Anda di halaman 1dari 10

PERKEMBANGAN REMAJA

Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik

Daftar Isi
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.1 B. Perumusan Masalah1 C. Tujuan.1 BAB II. PEMBAHASAN A. Pengertian Individu2 B. Perbedaan Individu dalam Berbagai Karakteristik Individu..2 C. Remaja dan Pertumbuhan/Perkembangan..3 1. Pengertian Remaja3 2. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan...3 3. Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan3 4. Karakteristik Umum Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Remaja.3 BAB III. PERTUMBUHAN FISIK PADA REMAJA A. Ciri Ciri Masa Remaja.5 B. Remaja dan Pubertas..5 1. Perubahan Pubertas pada Anak Perempuan..6 2. Perubahan Pubertas pada Anak Laki-Laki6 C. Kedewasaan dan Seks6 D. Masalah Penyalahgunaan Obat..6 E. Remaja dan Orangtua.6 F. Kesenjangan ..7 Remaja.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dimasa erea globalisasi sekarang ini perkembangan dunia semakin memperihatinkan. Remaja merupakan asset bangsa yang nanti akan menjadi penerus dan pemimpin bangsa ini. Jika benar seperti itu maka pa jadinya bangsa ini?. Oleh karena itu kita harus meninjau ulang dan mengkaji masalah perkembangan remaja. Masa remaja awal merupakan masa transisi, dimana usianya berkisar antara 13 sampai 16 tahun atau yang biasa disebut dengan usia belasan yang tidak menyenangkan, dimana terjadi juga perubahan pada dirinya baik secara fisik, psikis, maupun secara sosial (Hurlock, 1973). Pada masa transisi tersebut kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai dengan kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. Pada kondisi tertentu perilaku menyimpang tersebut akan menjadi perilaku yang mengganggu (Ekowarni, 1993). Melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya disebut dengan kenakalan remaja. B. Perumusan masalah Masalah tentang perkembangan remaja ini akn di kaji tentang masalah sebagai berikut: Bagaimana karkteristik seorang remaja? Apa dasar-dasar dalam mempelajari perkembangan remaja? Permaslahan yang muncul pada perkembangan remaja sekang ini? Adakah kontroversi dalam perkembangan remaja saat ini? C. Tujuan Diharapkan dengan danya kajian masalah perkembangan remaja ini kita semua bias tahu dan mencari akar permaslahan yang sedang dialami pada perkembangan remaja sekarang. Berikut tujuan yang ingin di capai dengan adanya makalah ini: Untuk pembaca pembaca akan mengetahi lebih dalam tentang kondisi perkembangan remaja sekarang ini pembaca bisa menjadikan makalah sebagai referansi pembaca dapat mengambil nilai-nilai yang penting dalam makalah ini makalah ini bisa menjadi bahan diskusi Untuk pemakalah

pemakalah bisa mempelajari lebih mendalam tentang perkembangan remaja menjadi bahan latihan dalam melaksanakan tugas- tugas dari dosen bisa berbagi informasi untuk pembaca menuangkan ide dari para pemakalah

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Individu Sejak zaman Yunani kuno para filsuf berpendapat bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani. Jasmani bersifat konkrit atau nyata, sedangkan rohani bersifat abstrak, imaterial, tidak dapat diamati dan kekal. Selanjutnya para filsuf berpandapat bahwa jiwa dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Menurut plato ada 3 macam kekuatan jiwa, yaitu: fikir berlokasi dikepala, kemauan berlokasi di dada, dan keinginan berlokasi diperut. Pembagian jiwa ini terkenal sebagai trikotomi. Ilmuan lain yang berpendapat mengenai pembagian jiwa ialah Aristoteles. Ia berpendapat gejala jiwa digolongkan menjadi dua yaitu : kognisi yang berpusat pada pikiran dan konasi yang berpusat pada kemauan. Gejala-gejala yang mengembangkan perkembangan berbagai aspek pada individu. 1. Aspek fisik atau jasmaniah Gejala yang tampak pada aspek ini misalnya: pertumbuhan payudara pada wanita dan lekum pada pria 2. Aspek intelektual Pada aspek ini cara berfikir konkrit berkurang dan cara berfikir abstrak bertambah. Yang termasuk aspek ini ialah perubahan secara kuantitatif dan perubahan secara kualitatif. 3. Aspek emosi Gejala yang tampak pada masa ini ialah ketidakstabilan emosi, pada anak remaja seringkali menunjukkan emosi yang meluap-luap. 4. Aspek sosial Gejala yang tampak pada aspek ini ialah keinginan untuk selalu bergaul dengan orang lain. 5. Aspek bahasa Gejala yang tampak pada aspek ini ialah bertambahnya pembendaharaan bahasa yang secara tidak langsung mempengaruhi intelektual seseorang. 6. Aspek bakat khusus Bakat merupakan potensi yang dibawa sejak lahir yang dengan fasilitas dan usaha yang minimal dapat mencapai hasil yang maksimal. 7. Aspek nilai, moral,dan sikap Gejala yang tampak berkaitan dengan aspek ini misalnya terbentuknya suatu pendirian hidup dan pandangan hidup, timbulnya sikap menghargai nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku. B. Perbedaan Individu dalam Berbagai Karakteristik Individu Perkembangan berbagai aspek diatas melalui cara yang bervariasi, akan menghasilkan perubahan yang bervariasi pula, oleh sebab itu tiap individu menjadi unik dan memiliki sifat khusus. Sifat khusus ini berkaitan dengan aspek-aspek yang ada diatas. 1. Perbedaan sifat yang berkaitan dengan aspek fisik Contoh yang berkaitan dengan aspek ini ialah: ada anak yang cepat lelah dalam pekerjaan fisik, ada anak yang rajin dalam bekerja, ada yang tahan lapar. 2. Berkaitan dengan aspek intelektual Terdapat anak yang mampu menyelesaikan masalah-masalah intelektual secara cepat, mampu berfikir abstrak dan kreatif, ada yang hanya berfikir secara konkrit. 3. Berkaitan dengan emosi

Terdapat anak yang memiliki stabilitas emosi, ada anak yang tidak mudah emosi, ataupun yang halus perasaannya. 4. Berkaitan dengan aspek sosial Terdapat anak yang mudah bergaul, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, dan memikirkan kepentingan sosial. 5. Berkaitan dengan aspek sosial Terdapat anak yang mampu berbicara lancar, dan menggunakan bahasa dengan benar. 6. Berkaitan dengan aspek bakat Terdapat anak yang sejak kecil sudah terlihat bakat khususnya, dan ada juga yang sebaliknya. 7. Berkaitan dengan aspek nilai, moral, dan sikap Terdapat anak yang taat pada nilai moral, ada pula yang melanggar, bahkan ada pula yang melawan. C. Remaja dan Pertumbuhan/Perkembangan 1. Pengertian Remaja Istilah remaja (adolescence) berasal dari bahasa latin yang berarti tumbuh atau menjadi dewasa anak dianggap memasuki masa remaja ketika secara seksual mencapai kematangan dan ia mencapai kematangan secara hukum. 2. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan ialah proses perubahan fisiologi yang bersifat progresif dan berkelanjutan, dan berlangsung pada periode tertentu. Sebagai hasil dari pertumbuhan ialah bertambahnya berat badan, tinggi badan, tulang dan otot menjadi kuat, sampai mencapai titik akhir pertumbuhan. Perkembangan ialah proses perubahan yang bersifat progresif dan menyebabkan tercapainya kemampuan psikis. 3. Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan Hukum Perkembangan ada 8 macam yaitu: Hukum tempo perkembangan Hukum irama perkembangan Hukum rekapitulasi Hukum masa peka Hukum masa menentang/Trotzalter Hukum eksploratif Hukum pertahanan diri Hukum pengembangan diri 4. Karakteristik Umum Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Remaja Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa, dalam masa peralihan ini remaja sering menunjukkan hal-hal sebagai berikut : Kegelisahan Hal ini muncul karena tidak semua keinginannya terpenuhi. Di satu pihak mereka ingin mendapat pengalaman, di pihak lain mereka merasa belum mampu melakukannya Pertentangan Seringkali remaja mengalami kebingungan karena terjadi pertentangan pendapat dengan orangtua mereka, hal ini menyebabkan remaja ingin melepaskan diri dari

orangtua namun ia tidak berani mengambil resiko. Keinginan mencoba segala sesuatu Pada umumumnya remaja ingin berpetualang dan mencoda hal-hal yang baru, dan biasanya mengarah pada hal yang negatif. Mengkhayal Hal ini terjadi karena tidak semua keinginan menjelajah dan bertualang terpenuhi. Aktivitas kelompok Hal ini dilakukan remaja untuk mendapatkan pemecahan dari kendala yang ia hadapi.

BAB III PERTUMBUHAN FISIK PADA REMAJA Seperti yang kita ketahui masa kedewasaan ialah masa yang lebih dari sekedar satu tingkat diatas masa anak-anak. Masa ini pasti akan dilewati oleh setiap individu, periode transisi yang penting bagi pengembangan emosi. Ini adalah periode meninggalkan ketergantungan masa kanak-kanak dan menuju masa dewasa. Kedewasaan mirip seperti wisatawan yang pergi dari satu tempat namun belum sampai tempat berikutnya. Masa transisi anak menuju remaja dibagi menjadi tiga tahap, masing-masing masa memiliki ciri yang khusus tapi tidak memiliki batas yang jelas. Pembagiannya ialah: (1) masa remaja awal/dini (early adolescence) umur 11 13 tahun (2) masa remaja pertengahan (middle adolescence) umur 14 16 tahun (3) masa remaja lanjut (late adolescence) umur 17 20 tahun Remaja akan mengalami periode perkembangan fisik dan psikis yaitu sebagai berikut : 1. Masa pra-pubertas (12 - 13 tahun) 2. Masa pubertas (14 - 16 tahun) 3. Masa akhir pubertas (17 - 18 tahun) 4. Periode remaja Adolesen (19 - 21 tahun) A. Ciri - Ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik, maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja: 1. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. 2. Perubahan fisik disertai kematangan seksual, perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi, pencernaan, dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja 3. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. 4. Perubahan nilai, dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanakkanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa 5. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. B. Remaja dan Pubertas Kedewasaan dan pubertas itu berbeda, kedewasaan merujuk pada semua tahap yang dilewati untuk mencapai tingkatan kedewasaan. Sedangkan pubertasi ialah hal yang hanya berkaitan dengan kematangan seksual. Kedewasaan, pada anak perempuan terjadi pada usia 13-18 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki usia 14-18 tahun,sebaliknya pubertasa merupakan periode yang tumpang tindih. Selama waktu 4 tahun, 2 tahun untuk menyiapkan reproduksi tumbuh. Sedang sisa 2 tahun berikutnya digunakan untuk menyelesaikan proses. Rata-rata anak perempuan tumbuh pada usia 10-12 dan anak laki-laki pada usia 12-13 tahun. Pada usia

ini anak mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Anak perempuan biasanya tumbuh lebih awal namun dalam waktu yang tidak terlalu lama akan tersusul oleh anak laki-laki. Pengontrol masa pubertas ialah glandula endokrin yang ditemukan dalam otak, di leher, diatas ginjal, dan sistem reproduksi. Glandula ini menghasilkan zatkimia yang dikenal sebagai hormon. 1. Perubahan Pubertas pada Anak Perempuan Muncul pada usia 10 hingga 12 tahun dengan ciri-ciri yang tampak adalah sebagai berikut: a. Perubahan payudara seperti pigmen areola dan pembesaran puting dan otot payudara terjadi pada tahap paling awal, biasanya satu payudara mengalami pertumbuhan lebih cepat dibanding payudara yang satunya. Tapi ini wajar, seiring berjalannya waktu ukurannya akan sama. b. Membesarnya pinggul dan melebarnya pangkal paha. c. Tumbuh rambut pada kemaluan atau bisa juga tumbuh ditempat lain, termasuk ketiak. d. Menstruasi Terjadi dua tahun setelah manifestasi pubertas yang pertama. Siklus menstruasi biasanya setiap 28 hari sekali dan berakhir setelah 5 hari Perubahan Pubertas pada Anak Laki-Laki Muncul pada usia 12-13 tahun denganciri-ciri yang nampak ialah sebagai berikut: a. Pembesaran alat kelamin luar, yaitu penis dan testis. b. Tumbuh rambut pada kemaluan, ketiak, antar kemaluan dengan pusar, pada paha, pada wajah ( rambut pada wajah biasanya tumbuh 2 tahun setelah rambut pada kemaluan). c. Suara berubah keluarnya air mani pada malam hari, hal ini sama dengan menstruasi pada anak perempuan. C. Kedewasaan dan Seks Dorongan seks pada perilaku kedewasaan memiliki arti penting, menurut Feud, seksualitas mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku disetiap bidang kegiatan dan kehidupan.pada masa-masa ini remaja perlu bimbingan dari orang tua agar mereka tidak melakukan perilaku yang menyimpang seperti homoseksualitas, mastrubasi, dll. D. Masalah Penyalahgunaan Obat Peyalahgunaan obat sering terjadi pada remaja di negara-negara Asia, sebagian besar pecandu obat menunjukkan tanda-tanda konflik, kebingungan, masalah mental, turunnya prestasi di sekolah, salah pergaulan, dan emosional. Untuk menanggulangi penyimpangan ini, hal yang dapat dilakukan oleh orangtua adalah : 1. Meyediakan fasilitas rekreasi dan hiburan dalam keluarga maupun asrama 2. Pemanfaatan energi remaja dalam kegiatan konstruktif dan minat sehat lainnya. 3. Mengenalkan bahaya penyalah gunaan obat di kalangan remaja. 4. Menyediakan fasilitas psikiater secara periodik disekolah. 5. Menerapkan cek kesehatan secara tegas. E. Remaja dan Orangtua Sifat yang berkesan dimasa remaja ialah ketika remaja cenderung berjarak dari orangtua, suasana hati sering berubah-ubah, beberapa remaja menjadi tertutup dan tidak

2.

suka bergaul. Pada masa ini remaja biasanya remaja mulai memberontak pada orangtua dan terhadap kemapanan. Kenyataan ini melawan semua hal yang otoriter, afiliasi yang ia pilih biasanya bertentangan dengan keinginan dan harapan orangtua . Soetjiningsih membagi permasalahan remaja menjadi tujuh masalah, yaitu : 1. terganggunya nutrisi 2. penggunaan obat terlarang, 3. terganggunya kesehatan jiwa, 4. masalah kesehatan gigi 5. penyakit yang terkait dengan lingkungan bersih 6. gangguan kesehatan karena hubungan seks 7. trauma fisik dan psikis karena sebagai korban kekerasan. Keluarga perlu mengajarkan budi pekerti guna membangun tiga sifat utama yaitu: Pertama, manusia berkarakter mulia yang mempunyai prinsip yang baik. Mereka yakin akan kehormatan, integritas, kewajiban, belas kasih, keadilan dan nilai etika lain. Prinsip-prinsip tersebut kemudian dikenal dengan istilah Enam Pilar Karakter. 2. Kedua, manusia berkarakter mulia yang mempunyai nurani yang kuat. Kesadaran nurani adalah semacam kompas moral internal yang membantu anak remaja kita membedakan benar dan salah 3. Ketiga, manusia berkarakter mulia yang mempunyai keberanian moral, kemauan untuk mendengarkan suara hati nurani dan melakukan hal yang benar, kendati harus menanggung resiko yang tidak menyenangkan 1. F. Kesenjangan Remaja Proporsi anak perempuan dan laki-laki untuk mengagumi sehingga menjadi tergila-gila atau berfantasi terhadap lawan jenis biasanya tidak dapat dihindari. Obyek yang dikagumi -biasanya disebut idola- digunakan oleh remaja sebagai model yang menjadi impian masa depannya. Para peneliti mengatakan bahwa kesenangan jauh lebih intensif dan lebih kuat pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki.