Anda di halaman 1dari 3

Kesimpulan.

Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Pengoperasian yang dilakukan pada mesin press harus sesuai dengan standart operations procedure (SOP) yang bertujuan agar mesin bekerja dengan oprimal. 2. Peralatan pengaman pada unit mesin mempunyai peran penting dalam operasional produksi, kualitas produk dan mekanisme bending. Sehingga bahaya bagi operator dapat dihindari dan kualitas produksi dapat dicapai. 3. Lingkungan sekitar mesin harus bersih dari debu, karena komponen-komponen mesin sangat peka terhadap kerusakan yang diakibatkan debu, korosi, dan kotoran lain. 4. Maintenance adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan untuk menjada dan mempertahankan kondisi suatu mesin atau alat-alat produksi termasuk memperbaiki sampai pada kondisi yang diinginkan dan sistem perawatan yang diterapkan. 5. Agar memperoleh kinerja mesin yang baik dibutuhkan sistem perawatan yang teratur, sehingga kegiatan produksi dapat berjalan dengan baik, memperpanjang umur mesin dan memperkecil biaya perbaikan. 6. Perawatan dan pemeriksaan yang dilakukan pada mesin press, antara lain : a. Pemeriksaan sebelum operasi, yaitu : periksa tombol emergency stop, pompa oli, safety gate, fluida, hidrolik. b. Pemeriksaan setelah mesin berhenti, yaitu : bersihkan kotoran, periksa main panel, switch right handle, left handle, push button ON, dan push button OFF, periksa upper dies dan lower dies, periksa unit kelistrikan. c. Pemeriksaan mingguan, yaitu : kebisingan dan getaran, vacuum gauge, temperatur fluida hidrolik, pressure gauge, kebocoran oli, air breather, colling water, mur dan baut yang kendor. d. Pemeriksaan mingguan, yaitu : periksa solenoid valve, periksa kondisi operasi pompa, katup dan pressure gauge, periksa oli dari kemungkinan kebocoran, periksa pergerakan, termasuk oli dan gemuk (greese), periksa operasi timer, periksa getaran dan keseimbangan dari mesin. e. Pemeriksaan bulanan, yaitu : periksa fluida hidrolik bila ada kotoran, periksa ada atau tidaknya gelembung, periksa power supply mengenai fluktuasi tegangan, periksa fungsi safety gauge, periksa hubungan listrik pada setiap

bagian mesin apakah ada kekendoran atau tidak, periksa pelumasan pada bearing, periksa mur dan baut untuk memastikan tidak ada kelonggaran. f. Pemeriksaan tiga bulanan, yaitu : periksa kualitas dari fluida hidrolik periksa bagian masuk dari filter oli. g. Pemeriksaan enam bulanan, yaitu : pertimbangan service line dari pressure gauge, vacuum gauge, dan pengukur temperatur oli. h. Pemeriksaan tahunan, yaitu : periksa bearing pada bagian yang bergerak, periksa bagian-bagian yang meluncur (sliding) dari keausan, periksa pendinginan oli. i. Perawatan mekanik, yaitu : periksa minyak pelumas, memilih minyak pelumas, pastikan sistem pipa pelumasan bersih, periksa semua baut pada bagian-bagian mesin yang bergerak, pastikan kekuatan tekanan jepit dies dengan benar. j. Perawatan hidrolik, yaitu L jangan biarkan tekanan minyak melebihi tekanan maksimum pada sistem (140 kg/cm2), pendinginan minyak harus dibersihkan setelah 480 jam beroperasi, periksa filter minyak, periksa secara teratur semua sistem pipa dan pemasangan baut pada perangkat hidrolik. k. Perawatan kelistrikan, yaitu : hindari menggunakan udara bertekan untuk membersihkan komponen listrik, secara teratur periksa heater bonds, hindari kemungkinan gesekan pada kabel, periksa secara teratur pulley pada setiap saklar limit, pastikan kabel listrik tetap kering, secara teratur periksa kontraktor magnetic untuk motor listrik. 7. Pemilihan minyak hidrolik harus sesuai dangan spesifikasi yang ditentukan oleh pabrik pembuat mesin, agar sistem penggerak hidrolik pada mesin lebih tahan lama. 8. Kendala yang sering terjadi pada mesin press C-4 adalah motor listrik, pompa hidrolik, dan dies. Maka komponen tersebut harus mendapat perhatian khusus.

Saran Adapun saran-saran dari penulis, antara lain : 1. Sebelum mengoperasikan mesin pres, sebaiknya operator membaca dan memahami instruksi dari buku manual mesin press.

2. Sebaiknya perusahaan memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang keselamatan kerja kepada karyawan secara rutin, agar karyawan tetap memperioritaskan keselamatannya selama bekerja. 3. Menyusun standart pembersihan dan pelumasan sementara, untuk pemeliharaan dasar jangka pendek. 4. Persiapan suku cadang untuk bagian-bagian mesin yang rawan harus selalu diusahakan ada, agar tidak mengganggu proses produksi karena waktu yang terbuang untuk menunggu ketersediaan suku cadang. 5. Program rawat, rapih, dan rajin harus selalu diterapkan dan diajarkan secara intensif guna mendukung kegiatan produksi yang berkualitas.