebas. c. Pneumotoraks tertutup Di mana fistelnya tertutup udara di dalam rongga pleura, terkurung, dan biasanya akan diresobsi spontan 7. Indeks Pemeriksaan Kelenjar Tiroid Indeks hipotiroid kongenital (Quebec) (>4 dicurigai hipotiroid) Gejala Skor Masalah pemberian makan 1 Konstipasi 1 Tidak aktif 1 Hipotoni 1 Hernia umbilikalis 1 Lidah besar 1 Bercak pada kulit 1 Kulit kering 1 Ubun2 kecil terbuka (0,5 cm) 1 Muka edema yang khas 1