Anda di halaman 1dari 11

PEMAIN : - Anggi Syakina F - Cyntia Amanda A - Era Basriana - Nur Ayu Aprilian - Lingga Ayudhia - Hanson Setiawan sebagai

sebagai sebagai sebagai sebagai sebagai Santi (teman Laras) Laras (batu menangis) Ibu Laras Lissa (teman Laras) Pedagang I Pedagang II

Adegan 1 : Pada zaman dahulu, hidupah seorang anak yang hanya tinggal dengan ibunya dan setelah ayahnya meninggal, sikapnya berubah menjadi sangat sombong dan durhaka terhadap ibunya. Pada hari itu, ia bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Ibu Laras : Laras ayo sarapan pagi ! Laras : sabar dong bu.. ini juga lagi beres-beres buku!!

Ibu Laras : (dengan sabar ibu menjawab) Ya sudah ibu tunggu didapur saja. Laras : ya sudah cepat sana pergi.. ganggu aja.

Adegan 2 : Setelah membereskan bukunya. Ia pun pergi kedapur dan kecewa karena sarapan paginya tidak sesuai dengan keinginannya.

Ibu Laras : ayoo nak, ini sudah ibu siapkan makanannya. Laras : hah.. apa ini ! Cuma tempe dan ikan asin. Ibu.. aku ingin makan roti dan susu. Masa aku makan makanan seperti ini. Tidak sesuai bu.. Ibu Laras : tidak apa-apa nak, makan saja apa yang ada. Besok kita makan yang enak dari pada ini !! Laras : kapan lagi bu.. aku ingin sekarang !!! kalau ibu tidak mau menyiapkan roti dan susu, lebih baik aku tidak sarapan. (dengan kecewa dan marah) Aku pergi dulu bu ! Ibu Laras : nak.. makan dulu nak..!! Laras : tidak mau bu (berjalan dan membelakangi

ibunya dengan marah) Ibu Laras : ya sudah jika itu maumu (menjawab sabar dan kecewa)

Adegan 3 :

Di sekolah ,muka laras kelihatan kusut, karena ibunya yang tidak menuruti permintaanya untuk sarapan makanan enak. Disaat laras berjalan ke kelas. Ia bertemu dengan lissa dan santi temannya.

Santi,lissa : hai , laras !! Laras Santi Lissa Laras : eh, lissa, santi .. hai juga ! : eh,iya laras, kami punya HP baru lho! : iya nih liat! Bagus kan!? : iyah keren banget! Nanti aku mau minta ganti hp jelek ini ah !! nanti aku mauminta beliin juga sama mami aku Lissa Laras Santi Laras Santi Laras,lissa : wah! Beneran ras? : oh,iya dong! Pasti! : oke ! Kamu beli yah! Jadi kita bertiga sama ok? : oke ! Tenang aja nanti aku akan beli : eh sudah bel ni masuk yuk! : ayuk!

Adegan 4 :

Sepulang sekolah laras pun langsung pergi merengek ke

Ibunya untuk cepat-cepat di belikan HP baru. Tetapi ia merengek Dengan cara yang kasar.

Laras

: ibu !! Aku minta HP baru ! Aku ingin punya HP seperti teman-temanku ! !

Ibu Laras

: iya nak sabar, nanti kalau ada uang ibu pasti akan menggantikannya dengan HP yang baru .

Laras Ibu Laras

: tapi ibu! Aku maunya sekarang bukan nanti ! : nak saat ini ibu belum punya uang untuk membelinya. Kita itu bukan orang kaya. Untuk makan saja kita susah.

Laras

: tapi ibu! Aku maunya sekarang! Pokoknya sekarang!!! Titik! ( sambil pergi meninggalkan ibunya)

Ibu Laras : ya allah! Mengapa laras berubah ya allah! Orang tua macam apa aku ini. Tidak bisA menuruti kemauan anakku Tapi apa boleh buat ? aku tidak memiliki cukup uang ya allah! ( sambil menangis )

Adegan 5 : Subuh telah tiba , ibu Laras mengajak Laras untuk solat subuh dan pergi menemani ibunya ke pasar .

Ibu Laras : nak, bangun nak ayo kita salat subuh dulu nak!

Laras

: ih, apa sih ibu! Masih pagi banget udah bangunin

aku! Gak mau ah! Ibu Laras : laras, tapi kita harus salat dulu. Nanti habis kita salat subuh kita langsung ke pasar. Ibu janji nanti kalau ada uang ibu akan membelikanmu HP yang baru. Laras : beneran bu? Ibu janji! Ye!! Assiik!

Ibu Laras : iya nak.. tapi nanti kalau ada uang! Laras : oke, tapi kalau dalam sepuluh hari ibu tidak membelikan aku juga! Aku akan keluar dari rumah ini! Ibu Laras : jangan nak.. iya insyaallah ibu akan belikan kamu.

Adegan 6 : Di pasar laras menyuruh ibunya untuk jalan di belakangnya. Karena laras malu mengakui ibunya yang hanya memakai baju daster yang jelek.. ibunya hanya tetap sabar menjalani semua ini tetapi di saat itu.

Pedagang I Ibu

: eh, bu .. lama sekali tidak ke pasar lagi ?

: iya nih bu.. : eh, bu itu anaknya ibu yah?

Pedagang I

Ibu Laras

:eh,ii..(namun laras langsung memotong pembicaraan) : hah ? Mana mungkin ibuku seperti dia ! Heh, bu jangan sok tau yah! Dia ini pembantu ku!

Pedagang I Laras

: eh, iya neng .. maaf yah kalau saya salah . : makanya jangan sok tau!

Ibu laras hanya diam . walau hatinya sangat sakit ia mencoba untuk tetap sabar. Dipasar itu seseorang menanya lagi ke laras.

Pedagang II Laras Pedagang II

: eh, ada neng cantik : eh jangan genit yah! :P : ih, siapa juga yang genit. Neng yang di

belakang Itu ibunya yah neng? Laras : hah? Apa ibu ! Saudara saja tidak ! Apalagi Ibu ! Eh jangan sok tau yah ! Mana mungkin orang secantik aku punya ibu jelek seperti dia ! (sambil menunjuk ibunya) Pedagang II : iya maaf deh neng !

Adegan 7 :

Di tengah perjalanan sepulang dari pasar . Laras bertemu dengan Santi dan Lissa . Laras Santi Laras Lissa ? Laras Santi Laras : emmbb itu (dengan wajah bingung) : Knapa ? Kok malah diem sihh ? jawab dong ! : Emmbb gini , i..i..itu pembantu baru aku , kemaren baru datang dari kampung , jadi aku nganterin dia ke pasar biar dia tau pasar.nya di mna gitu mungkinlah ini mamaku :p ihh . Santi . Laras : emm bye . : Ohh gitu , yaudah dehh . kami duluan yah ! bye ras . Gk : mampus ! ada mereka lagi (bicara dalam hati) : Laras ? Ngapain kamu ke pasar ? : Emmb , mmm (laras bingung mencari alasan) : Trus yang di belakang kamu itu siapa ? Mama kamu

Setelah Santi dan Lissa pergi , ibu Laras langsung mengeluarkan air mata , ia tidak menyangka anaknya seperti itu .

Ibu Laras : Laras kenapa kamu tidak mengakui aku sebagai ibumu ? aku yg membesarkan mu dan merawat mu hingga sekarang , kenapa kau tidak mengakui ibumu ini nak .

Laras

: sudah lah bu ! tidak usah bahas itu lagi , ayo kita pulang ! aku malas berada di pasar dekil ini .

Ibu Laras : tapi nak .. Laras : sudah lah bu ayo kita pulang !

Adegan 8

Sepuluh hari telah berlalu . Laras pergi ke meja makan untuk sarapan .

Laras ?

: Bu ! Mana janji ibu ? ini sudah sepuluh hari kan

Ibu Laras : Janji apa nak ? Laras : Ihh jangan pura* lupa dehh bu . Ibu kan janji mau belikan aku hp baru ! Ibu Laras : Tapi sampai saat ini ibu tidak mempunyai uang lebih nak . Nanti saja ya , tunggu ada rezeki lebih . Laras : Ehh bu janji yah janji , ini sudah sepuluh hari ! Pokoknya kalo aku pulang sekolah itu hp harus sudah ada titikk ! yasudah aku mau pergi sekolah dulu .

Adegan 9 Sesampainya di sekolah , seperti biasa ia menemui Santi dan Lissa . Laras Lissa Santi Laras Lissa Santi : (dengan wajah kusut) Hy teman-teman : Ehh Laras , kok muka kamu kusut gitu sihh ? : Iyaa , pagi-pagi kok cemberut ? : Biasa.lah Mamiku pagi-pagi sudah ngomel :p : Ohh pantesan : BTW , katanya mau beli HP baru ? kan ini

udah sepuluh hari ? Laras sekolah . Santi : ohh gitu , yaudahh kita ke kelas yok , sebentar lagi : Gak tau tuhh mamiku, katanya nanti pulang

bel bunyi tuhh !

Adegan 10

Pukul 13.00 Laras pulang dengan wajah marah ! Tanpa memberi salam dia langsung masuk ke rumah . sedangkan ibunya sedang sholat .

Laras

: IBUUUU! Mana HP baruku ? Teman-temanku udah pada nanyain ! IBUUUU ! Jawab dong buu ! (teriak Laras di belakang ibu.nya yang sedang solat) . BUUUU ! ( Laras pun menendang bokong ibunya , hingga ibunya jatuh tersungkur !

Ibu

: Astaghfirullah , laras ! Apakah kamu tidak bias sabar menunggu ibu sedang solat ? Tega sekali kamu menendang ibumu ini nak ! Aku yang melahirkanmu dengan susah payah tapi apa balasannya ! Dasar anak durhaka ! Ya Allah anak ku ini telah durhaka kepadaku , berikan balasan atas kehendakMu ! Amin

Laras

: Ampun bu ! ampun , (Laras meminta ampun sambil menangis dan sujud di kaki ibunya)

Ibu

: Maaf nak semua sudah terlambat ! Ibu sudah tidak tahan dengan perlakuanmu (ibunya pun ikut menangis) Perlahan , kaki Laras mulai menjadi batu , dan merambat

hingga ke kepala, akhirnya seluruh tubuhnya menjadi batu . Dan batu itu mengeluarkan setetes air mata terakhir . Itulah legenda tentang BATU MENANGIS .

TAMAT