Anda di halaman 1dari 7

MOTOR LISTRIK

Pernah kah kalian membongkar dynamo pada mobil-mobilan ataupun kipas angin. Dynamo yang kalian temukan tersebut sebenarnya merupakan sebuah motor listrik. Gambar di samping menunjukkan benda-benda yang sering kita temui sehari-hari yang menggunakan motor listrik.

Gambar 1 . benda-benda yang menggunakan motor listrik

Motor listrik adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Pada bahasan kali ini kita akan membahas tentang motor listrik arus searah. Motor listrik arus searah bekerja dengan menggunakan sumber listrik arus searah. Sebuah motor listrik terdiri atas dua bagian, yaitu bagian stator dan bagian rotor. Bagian stator merupakan bagian dari motor listrik yang tidak bergerak, yaitu terdiri atas magnet tetap. Bagian rotor merupakan bagian motor listrik yang dapat bergerak, yang terdiri atas kumparan kawat yang dibelitkan pada jangkar, selanjutnya kita sebut kumparan. Perhatikan gambar 2.

Gambar 2 . skema motor listrik Kanan : arus listrik mengalir dari kutub (+) baterai S1 C1 ABCD C2 S2 kutub (-) baterai Kiri : arus listrik mengalir dari kutub (+) baterai S1 C2 DCBA C1 S2 kutub (-) baterai Kanan : arus listrik mengalir dari kutub (+) baterai S1 C1 ABCD C2 S2 kutub (-) baterai

Kumparan ABCD diletakkan di antara medan magnetik. Sesuai dengan kaidah tangan kanan, kawat AB yang dialiri arus akan mengalami gaya magnetic F yang arahnya ke atas dan kawat CD yang dialiri arus juga akan mengalami gaya magnetik F yang arahnya ke bawah. Jadi, pada sisi-sisi kumparan yang berlawanan bekerja dua gaya yang sama besar,
26

berlawanan arah, dan garis kerjanya berbeda. Kedua gaya seperti ini disebut kopel. Oleh karena adanya kopel ini, kumparan ABCD akan berputar searah putaran jarum jam. Pada posisi vertical (900), arah gaya F akan segaris kerja sehingga kopel sama dengan nol. Akan tetapi, kumparan tidak langsung berhenti sebab memiliki kecepatan awal. Agar kumparan berputar terus-menerus, maka harus diupayakan agar pada setiap setengah putaran (180o), arus yang melewati sisi kumparan yang dekat dengan kutub tidak berubah arahnya. Untuk itu pada ujung tiap kumparan dipasang cincin belah (terbuat dari tembaga). Pada cincin belah menempel sebuah grafit. Batang grafit ini disebut sikat, cincin belah akan berputar bersama-sama kumparan, tetapi sikat-sikat ini tidak berputar melainkan diam pada tempatnya masing-masing. Misalkan kedudukan kumparan mula-mula seperti pada gambar. Arus listrik mengalir dari kutub + baterai melalui sikat S1 cincin C1 kumparan ABCD cincin C2 sikat S2 kembali ke kutub baterai -. Sisi kumparan CD yang dekat dengan kutub utara mengalami gaya ke bawah dan sisi kumparan AB yang dekat dengan kutub selatan mengalami gaya ke atas. Akibatnya kumparan ABCD berputar serah jarum jam. Setelah setengah putaran (1800) terjadi pertukaran persentuhan sikat dan cincin belah. Sekarang, cincin C1 menyentuh sikat S2 dan cincin C2 menyentuh sikat S1. Arus listrik mengalir dari kutub + baterai melalui sikat S1 - cincin C2 kumpaaran DCBA - sikat S2 cincin C1 lalu kembali ke kutub baterai. Arus listrik yang melalui sisi kumparan yang dekat dengan kutub selatan (CD) dan sisi gelung yang dekat dengan kutub utara (AB) tidak berubah arahnya. Oleh karena itu kumparan ABCD terus berputar searah jarum jam. Jadi, setiap gelung berputar 1800 terjadi pertukaran persentuhan sikat dengan cincin belah. Cincin belah berfungsi sebagai penukar arus yang disebut komutator.

PENGERAS SUARA Hampir semua orang mengenal pengeras suara. Ketika kita ingin mendengarkan suara musik dengan intensitas yang besar, maka kita dapat menggunakan pengeras suara.pengeras suara bekerja berdasarkan prinsip induksi magnetic yang memberikan gaya magnetic pada kawat berarus listrik. Arus listrik yang digunakan adalah yang berasal dari arus generator AC, seperti TV, radio, yang dihubungkan pada sebuah kumparan. Kawat yang terpasang pada lorong loudspeaker.

Gambar 3 . pengeras suara

27

Kebanyakan pengeras suara (loudspeaker) bekerja berdasarkan prinsip bahwa suatu medan magnetic akan mengerjakan sebuah gaya pada kawat berarus. Gambar 2 menunjukkan desain speaker yang memiliki tiga bagian dasar, yaitu kerucut, kumparan suara, dan magnet permanen. Pada kerucut terdapat selaput yang elastis yang dipasang sedemikian rupa agar ia dapat bergetar maju dan mundur. Ketika bergetar, selaput kerucut tersebut akan mendorong dan menarik molekul-molekul udara di depannya sehingga menciptakan gelombang-gelombang bunyi. Pada puncak kerucut dipasang kumparan suara yang berbentuk silinder berongga, dimana kawat dililitkan mengitari silinder ini (solenoid). Kumparan suara dipasang menutupi salah satu kutub magnet permanen dan ia dapat bergerak secara bebas. Kedua ujung kawat kumparan suara dihubungkan ke terminal-terminal speaker yang terdapat pada panel belakang sebuah penerima (receiver).

Gambar 4. Skema bagian-bagian pengeras suara

Penerima berindak sebagai generator AC, yang mengirimkan arus bolak-balik (arus AC) ke kumparan suara. Arus AC berinteraksi dengan medan magnetik hingga dihasilkan gaya bolak balik, yang mendorong dan menarik kumparan suara berikut kerucutnya. Untuk melihat bagaimana gaya magnetic muncul perhatikan gambar 3. Yang merupakan penampang lintang dari sebuah kumparan suara dan dan magnet permanen. Pada gambar, arus listrik berarah masuk bidang kerta dalam setengah bagian bawah. Dalam kedua kasus ini arah medan magnetic adalah tegak lurus terhadap arah arus, sehingga suatu gaya maksimum akan dikerjakan pada kawat. Aplikasi aturan telapak tangan kanan untuk gaya Lorentz memberikan gaya magnetic F berarah ke kanan, dan ini menyebabkan kerucut dipercepat ke kanan. Setengah siklus AC berikutnya arus berbalik arah, sehingga gaya magnetic F juga berbalik arah, dan kerucut dipercepat ke kiri. Misalnya arus AC yang berasal dari penerima memiliki frekuensi 1000 Hz, maka gaya megnetik bolak balik akan menyebabkan kerucut bergerak maju mundur pada frekuensi yang sama (1000 Hz), dan
28

gelombang bunyi dengan frekuensi 1000 Hz dihasilkan. jadi yang berperan mengubah sinyal listrik AC dari penerima menjadi gelombang bunyi adalah gaya magnetic yang dialami oleh kawat berarus.

29

LEMBAR KERJA SISWA Aplikasi gaya magnetik dalam kehidupan sehari-hari

-1Perhatikan gambar di samping! Alat tersebut menggunakan motor listrik untuk bekerja. Apa yang kalian ketahui tentang motor listrik ? .. .. ..

Gambar berikut adalah skema sebuah motor listrik. Tuliskan komponen-komponen yang kalian ketahui !

1. 2. 3. 4. 5.

.. .. .. .. ..

30

Dari gambar berikut, coba jelaskan secara sederhana cara kerja sebuah motor listrik arus searah !

31

-2Pernahkah kalian mendengarkan music? Apa yang kalian gunakan jika ingin mendengarkan music dengan suara keras ? Lengkapi komponen-komponen pengeras suara berikut dan jelaskan secara sederhana prinsip kerjanya ! Komponen pengeras suara : 1. 2. 3. 4.

Cara kerja pengeras suara :

32