Anda di halaman 1dari 17

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam bidang pertanian kegiatan penanaman merupakan salah satu kegiatan yang cukup penting dan juga menentukan hasil pertanian. Dalam praktikum sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa perkembangan pertanian meliputi pekembangan alat/mesin pengolahan tanah. Alat/mesin pertanian selalu berkembang sejalan dengan berkembangnya tingkat peradaban manusia. Walaupun demikian, para petani di Indonesia belum mengetahui adanya alat/mesin penanam. Dengan demikian sudahlah menjadi kewajiban kita sebagai seorang mahasiswa teknik pertanian untuk memperkenalkan alat/mesin penanam yang modern tersebut sehingga dengan penggunaan alat/mesin penanam diharapkan menghemat waktu dan tenaga. Penanganan pasca panen padi merupakan upaya sangat strategis dalam rangka mendukung peningkatan pro-duksi padi. Dalam penanganan pasca panen, salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah masih kurangnya kesadaran dan pemahaman petani terhadap penanganan pasca panen yang baik sehingga mengakibatkan masih tingginya kehilangan hasil dan rendahnya mutu panen. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dilakukan penanganan pasca panen yang didasarkan pada prinsip-prinsip Sehubungan dengan hal di atas, maka, praktikum Alsin penanam dan pemanen ini perlu dilakukan untuk dapat mengetahui Prinsip kerja alat penanam dan pemanen dan cara menggunakan alat penanam dan pemanen yang penting untuk membantu dalam proses penanaman benih maupun pemanenan dalam pertanian.

1.2 Tujuan dan Kegunaan a. Tujuan Tujuan dari praktikum Alsin penanam dan pemanen adalah untuk mengetahui jenis-jenis alat penanam dan pemanen dan spesifikasi serta mekanisme kerjanya. b. Kegunaan Kegunaan dari Praktikum alat pemanen yaitu untuk dapat mengetahui jenis-jenis alat penanam dan pemanen, serta dapat mengetahui fungsi dan cara penggunaannya masing-masing.

II. TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Planter Dalam sebuah rancangan teknik, rancangan fungsional merupakan racangan yang sangat penting untuk menentukan komponen dan fungsi masing-masing komponen pada sebuah mesin. Mesin tanam sengon ini harus mampu memenuhi prototype yang diharapkan. Fungsi utama dari mesin tanam ini adalah pengeboran tanah sampai kondisi siap tanam yang sesuai dengan persyaratan tanam bibit sengon serta bisa meletakkan bibit secara semi otomatik ke dalam tanah yang sudah dibor karena itu ada juga fungsi penyimpanan bibit sebelum masuk ke lubang tanam. Fungsi lain dari mesin ini adalah fungsi mobilitas. Mesin harus mudah dipindahkan dengan kondisi lahan curam dan bergelombang dengan dibawa oleh Mesin dioperasikan (Anonima, 2010). Rancangan komponen dan fungsi masing-masing komponen pada mesin tanam sengon adalah sebagai berikut : (1). Bak bibit, Bak bibit berfungsi sebagai tempat menyimpan bibit sengon yang akan ditanam. Sebelum dimasukkan ke lubang tanam bibit ditempatkan terlebih dahulu di dalam bak bibit sebagai tempat persiapan. Bibit ini nantinya akan jatuh ke dalam lubang tanam setelah proses pengeboran selesai. (2). Batang pegangan, Komponen ini berfungsi sebagai batang pegangan operator. Tangan operator memegang batang ini saat mesin beroperasi. Batang ini juga berfungsi sebagai pegangan pada saat mesin dipindahkan untuk proses penanaman berikutnya. (3). Motor bensin 2 tak, Penggunaan motor bensin 2 tak berdasarkan pada oleh satu orang dewasa satu orang.

dengan kendali tangan

persaratan desain mesin yang harus ringan. Sebagai sumber tenaga penggerak motor bensin 2 tak cukup ringan dan ukurannya yang kecil hingga mudah untuk dibawa. Daya motor yang dibutuhkan adalah 2 hp. Motor ini tidak dihidupkan dengan starter tapi dengan rol engkol (ditarik tali). Oleh karena itu, motor tidak mungkin dihidup matikan tiap kali akan menanam di masingmasing lubang tanam. (4). Kopling, Kopling berfungsi untuk memutus dan menyambungkan transmisi rotot putar dari motor. Pada saat mesin dipindahkan motor tetap hidup, akan tetapi bor harus berhenti berputar karena akan berbahaya kalau tetap berputar. Kopling dikendalikan melalui tuas kopling yang berada dekat batang pegangan tangan sebelah kanan agar operator mudah dalam mengendalikan kopling. (5). Besi pipa, Besi pipa berfungsi untuk meneruskan transmisi putaran dari gear ke mata bor.

Komponen ini juga berfungsi sebagai penyalur bibit dari bak ke lubang tanam (Anonimb, 2010). Berdasarkan sarat fungsi pada rancangan fungsional, maka dibuatlah sebuah rancangan structural mesin agar berjalan sesuai dengan fungsi-fungsi yang diharapkan. Agar mesin fleksibel dan mudah dipindahkan harus dipilih bahan komponen yang tepat dan dengan dimensi yang tepat juga. Untuk kenyamanan operator atau ergonomis struktur mesin menyesuaikan dengan ukuran dan bentuk tubuh rata-rata orang Indonesia dewasa. Dengan mengasumsikan tinggi operator. tinggi total mesin 110 cm. Posisi motor pada saat beroperasi berada di bawah dada untuk menghindari pengaruh getaran motor terkena bagin paru-paru. Jarak pegangan antara tangan kiri dan kanan sepanjang 40 cm (Soepardan, 1988).

Mekanisme kerja mesin tanam, hal pertama yang dilakukan adalah pemilihan bibit yang berada di tempat persemaian. Bibit yang ditanam harus sesuai dengan sarat tanam dengan ketinggian 70 cm. Selanjutnya transportasi bibit ke areal penanaman. Sebelum penanaman dimulai, lokasi lahan yang akan dilubangi diberi ajir terlebih dahulu sebagai penentu posisi tanaman. Posisi ajir sesuai dengan jarak tanam sengon yaitu 3 x 2 meter. Bibit yang sudah siap ditempatkan pada bak penempatan bibit pada mesin. Mesin diletakkan dipinggir ajir. Kemudian motor dinyalakan dengan cara ditarik. Ketika bor berputar, maka pembuatan lubang berjalan. Kedalaman lubang mencapai 30 cm. setelah lubang dibuat transmisi mesin diputus dengan menarik tuas kopling. Kemudian bibit dijatuhkan ke dalam lubang tanam dan ditutup kembali. Setelah bibit masuk, mesin diangkat dan dipindahkan. Motor tetap menyala, sementara transmisi dijalankan. Untuk penanam tidak perlu lagi menyalakan motor hanya cukup berikutnya

memutus dan

menyambungkan transmisi (Anonim, 2011). Alat penanam semi-mekanis, bentuk dan macam alat ini bermacammacam sekali. Alat dan penanam ini cocok digunakan, baik pada tanah-tanah ringan maupun berat serta cocok untuk benih-benih berukuran besar dan kecil. Dengan berat alat 12 sampai 15 kg. Bagian-bagian utama dari alat penanam tipe ini adalah : Tangkai pendorong, roda depan, kotak benih,

pengaturan pengeluaran benih, asaluran benih, penutup alur, roda belakang (Suhada, 2003).

1.2 Reaper Tipe ukuran mesin reaper ditentukan dari lebar kerjanya. Tipe dengan lebar kerja satu meter biasanya mempunyai 3 alur (row). Terdapat 3 jenis tipe mesin reaper yaitu : (a) reaper 3 row; (b) reaper 4 row; dan (c) reaper 5 row. Didasarkan kepada jenis transmisi traktor penggeraknya terdapat dua jenis yaitu: Sistem copot-gandeng (hitching), sistem gerak mandiri (self propeler) (Anonim, 2010)c. Sistem copot-gandeng (hitching): Bagian keseluruhan mesin reaper dapat dicopot dan digandengkan terhadap transmisi penggeraknya. Transmisi penggeraknya berupa box transmisi traktor tangan lengkap dengan enjin-nya. Traktor tangan ini mempunyai fungsi ganda yaitu dapat dipakai sebagai traktor pengolah tanah dan dapat dipakai sebagai penggerak mesin reaper. Pada tipe ini gerak pisau reaper terhubung langsung ke puli poros transmisi. Dengan demikian setiap kali kopling penegang sabuk diaktifkan akan memberikan reaksi gerak maju roda dan sekaligus gerak pisau pemotong. Gerakan pisau dapat di-non aktifkan dengan melepas sabuk puli penghubung ke pisau, hal ini dilakukan saat mesin reaper dibawa kelapangan (transpormasi). Saat akan beroperasi, sabuk puli penghubung ke pisau dipasang kembali. Jenis reaper seperti ini tidak mempunyai fasilitasi gerakan mundur (Robbins,2005). Sistem gera mandiri (self propeler): Keseluruhan mesin reaper merupakan suatu unit kesatuan utuh terhadap box transmisi traktor penggeraknya (tidak dapat dipisah-pisahkan) dan memang dirancang khusus sebagai mesin reaper. Pada umumnya jenis reaper seperti ini komponen

transmision box dilengkapi dengan fasilitasi gerakan mundur. Terdapat dua buah handel tuas kopling kanan dan kiri di stang kemudinya. Handel tuas kopling sebelah kanan dipakai untuk mengontrol gerak roda. Handel tuas kopling sebelah (Robbins,2005). Cara kerja mesin: untuk menghidupkan enjin, geser tuas gas (throtle) 1/3 atau dari kecepatan maksimum. Perhatikan posisi setiap kopling di handel stang dan/atau tuas vresneling, semuanya harus pada posisi netral, Setelah semuanya siap, star enjin/motor, biarkan sebentar tanpa muatan. Telisi dan dengarkan tanda-tanda dan bunyi dari bagian yang tidak berfungsi dengan baik saat bekerja. Periksalah posisi unit keseluruhan mesin, jangan sampai bergetar atau ada bagian yang lepas. Bila terasa ada kelainan, matikan enjin dan betulkan terlebih dahulu, Enjin dapat dimatikan dengan memutar tombol ON/OFF keposisi OFF atau dengan menghubungkan busi dengan masa (atau untuk enjin diesel dengan cara mengecilkan tuas gas dan menarik tuas dekompresi). Jangan mematikan enjin secara mendadak, biarkan terlebih dahulu enjin hidup beberapa saat tanpa beban untuk menghindari pendinginan secara mendadak, Beberapa jenis enjin memerlukan pemanasan beberapa saat dengan beban ringan sebelum dioperasikan dengan beban penuh. Hal ini untuk meningkatkan tenaga dan mur pakai enjin. Demikian pula sebaliknya untuk saat mematikan enjin, Untuk reaper tipe hitching. Setelah enjin hidup, tekan tuas kopling perlahan-lahan keatas dan kedepan sampai mesin mulai bergerak maju. Dengan demikian reaper siap untuk dioperasikan dan mekanisme pemotongan padi mulai bekerja (Anonim, 2008). kiri dipakai untuk mengotrol gerak pisau reaper

Pada dasarnya proses panen padi dapat dilakukan melalui dua macam cara, yaitu melalui cara tradisional dan menggunakan mesin perontok padi tipe stasioner. Mengingat adanya beberapa jenis lahan, maka kedua cara tersebut dirasa belum maksimal, sehingga perlu dilakukan perancangan dan pengembangan produk mesin pemanen padi (combine) portable. Mesin ini mempunyai kemampuan kerja merontokkan bulir padi dari batangnya dan sekaligus dapat menebang batang padi tersebut Oleh karena itu untuk mewujudkan proses panen padi dengan menggunakan mesin yang dimaksud, telah dilakukan perancangan dan pengembangan produk mesin pemanen padi (combine) portable dengan menggunakan metode Karl T. Ulrich. Metode ini melalui beberapa tahapan, yaitu : Identifikasi kebutuhan konsumen, penyusunan dan pemilihan konsep rancangan produk, pengujian konsep serta penegasan spesifikasi produk, melakukan rancangan proses manufaktur, pembuatan prototipe dan uji lapangan. Disamping itu juga telah

dilakukan analisa ekonomi teknik dan manajemen pengembangan produk (Suhada, 2003). 2.3 Seeder Penanaman benih jagung secara tradisional yang dikerjakan oleh para petani sekarang ini sangat memakan banyak waktu, tenaga manusia dan biaya. Hal ini sangat merugikan para petani, sedangkan untuk membeli alat penanam benih jagung para petani sangat keberatan dikarenakan harga yang mahal dan tidak efisien. Tingginya harga alat penanam benih jagung tersebut dikarenakan sistem penggerak untuk keluaran benih yang disebut metring, masih digerakkan oleh motor listrik atau mesin motor traktor sehingga masih banyak

membutuhkan komponen pendukung. Untuk menggerakkan metring, dapat menggunakan roda penggerak dari alat penanam benih jagung tersebut dengan bantuan roda eksentrik sebagai pengganti dari motor listrik . Dengan cara tersebut dapat menekan biaya produksi seminimal mungkin, sedangkan hasil yang didapatkan sangat memuaskan.Pada proses pembuatan dan perancangan alat digunakan prinsip-prinsip dasar perancangan teknik mesin. Sedangkan pada pengujuan alat penenam benih jagung ini, keluaran benih yang dihasilkan rata-rata dua biji benih jagung yang keluar dengan jarak antar alur 800 mm dan jarak antar benih dalam baris 400mm. Setelah diuji dalam pengujian laboratorium dan lapangan, dapat dilihat bahwa alat tersebut telah sesuai dengan rancangan yang diinginkan ( Anonim, 2007). Alat penanam (seeder) berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. Penebaran benih dan pola pertanaman dengan alat penanam (seeder) ini dapat digolongkan menjadi 5 macam diantaranya :Broadcasting (benih disebar Padapermukaan tanah). Drill seedling (benih dijatuhkan secara random Dan diletakkan pada kedalaman tertentu dalam alur sehingga diperoleh jalur tanaman tertentu), Pesicion drilling (benih ditanam secara tunggal dengan interval yang sama dengan alur) Hill dropping (kelompok benih dijatuhkan secara random dengan interval yang hampir sama dengan alur), Chezktow planting benih diletakkan pada tempat tertentu sehingga diperoleh lajur tanaman dengan dua arah yang sama (Anonima, 2009).

Beberapa sifat fisis benih yang mempengaruhi alat penanam yaitu : ukuran, bentuk, keseragaman bentuk dan ukuran, density per satuan volume, dan ketahanan terhadap tekanan pad agesekan. Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih. Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur. Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab. Dalam penutup ini diharapkan tanah yang menutupi dalam keadaan yang cukup baik untuk dapat ditempus oleh tanaman (Anonimb, 2009).

III.

METODOLOGI

a. Waktu dan Tempat Praktikum Pengenalan Alsin Penanam dan Pemanen dilaksanakan pada hari senin tanggal 25 April 2011 pukul 12.30 WITA sampai selesai, di laboratorium Perbengkelan Mekanisasi dan Teknologi Pertanian, Jurusan

Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar b. Alat Pada praktikum Pengenalan Alsin Penanam dan Pemanen alat yang digunakan adalah; mesin penanam dan pemanen. c. Prosedur Kerja Adapun prosedur percobaan yang dilakukan pada praktikum Traktor adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Melihat bagian-bagian dari reaper, seeder, dan planter Menjelaskan bagian-bagian dari alsin penanam dan pemanen Mencatat fungsi dari reaper, seeder, dan planter. Mengambil gambar dari reaper, seeder, dan planter. Menyusun Laporan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Hasil Praktikum ini dikenalkan reaper, mesin penanam dan pemupuk, spesifikasi, keuntungan dan kekurangan dari mesin-mesin tersebut dapat di lihat pada tabel di bawah ini: Tabel 5. Mesin reaper, seeder dan planter NO Nama alat spesifikasi 1 Mesin penanam pemupuk dan 1. Model : GSJP-FL/01 2. Penarik : Traktor roda 2 3. Traktor roda 4 30 /40/ 50 HP 4. Bijian yang sesuai : Jagung dan Kedele 5.Kap. Hopper : 5 kg /unit 6.Kecepatan penanaman : 1,5- 2,0 km/jam 7.Jarak tanam dalam alur : 30 40 cm 8.Jarak tanam antara alur : Dapat diatur (3080) cm 9.Kedalaman penanaman : 5 7 cm 10. Berat (1 unit penanam) : 20 kg. 11. Penakar benih : Tipe priringan datar menyudut 12. Pembuka alur :Piringanganda Dimensi ( 1 unit/ 1 baris)

Fungsi kegunaan

dan

Mesin ini berguna sebagai alat penanam jagung sekaligus alat untuk pemupukan yang bekerja sangat cepat sehingga waktu yang digunakan sangat efisien.

Berfungsi: sebagai alat tanam jagung yang dapat diatur : 4 alur utk jagung, 6 alur untuk kedele, dan 10 alur utk padi didesain untuk mampu dipakai di hasil pengolahan tanah yang bergelombang (tidak rata), karena dilengkapi dengan pegas horisontal maupun vertical Kegunaan: Mesin pemanen reaper dipakai

Reaper

y Tenaga penggerak (HP) 3 y Panjang (mm):2180 y Lebar (mm): 1170

y Tinggi (mm): 900 y Lebar kerja (meter): 1 y Bobot Unit Reaper (kg):40 y Bobot keseluruhan (kg): 95 y Kecepatan maju (km perjam):2.5-4,5 y Kapasitas kerja (ha per jam): 0,20-0,25 y Susut tercecer (%): kurang dari 1 % y Kecepatan pisau (x kecepatan maju):1,3 kali y Pemakaian Bahan Bakar (liter/jam): 1

untuk memanen tanaman biji-bijian seperti: Padi, Gandum, Sorgum dan sebagainya. Prinsip kerjanya mirip dengan cara kerja orang panen menggunakan sabit Berfungsi: menebang batang padi sekaligus merontokkan bulir padi dari batangnya

Sumber : Data Primer, Laboratorium Perbengkelan dan Mekanisasi, 2011. b. Pembahasan Mesin reaper merupakan mesin pemanen yang dioperasikan oleh satu orang atau dua orang untuk mengikat tau mengarungkan. Tenaga motor penggeraknya berkisa antara 2,5 sampai 3 daya kuda. Kapasitas kerja dari reaper adalah antara 30-35 jam stiao hektar dengan satu alur pemotongan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Anonim (2010) yang menyatakan mesin reaper memiliki beberapa kelemahan dari penggunaan dari mesin ini adalah varietas padi yang mudah rontok, dimana akan banyak yang rontok akibat getaran atau perlakuan oleh mesin. Dan keuntungannya adalah kapasitas kerjanya tinggi, hanya membutuhkan 2 atau 3 orang untuk panen dalam 1 hektar, dan kehilangan gabah di sawah relatif lebih rendah bagi varietas padi yang sukar rontok.

Mesin penanam (seeder) mempunyai 4 komponen (alat) utama yaitu : seed matering devices, tabung penyalur, furrow opener dan alat penutup alur.Seeding matering devices yaitu alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Anonim (2009) yang menyatakan, Terdapat bervariasi bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.Tabung penyalur, alat ini berfungsi untuk menyaluirkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener. Bentuk, panjang dan kesaran alat mempengaruhi pengaliran benih. Alat pembuat alur (furrow opener). Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan suatu kedalaman tertentu. Kedalaman penanaman ditentukan oleh jenis tanaman, kelengasan, dan temperatur tanah. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah atau jenis tanah, vegetasi, seresah dan kekasaran permukaan. Hal ini erat hubungannya dengan penetrasi, pemotongan oleh alat dan bentuk alur. Alat penutup alur. Alat ini berfungsi untuk menutupi benih yang sudah berada dalam tanah yang lembab.

V. PENUTUP

a. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka praktikum pengenalan Alsin penanam dan pemanen dapat di simpulkan bahwa: 1. Seeder berfungsi untuk menyalurkan benih ke dalam alur yang dibuat oleh furrow opener, dan untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman dan jumlah tertentu dengan keseragaman yang relatif tinggi. Sebagian besar alat penanam dilengkapi dengan alat penutup tanah. 2. Reaper merupakan mesin pemanen padi, keuntungan dari reaper adalah kapasitas kerjanya tinggi, hanya membutuhkan 2-3 orang untuk panen dalam 1 hektar. Tetapi mesin ini juga memiliki kelemahan yaiti bagi varietas padi yang mudah rontok, dimana akan banyak padi yang rontok akibat getaran atau atau perlakuan oleh mesin. b. Saran Untuk ruangan Laboratorium Perbengkelan dan Mekanisasi agar kiranya di perluas supaya mesin dan alat yang ada di ruangan tersebut dapat tertata dengan baik, sehingga tidak mengganggu kelancaran praktikum selanjutnya dan pada saat praktikum sebaiknya alat tersebut dioperasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2011. Mengenal Motor Bakar. http://www.scribd.com/doc/6904693/ MengenalMotor-Bakar. Diakses pada tanggal 16 April 2011. Anonim, 2008 . Cara Kerja System Motor 4 tak. http://teknikmesinpagabhex.blogspot. com/2008/01/cara-kerja-system-4-tak.html. Diakses pada tanggal 16 April 2011. Anonim, 2010a. Jenis-Jenis Traktor dan bajak. http://www.idelok.com/alat-dan mesin/ traktor-tangan- bajak. Diakses pada tanggal 13 April 2011. Anonim, 2011b. Traktor Tangan. http://www.ideelok.com/alat-dan-mesin/traktor-tangan. Diakses pada tanggal 16 April 2011. Anonim, 2009 . Proses Kerja Sepeda Motor 2-tak dan 4-tak. http://labacokuttu.blogspot .com/2009/01/proses-kerja-sepeda-motor-2-tak-dan-4.html. Diakses pada tanggal 16 April 2011. Anonim, 2010. Motor Diesel. http://mardiyan22.wordpress.com/2010/11/22/motordiesel. Diakses pada tanggal 16 April 2011. Hardjosentono, Mulyoto, dkk. 2002. Mesin-Mesin Pertanian. Bumi Aksara: Jakarta. Surman, R.L, 1989. Mengerjakan Tanah dan Alat-Alat Pertanian. SPMA Cetakan ke II, Jakarta.

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR TEKNIK DAN MEKANIKA PERTANIAN

Pengenalan Alat Mesin Penanam dan Pemanen

DISUSUN OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : I KOMANG TRI WIDYA PUTRA : G111 09 327 :2 : MUNANDAR MAMUN

LABORATORIUM MEKANISASI DAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011