Anda di halaman 1dari 15

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
i. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Batik 1
Surakarta pada Tahun Ajaran 2005/2006.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian direncanakan dilaksanakan secara bertahap yang secara
garis besar dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap penelitian
dan tahap penyelesaian.
a. Tahap persiapan
Tahap persiapan meliputi pengajuan judul skripsi, permohonan ijin survei dan
konsultasi instrumen penelitian pada pembimbing.
b. Tahap penelitian
Tahap penelitian meliputi semua kegiatan yang berlangsung dilapangan, yaitu
uji coba instrumen dan pengambilan data.
c. Tahap penyelesaian
Tahap penyelesaian meliputi analisis data dan penyusunan laporan.
ii. Metodologi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan squasi eksperimen atau eksperimen
semu. Perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen satu berupa
pengajaran dengan variasi metode yaitu metode ceramah dan tanya jawab.
Kelompok eksperimen dua berupa pengajaran dengan variasi metode ceramah,
demontrasi dan tanya jawab. Kelompok eksperimen tiga berupa pengajaran
dengan variasi metode yaitu ceramah, eksperimen dan tanya jawab yang
ketiganya menggunakan pendekatan discovery terpimpin, sedangkan pada
kelompok kontrol diperlakukan pendekatan konvensional.
Pada akhir eksperimen semua kelompok tersebut diukur dengan
menggunakan alat ukur yang sama. Alat ukur meliputi ranah kognitif, afektif dan
psikomotorik. Uji keseimbangan dilakukan pada semua kelompok sebelum
dilakukan perlakuan.
iii. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Batik 1
Surakarta.
2. Sampel
Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak empat kelas
termasuk kelas kontrol yang sama variansinya. Variansi tersebut dihitung dari
nilai UAS semester sebelumnya yang mempunyai nilai rata-rata kemampuan awal
yang mendekati.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel dengan menggunakan Cluster Random Sampling
dengan cara memandang populasi sebagai kelompok-kelompok yang mempunyai
tingkat atau strata yang sama. Langkah-langkah pengambilan sampel adalah
sebagai berikut:
a. Mengambil data nilai UAS semester ganjil seluruh populasi yaitu
seluruh siswa kelas X SMA Batik 1 Surakarta.
b. Melakukan uji keseimbangan untuk mengetahui kelas-kelas yang
mempunyai kemampuan sama.
c. Menentukan kelas yang dijadikan sampel dari kelas eksperimen
dan kelas kontrol sebanyak empat kelas.
iv. Teknik Pengumpulan Data
Data penelitian yang diperoleh adalah data mengenai ranah kognitf, afektif
dan psikomotorik. Pengumpulan data untuk ranah kognitif meliputi soal-soal yang
mencakup 6 jenjang kemampuan yaitu C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), C3
(penerapan), C4 (analisis), C5 (sintesis), C6 (evaluasi). Pengukuran ranah afektif
24
dan psikomotorik menggunakan metode angket. Pengukuran ranah afektif dengan
skala likert, mancakup 5 jenjang kemampuan yaitu menerima, merespon,
penghargaan, mengorganisasikan, karakterisasi. Ranah psikomotorik mencakup 5
jenjang kemampuan yaitu peniruan, manipulasi, kecermatan, artikulasi,
naturalisasi (Ella Yulaelawati, 2004: 59-63).
1. Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a. Variabel Bebas
1) Metode ceramah dengan pendekatan discovery terpimpin sebagai
kelompok perlakuan 1
2) Metode demonstrasi dengan pendekatan discovery terpimpin
sebagai kelompok perlakuan 2
3) Metode eksperimen dengan pendekatan discovery terpimpin
sebagai kelompok perlakuan 3
4) Pendekatan konvensional yang dibatasi pada metode yang biasa
digunakan guru di kelas sebagai kelompok kontrol
b. Variabel Terikat
Hasil belajar biologi siswa yang mencakup hasil belajar biologi ranah kognitif,
afektif dan psikomotorik.
2. Instrumen Penelitian
a. Teknik Penyusunan Instrumen
1) Pengukuran ranah kognitif menggunakan tes.
Adapun langkah-langkah penyusunan tes sebagai berikut:
a) Spesifikasi materi berdasarkan kurikulum
b) Pembuatan alat ukur sesuai indikator
c) Pembuatan kisi-kisi soal sesuai dengan indikator yang
diharapkan
d) Soal-soal yang disusun mengangkut soal-soal yang mencakup 6
jenjang kemampuan yaitu C1 (pengetahuan), C2 (pemahaman), C3
(penerapan), C4 (analisis), C5 (sintesis), C6 (evaluasi).
e) Penyusunan item
25
f) Penyusunan item soal ranah kognitif dengan perbandingan 30% mudah : 50%
sedang : 20% sukar
g) Pengujian kesahihan item dilakukan dengan uji validitas dan
reliabilitas menurut Suharsimi Arikunto (1998: 96)
h) Item diuji lagi dengan uji tingkat kesukaran item
2) Pengukuran ranah afektif menggunakan test dengan metode angket skala
likert.
Menurut Suharsimi Arikunto (1998: 180) Skala likert ini disusun dalam
bentuk suatu pernyataan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukkan
tingkatan. Misalnya seperti yang telah dikutip yaitu:
SS : Sangat setuju dengan skor 5
S : Setuju dengan skor 4
TB : Tidak berpendapat dengan skor 3
TS : Tidak setuju dengan skor 2
STS : Sangat tidak setuju dengan skor 1
Ranah afektif meliputi 5 jenjang kemampuan yaitu menerima, merespon,
penghargaan, mengorganisasikan, karakterisasi. Uji kesahihan ranah afektif
diukur dengan uji validitas dan reliabilitas.
3) Pengukuran ranah psikomotorik dengan menggunakan angket dan
observasi
Skor berupa skala penilaian yang tersaji dalam pernyataan ya dan
tidak. Pengukuran ranah psikomotorik dengan observasi dilakukan pada saat
kegiatan belajar mengajar sebagai acuan untuk pengukuran dengan metode
angket.
Ranah psikomotorik meliputi 5 jenjang kemampuan yaitu peniruan,
manipulasi, kecermatan, artikulasi dan naturalisasi. Uji kesahihan ranah
psikomotorik diukur dengan uji validitas dan reliabilitas.
b. Uji Instrumen Penilaian
1) Uji Validitas
Uji validitas dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment, dari
Suharsimi Arikunto (1997: 162)
26
r
xy
=
( )( )
( ) { } ( ) { }
2
2
2
2
y y N x x N
y x xy N


Keterangan :
r
xy :
koefisien korelasi antara variabel x dan variabel y, dua variabel yang
dikorelasikan
x : jumlah skor item tiap nomor soal yang dijawab benar
y : jumlah skor item total tiap nomor yang dijawab benar
N : banyaknya subyek
Item dikatakan valid apabila mempunyai r
xy
> r
tabel
dengan taraf signifikasi
= 0,05. Item dikatakan tidak valid jika r
xy
< r
tabel
dengan taraf signifikansi 0,05.
Uji validitas tes try out kognitif, afektif dan psikomotorik siswa secara lengkap
disajikan pada lampiran 2 dan secara ringkas dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rangkuman Hasil Try Out Instrumen Penelitian Untuk Uji Validitas.
Instrumen Penelitian Jumlah Item Keputusan Uji Validitas
Valid Drop
Kognitif 60 50 10
Afektif 108 78 30
Psikomotorik 102 70 32
Dari Tabel di atas dapat diketahui hasil perhitungan uji validitas tes
kognitif dapat diketahui bahwa item yang valid sebanyak 50 soal sedang untuk
item yang tidak valid (invalid) sebanyak 10 soal. Hasil uji validitas angket afektif
menunjukkan item yang valid sebanyak 78 soal dan item yang tidak valid
(invalid) sebanyak 30 soal. Hasil uji validitas angket psikomotor menunjukkan
item yang valid sebanyak 70 soal dan item yang tidak valid (invalid) sebanyak 32
soal. Perhitungan lebih lengkap disajikan pada lampiran 2.
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan adalah rumus Kuder-Richardson (K-R 20) dari
Suharsimi Arikunto (1998: 96)
r
11
=
,
_

1 n
n

,
_


2
2
S
pq S
27
Keterangan :
r
11
: reliabilitas tes secara keseluruhan
p : proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
q : proporsi subyek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p)
pq : jumlah hasil perkalian antara p dan q
n : banyaknya item
S : standar deviasi dari tes
Kualifikasi koefisien reliabilitas adalah sebagai berikut:
0,91-1,00 : Sangat tinggi
0,71-0.90 : Tinggi
0,41-0,71 : Cukup
0,21-0,20 : Rendah
Negatif-0,20 : Sangat rendah
Hasil uji reliabilitas untuk ranah kognitif, afektif dan psikomotorik secara
ringkas disajikan dalam Tabel 2 dan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 2.
Tabel 2. Rangkuman Hasil Try Out Instrumen Penelitian Untuk Uji Reliabilitas.
Instrumen Penelitian Jumlah Item Keputusan Uji Reliabilitas
Kognitif 60 0,916
Afektif 108 0,942
Psikomotorik 102 0,940
Dari Tabel di atas dapat dilihat hasil uji reliabilitas tes kognitif diperoleh
r
11
=0,916 hal ini berarti bahwa koefisien reliabilitas soal tes kognitif sangat tinggi.
Hasil uji reliabilitas angket afektif diperoleh r
11
=0,942 hal ini berarti bahwa
koefisien reliabilitas soal angket afektif sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas angket
psikomotor diperoleh r
11
=0,940 hal ini berarti bahwa koefisien reliabilitas soal
angket psikomotor sangat tinggi. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dapat diketahui
bahwa instrumen penelitian sangat reliabel untuk digunakan.

28
3) Tingkat Kesukaran
Pengujian tingkat kesukaran soal dipergunakan rumus soal dari Masidjo
(1995: 189-192) sebagai berikut:
maksimal NxSkor
B
IK
Keterangan:
IK : Indeks kesukaran
B : Jumlah jawaban yang benar
N : Jumlah siswa
Skor maksimal : Besarnya skor yang dituntut oleh suatu jawaban benar dari
suatu item
Kualifikasi indeks kesukaran sebagai berikut:
0,81-1,00 : Mudah sekali (MS)
0,61-0,80 : Mudah (M)
0,41-0,60 : Sedang/cukup (SC)
0,21-0,40 : Sukar (S)
0,00-0,20 : Sukar sekali (SS)
Hasil uji tingkat kesukaran soal tes kognitif secara ringkas disajikan dalam
Tabel 3 dan secara lengkap dapat dilihat pada lampiran 2.
Tabel 3. Rangkuman Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal Tes Kognitif
Instrumen Penelitian Keputusan Uji Indeks Kesukaran
MS M SC S SS
Kognitif - 18 30 12 -
Dari Tabel di atas, diperoleh jumlah soal yang dinyatakan mudah
sebanyak 18 soal, yang dinyatakan sedang sebanyak 30 soal dan yang dinyatakan
sukar sebanyak 12 soal.
v. Teknik Analisis Data
Pengujian hipotesis menggunakan uji perbedaan dua rata-rata dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Uji Keseimbangan
29
Uji keseimbangan yang digunakan adalah uji F berpasangan dari
Budiyono (2004:164) dengan prosedur:
1) Hipotesis
H
0
: sampel mempunyai kemampuan awal yang sama
H
1
: sampel mempunyai kemampuan awal yang berbeda
2) Taraf Signifikansi( ) = 0,05
3) Statistik uji yang digunakan:
2
2
2
1
S
S
F

F(n
1
-1, n
2
-1)
4) Daerah Kritik (DK): {F F >F
: (
n
1
-1
,
n
2
-1
)
}
5) Keputusan Uji
Ho diterima jika F
Hitung
< F
Tabel
6) Kesimpulan
a) Sampel mempunyai kemampuan awal yang sama jika H
0
diterima.
b) Sampel mempunyai kemampuan awal yang berbeda jika H
0
ditolak
Hasil perhitungan uji keseimbangan dengan mengunakan uji F
berpasangan secara ringkas disajikan dalam Tabel 4 dan secara lengkap dapat
dilihat pada lampiran 4.
Tabel 4. Hasil Perhitungan Uji Keseimbangan Pada Pendekatan Konvensional;
Metode Ceramah, Demonstrasi dan Eksperimen dengan Pendekatan
Discovery Terpimpin.
Kombinasi F
hit
F
0,05 (dk terbesar - 1),(dk terkecil - 1)
F
12
1.21 1.66
F
13
1.19 1.67
F
14
1.23 1.67
F
23
1.45 1.66
F
24
1.49 1.67
F
34
1.03 1.67
Berdasarkan Tabel di atas, dapat diketahui bahwa F
Hitung
< F
Tabel
, hal ini
berarti bahwa semua sampel memiliki kemampuan awal yang sama.
2. Uji Prasyarat
Uji prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas
dan uji homogenitas.
30
a. Uji Normalitas
Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan metode Liliefors dari
Budiyono (2004: 170) dengan prosedur:
1) Hipotesis
H
0
: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal
H
1
: sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal
2) Taraf Siginifikansi ( ) = 0,05
3) Statistik Uji
L = max
( ) ( )
i i
Z S Z F
( )
s
X X
Z
i
i

dengan :
( )
i
Z F
: ( )
i
Z Z P ; Z N(0,1)
( )
i
Z S : proporsi cacah Z <
i
Z
terhadap seluruh cacah
i
Z
i
X
: skor responden
4) Daerah Kritik (DK) : { L L > L
: n
}; n adalah ukuran
sampel
5) Keputusan Uji
H
0
ditolak jika L
hitung
terletak di daerah kritik
6) Kesimpulan
a) Sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika H
0
diterima.
b) Sampel tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal jika H
0
ditolak.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas pada penelitian ini menggunakan uji Bartlett dari
Budiyono (2004: 176) dengan prosedur:
Hipotesis
H
0
:
2 2
2
2
1
.. .
k

(populasi-populasi homogen)
H
1
: paling tidak ada satu
2 2
j i

(populasi-populasi tidak homogen)
untuk
j i
; i : 1,2, ,k ; j : 1,2,
31
2) Taraf Signifikansi ( ) = 0,05
3) Statistik Uji
1
]
1

k
1 j
2
j j
2
logS f - RKG log f
c
303 , 2

dengan :
k : cacah populasi = cacah sampel
f : derajat kebebasan untuk RKG = N k
N : cacah semua pengukuran
f
j
: derajat kebebasan untuk S
j
2
=
n
j
1
j : 1, 2, , k
N
j
: cacah pengukuran pada sampel ke-j
j
i
f
SS
RKG

j
j 2
j
f
SS
S
( )
j
2
j
2
j
n
SS

j
1
1
]
1

+

f
1
-
f
1

1) - 3(k
1
1 c
j
Daerah Kritik (DK) :
{ }
2
1 - k ;
2 2
|

>
Keputusan Uji
H
0
ditolak Jika
2

hitung
terletak di daerah kritik.
Kesimpulan
a) Populasi-populasi homogen jika H
0
diterima
b) Populasi-populasi tidak homogen jika H
0
ditolak
3. Uji Hipotesis
a. Uji Anava
Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan anava satu jalan dengan sel
tak sama menurut Budiyono (2004: 195). Skala nominal berupa variasi metode
mengajar. Skala interval berupa prestasi siswa bidang kognitif, afektif dan
psikomotorik dengan prosedur:
1) Model
32
Model untuk data pada analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama
adalah:
ij j ij
X + +
Keterangan :
ij
X
: data ke-I pada perlakuan ke-j;
: rerata dari seluruh data (rerata besar, grand mean);
j

: j

= efek perlakuan j pada variabel terikat;


ij

: deviasi data ij
X
terhadap rataan populasinya yang berdistribusi normal
dengan rataan 0
i : 1, 2, 3, , j
n
; j = 1, 2, 3, , k
k : cacah populasi (cacah perlakuan, cacah klasifikasi)
2) Notasi dan tata letak data
Terdapat kategori perlakuan yang disajikan dengan A
1
, A
2
, , A k
Tabel 5. Notasi dan tata letak data pada Anava satu jalan sel tak sama
A
1
A
2

A
k
Total
Data Amatan
X
11
X
21
X
12
X
22

X
k 1
X k 2
33

X
1
n
1

X
2
n
2

X
k
n
Cacah Data
Jumlah Data
Rataan
Jumlah Kuadrat
Suku Koreksi
Variasi
n
1
T
1
1
X
X
2
1
1
2
1
n
T
SS
1
n
2
T
2
2
X
X
2
2
2
2
2
n
T
SS

n
k
T k
k
X
X
2
k
k
k
n
T
2
SS k
N
G
X
2
,
ij
j i
X
j
j
j
n
T
2

j
j
SS
Dari Tabel 5 di atas, perlu diketahui bahwa:
N = n = k
n n n + + + ...
2 1 ; G = T = k
T T T + + + ...
2 1 ;
X =
N
G
; dan .
j
j
j
j
j
n
T
X SS
2
2

3) Hipotesis
Pasangan hipotesis yang diuji adalah:
H
0
: k
...
2
H
1
: paling sedikit ada dua rataan yang tidak sama
Atau
H
0
:
0 ...
2 1

k

(dapat juga ditulis j

= 0 untuk setiap j)
H
1
: paling sedikit ada satu j

yang tidak nol


Atau
H
0
: Tidak ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
H
1
: Ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat
34
4) Komputasi
Definisi besaran-besaran (1), (2), dan (3), sebagai berikut:
N
G
2
) 1 ( ;
2
,
) 2 (
ij
j i

;
j
j
j
n
T
2
) 3 (
Berdasarkan besaran-besaran tersebut, JKA, JKG, dan JKT diperoleh dari:
JKA = (3) (1)
JKG = (2) (3)
JKT = (2) (1)
Derajat kebebasan untuk masing-masing jumlah kuadrat tersebut adalah:
dkA = k 1
dkG = N k
dkT = N 1
Rataan kuadrat:
RKA =
dkA
JKA
RKG =
dkG
JKG
5) Statistik uji
Statistik uji untuk analisis variansi adalah sebagai berikut:
RKG
RKA
F
obs

Merupakan nilai dari variabel random yang berdistribusi F dengan derajat
kabebasan k 1 dan N k.
6) Daerah kritik
DK =
{ }
k N k
F FlF

>
, 1 ;
7) Rangkuman analisis
Tabel 6. Rangkuman analisis variansi
Sumber JK Dk RK
F
obs
F

P
Perlakuan JKA k 1 RKA
RKG
RKA F* p< atau
p >
35
Galat JKG N k RKG - - -
Total JKT N 1 - - - -
Keterangan : p adalah probabilitas amatan, F* adalah nilai F yang diperoleh dari
tabel.
b. Uji Komparasi Ganda
Uji komparansi ganda pada penelitin ini menggunakan metode Scheffe
menurut Budiyono (2004: 201) dengan prosedur:
1) Mengidentifikasi semua pasangan komparansi
rataan yang ada. Jika terdapat k perlakuan, maka ada
( )
2
1 k k
pasangan
rataan dan rumuskan hipotesis yang bersesuaian dengan komparansi tersebut.
2) Menentukan taraf signifikansi (pada umumnya
yang dipilah sama dengan pada uji analisis variansinya)
3) Mencari nilai statistik uji F dengan menggunakan
rumus:
( )

,
_

j i
j i
j i
n n
RKG
X X
F
1 1
2
dengan:
F j i : nilai F obs ;
X i : rataan pada sampet ke-i;
X j : rataan pada sampel ke-j;
RKG : rataan kuadrat galat;
n
i
: ukuran sampel ke-i;
n j : ukuran sampel ke-j;
4) Menentukan daerah kritik dengan formula sebagai
berikut:
{ }
k N k
F k FlF DK

>
, 1 ;
) 1 (

5) Menetukan keputusan uji untuk masing-masing
komparansi ganda.
36
6) Menentukan kesimpulan dari keputusan uji yang
ada.

37