Anda di halaman 1dari 15

Hemoglobin (Kadar, Struktur, Cara Mengukur, Dll)

Author: Alan Amrullah | Category: Kebidanan Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh,[1] pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi. Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia. Kadar normal hemoglobin Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasin :

Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl Anak anak : 11-13 gram/dl Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl

Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua. Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan. Struktur Molekul hemoglobin manusia terbina daripada empat subunit protein berbentuk globul (iaitu hampir berbentuk sfera). Oleh sebab satu subunit dapat membawa satu molekul oksigen, maka secara efektifnya setiap molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Setiap subunit pula terdiri daripada satu rantai polipeptida yang mengikat kuat sebuah molekul lain, dipanggil heme.

Struktur heme adalah lebih kurang sama dengan klorofil. Ia terdiri daripada satu molekul bukan protein berbentuk cincin yang dinamai porphyrin, dan satu atom besi (Fe) yang terletak di tengah-tengah molekul porphyrin tadi. Di sinilah oksigen akan diikat semasa darah melalui peparu. Terdapat dua keadaan pengoksidaan atom Fe iaitu +2 dan +3 (ion Fe2+ dan Fe3+ masingmasing). Hemoglobin dalam keadan normal membawa ion Fe2+, tetapi adakalanya ion ini dioksidakan kepada Fe3+. Hemoglobin yang membawa ion Fe3+ dipanggil methemoglobin. Methemoglobin tidak mampu mengikat oksigen, jadi ion Fe3+ ini perlu diturunkan kepada Fe2+. Proses ini memerlukan NADH, iaitu sebuah koenzim pembawa hidrogen, dan dimangkin oleh enzim NADH cytochrome b5 reductase Terdapat beberapa jenis hemoglobin. Dalam darah manusia dewasa, hemoglobin yang paling banyak ialah hemoglobin A (HbA), yang terdiri daripada dua subunit dan dua subunit . Konfigurasi ini dinamai 22. Setiap subunit terdiri daripada 141 dan 146 molekul asid amino masing-masing. Oksihemoglobin terbentuk apabila molekul oksigen diikat kepada hemoglobin. Proses ini berlaku di kapilari darah di dalam peparu. Oksihemogloin berwarna merah terang. Setelah oksigen digunakan oleh tubuh, hemoglobin dipanggil deoksihemoglobin. Ia berwarna merah gelap. Cara Mengukur Terdapat beberapa cara bagi mengukur kandungan hemoglobin dalam darah, kebanyakannya dilakukan secara automatik oleh mesin yang direka khusus untuk membuat beberapa ujian terhadap darah. Di dalam mesin ini, sel darah merah diceraikan untuk mengasingkan hemoglobin dalam bentuk larutan. Hemoglobin yang terbebas ini dicampur dengan bahan kimia yang mengandungi cyanide yang mengikat kuat dengan molekul hemoglobin untuk membentuk cyanmethemoglobin. Dengan menyinarkan cahaya melalui larutan cyanmethemoglobin dan mengukur jumlah cahaya yang diserap (khususnya bagi gelombang antara 540 nanometer), jumlah hemoglobin dapat ditentukan. Penetapan Kadar Hemoglobin Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode sahli, metode oksihemoglobin, atau metode sianmethemoglobin. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandarisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin, methemoglobin, dan sulfahemoglobin. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik, yaitu oksihemoglobin, dan sianmethemoglobin. Keduanya merupakan cara spektrofotometrik. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi

oksihemoglobin, sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin, sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. 1. Metode Sahli a. Dasar Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar. b. Peralatan dan Pereaksi

alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler hemometer sahli, yang terdiri atas o tabung pengencer. panjang 12cm, dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) o dua tabung standar warna o pipet Hb. dengan pipa karet panjang 12,5 cm terdapat angka 20 o pipet HCl o botol tempat aquadest dan HCl 0,1N o batang pengaduk (dari glass) o larutan HCl 0,1N aquadest

c. Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d. Cara Kerja

isi tabung pengencer dengan HCl 0,1N sampai angka 2 dengan pipet Hb, hisap darah sampai angka 20 mm, jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue tuangkan darah ke dalam tabung pengencer, bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet biarkan satu menit tambahkan aquadest tetes demi tetes, aduk dengan batang kaca pengaduk

bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar bila sudah sama penambahan aquades dihentikan, baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer

e. Nilai Normal menurut Dacie


dewasa laki-laki : 13,5 18,0 gr% dewasa wanita : 11,5 16,5 gr% bayi (< 3bln) : 13,6 19,6 gr% umur 1 tahun : 11,0 13,0 gr% umur 12 tahun :11,5 14,8 gr%

f. Sumber Kesalahan

tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin, methemoglobin, sulfahemoglobin. cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. sumber kesalahan yang sering terjadi : o kemampuan untuk membedakan warna tidak sama o sumber cahaya yang kurang baik. o kelelahan mata o alat-alat kurang bersih o ukuran pipet kurang tepat, perlu dikalibrasi o pemipetan yang kurang akurat o warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya o penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat.

2. Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil. a. Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0,1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin, intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. b. Peralatan dan Pereaksi

Na-Karbonat 0,1% atau NH4OH 0,04% pipet ukur 5 ml mikropipet 20 mikroliter

tabung reaksi ukuran 75X10mm spektofotometer.

c. Cara Kerja

siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0,1% tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro, bilaslah mikropipet yang digunakan, paling sedikit 3 kali. tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

3. Metode Sianmethemoglobin a. Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma. b. Peralatan dan Pereaksi

mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli pipet volumetrik 5 ml tabung reaksi ukuran 75 x 10mm spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit), yang berisi kandungan : o kalium ferrosianida 200mg o KCN 50 mg o Kalium Hydrogen fosfat 140 mg o detergen 0,5-1 ml o aquadest / detenized water ad. 1000 ml

c. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. Cara Kerja

ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm, pipetkan 5 ml pereaksi dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet. campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor; dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya.

e. Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin, harus dikalibrasi dulu, atau dihitung faktornya. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut : Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl = X (500 + 20) mikroliter = kadar hemisianida X 0,251 mg/dl 1000/100 20 mikroliter

Buatlah pengenceran larutan standar 100, 75, 50, 25, dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat, maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. Atau menggunakan factor sebagai berikut : Faktor (F) = Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan f. Pengawasan Mutu Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida, CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. Sumber Kesalahan

terjadinya jendalan darah darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya. leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya

kerusakan pereaksi pemipetan yang tidak akurat fotometer yang kurang baik

http://blog.uin-malang.ac.id/alan/2011/01/10/hemoglobin-kadar-struktur-cara-mengukur-dll/ 1. Prinsip Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCL, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard memakaimata biasa. 2. Tujuan Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah 3. Alat dan bahan yang dipergunakan a. Hemoglobinometer (hemometer), Sahli terdiri dari : 1) Gelas berwarna sebagai warna standard 2) Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skla merah untuk hematokrit. 3) Pengaduk dari gelas 4) Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20/ul 5) Pipet pasteur. 6) Kertas saring/tissue/kain kassa kering b. Reagen 1) Larutan HCL 0,1 N 2) Aquades 4. Cara Pemeriksaan a. Tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda 2 b. Hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet Sahli sampai tepat pada tanda 20 ul. c. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang. d. Masukkan darah sebanyak 20 ul inike dalam tabung yang berisi larutanHCL tadi tanpa menimbulkan gelembung udara. e. Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCL dari dalam pipet secra berulang-ulang 3 kali f. Tunggu 5 menit untk pembentukan asam hematin g. Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades setetes demi setetes sambil diaduk dengan pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standard. h. Miniskus dari larutandibaca. Miniskus dalam hal ini adalah permukaan terendah dari larutan. 5. Pelaporan Dinyatakan dalam gr/dl Hanya dilaporkan dalam angka bulat, atau naik setengah, Misal 11, 11 , 12, 12 , dan sebagainya. 6. Catatan a. Nilai normal Laki-laki : 14 18 gram/dl

Wanita : 12 16 gram/dl b. Kesalahan yang sering terjadi 1. Alat/regen kurang sempurna, yaitu : a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 ul b. Warna standard sering sudah pucat. c. Kadar larutan HCL sering tidak dikontrol. 2. Orang yang melakukan pemeriksaan : a. Pengambilan darah kurang baik. b. Penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah. c. Intensitas sinar/penerangan kurang. d. Pada waktu waktu membaca hsil dipermukaan terdapat gelembung udara. e. Pipet tidak dibilas dengan HCL. f. Pengenceran tidak baik.

Sumber : Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991 PEMERIKSAAN HAEMOGLOBIN (Hb) Menurut Soenarto (1980) dengan pemeriksaan Hb ini kita akan mendapatkan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal . Nilai atau batas terendah manakah dari Hb yang dianggap normal ? Untuk itu perlu kita menggunakan kriteria yang seragam ialah dari WHO (1972). Ini telah dipakai dan dianjurkan oleh ahli-ahli kita. Kriteria persangkaan Anemi pada : bila Hb dibawah : Pria dewasa 13 g % Wanita tak hamil 12 g % Wanita hamil 11 g % Anak : 6 bl 6 th 11 g % 6 th 14 th 12 g % Pengukuran Hb yang disarankan oleh WHO ialah dengan cara cyanmet, namun cara oxyhaemoglobin dapat pula dipakai asal distandarisir terhadap cara cyanmet. Sampai saat ini baik di PUSKESMAS maupun dibeberapa Rumah sakit di negara kita masih menggunakan alat Sahli. Sumber : Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi dr. Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. Kariadi Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980 http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2010/04/pemeriksaan-darah-rutinhemoglobin-cara.html

PENETAPAN KADAR HEMOGLOBIN

Hemoglobin dapat ditetapkan dengan berbagai cara, antara lain metode sahli, metode oksihemoglobin, atau metode sianmethemoglobin. Metode sahli tidak dianjurkan karena mempunyai kesalahan yang besar, alatnya tidak dapat distandarisasi, dan tidak semua jenis hemoglobin dapat ditetapkan sebagai contoh karboksihemoglobin, methemoglobin, dan sulfahemoglobin. Hanya ada 2 metode yang dapat diterima dalam hemoglobinometri klinik, yaitu oksihemoglobin, dan sianmethemoglobin. Keduanya merupakan cara spektrofotometrik. Metode oksihemoglobin hanya mengukur semua hemoglobin yang dapat diubah menjadi oksihemoglobin, sedang karboksihemoglobin dan senyawa hemoglobin yang lain tidak terukur. Internasional Committe for Standarization in Hematology (ICSH) merekomendasikan metode sianmethemoglobin, sebab selain mudah dilakukan juga mempunyai standar yang stabil dan hampir semua jenis hemoglobin terukur kecuali sulfahemoglobin. 1. Metode Sahli a. Dasar Metode sahli merupakan satu cara penetapan hemoglobin secara visual. Darah diencerkan dengan larutan HCl sehingga hemoglobin berubah menjadi hematin asam. Untuk dapat menentukan kadar hemoglobin dilakukan dengan mengencerkan larutan campuran tersebut dengan aquadest sampai warnanya sama dengan warna batang gelas standar. b. Peralatan dan Pereaksi

alat untuk mengambil darah vena atau darah kapiler hemometer sahli, yang terdiri atas
o

tabung pengencer. panjang 12cm, dinding bergaris mulai angka 2(bawah) s/d 22(atas) dua tabung standar warna pipet Hb. dengan pipa karet panjang 12,5 cm terdapat angka 20 pipet HCl botol tempat aquadest dan HCl 0,1N

o o o o

o o

batang pengaduk (dari glass) larutan HCl 0,1N

aquadest

c. Spesimen Dapat berupa darah kapiler atau darah vena (darah EDTA) d. Cara Kerja

isi tabung pengencer dengan HCl 0,1N sampai angka 2 dengan pipet Hb, hisap darah sampai angka 20 mm, jangan sampai ada gelembung udara yang ikut terhisap hapus darah yang ada pada ujung pipet dengan tissue tuangkan darah ke dalam tabung pengencer, bilas dengan aquadest bila masih ada darah dalam pipet biarkan satu menit tambahkan aquadest tetes demi tetes, aduk dengan batang kaca pengaduk bandingkan larutan dalam tabung pengencer dengan warna larutan standar bila sudah sama penambahan aquades dihentikan, baca kadar Hb pada skala yang ada ditabung pengencer

e. Nilai Normal menurut Dacie


dewasa laki-laki : 13,5 - 18,0 gr% dewasa wanita : 11,5 - 16,5 gr% bayi (< 3bln) : 13,6 - 19,6 gr% umur 1 tahun : 11,0 - 13,0 gr%

umur 12 tahun :11,5 - 14,8 gr%

f. Sumber Kesalahan

tidak semua hemoglobin berubah menjadi hematin asam seperti karboksihemoglobin, methemoglobin, sulfahemoglobin. cara visual mempunyai kesalahan inheren 15-30%, sehingga tidak dapat untuk menghitung indeks eritrosit. sumber kesalahan yang sering terjadi :
o o o o o o o o

kemampuan untuk membedakan warna tidak sama sumber cahaya yang kurang baik. kelelahan mata alat-alat kurang bersih ukuran pipet kurang tepat, perlu dikalibrasi pemipetan yang kurang akurat warna gelas standar pucat / kotor dan lain sebagainya penyesuaian warna larutan yang diperiksa dalam komparator kurang akurat.

2. Metode Oksihemoglobin metode yang paling sederhana dan tercepat dalam fotometri. Tetapi keterandalan ini tidak dipengaruhi oleh kenaikan bilirubin plasma. Kerugiannya standar oksihemoglobin tidak stabil. a. Dasar Darah dicampur dengan larutan Natrium Karbonat 0,1% atau amonium hidroksida dan dikocok terjadi oksihemoglobin, intensitas warnanya diukur secara spektofotometrik. b. Peralatan dan Pereaksi

Na-Karbonat 0,1% atau NH4OH 0,04% pipet ukur 5 ml mikropipet 20 mikroliter tabung reaksi ukuran 75X10mm spektofotometer.

c. Cara Kerja

siapkan tabung reaksi yang berisi 5 ml larutan Na-Karbonat 0,1% tambahkan EDTA atau Darah kapiler 20 mikro, bilaslah mikropipet yang digunakan, paling sedikit 3 kali. tutuplah tabung reaksi tersebut dan kocoklah 10 detik. baca serapan dengan spektrofotometri pada 540 nm baca kadar hemoglobinnya pada kuvet kalibrasi yang telah dipersiapkan sebelumnya.

3. Metode Sianmethemoglobin a. Dasar ferrosianida mengubah besi pada Hb dari bentuk ferro ke bentuk ferri menjadi methemoglobin yang kemudian bereaksi dengan KCN membentuk pigmen yang stabil yaitu sianmethemoglobin. Intensitas warna yang terbentuk yang diukur fotometrok 540 nm. Kalium-hidrogen-fosfat digunakan agar pH tetap di mana reaksi dapat berlangsung sempurna pada saat yang tepat. Deterjen berfungsi mempercepat hemolisa darah serta mencegah kekeruhan yang terjadi oleh protein plasma. b. Peralatan dan Pereaksi

mikropipet 20 mikroliter / mmk atau pipet Sahli pipet volumetrik 5 ml tabung reaksi ukuran 75 x 10mm

spektrofotometer/kolorimeter dengan panjang gelombang 540 nm larutan Drabkin atau modifikasinya (diperdagangkan dalam bentuk kit), yang berisi kandungan :
o o o o o

kalium ferrosianida 200mg KCN 50 mg Kalium Hydrogen fosfat 140 mg detergen 0,5-1 ml aquadest / detenized water ad. 1000 ml

c. Spesimen Darah kapiler atau darah EDTA d. Cara Kerja


ke dalam tabung reaksi 75 x 10 mm, pipetkan 5 ml pereaksi dengan mikropipet tambahkan 20mikroliter / mmk darah penderita ke dalam pereaksi tersebut serta hindarilah terjadinya gelembung dan bersihkan bagian mikropipet. campurkan isinya dan iarkan pada suhu kamar selama 3-5 menit dan serapannya dibaca dalam spektrofotometri pada panjang gelombang 540nm dengan pereaksi sebagai blangko kadar hemoglobin dapat dibaca pada kurva kalibrasi atau dihitung dengan menggunakan faktor; dimana kadar Hb = serapan x faktor kurva kalibrasi dan faktor telah dipersiapkan sebelumnya.

e. Pembuatan Kurva Kalibrasi dan Perhitungan faktor. Sebelum fotometer dipergunakan untuk penetapan kadar hemoglobin, harus dikalibrasi dulu, atau dihitung faktornya. Untuk keperluan tersebut dipergunakan larutan standart hemisianida (sianmethemoglobin) dan pengenceran larutan tersebut dalam pereaksi Drapkin. Kadar Hb dari larutan standart hemisianida dapat dihitung dalam gr/100ml atau gr/dl sebagai berikut :

Kadar HbLarutan Standart = Kadar hemisianida mg/dl 1000/100 X (500 + 20) mikroliter 20 mikroliter

= kadar hemisianida X 0,251 mg/dl Buatlah pengenceran larutan standar 100, 75, 50, 25, dan 0% sebagai blanko dengan larutan Drapkin. Setelah masing-masing tercampur sempurna biarkan pada suhu kamar 3 menit dan baca serapan pada fotometer dengan 540 nm. Buatlah kurvanya dengan kadar Hb sebagai absisi dan serapan sebagai ordinat, maka hasil percobaan serapan pasien tinggi memplotkan pada kurva tera. Atau menggunakan factor sebagai berikut :

Faktor (F)

= Jumlah Kadar Hb Jumlah Serapan

f. Pengawasan Mutu Hemolisat yang dipergunakan atau dibuat sendiri dengan standar hemosianida, CV optimal = 3% dan CV tidak boleh lebih dari 6% g. Sumber Kesalahan

terjadinya jendalan darah darah yang hipemik menyebabkan hasilnya lebih tinggi dari seharusnya.

leukositosis berat mempengaruhi pengukuran lebih rendah dari seharusnya kerusakan pereaksi pemipetan yang tidak akurat fotometer yang kurang baik