Anda di halaman 1dari 43

BAB I.

PENDAHULUAN Blok sistem neuropsikiatri 2 ini akan dilaksanakan pada semester VI dan direncanakan diselesaikan selama 5-6 minggu. Pada blok ini mahasiswa akan belajar tentang patofisiologi dan penyakit-penyakit neurologi dan psikiatri serta penanganannya. Selain pemahaman terhadap materi-materi terkait juga diperlukan pembelajaran keterampilan komunikasi dan keterampilan medik yang berhubungan dengan sistem neuropsikiatri. Proses pembelajaran blok yang berkaitan dengan neuropsikiatri dilaksanakan dalam bentuk kuliah pakar, praktikum, skills lab, diskusi tutorial , kuliah pleno, dan Bed Side Teaching serta belajar mandiri. Untuk kegiatan kuliah pakar telah ditentukan pokok bahasan yang akan dilakukan oleh pakar di bidangnya yang berisi prinsip-prinsip, konsep- konsep atau kerangka pikir sehingga dapat menjadi dasar bagi mahasiswa untuk mempelajari lebih mendalam mengenai sistem neuropsikiatri. Oleh karena itu tidak semua materi dikuliahkan oleh pakar yang bersangkutan namun cukup sebagai bekal untuk belajar mandiri. Strategi pembelajaran lain yang dipakai adalah dengan menggunakan skenario-skenario kasus yang dirancang sedemikian rupa untuk mendorong mahasiswa belajar lebih giat dan mandiri serta berusaha untuk mencari penyelesaian kasus tersebut dengan pendekatan ilmiah dalam bentuk diskusi tutorial.

BAB II. STANDAR KOMPETENSI SASARAN Setelah menyelesaikan blok Sistem Neuropsikiatri 2, mahasiswa diharapkan akan dapat mencapai kompetensi sebagaimana digariskan dalam buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia, yakni:
I.

Area Komunikasi Efektif 1. Berkomunikasi dengan pasien serta anggota keluarganya 1.1. Bersambung rasa dengan pasien dan keluarganya a. Memberikan salam b. Memberikan situasi yang nyaman bagi pasien (teori dan skillslab) c. Menunjukkan sikap empati dan dapat dipercaya (teori dan skillslab) d. Mendengarkan dengan aktif (penuh perhatian dan memberi waktu yang cukup pada pasien untuk menyampaikan keluhannya dan menggali permasalahan pasien e. Menyimpulkan kembali masalah pasien. kekhawatiran, maupun harapannya (skillslab) f. Memelihara dan menjaga harga diri pasien, hal-hal yang bersifat pribadi, dan kerahasiaan pasien sepanjang waktu (teori) g. Memperlakukan pasien sebagai mitra sejajar dan meminta persetujuannya dalam memutuskan suatu terapi dan tindakan (persetujuan dalam pemeriksaan fisik) 1.2. Mengumpulkan informasi a. Mampu menggunakan open- maupun close-ended question dalam menggali informasi (move from open to closed question properly) b. Meminta penjelasan pada pasien pada statement yang kurang dimengerti c. Menggunakan penalaran klinik dalam penggalian riwayat penyakit pasien sekarang, riwayat keluarga, atau riwayat kesehatan masa lalu d. Melakukan penggalian data secara runtut dan efisien

3.

Memahami perspektif pasien

a. Mampu merespon verbal dan non verbal dari pasien secara profesional b. Menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengertinoleh pasien (termasuk bahasa

daerah setempat), serta sesuai tingkat pendidikan pasien; ketika menyampaikan pertanyaan, meringkas informasi, menjelaskan hasil diagnosa, pilihan penanganan serta prognosis. 1.4. Memberi Penjelasan dan Informasi Mempersiapkan perasaan pasien untuk menghindari rasa takut dan stres sebelum melakukan pemeriksaan fisik (sehubungan dengan PE dan first aid) b. Memberi tahu adanya rasa sakit atau tidak nyaman yang mungkin timbul selama pemeriksaan fisik atau tindakannya. (sehubungan dengan PE dan first aid)
a. 2

Memberi penjelasan dengan benar, jelas, lengkap, dan jujur tentang tujuan, keperluan, manfaat dan risiko prosedur diagnostik dan tindakan medis (terapi, operasi, rujukan) sebelum dikerjakan. (sehubungan dengan PE dan first aid) d. Menjawab pertanyaan dengan jujur, memberi konsultasi, atau menganjurkan rujukan untuk permasalahan yang sulit
c.

II. Area Keterampilan Klinis 2.1 Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya. a. Menggali dan merekam dengan jelas keluhan-keluhan yang disampaikan, riwayat penyakit saat ini, riwayat medis, riwayat keluarga, riwayat sosial serta riwayat lain yang relevan. 2.2. Melakukan prosedur klink dan laboratorium
a. Memilih prosedur klinis dan laboratorium sesuai dengan masalah pasien b. Melakukan prosedur klinis dan laboratorium sesuai kebutuhan pasien dan kewenangannya. c. Melakukan pemeriksaan fisik dengan cara yang seminimal mungkin menimbulkan rasa sakit dan d. e. f. g. h. i. j.

ketidaknyamanan bagi pasien Melakukan pemeriksaan fisik sesuai dengan masalah pasien Menemukan tanda-tanda fisik dan membuat rekam medis dengan jelas dan benar Mengidentifikasi, memilih dan menentukan pemeriksaan laboratorium yang sesuai Melakukan pemeriksaan laboratorium dasar Membuat permintaan pemeriksaan laboratorium penunjang Menentukan pemeriksaan penunjang untuk tujuan penapisan penyakit Memilih dan melakukan ketrampilan terapetik, serta tindakan prevensi sesuai dengan kewenangannya.

2.3 Melakukan prosedur kedaruratan klinis


a. b. c. d.

Menentukan keadaan kedaruratan klinis Memilih prosedur kedaruratan klinis sesuai kebutuhan pasien atau menetapkan rujukan Melakukan prosedur kedaruratan klinis secara benar dan etis, sesuai dengan kewenangannya Mengevaluasi dan melakukan tindak lanjut

III. Area Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran 3.1. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer. a. Menjelaskan (C5) prinsip-prinsip ilmu kedokteran dasar yang berhubungan dengan terjadinya masalah kesehatan, beserta patogenesis dan patofisiologinya. b. Menjelaskan (C5) tujuan pengobatan secara fisiologis dan molekular. c. Menjelaskan berbagai pilihan yang mungkin dilakukan dalam penanganan pasien. d. Menjelaskan secara rasional/ ilmiah dalam menentukan penanganan penyakit baik secara klinikal epidemiologis, farmakologis, fisiologis, diet, olah raga, atau perubahan perilaku e. Menjalaskan pertimbangan pemilihan intervensi berdasarkan pertimbangan farmakologi, fisiologi, gizi, ataupun perubahan tingkah laku.
3

f. g. h. i. j.

Menjelaskan indikasi pemberian obat, cara kerja obat, waktu paruh, dosis, serta penerapannya pada keadaan keadaan klinik. Menjelaskan kemungkinan terjadinya interaksi obat dan efek samping. Menjelaskan manfaat terapi diet pada penanganan kasus tertentu. Mengidentifikasi perubahan proses patofisiologi setelah pengobatan. Menjelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan dalam mengelola masalah kesehatan.

3.2. Merangkum dari interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai. a. menjelaskan (patofisiologi atau terminology lainnya), data klinik dan laboratorium untuk menentukan diagnosis pasti b. Menjelaskan alasan hasil diagnosa dengan mengacu pada evidence-based medicine. 3.3. Menentukan efektivitas suatu tindakan
a. Menjelaskan bahwa kelainan dipengaruhi oleh tindakan. b. Menjelaskan parameter dan indikator keberhasilan pengobatan.

IV. Area Pengelolaan Masalah Kesehatan Masyarakat 4.1 Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari keluarga dan masyarakat.
a. Menginterpretasikan data-data klinis dan merumuskannya menjadi diagnosis sementara dan b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m.

diagnosis diferensialnya. Mampu menjelaskan penyebab, patogenesis, serta patofisiologi suatu penyakit. Mengidentifikasi berbagai pilihan cara pengelolaan yang sesuai penyakit pasien. Memilih dan menerapkan strategi pengelolaan yang paling tepat berdasarkan prinsip kendali biaya dan kendali mutu, manfaat, keadaan pasien serta sesuai pilihan pasien. Melakukan konsultasi mengenai pasien bila perlu. Merujuk ke sejawat lain sesuai dengan Standar Pelayanan Medis yang berlaku, tanpa atau sesudah terapi awal. Mengelola masalah kesehatan secara mandiri dan bertanggung jawab sesuai dengan tingkat Kewenangannya Memberi alasan strategi pengelolaan pasien yang dipilih berdasarkan patofisiologi, patogenesis, farmakologi, faktor psikologis, sosial, dan faktor-faktor lain yang sesuai. Membuat instruksi tertulis secara jelas, lengkap, tepat, dan dapat dibaca. Menulis resep obat secara rasional (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat frekwensi dan cara pemberian, serta sesuai dengan kondisi pasien), jelas, lengkap, dan dapat dibaca; Mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan, memonitor perkembangan penanganan, memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat. Memprediksi, memantau, mengenali kemungkinan adanya interaksi obat dan efek samping, memperbaiki dan mengubah terapi dengan tepat.

V. Area Pengelolaan Informasi 1.1. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan, dan pemantauan status kesehatan pasien. a. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan baik. b. Menggunakan data dan bukti pengkajian ilmiah untuk menilai relevansi dan validitasnya. c. Menerapkan metoda riset dan statistik untuk menilai kesahihan informasi ilmiah. d. Menerapkan keterampilan dasar menafsirkan data untuk melakukan validasi informasi ilmiah secara sistematik. VI. Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri 1.1. Mempraktekkan belajar sepanjang hayat a. Mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan yang baru. b. Berperan aktif dalam Program Pendidikan dan Pelatihan Kedokteran Berkelanjutan (PPPPKB) dan pengalaman belajar lainnya. VII. Area Etika, Moral, Profesionalisme dan Medikolegal 1.1. Memiliki sikap professional a. Menunjukkan sikap yang sesuai dengan Kode Etik Dokter Indonesia b. Menjaga kerahasiaan dan kepercayaan pasien c. Menunjukkan rasa empati dengan pendekatan yang menyeluruh

PEMETAAN PENCAPAIAN SASARAN KOMPETENSI


NO Learning Outcome Tutoria l 1. AREA 1. Komunikasi Efektif 1.1 berkomunikasi dengan pasien dan anggota keluarganya: A. bersambungrasa B. Mengumpulkan informasi tentang masalah neuropsikiatri terutama tentang keadaan fisiologis C. Memahami perspektif pasien D. Memberi penjelasan dan informasi tentang masalah system neuropsikiatri terutama tentang keadaan fisiologis 2. AREA 2. Keterampilan Klinis A. B. C. 3. Memperoleh dan mencatat informasi yang akurat serta penting tentang pasien dan keluarganya. V V system V V V V V Skills Lab Kuliah Praktikum

Melakukan prosedur klink dan laboratorium Melakukan prosedur kedaruratan klinis

AREA 3. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran A. Menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu biomedik, klinik, perilaku, dan ilmu kesehatan masyarakat sesuai dengan pelayanan kesehatan tingkat primer. V V V V

B.

Merangkum dari interpretasi anamnesis, pemeriksaan fisik, uji laboratorium dan prosedur yang sesuai.
V V V V

C.

Menentukan efektivitas suatu tindakan


V V V V

4.

Area IV. Pengelolaan Masalah Kesehatan Masyarakat


6

A.

Mengelola penyakit, keadaan sakit dan masalah pasien sebagai individu yang utuh, bagian dari masyarakat.

5.

Area V. Area Pengelolaan Informasi A. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu penegakan diagnosis, pemberian terapi, tindakan pencegahan dan promosi kesehatan, serta penjagaan, dan pemantauan status kesehatan pasien.
V V

6.

Area VI. Mawas Diri dan Pengembangan Diri A. Mempraktekkan belajar sepanjang hayat V V V V

7.

Area VII. Etika, Moral, dan Pengendalian Diri A. Memiliki sikap profesionalisme V V V V

BAB III. Tujuan Pembelajaran

Tujuan Umum Setelah mempelajari blok ini mahasiswa mampu memahami serta mengintegrasikan teoriteori patofisiologi dan patomekanisme penyakit neurologi dan psikiatri serta penanganannya sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan dalam menganalisis kasus-kasus neuropsikiatri. Tujuan Khusus Setelah menyelesaikan blok neuropsikiatri 2 mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menjelaskan patologi anatomi penyakit neurologi 2. Menjelaskan

pemeriksaan

laboratorium

untuk

menegakkan

diagnosis

penyakit

neuropsikiatri
3. Menjelaskan tentang penyakit neuropsikiatri yang menyerang anak 4. Menjelaskan konsep-konsep dasar, patomekanisme dan cara mendiagnosis penyakit

gangguan kejiwaan (psikiatri)


5. Menjelaskan tentang patomekanisme dan dasar diagnosis klinis penyakit gangguan saraf

(neurologi)
6. Menjelaskan tentang dasar-dasar pemberian anestesi, prinsip kerja obat anestesi,

penanganan perioperatif dan pemulihan pasca anestesi serta penanganan nyeri di bidang anestesi
7. Menjelaskan pemeriksaan radiologi dalam menegakkan diagnose penyakit neuropsikiatri 8. Menjelaskan farmakologi obat-obat otonom dan obat-obat yang merangsang susunan saraf

pusat
9. Menjelaskan epidemiologi dan pencegahan penyakit neuropsikiatri pada masyarakat

10

Obj100

BAB V KERANGKA PEMBELAJARAN

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Sasaran Pembelajaran

Kaitan Ilmu

Alokasi Waktu 1 x 50

1. Pendahulua 1.Pengenalan

blok neuropsikiatri 2

Mahasiswa akan memperoleh gambaran umum mengenai blok neuropsikiatri

Setelah selesai mengikuti perkuliahan mahasiswa diharapkan mampu :


2. Materi Inti a.

Pokok Bahasan tiap bagian

Far makologi

Obat Otonom Perangsang Susunan Saraf Pusat

b. Patologi Anatomi

Neuropatologi Psikiatripatologi Pemeriksaan Laboratorium penunjang diagnostic penyakit neuropsikiatri


Acute Flaccid Paralysis (AFP): Polio, GBS Infeksi Neuro Anak: tetanus dan Rabies Kejang Demam 11

c. Patologi Klinik d.Anak

Ensefalitis & Cerebral Palsy Pertumbuhan dan Perkembangan Otak Janin Penyakit Cerebrovaskular pada Anak

e.Psikiatri

Psikopatologi: Ggn Kepribadian, ggn tingkah laku, ggn persepsi, ggn pikiran, ggn affek, ggn kesadaran, ggn orientasi, ggn memori, dan ggn intelegensia Gangguan Mental Organik (Delirium, Penggunaan Zat, Ggn Mental Organik lain) Schizophrenia dan Ggn Psikotik lain Gangguan Bipolar dan Depresi Gangguan Neurotik (Ggn Cemas Menyeluruh, Panik, Fobia, Obsesif-Kompulsif, dll Gangguan Kepribadian dan Kedaruratan Psikiatri Terapi Psikiatri (Psikofarmaka, Fisik, Psikoterapi)

Psikiatri Anak, Geriatri, Liaison, Forensik dan Komunitas


Dasar Diagnosis Topis Klinis Neurologi Gangguan Saraf Kranial

f. Neurologi

12

Pemeriksaan Klinis Neurologis Gangguan Kesadaran Fungsi Kortikal Luhur Pemeriksaan Khusus Penunjang Diagnostik dalam Neurologi Penyakit Infeksi Neurologi: Meningitis, Ensefalitis, Rabies, Tetanus, GBS dan lain-lain Nyeri Kepala: Tension headache, Cluster headache, Migrain, Neuralgia Trigeminus Penyakit Saraf Spinal: Protrusi Diskus Intervertebralis, Hernia Nukleus Pulposus, Syringomyelia Vertigo Demensia Penyakit Serebrovaskuler (Stroke) Penyakit Jepitan Saraf: Carpal Tunnel Syndrom (Muskulo 2) Penyakit Imunoneurologi: Myastenia Gravis Hipokalemia dan Neuropathy Epilepsi Penyakit Dekompresi dan Terapi RUBT (Dokter Pulau 2) Sindroma Guillain Barre 13

Cedera Kepala Keganasan di bidang neurologi Obat-obatan Anestesi dan Farmakologi Anestesi IV Penanganan Perioperatif dan Pemulihan Pasca Anestesi Anestesi Umum, Lokal, dan Epidural Nyeri dan Penanganan Nyeri

g.Anestesi

h.IKM

Epidemiologi dan Pencegahan Penyakit Neuropsikiatri pada Masyarakat

14

BAB VI METODE PEMBELAJARAN


A.

Kuliah Kuliah dilaksanakan untuk memperjelas konsep atau teori yang sulit atau khusus

sehingga membutuhkan pakar untuk meningkatkan pemahaman. Dibandingkan dengan kurikulum kedokteran konvensional maka jumlah kuliah dalam kurikulum PBL berkurang sehingga tersedia waktu ekstra untuk belajar mandiri. Kuliah diatur menurut topik blok. Kuliah berguna untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi masalah pembelajaran yang telah ditentukan sehingga jalannya kuliah lebih banyak berupa interaksi dua arah. Kuliah akan diberikan oleh masing-masing dosen yang berkompeten dengan waktu maksimal 2x50 menit/kali pertemuan. Kuliah merupakan pengantar dari materi-materi yang ada di dalam blok. Dosen diharapkan menggunakan metode perkuliahan yang efektif. Pendalaman materi akan diperoleh mahasiswa melalui tutorial dan belajar mandiri. Adapun materi kuliah yang akan diberikan meliputi:
-

Farmakologi neuropsikiatri Patologi Anatomi Neurologi Patologi Klinik neuropsikiatri Penyakit Anak Neuropsikiatri
15

Patologi Penyakit gangguan saraf (neurologi) Patologi Penyakit gangguan jiwa (psikiatri) Dasar-dasar anestesi dan Pemberian Obat Anestesi Epidemiologi penyakit Neuropsikiatri B. Praktikum Pada blok ini juga akan dilakukan kegiatan praktikum yang bertujuan untuk memperkuat teori yang diberikan. Kegiatan praktikum akan dilangsungkan di laboratorium terkait, dengan waktu maksimal 3 x 50 menit/kali praktikum. Praktek dapat dilakukan secara langsung tetapi dapat juga hanya melalui demonstrasi. Materi praktikum harus diikuti mahasiswa sesuai dengan topik-topik yang diberikan pada kuliah teori, yang terdiri atas praktikum anatomi, histology, fisiologi, dan biokimia. C. Tutorial PBL Pada blok ini akan dilakukan tutorial setiap minggu untuk membahas 1 skenario/minggu. Tutorial ditujukan untuk melatih mahasiswa menganalisa permasalahan dan membahas permasalahan tersebut berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari kuliah, buku teks, dan jurnal-jurnal ilmiah. Diskusi tutorial dilaksanakan dalam kelompok yang beranggotakan 9-10 mahasiswa dan dipandu oleh tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Dalam berdiskusi mahasiswa akan dihadapkan pada masalah dalam bentuk skenario sebagai pemicu dalam diskusi. Satu skenario diselesaikan dalam dua kali pertemuan dengan selang waktu 2-3 hari. Diskusi dilakukan dengan metode seven jumps (tujuh langkah) yang terdiri dari: 1 Klasifikasi terminologi dan konsep 2 Tentukan masalah 3 Analisa masalah 4 Pengkajian sistematik dari berbagai penjelasan yang didapatkan pada langkah 3 5 Formulasi tujuan pembelajaran 6 Mengumpulkan informasi tambahan di luar diskusi kelompok
16

7 Sintesa dan uji formulasi yang diperoleh Langkah 1 sampai 5 dilaksanakan pada pertemuan pertama (tutorial 1), langkah 6 dilaksanakan di luar kelompok (belajar mandiri) sedangkan langkah 7 dilaksanakan pada pertemuan kedua (tutorial 2). D. Belajar Mandiri Strategi belajar mandiri penting lainnya yang digunakan pada blok ini adalah belajar mandiri. Tujuan belajar mandiri adalah mendalami materi yang diberikan saat perkuliahan, mencari penjelasan menjawab sasaran belajar yang ditetapkan pada saat tutorial, mempelajari materi-materi yang tidak diberikan pada saat perkuliahan namun terkait dengan tujuan blok serta mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Untuk belajar mandiri disediakan waktu 50-100 menit perkegiatan dan harus benar-benar digunakan oleh mahasiswa. Belajar mandiri dapat dilakukan di perpustakaan, di ruang Belajar mandiri merupakan belajar sendiri atau dengan kelompok tanpa dipandu tutor. Tujuannya adalah menggali informasi sebanyaknya tentang permasalahan. Sumber belajar dapat berupa buku teks, majalah kedokteran atau jurnal yang dapat diperoleh di perpustakaan atau internet. Belajar mandiri merupakan ciri yang penting pada pendekatan PBL dan merupakan perjalanan yang tanpa batas untuk memperoleh pengetahuan. E. Diskusi Pleno Tujuan diskusi ini adalah untuk membandingkan dan menyamakan proses pembelajaran kelompok. Kegiatan ini tidak memiliki struktur yang kaku dan tidak dimaksudkan sebagai kuliah pakar. Kelompok mengemukakan persoalan, dan narasumber akan mengarahkan diskusi dan menjawab pertanyaan. Kegiatan ini diadakan satu kali seminggu atau setiap akhir modul. F. Bed Side Teaching (BST) BST merupakan suatu pembelajaran kasus pasien dimana dosen menjelaskan penyakit kepada mahasiswa pada saat visite pasien di rumah sakit. Penjelasan yang diberikan berupa gejala penyakit, cara pemeriksaan, metode diagnosis, cara menegakkan diagnosis,

17

menyingkirkan diagnosis banding dan pemberian terapi. Setelah itu dosen yang bersangkutan memberikan tugas atau evaluasi dan terdapat penilaian terhadap kegiatan BST ini.

BAB VII MODUL SKENARIO

Skenario 1: Tiba-tiba tidak sadar Seorang wanita 50 tahun berperawakan gemuk dibopong keluarganya dengan keluhan utama tibatiba tidak sadar. Setelah diperiksa osi tidak bergerak dengan rangsangan nyeri sekalipun, mulai mengorok. Tanda vital Tensi: 200/120, Pernapasan 28 x/menit, Nadi: 96 x/menit, Suhu: 38,50C. Menurut keluarganya osi tidak pernah mengeluhkan penyakitnya dan tidak pernah memeriksakan diri ke dokter. Sebelumnya OSI sedang ada masalah dan sangat marah ketika anaknya menjual tanah peninggalan bapaknya tanpa sepengetahuan OSI yang adalah ibunya sendiri. OSI sangat marah dan syok mendengar hal itu dan tiba-tiba jatuh di lantai dan sampai sekarang tidak sadarkan diri. REFERENSI
1. Peter Duus, Alih Bahasa: dr. Devy H. Ronardy. Diagnosis Topik Neurologi Anatomi,

Fisiologi, Tanda, Gejala. Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1996
2. Snell S. Richard. Alih Bahasa: dr. Liliana sugiharto. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa

Kedokteran. Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. 2006


18

3. Ginsberg Lionel, Lecture Notes Neurologi, Sixth Edition, Erlangga Medical Series.

Jakarta.2008
4. Sherwood Lauralee, Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem (terjemahan), Edisi 2, Penerbit

Buku Kedokteran EGC, Jakarta.2001` Skenario 2: Kejang Laki-laki 21 tahun datang ke rumah sakit dengan kejang seluruh tubuh, dimana mata mendelik ke atas dan keluar busa dari mulut, frekuensi kejang 2x dalam setahun, riwayat kejang tidak diketahui. Hasil EEG abnormal. REFERENSI
1. Peter Duus, Alih Bahasa: dr. Devy H. Ronardy. Diagnosis Topik Neurologi Anatomi,

Fisiologi, Tanda, Gejala. Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1996
2. Snell S. Richard. Alih Bahasa: dr. Liliana sugiharto. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa

Kedokteran. Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran. EGC. 2006


3. Ginsberg Lionel, Lecture Notes Neurologi, Sixth Edition, Erlangga Medical Series.

Jakarta.2008 Skenario 3: PSIKIATRI Seorang laki-laki berumur 20 tahun datang ke RS. Jiwa diantar oleh kedua orang tuanya. Menurut keterangan dari orang tuanya anak tersebut kurang lebih satu bulan kelihatan murung, menarik diri, atau kurang bergaul. Padahal sebelum sakit, anak tersebut orangnya periang. Osi anak pertama dari tiga bersaudara, dua adiknya sehat-sehat saja, tapi paman dari bapaknya juga sakit seperti osi. Prestasi di sekolah sebelumnya bagus dan dia bercita-cita ingin menjadi polisi. Dan osi sudah dua kali ikut tes masuk polisi namun gagal. Selain itu osi sering mendengar suara-suara yang tidak jelas asal-usulnya dan sering terlihat dia bicara sendiri. Selain itu osi juga sering kurang tidur bahkan tidak tidur sama sekali. Belakangan ini osi mudah mengalami gelisah dan jalan mondarmandir di kamar seperti lagaknya seorang polisi yang mengikuti upacara. REFERENSI
1. Maramis W.F. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Cetakan ke-9. Airlangga University Press.

Surabaya. 2005
19

2. Nur Aeni Malawat. Diktat Psikiatri. Jilid I. Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran

Universitas Hasanuddin. 2000.


3. Buku Ajar Psikiatri FKUI. 2010 4. Buku Kaplan 5. Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III

BAB VIII SISTEM PENILAIAN

A.

Bentuk Ujian Ujian teori dilaksanakan dalam bentuk ujian tulis sedangkan praktek ketrampilan dilaksanakan dalam bentuk ujian praktek.

B.

Bentuk soal Soal ujian teori dibuat dengan tipe Multiple Choice Question (MCQ) dan esai. Soal dibuat berdasarkan blue print yang telah disusun mengacu pada standard penyusunan soal .

C.

Penilaian Nilai akhir untuk masing-masing mata kuliah dihitung dengan rumus: 1 T + 1,5 PBL + 1 P + 2,5 UTS + 4 UAS 10 Penilaian dilakukan berdasarkan sistem simpati yang terdiri dari :
20

a. Tugas, BST b. PBL c. Praktikum d. UTS e. UAS ( Ujian Blok)

( 10 % ) ( 15 % ) ( 10 % ) ( 25 % ) ( 40 % )

D. Prasyarat ujian :
a. b. c. d. e. f. g.

Kehadiran di perkuliahan Kehadiran di tutorial Kehadiran Praktikum Keaktifan di tutorial Etika pada praktikum Etika pada skills lab Etika pada perkuliahan

: 80% : 100% : 100% : berbasis checklist : berbasis checklist : berbasis checklist : berbasis checklist

E. Standar penilaian yang digunakan pada blok Sistem Neuropsikiatri

Nilai Angka 80 70,00 - 79,99 55,00 - 69.99 40,00 - 54,99 39,99

Nilai Huruf A B C D E

Konversi IP 4 3 2 1 0

F. Remediasi:

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperbaiki nilai ujian yang masih berada dibawah nilai kelulusan maka :
21

Remediasi dilakukan di minggu terakhir blok.


Remediasi hanya dilakukan satu kali. Tetapi apabila ada mahasiswa yang telah mengikuti remediasi (NBL) maka mahasiswa tersebut diharuskan mengulangi blok

dan telah dijumlah dengan nilai lainnya masih tetap dbawah nilai batas lulus tersebut.

BAB. VII. ORGANISASI BLOK


Koordinator Sekretaris Blok Anggota

: dr. Bertha J. Que, Sp.S. (081343320789) : dr. Indrawanti Kusadhiani (085242575008) :

1. dr. David Santoso, Sp.KJ, MARS (081343005109) 2. Dosen Bagian Farmakologi (Prof. Mulyohadi, Sp. FK) 3. Dosen Bagian Anak (dr. Robby Kalew, Sp.A, dr. Vivianti H, Sp.A.) 4. Dosen Bagian Anestesi (dr. Herlambang, Sp.An.) 5. Dosen Bagian IKM (dr. Ritha Tahitu, M.Kes, Josepine Mainase, S.Pd, M.Kes)) 6. Dosen Bagian Radiologi (dr. Tuanaya, Sp.Rad.) 7. Dosen Bagian Patologi Anatomi Unhasr. (dr. Cahyono Kaelan, Sp.PA, Sp.S.) 8. Dosen Bagian Patologi Klinik Unhas (dr. Ruland Pakasi, Sp.PK) 9. Staf dosen PPD Unpatti

Dosen Tutorial PBL NAMA TUTOR Dr. Indrawanti Kusadhiani STATUS TUTOR Tutor Utama NOMOR TELP/HP 085242575008
22

No 1

2 3 4 5 6

Dr. Halidah Rahawarin Dr. Vina Z. Latuconsina Dr. Irwan Dr. Merlin M. Maelissa Dr. Marliyati Sanaky

Tutor Utama Tutor Utama Tutor Cadangan Tutor Cadangan Tutor Cadangan

085242489004 085255560616 081342563930 081315213678 085241519222

Keterangan:
- Tutor Utama bertugas memimpin dan bertanggung jawab terhadap jalanya tutorial

PBL
- Jika tutor utama berhalangan hadir untuk alasan yang masuk akal, maka tutor

cadangan akan dihubungi oleh sekretaris blok untuk menggantikan tutor utama.
- Pemberitahuan ketidakhadiran tutor paling lambat 1 hari sebelum diadakan tutorial

PBL.
- Ketua angkatan mahasiswa bertugas menghubungi sekretaris tim blok dan tutor

utama paling lambat 3 hari sebelum tutorial PBL.

23

BAB X JADWAL KEGIATAN No. Minggu Ke1. 2. Kuliah Pengantar Blok Neuropsikiatri I Kuliah PA (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit) 3. Praktikum PA (1 x pertemuan @ 3x pertemuan) Kegiatan Alokasi Waktu 2 x 50 menit 4 x 50 menit (2 x pertemuan) 3 x 50 menit (1 x pertemuan) 3 x 50 menit Tanggal& Waktu 14 Februari Dr. Indrawanti Kusadhiani BagianPA UNHAS Ruang Kuliah Dosen Tempat Pelaksan aan

Bagian PA UNHAS

Ruang Praktiku m PA

4.

Ujian Praktikum PA

Bagian PA UNHAS Bagian PA

Ruang praktiku m PA

5.

Ujian Teori PA

1 x 50 menit

24

UNHAS 6. Kuliah Patologi Klinik (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit) 7. Praktikum CP (1 x pertemuan @ 3x pertemuan) 4 x 50 menit (2 x pertemuan) Bagian CP UNHAS Ruang Kuliah

3 x 50 menit (1 x pertemuan)

Bagian CP UNHAS

Ruang praktiku m Serbagun a

8.

Ujian Praktikum CP

3 x 50 menit

Bagian CP UNHAS

Ruang praktiku m Serbagun a

9. 10.

Ujian Teori CP Kuliah Farmakologi (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit)

1 x 50 menit 3 x 50 menit (1 x pertemuan) 6 x 50 menit (3x pertemuan)

Bagian CP UNHAS Bagian Farmakologi Bagian Anak

Ruang Kuliah Ruang Kuliah Ruang Kuliah

11.

Kuliah Anak (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit)

12.

Kuliah Psikiatri (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit)

20 x 50 menit (10 x pertemuan) 20 x 50 menit (10 x pertemuan) 6 x 50 menit ( 3x

Setiap hari Sabtu 090012.00 Setiap hari Rabu & Jumat 09.0012.00 12, 19, & 26 Maret pukul

Bagian Psikiatri

Ruang Kuliah

13.

Kuliah neurologi (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit

Bagian Neurologi

Ruang Kuliah

14.

Kuliah Anestesi (1 x pertemuan @ 2

Bagian Anestesi

Ruang Kuliah

25

x 50 menit 15. Kuliah IKM (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit 16. Kuliah Radiologi (1 x pertemuan @ 2 x 50 menit 17. 20. Ujian Tengah Semester Ujian Teori Integrasi Blok Neuropsikiatri I (anatomi, histologi, biokimia, fisiologi, psikiatri) Ujian Teori Remedial Blok

pertemuan) 2 x 50 menit ( 1x pertemuan) 2 x 50 menit ( 1x pertemuan) 2 x 50 menit 2 x 50 menit

13.00-15.00 Bagian IKM Ruang Kuliah

Bagian radiologi Staf dosen Staf Dosen

Ruang Kuliah Ruang Kuliah Ruang kuliah

21.

2 x 50 menit

Staf Dosen

Ruang kuliah

Minggu I Jam Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

26

8.00 9.40

Pengenalan Blok Sistem Neuropsikiatri 2

Kuliah Pakar Patologi anatomi sistem neuropsikiatr i

Kuliah pakar Patologi Klinik

Ujian praktikum patologi klinik

Diskusi tutorial Skenario 1 langkah 6-7

Kuliah Anak Neuro

9.40- 1120

Pendahuluan Topik 1 Kuliah pakar Patologi Anatomi RK 01

Diskusi tutorial Skenario 1 langkah 1-5

Kuliah pakar Patologi Klinik lanjutan

Ujian lanjutan

Diskusi tutorial Skenario 1 langkah 6-7

Kuliah Anak Neuro

11.2012.20 12.3014.10 Kec.jumat 14.1015.50 15.5017.30 Praktikum Patologi Anatomi lanjutan RK 01 Praktikum Patologi Anatomi RK 01

S Ujian

I Praktek Patologi Anatomi

A Kuliah pakar Farmakolo gi

A Kuliah pakar Neuro Radiologi

T Diskusi Pleno Skenario 1

Praktikum Patologi Anatomi

Ujian Praktikum Patologi Anatomi lanjutan

Praktek Patologi Anatomi lanjutan

Kuliah pakar Farmakolo gi lanjutan

Kuliah pakar Neuro Radiologi lanjutan

Diskusi Pleno Skenario 1 lanjutan

27

Minggu II Jam 8.00 9.40 Senin Kuliah Pakar Anak Neuro RK .01 Selasa Kuliah Pakar Anak Neuro RK .01 Rabu Kuliah Pakar Neuro Kamis Kuliah Pakar Neuro Jumat Diskusi Tutorial II Skenario 2 Sabtu Kuliah pakar psikiatri

09.4011.20

Kuliah Pakar Anak Neuro lanjutan RK. 01

Kuliah Pakar Anak Neuro lanjutan RK. 01

Kuliah Pakar Neuro lanjutan

Kuliah Pakar Neuro lanjutan

Lanjutan Diskusi dan persiapan Pleno tutorial

Kuliah pakar psikiatri lanjutan

11.2012.20 12.2014.00 Kec.juma t 14.0015.40 15.4017.10 Kuliah pakar Anestesi lanjutan Kuliah Pakar Anestesi RK 01

I Diskusi Tutorial I

T Belajar Mandiri

Kuliah Pakar Anestesi RK 01

Kuliah Pakar Psikiatri

Kuliah Pakar Fisiologi

Skenario 2

Kuliah pakar Anestesi lanjutan

Belajar mandiri

Kuliah pakar psikiatri

Kuliah Pakar Fisiologi Lanjutan Lanjutan

Belajar Mandiri

28

Minggu III Jam 8.00 9.40 Senin Kuliah Pakar Neuro Selasa Ujian Tengah semester Rabu Kuliah Psikiatri Kamis Kuliah pakar Neuro Jumat Kuliah Pakar Neuro Sabtu Kuliah pakar psikiatri

09.50-. 11.30

Kuliah Pakar neuro lanjutan

Brain Storming Tutorial I Skenario 3

Kuliah Psikiatri lanjutan

Kuliah pakar Neuro lanjutan

Kuliah pakar neuro lanjutan A T Belajar Mandiri

Kuliah pakar psikiatri

12.0013.00 13.0014.40 Kec.jumat 14.0015.40 14.5016.30 Kuliah Pakar Psikiatri lanjutan Kuliah Pakar Psikiatri

H Diskusi

Diskusi Tutorial 1 Skenario 3

Kuliah Pakar Neuro

Pleno Skenario III

Tutorial 2 Skenario 3

Kuliah Pakar Biokimia

Kuliah Pakar Neuro Lanjutan

Lanjutan Diskusi Tutorial

Belajar Mandiri

Belajar Mandiri

29

Minggu IV Jam 8.00 9.40 Senin Kuliah Pakar Psikiatri Selasa Brainstormin g Tutorial Skenario 4 09.50-. 11.30 Kuliah Pakar Psikiatri Diskusi Tutorial 1 Skenario 4 12.0013.00 13.0014.40 Kec.jumat 14.0015.40 14.5016.30 Belajar mandiri (perpustakaa n) Belajar Mandiri Kuliah pakar psikiatri Kuliah pakar Neuro Belajar Mandiri Kuliah pakar psikiatri Diskusi Tutorial 2 Skenario 4 Lanjutan diskusi Pleno Skenario 4 I S T Rabu Kuliah pakar Neuro Kuliah pakar Neuro I R A Kamis Kuliah pakar Neuro Kuliah pakar Neuro H Jumat Kuliah pakar Epidemiolo gi Neuro Kuliah pakar Epidemiolo gi Neuro A T Kuliah pakar Psikiatri lanjutan Sabtu Kuliah pakar Psikiatri

30

31

Minggu V
Jam 8.00 9.40 Senin Kuliah Pakar Neuro Selasa Kuliah Pakar Neuro Rabu Kuliah pakar Psikiatri 09.50-. 11.30 Kuliah Pakar Neuro Kuliah Pakar Neuro Kuliah pakar Psikiatri 12.0013.00 13.0014.40 Kec.jumat 14.0015.40 14.5016.30 Skills Lab Neurologi Skills Lab Neurologi Belajar Mandiri Kuliah pakar Neuro Skills Lab Neurologi Belajar Mandiri Skills Lab Neurologi Skills Lab Neurologi Belajar Mandiri Kuliah pakar Neuro Skills Lab Neurologi Belajar Mandiri I S T I R Kamis Kuliah pakar psikiatri Kuliah pakar Psikiatri A H A Jumat Kuliah pakar Neuro Kuliah pakar Neuro T Sabtu Kuliah pakar Psikiatri Kuliah pakar Psikiatri lanjutan

32

Minggu VI
Jam 8.00 9.40 Senin Kuliah Pakar Neuro Selasa Kuliah Pakar Neuro Rabu Kuliah pakar Psikiatri 09.50-. 11.30 Kuliah Pakar Neuro Kuliah Pakar Neuro Kuliah pakar Psikiatri 12.0013.00 13.0014.40 Kec.jumat 14.0015.40 Skills Lab Neurologi Skills Lab Neurologi Ujian Skill lab Neuro Kuliah pakar Neuro Skills Lab Psikiatri Skills Lab Psikiatri I S T I R Kamis Kuliah pakar psikiatri Kuliah pakar Psikiatri A H A Jumat Ujian Integrasi Neuropsiki atri Ujian Integrasi Neuropsiki atri T Ujian Remedia Sabtu Ujian Remedial

33

14.5016.30

Skills Lab Neurologi

Skills Lab Neurologi

Ujian Skill lab Neuro

Kuliah pakar Neuro

Skills Lab Psikiatri

Skills Lab Psikiatri

Jadwal Kuliah Sesuai Pokok Bahasan

No 1.

Bagian Neurologi

Pokok Bahasan Neuro-Anatomi Dasar Diagnostis Topis Klinis neurologi, Pemeriksaan Fisis, dan Pemeriksaan Penunjang Gangguan saraf cranial

Dosen Dr. Bertha, Sp.S

Waktu

Tiap hari rabu dan jumat 08.00-10.00

34

Gangguan Kesadaran Fungsi Kortikal Luhur Penyakit Infeksi Neuro Peny. Imunoneurologi Nyeri Kepala Vertigo Penyakit saraf spinal Peny. Serebrovaskuler Cedera Kepala Penyakit jepitan saraf Keganasan Neurologi Epilepsi & Jenis Kejang Neuropati & hipokalemia Penyakit Degeneratif

2.

Psikiatri

Psikopatologi Gangguan Mental Organik Skizofrenia dan Gangguan Psikotik lain Gangguan bipolar & depresi Gangguan Neurotik (ggn cemas menyeluruh, panic, fobia, obsesi kompulsif Gangguan Kepribadian dan Kegawardaruratan Psikiatri Terapi Psikiatri (psikofarmaka, fisik,

Sabtu, 17 Mar 08.00-10.00 Sabtu, 24 Mar 08.00-10.00 Sabtu, 31 Mar 08.00-10.00 Sabtu, 7 Apr 08.00-10.00 Sabtu, 14 Apr 08.00-10.00 Sabtu, 21 Apr 08.00-10.00 Sabtu, 28 Apr

35

psikoterapi, dan lain-lain) Psikiatri anak, Geriatri, Liaison, Forensik & Komunitas

08.00-10.00 Sabtu, 5 Mei 08.00-10.00

3.

ANAK

Infeksi Neuro pada Anak: GBS, Tetanus, Rabies Kejang Demam & Cerebral Palsy Acute Flaccid Paralysis: Polio, poliomyelitis Peny. Serebrovaskuler Anak & Hidrosefalus Perkembangan Otak Janin

Dr. Vivi, Sp.A. Dr. Vivi, Sp.A Dr. Robby, Sp.A Dr. Robby, Sp.A Dr. Robby, Sp.A

4.

ANESTESI

Farmakologi Anestesi Penanganan periopertif dan pasca pemulihan Anestesi Umum, Lokal dan Epidural Fisiologi Nyeri dan Penanganannya

Dr. Herlambang Sp. Sabtu, 17 Mar An. 11.00 13.00 Dr. Herlambang Sp. Sabtu, 24 Mar An. 11.00 13.00 Dr. Herlambang Sp. Sabtu, 31 Mar An. 11.00 13.00 Dr. Herlambang Sp. Sabtu, 7 Apr An. 11.00 13.00

Farmakologi

Obat-Obat Otonom Obat Perangsang Susunan saraf pusat

Prof.Mulyohadi Sp.FK

Patologi Klinik

Liquor Cerebro Spinalis dan Pem. Laboratorium Penunjang Diagnostik Penyakit Neuropsikiatri

Dr. Ruland Pakassi, Sp.PK

36

7 8

Patologi Anatomi Radiologi

Neuro-Patologi Pemeriksaan Radiologi Penunjang Diagnostik Penyakit Neuropsikiatri Epidemiologi Penyakit Neuropsikiatri

Dr. Cahyono Kaelan, Sp.PA,Sp.S Dr. Tuanaya, Sp.Rad Dr. Rita Tahitu, M.Kes

IKM

37

BAB XI SARANA DAN PRASARANA


A. Kuliah

Dalam pelaksanaan kuliah, sarana dan prasarana yang disediakan antara lain:
a. Ruang kuliah berlantai keramik

yang dilengkapi dengan air conditioning, lampu,

korden, dan lain-lain prasarana yang menunjang kenyamanan pelaksanaan kuliah.


b. Papan tulis White board lengkap dengan spidol boardmarker dan penghapus c. Kursi berjumlah 50 buah yang dilengkapi langsung dengan meja pengalas dan

penyanggah tas dibawahnya


d. LCD untuk proyektor dalam pelaksanaan kuliah dan presentasi pleno e. Laptop untuk mengajar yang akan dihubungkan dengan LCD f.

Meja dan kursi buat pengajar

B. Diskusi Tutorial

Dalam pelaksanaan diskusi tutorial, sarana dan prasarana yang disediakan antara lain:
a. b.

Ruang diskusi yang dapat menampung 15 orang mahasiswa Papan tulis White board lengkap dengan spidol boardmarker dan penghapus
c.

Kursi berjumlah 15 buah yang dilengkapi langsung dengan meja pengalas

dan penyanggah tas dibawahnya


C. Praktikum Anatomi

Dalam pelaksanaan praktikum, sarana dan prasarana yang disediakan antara lain:
a.

Ruang praktikum anatomi di Kampus POKA yang dilengakapi kolam Cadaver dan manikin bentuk anatomi
38

pengawetan cadaver.
b.

c. d. e. f. g. h.

Meja pengalas cadaver Kursi putar untuk mahasiswa Papan tulis White board lengkap dengan spidol boardmarker dan penghapus LCD untuk proyektor

Laptop untuk mengajar yang akan dihubungkan dengan LCD Meja dan kursi buat pengajar
D. Praktikum Histologi, Fisiologi, dan Biokimia

Dalam pelaksanaan praktikum, sarana dan prasarana yang disediakan antara lain:
a.

Ruang praktikum yang dilengkapi dengan meja berlantai keramik dan keran Mikroskop electron sebanyak 20 buah Gelas Ukur, Neraca, dan lain-lain peralatan praktikum biokimia Kursi buat mahasiswa Papan tulis White board lengkap dengan spidol boardmarker dan penghapus LCD untuk proyektor

air serta fasilitas listrik untuk penggunaan mikroskop


b. c. d. e. f.

E. Ruang Skills Lab

Dalam pelaksanaan skills lab, sarana dan prasarana yang disediakan antara lain:
a. Ruang Skills lab yang dapat menampung 15 mahasiswa b. Manikin skills lab c. Palu refleks d. Tempat tidur pasien e. Meja dan kursi buat pemeriksa f.

Kursi buat mahasiswa


g. Papan tulis White board lengkap dengan spidol boardmarker dan penghapus h. Penuntun keterampilan skills lab dan daftar tilik untuk ujian skills lab.

39

BAB XII. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

1.

Kuliah
a. Sudah hadir sebelum dosen masuk mengajar, tidak diperkenankan memasuki ruang

kuliah ketika dosen sudah ada dalam ruang kuliah.


b. Terlambat dihitung tidak ada keterangan, tidak hadir tanpa alasan yang jelas dinilai

alpa, sakit harus menyertakan surat keterangan sakit dan izin jika ada mengikuti kegiatan fakultas atau menghadiri kerabat yang meninggal dengan sepengetahuan coordinator blok atau ketua angkatan melalui keterangan tertulis. Tidak hadir dengan memberi keterangan SMS tidak diperhatikan.
c. Kehadiran dalam perkuliahan harus mencapai minimal 80% sebagai syarat mengikuti

ujian tengah semester dan ujian akhir semester.


d. Ketua angkatan menjalankan absensi sebelum dosen masuk atau memulai mengajar. e. Tidak diperkenankan membuat gaduh, merokok, main laptop atau apapun yang bias

mengganggu suasana belajar mengajar.


f.Dosen berhak mengeluarkan dari ruang kuliah atau memberi sanksi jika ada mahasiswa

yang tidak menunjukkan sikap menghargai dalam proses belajar mengajar.


g. Mahasiswa harus melaksanakan tugas yang diberikan oleh dosen karena berkaitan

dengan penilaian.
h. Sikap dan attitude yang ditunjukkan mahasiswa kepada dosen maupun temannya tidak

menutup kemungkinan adalah bagian dari penilaian.

2.

Diskusi Tutorial (PBL)

40

a. Sudah hadir di ruangan diskusi sebelum waktu yang ditetapkan untuk diskusi

PBL, paling lambat 15 menit dari waktu yang ditetapkan.


b. Sudah mengadakan brainstorming (langkah 1-3) setiap kasus sebelum diskusi

pertama.
c. Setiap kelompok menunjuk seorang ketua yang bertugas memimpin jalannya

diskusi, membuka dan menutup diskusi, menjalankan absen dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan diskusi.
d. Semua mahasiswa secara mandiri memulai diskusi walaupun tutor belum hadir. e. Semua mahasiswa harus secara aktif berperan menyampaikan pendapat dan isi

pikirannya berdasarkan referensi yang akurat, terpercaya dan terbaru.


f.

Semua mahasiswa menyampaikan pendapatnya secara lisan dalam forum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

i.Sikap dan attitude yang ditunjukkan mahasiswa kepada dosen maupun temannya adalah

bagian dari penilaian.


j.Setelah menyelesaikan satu kasus, semua anggota kelompok harus berperan aktif dalam

pembuatan laporan yang akan dikumpul satu minggu setelah diskusi berakhir.
k. Mahasiswa menggunakan pakaian yang rapih, penampilan rambut yang baik dan

bersepatu layaknya seorang dokter.


l.Mahasiswa harus membawa buku panduan blok yang berisi kasus diskusi ketika

memasuki ruang diskusi.


m. Kehadiran tutorial harus mencapai 100%. Alasan tidak hadir sesuai SOP perkuliahan. n. Tutor tidak diperkenankan member tugas kepada mahasiswa yang tidak hadir dengan

alasan yang tidak jelas.


o. Menyampaikan pendapat seizin ketua, meninggalkan ruang diskusi seizin tutor atau

ketua. Tidak diperkenankan membuat forum sendiri dalam diskusi yang akan mengganggu jalannya diskusi.
p. Sedapat mungkin diadakan pleno jika ada waktu dan kesempatan dari dokter spesialis

yang mengampuh.

41

6.

Ujian
a. Prasyarat mengikuti ujian: kehadiran perkuliahan minimal 80%, tutorial 100%,

skills lab 100%, praktikum 100%, dan tugas sudah harus dikumpul. Tidak diperkenankan ujian jika salah satu syarat di atas tidak terpenuhi.
b. Tidak diperkenankan mengikuti ujian jika terlambat lebih dari 10 menit. c. Mahasiswa yang tidak hadir ujian ataupun terlambat akan diberikan kesempatan

ujian jika alasan tidak mengikuti ujian pada waktunya jelas dan bias diterima akal sehat. Dan tidak akan diperkenankan mengikuti remedial jika hasil ujian kurang dari sama dengan 56.
d. Mahasiswa yang mengikuti ujian pertama mendapat hasil dibawah 56

dianjurkan mengikuti remedial, dengan nilai tertinggi setelah mengikuti remedial 56. Oleh karena itu sedapat mungkin dan berusaha untuk tidak sampai mengikuti remedial (mustahil mendapat A).
e. Tidak diperkenankan bertanya kepada teman, menyontek, ataupun membuat

keributan yang dapat mengganggu jalannya ujian. Jika ada yang tidak jelas harap bertanya pada pengawas ujian.
f.

Tidak diperkenankan membawa HP, buku, catatan ke kursi tempat ujian dan hanya membawa alat tulis.

g. Waktu yang diberikan menyelesaikan ujian sesuai jumlah soal. (mis 100 soal

waktunya 100 menit). Tidak diperkenankan menyelesaikan ujian melebihi waktu yang ditetapkan.
7.

Praktikum

a. Paling lambat sudah ada di ruang praktikum 15 menit dari waktu yang ditetapkan. b. Wajib menggunakan jas praktikum dan membawa penuntun praktikum. c. Wajib mengikuti semua prosedur praktikum. d. Dilarang membuat keributan atau kegaduhan yang bisa mengganggu jalannya praktikum. e. Wajib membuat laporan praktikum.

42

PENUTUP
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, demikianlah buku panduan blok neuropsikiatri II dibuat oleh penyusun selesai tepat pada waktunya. Dengan sejuta harapan buku pegangan ini dapat menjadi penuntun dan banyak membantu mahasiswa dalam melaksanakan dan mempelajari blok system neuropsikiatri II. Buku panduan blok ini dibuat berdasarkan konsultasi dengan para konsulen dan tim detaser DIKTI dalam penyempurnaan buku ini. Untuk segenap bantuan pemikiran dan konsultasi dari teman-teman sejawat semua, penyusun mengucapkan banyak terima kasih dan berusaha menyusun buku panduan blok ini dengan sebaik-baiknya. Dengan penuh dedikasi dan rasa syukur buku ini dipersembahkan buat para mahasiswa semester VI Program Pendidikan Dokter Universitas Pattimura untuk kelancaran proses belajar mengajar seperti yang kita harapkan bersama. Penyusun juga sangat berterimakasih bila ada saran, kritik atau masukan yang membangun untuk kesempurnaan buku panduan blok ini. Akhir kata penyusun mengucapkan selamat bekerja mengemban tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, Tuhan yang Maha Kuasa memberkati jerih payah kita semua untuk keberhasilan anak didik.

Ambon, Februari 2012

Penyusun

43