Anda di halaman 1dari 3

[IMAGE PROCESSING]

NORMALIZED HISTOGRAM

Histogram dalam sebuah citra dapat digunakan untuk menunjukkan distribusi frekuensi kemunculan piksel-piksel dalam citra terhadap aras warna nya, misalnya aras abu-abu dari 0 255. Histogram terdiri atas dua bentuk yakni histogram biasa (sering disebut histogram saja) dan cumulative histogram. Kedua bentuk ini, nilai frekuensi nya atau biasa disebut count (axis Y) bisa digantikan oleh nilai histogram ternormalisasi. Contoh histogram adalah sebagai berikut:

Nilai ternormalisasi ini bisa dibentuk dengan dua cara, yakni: Histogram ternormalisasi oleh jumlah frekuensi (count)

Dalam histogram ini, frekuensi atau count ternormalisasinya didapat dengan cara membagi count dengan jumlah semua data count. Pada gambar di atas, tampak bahwa nilai counts nya sangat besar, sehingga dapat direpresentasikan (diwakilkan) dengan nilai ternormalisasinya. = ( )

[janshendry@gmail.com{ee&it UGM, Indonesia}]

[IMAGE PROCESSING]

Perhatikan gambar hasil normalisasi berikut:

Tampak bahwa nilai counts yang baru menjadi lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai pada histogram yang asli.

Histogram ternormalisasi oleh jumlah area Histogram jenis ini kerap kali disebut sebagai pdf (probability density function). Untuk menghitung normalisasinya, tiap count dibagi dengan hasil integral counts terhadap x. Luas area di bawah histogram adalah 1. Perhatikan gambar berikut:

[janshendry@gmail.com{ee&it UGM, Indonesia}]

[IMAGE PROCESSING]

Program untuk menghasilkan grafik di atas adalah

3
%% clear all; close all; clc; x=randn(50000,1); [y,c]=hist(x,50); bar(y); title('Original Histogram'); xlabel('x'); ylabel('counts'); % histogram ternormalisasi dengan total figure, bar(c,y/sum(y)); hold on; % distribusi normal varr=1; g=1/sqrt(2*pi*(varr^2))*exp((-0.5*c.^2)/varr^2); plot(c,g,'r'); title('Histogram Ternormalisasi oleh Jumlah'); xlabel('x'); ylabel('counts'); hold off; % histogram ternormalisasi dengan area figure, bar(c,y/trapz(c,y)); hold on; plot(c,g,'r'); title('Histogram Ternormalisasi oleh Area'); xlabel('x'); ylabel('counts'); hold off; %%

@ thanks

Sumber: http://www.itl.nist.gov/div898/handbook/eda/section3/histogra.htm

[janshendry@gmail.com{ee&it UGM, Indonesia}]