Anda di halaman 1dari 14

1. Tanggal Praktikum : 7 Oktober 2011 2.

Judul Praktikum

: Penentuan Zat Aditif Pada Plastik dengan Spektrofotometer Inframerah

3.

Tujuan Praktikum : a) Menentukan keberadaan zat aditif pada plastik kemasan melalui perlakuan pemanasan. b) Memahami prinsip dasar spektrometri infra merah dan menggunakannya untuk identifikasi zat.
c) Mengembangkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal berkaitan dengan

hasil analisis.

4.

Prinsip Dasar Spektrofotometer IR adalah spektrofotometer yang berdasarkan pada penyerapan panjang gelombang infra merah. Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat, infra merah pertengahan, dan infra merah jauh. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dah pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2,5-1000 m. Berdasarkan pembagian daerah panjang gelombang sinar infra merah dibagi atas tiga daerah, yaitu:
a. Daerah infra merah dekat,

b. Daerah infra merah pertengahan,


c. Daerah inra merah jauh.

Daerah Dekat Pertengahan Jauh

Panjang gelombang ( m) 0,78 2,5 2,5 50 40 100

Bilangan gelombang ( (cm-1)) 12.800 - 4000 4000 200 200 100

Frekuensi ( (Hz)) 3,8. 1014 1,2.1014 1,2.1014 6,0.1012 6,0.1012 - 3,0.1011

Pada spektroskopi infra merah meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif, namun biasanya lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya spektroskopi infra merah digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada suatu senyawa, terutama senyawa organik. Setiap serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik. Dasar spektroskopi infra merah dikemukakan oleh Hooke dan didasarkan atas senyawa yang terdiri atas dua atom yang digambarkan dengan dua buah bola yang saling terikat oleh pegas. Jika pegas direntangkan atau ditekan pada jarak keseimbangan tersebut maka energi potensial dari sistim tersebut akan naik. Setiap senyawa pada keadaan tertentu telah mempunyai tiga macam gerak, yaitu:
a. Gerak translasi, yaitu perpindahan darri satu titik ke titik lain.

b. Gerak rotasi , yaitu berputar pada porosnya , dan c. Gerak vibrasi , yaitu bergetar pada tempatnya Bila ikatan bergetar, maka energi vibrasi secara terus menerus dan secara periodik berubah dari energi kenetik ke energi potensial dan sebaliknya. Jumlah energi total adalah sebanding dengan frekuensi vibrasi dan tetapan gaya (K) dari pegas dan massa (m1 dan m2) dari dua atom yang terikat. Energi yang dimiliki oleh sinar infra merah hanya cukup kuat untuk mengadakan perubahan vibrasi Prinsip dari spektrofotometer IR adalah ketika molekul dari suatu senyawa diberikan energi radisi infra merah, maka molekul tersebut akan mengalami vibrasi dengan syarat energi yang diberikan terhadap molekul cukup untuk mengalami vibrasi. Macam-macam vibrasi ada 2 yaitu ada vibrasi ulur (regang) dan vibrasi tekuk. 1. Vibrasi regang yaitu vibrasi ynag mengakibatkan perubahan panjang ikatan suatu ikatan. Vibrasi ulur ada dua tipe yaitu:
a. Regang simetris (Stretching symmetrical)

Unit struktur bergerak bersamaan dan searah dalam suatu bidang datar.

b. Regang asimetris (Stretching antysymetrical)

Unit struktur bergerak bersamaan da tidak searah tetapi masih dalam suatu bidang datar.

Perbedaannya, streching simetris merupakan perubahan panjang ikatan menjadi lebih panjang atau lebih pendek namun tidak menyebabkan perubahan momen dipol (momen dipol 0) sehingga tidak infra merah aktif. 2. Vibrasi Tekuk merupakan perubahan sudut ikatan yang pasti menyebabkan perubahan momen dipol sehingga infra merah aktif. Ada 4 tipe vibrasi bending yaitu:
a. Vibrasi goyangan (rocking) : unit struktur bergerak mengayun asimetri

tetapi masih dalam bidang datar.

b. Vibrasi guntingan (scissoring) : unit struktur bergerak menganyun simetris

dan masih dalam bidang datar.

c. Vibrasi pelintiran (twisting) : unit struktur berputar mengelilingi ikatan

yang menghubungkan dengan molekul induk dan berada di dalam bidang datar

d. Vibrasi kibasan (wagging) : unit struktur bergerak mengibas keluar dari

bidang datar.

Ada dua tipe instrumentasi spektrofotometer infra merah yaitu tipe dispersive spectrophptometer dan multiplexing spectrophptometer atau disebut juga dengan Fourier Transfrom Infra Red (FTIR) Spektrofotometer dispersi

Monokromator yang digunakan mirip dengan monokromator yang digunakan pada spektrofotometer UV-Vis tipe berkas ganda atau double beam. Biasanya digunakan secara primer untuk menganalisis senyawa secara kualitatif. Detektor yang digunakan adalah tipe thermal transducer. Responnya lambat sehingga sinar harus dipotong-potong terlebih dahulu oleh chopper. Sistemnya double bead, karena ada beberapa hal, yaitu:
a.

Untuk mengurangi radiasi atmosferik (CO2 dan H2O), Mencegah ketidakstabilan radiasi infra merah, c. Mengurangi radiasi percikan oleh pertikel pengotor atau debu di dalam spektrofotometer infra merah, dan

b.

d.

Memungkinkan pembacaan dan perekaman langsung. Mekanisme kerja. Sinar radiasi infra merah sebelum menembus sampel dan refrence displit terlebih dahulu supaya pembacaan tidak lama. Setelah sinar displit, sinar terbagi menjadi dua arus, yaitu sinar yang menuju sampel dan sinar menuju larutan baku pembanding. Kemudian kedua berkas sinar tersebut masuk ke dalam chopper sehingga keluar output sinar yang diteruskan ke monokroomator. Sinar masuk melalui celah masuk atau entrence pada monokromator. Didalamnya tedapat gratting sinar difokukan oleh gratting. Setelah itu sinar keluar melalui celah keluar atau extrence slit dan masuk ke alat scan frekuensi baru diteruskan ke detector. Oleh detector sinar diubah menjadi sinyal elektrik dan diperkuat oleh amplifier. Kemudian sinyal tersebut diinterpretasikan dalam bentuk spektrum infra merah dengan bantuan perangkat lunak dalam komputer. Fourier Transform Infra Red (FTIR) Spektrofotometer infra merah ada beberapa kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk mengatasi kelemahan tersebut perlu adanya pengembangan pada sistem optiknya. Perkembangan spektrofotometer infra merah yang paling modern adalah FTIR. Dasar pemikiran FTIR adalah deret persamaan gelombang yang dirumuskan oleh Jean Baptise Fourier yang membuat persamaan matematika gelombang elektronik: 0 + 1 cos t + sin 1 + 2 cos 2 t +b2 sin 2 t
5

Dimana : a,b = suatu bilangan t = waktu = frekuensi sudut (radian per detik) FTIR ini menggunakan suatu monokromator yang berbeda dengan monokromator pada spektrofotometer IR tipe dispersive. Monokromator yang digunakan adalah monokromator Michelson interferometer. Pada sistem optik ini ada 2 cermin yang tegak lurus dan cermin diam. Skema sistem optik ini seperti gambar dibawah ini.

Kelebihan dari FTIR adalah: Respon cepat Sinar mengalami perubahan dahulu baru masuk ke sampel Lebih bagus dari spektrofotometer IR dispersive Lebih sensitive Sinar radiasi infra merah tidak mengganggu atau tidak terganggu Menggunakan monokromator pyroelectric transducer

Pada dasarnya instrumentasi spektrofotometer infra merah mirip dengan instrumentasi spektrofotometri UV-Vis. Perbedaan utamanya terletak pada sumber energi dari sel. Sumber energi pada spektrofotometri bisa berupa laser. Oleh karena sinar infra merah mempunyai energi yang lebih rendah dari sinar UV ataupun sinar tampak maka tebal sel yang dipakai pada spektrofotometer lebih tipis daripada untuk spektrofotometer lainnya Secara berurutan, komponen utama dari spektrofotometer inframerah adalah sebagai berikut: Sumber radiasi infra merah Sumber radiasi berfungsi sebagai sumber radiasi infra merah. Radiasi infra merah akan dihasilkan dari pemanasan suhu padatan inert secara elektrik sampai suhu 1500 2000 K. Ada tiga macam sumber radiasi yang biasa digunakan, yaitu
1. Globar Source : tabung silica carbida dengan ukuran 5mm dan diameter

panjang 5cm
2. Nersis Glower : senyawa-senyawa oksida 3. Tungsten Filamen lamp : untuk analisis dengan nir-IR 4. Incadeseent wire : merupakan lilitan kawat nikrom

Tempat Sampel Tempat sampel berfungsi untuk tempat sampel yang akan dianalisa. Cuplikan atau sampel yang akan dianalisis dapat berupa cairan, padatan atau pun gas. Karena energi vibrasi tidak terlalu besar sampel dapat diletakkan langsung berhadapan dengan sumber radiasi IR, karena gelas kuarsa atau mortar yang terbuat dari porselene dapat memberikan kontaminasi yang menyerap radiasi IR, maka pemakaian alat tersebut harus dihindari. Preparasi cuplikan harus menggunakan mortar yang terbuat dari batu agate dan pengempaan dilakukan dengan menggunkan logam monel.

Interferometer

Interferometer berfungsi sebagai pemecah radiasi dari sumber radiasi dan kemudian menginterfasikannya kembali. Interferometer terdiri dari 3 bagian yaitu beam splitter, moving mirror, dan fixed mirror.

Monokromator Monokromator berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran. Monokromator yang digunakan bisa berupa :

1. Monokromator prisma bunsen Umumnya menggunakan kristal NaCl, dapat juga digunakan kristal KBr, CsBr, dan LiF. Untuk daerah IR dekat digunakan prisma dari bahan kuarsa 2. Monokromator gratting Dibuat dari gelas atau plastik yang dilapisi alumunium. 3. Monokromator filter Biasanya digunakan untuk analisis kuantitatif. Detektor Detektor berfungsi untuk mengukur dan mendeteksi sinyal radiasi inframerah berupa interferogram. Detektor spektrofotometer yang bersifat menggandakan elektron tidak dapat dipakai pada spektrofotometer IR sebab radiasi IR sangat lemah dan tidak dapat melepaskan elektron dari katoda yang ada
8

pada sistem detektor. Ada tiga tipe detektor yang dapat digunakan pada spektrofotometer IR, yaitu : a. Thermal Transducer Terdiri dari dua logam bercabang dimana suhu tergantung pada potensialnya. Instrumen yang menggunakan detektor ini harus disimpan pada tempat ber-AC atau bersuhu konstan karena dapat dipengaruhi oleh suhu sehingga dapat terjadi kesalahan dalam mendeteksi suatu senyawa. Tetapi responnya lambat, jadi jarang digunakan. b. Pyroelectric Transducer Berupa kristal cair dari triglisin sulfat (TGS) dimana temperatur dipengaruhi oleh polaritas senyawa. Memiliki respon yang cepat dalam menganalisis suatu senyawa. c. Photoconducting Transducer Terbuat dari bahan semikonduktor seperti timbal sulfida, raksa telurida, cadmium telurida, indium antimonida. Harus menggunakan pendingin gas nitrogen sehingga responnya cepat. Amplifier Amplifier berfungsi untuk mengukur atau mendeteksi sinyal radiasi inframerah yang lemah. Penguat atau amplifier dalam sistem optik spektrofotmeter IR sangat diperlukam karena sinyal radiasi IR sangat kecil atau lemah. Penguat berhubungan erat dengan derau instrumen serta celah monokromator. Jadi keduanyaharus diselaraskan dengan tujuan mendapatkan resolusi puncak spektrum yang baik dengan derau maksimal. Recorder Recorder berfungsi untuk mengubah interferogram menjadi spektrum inframerah yang bisa digunakan untuk analisis selanjutnya. Read Out

Read Out harus mampu mengamati spektrum IR secara keseluruhan pada setiap frekuensi dengan seimbang. Rentang bilangan gelombang 4000cm-1 sampai 650cm-1 dalam keadaan normal harus dapat teramati dalam selang waktu 10-15 menit. Untuk maksud pengamatan pendahuluan selang waktu tersebut dapat dipersingkat ataupun diperlambat untuk mendapatkan hasil resolusi puncak spektrum IR yang baik.

Teknik persiapan sampel Ada berbagai teknik untuk persiapan sampel, bergantung pada bentuk fisik sampel yang akan dianalisis. 1. Padat Jika zat yang akan dianalisis berbentuk padat, maka ada dua metoda untuk persiapan sampel ini, yaitu melibatkan pengunggunaan Nujol Mull dan Pelet KBr. a. Nujol Mull Sampel digerus dengan lumpang dan alu agar diperoleh bubuk yang halus. Dalam jumlah yang sedikit bubuk tersebut dicampur dengan Nujol agar terbentuk pasta, kemudian beberapa tetes pasta ini ditempatkan antara dua plat natrium klorida (NaCl), (plat ini tidak mengasorbsi inframerah pada wilayah tersebut). Kemudian plat ditempatkan dalam tempat sampel pada alat spektroskopi infra merah untuk dianalisis. b. Pelet KBr Sedikit sampel padat (kira-kira 1 2 mg), kemudian ditambahkan bubuk KBr murni (kira-kira 200 mg) dan diaduk hingga rata. Campuran ini kemudian ditempatkan dalam cetakan dan ditekan dengan menggunakan alat tekanan mekanik. Tekanan ini dipertahankan beberapa menit, kemudian sampel (pelet KBr yang terbentuk) diambil dan kemudian ditempatkan dalam tempat sampel pada alat spektroskopi infra merah untuk dianalisis. 2. Cairan

10

Bentuk ini adalah paling sederhana dan metode yang paling umum pada persiapan sampel. Setetes sampel ditempatkan antara dua plat KBr atau plat NaCl untuk membuat film tipis. Kemudian plat ditempatkan dalam tempat sampel alat spektroskopi infra merah untuk dianalisis. 3. Gas Untuk menghasilkan sebuah spektrum infra merah pada gas, dibutuhkan sebuah sel silinder / tabung gas dengan jendela pada setiap akhir pada sebuah material yang tidak aktif inframerah seperti KBr, NaCl, atau CaF2. Sel biasanya mempunyai inlet dan outlet dengan kran untuk mengaktifkan sel agar memudahkan pengisian dengan gas yang akan dianalisis.

Parameter Analisis Kualitatif Spektrofotometer infra merah dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa. Yang menjadi parameter kualitatif pada spektrofotometer infra merah adalah bilangan gelombang dimana muncul gugus fungsi yang khas dari suatu senyawa. Namun, jika hanya daerah gugus fungsi saja tidak dapat untuk menganalisis identitas senyawa. Ada daerah lain yang dinamakan daerah sidik jari atau dikenal sebagai daerah finger print region. Daerah finger print ini untuk setiap senyawa tidak akan ada yang sama sehingga merupakan identitas dari suatu senyawa. Parameter Analisis Kuantitatif Spektrofotometer infra merah dapat digunakan untuk analisis secara kuantitatif jika dihubungkn atau dilanjutkan analisis dengan bantuan dari instrumentasi lain. Misalnya GC-MS, MS dan sebagainya. Biasanya spektrofotometer infra merah digunakan sebagai analisis kuantitatif yaitu dalam menentukan indeks kemurnian yaitu seberapa besarkah sampel yang akan dianalisis jika spektrum infra merah sampel dibandingkan dengan spektrum infra merah baku pembanding atau reference standard dari sampel yang dianalisis / instrumentasi / komponen utama dan fungsinya.

5.

Alat dan Bahan Praktikum


11

a.

Alat
-

Gunting

1buah

Interferometer FTIR Shimadzu 8400 1set


-

Labu Erlenmeyer 100mL Heat magnetic strirerr + magnet

1buah 1set

b.
-

Bahan Etanol Sampel plastik 70mL 2cm x 2cm 2buah

6. a.

Prosedur Kerja Praktikum Persiapan Sampel Disiapkan film plastik kemasan. Film plastik kemasan digunting degan ukuran 2 x 2 cm sebanyak 2 buah.

b.

Pengukuran Sampel Peratama Disiapkan salah satu sampel yang telah digunting. Sampel yang telah disiapkan kemudian diukur menggunakan alat FTIR Shimadzu 8400. Dilihat hasil spektra yang didapatkan.

c.

Pengukuran Sampel Kedua Disiapkan sampel yang telah digunting. Ditempatkan pelarut etanol pada labu erlenmeyer sebanyak 30 mL. Sampel plastik ditempatkan ke dalam labu erlenmeyer yang berisi etanol. Dipanaskan dan diaduk sampel plastik tersebut selama 1 jam. Dilihat hasil spektra yang didapatkan dan bandingkan dengan hasil pengukuran pertama.
12

7.

Hasil dan Analisis Data Pada percobaan ini, digunakan plastik berbahan lunak yang bermerk Bagus. Pada analisis ini, dilakukan dua perlakuan terhadap sampel plastik. Perlakuan yang pertama sampel plastik langsung diuji menggunakan FTIR Shimadzu 8400 dan sampel yang kedua dilakukan perlakuan dengan cara dipanaskan menggunakan larutan etanol. Tujuan pemanasan ini untuk melarutkan zat aditif yang berada dalam sampel plastik. Digunakannya etanol karena sebagian besar zat aditif yang terdapat dalam plastik bersifat polar sedangkan plastiknya merupakan polimer yang cenderung berantai panjang dan bersifat non polar, sehingga diharapkan hanya zat aditiflah yang larut bersama pelarut etanol sehingga dapat dibandingkan antara spektra sebelum perlakuan (perlakuan pertama) dengan sesudah perlakuan (perlakuan kedua) karena jika dalam suatu plastik tersebut ada kandungan zat aditif akan ada gugus fungsi yang hilang atau intensitasnya berkurang. Dari spektra, tidak terlihat adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Hal ini, menandakan tidak adanya zat aditif pada sampel plastik tersebut. Berdasarkan spektra sebelum perlakuan, didapatkan 4 puncak utama, yaitu:

Rentang Gugus Gugus Fungsi C-H Alkana C-C Jenis Vibrasi Streaching Bending Fungsi 2850 - 3000 1350 - 1470 Puncak absorpsi sampel 2916,2cm-1 2848,7cm-1 1463,9cm-1

C-H Rocking 720 - 725 719,4cm-1 Bilangan gelombang 2916,2cm-1 dan 2848,7cm-1 menunjukkan adanya gugus fungsi alkana dengan jenis vibrasi C-H streaching. Pada panjang gelombang 1463,9cm-1 juga menunjukkan adanya gugus fungsi alkana dengan jenis vibrasi C-C bending. Sedangkan pada panjang gelombang 719,4cm-1 menunjukkan adanya gugus fungsi alkana dengan jenis vibrasi C-H rocking. Pada panjang gelombang 719,4cm-1 ini juga
13

disebut daerah sidik jari, karena mempunyai absorbansi yang unik dan di bawah daerah bilangan gelombang 1400cm-1. Berikut ini tabel spektra sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan: Seb Gugus Fungsi C-H C-C C-H elum Perlakuan bil.gelombang(cm-1) 2916,2 - 2848,7 1463,9 729,0 -719,4 Serapan (%T) 0 30 55 Sesudah Perlakuan bil.gelombang(cm-1) 2916,2 - 2848,7 1463,9 729,0 -719,4 Serapan (%T) 0 30 55

Dapat disimpulkan bahwa sampel plastik terbuat bahan dasar polietilen.

8.

Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan analisis spektra spektra sampel, dapat disimpulkan bahwa gugus fungsi yang terdapat dalam sampel plastik adalah CH(Alkana), C-C (Alkana), C-H (Alkana). Dengan demikian, penyusun utama dari sampel plastik adalah polietilen. Dan sampel plastik tersebut tidak mengandung zat aditif.

14