Anda di halaman 1dari 7

PENENTUAN KADAR ASAM LEMAK / MINYAK

25 Januari 2012

1) Tujuan

Siswa dapat menentukan kadar asam lemak/minyak dalam masing-masing sampel dengan baik sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) Siswa dapat menuliskan reaksi-rekasi yang terjadi pada saat praktikum dengan baik 2) Prinsip : Bilangan Asam didefiniskan sebagai jumlah KOH (mg) yang diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas dalam 1 gram zat. Bilangan asam ini menunjukan banyaknya asam lemak bebas dalam suatu lemak atau minyak. Penentuannya dilakukan dengan cara titrasi menggunakan KOH-alkohol dengan ditambahkan indikator pp 3) Dasar teori :

a. Lemak dan Minyak Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid , yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut. Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut . Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya proses kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat diekstraksi dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan kembali dengan menambahkan asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi dengan pelarut non-polar.

Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti triester dari gliserol . Jadi lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. b. Asam Lemak Asam-asam lemak yang ditemukan di alam, biasanya merupakan asam-asam monokarboksilat dengan rantai yang tidak bercabang dan mempunyai jumlah atom karbon genap. Asam-asam lemak yang ditemukan di alam dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam-asam lemak tak jenuh berbeda dalam jumlah dan posisi ikatan rangkapnya dan berbeda dengan asam lemak jenuh dalam bentuk molekul keseluruhannya. Asam lemak tak jenuh biasanya terdapat dalam bentuk cis, karena itu molekul akan bengkok pada ikatan rangkap, walaupun ada juga asam lemak tak jenuh dalam bentuk trans. Asam-asam lemak mempunyai jumlah atom C genap dari C2 sampai C30 dan dalam bentuk bebas atau ester dengan gliserol. Asam lemak jenuh yang paling banyak ditemukan dalam bahan pangan adalah asam palmitat, yaitu 1550% dari seluruh asam-asam lemak yang ada. Asam stearat terdapat dalam konsentrasi tinggi pada lemak biji-bijian tanaman tropis dan dalam lemak cadangan beberapa hewan darat, yaitu 25% dari asam-asam lemak yang ada. Adanya ikatan rangkap pada asam lemak tidak jenuh menimbulkan kemungkinan terjadinya isomer yang terjadi pada posisi ikatan rangkap. Baik pada molekul yang mempunyai sususnan konyugasi maupun nonkonyugasi, dapat terjadi isomer cis atau trans pada posisi ikatan rangkap. Asam lemak dapat digolongkan berdasarkan berat molekul dan derajat ketidakjenuhan. Keduanya akan mempengaruhi sifat-sifat kelarutannya dalam air, kemampuan asam lemak untuk menguap, dan kelarutan garam-garamnya dalam alcohol dan air. Asam lemak dan atom C lebih daridua belas tidak larut dalam air dingin maupun air panas. Asam lemak dari C4, C6, C8, dan C10 dapat menguap dan asam lemak C12 dan C14 sedikit menguap. Garam-garam dari

asam lemak yang mempunyai berat molekul dan tak jenuh lebih mudah larut dalam alcohol daripada garam-garam dari asam lemak yang mempunyai berat molekul tinggi dan jenuh. Penggolongan asam lemak lebih jauh lagi dapat dilakukan dengan esterifikasi yang menghasilkan ester metil atau ester etil, kemudian didikuti dengan fraksinasi. Fraksinasi bias dilakukan dengan cara kromatografi gas, kromatografi lapisan tipis, atau menggunakan spektrofotometer dengan sinar inframerah. Cara yang terakhir ini dapat digunakna untuk menentukan jumlah dan identifikasi asam lemak. Dari penelitian-penelitian dengan sinar inframerah ini diperoleh bahwa ikatan cis lebih sering terdapat pada ikatan rangkap dalam asam lemak daripada ikatan trans. Isomer trans dapat terbentuk dalam keadaan panas hidrogenasi, atau karena katalis lain. 4) Alat dan Bahan a. Alat Bunsen Buret Erlenmeyer Kassa Asbes Korek Api Neraca Analitik Pendingin Balik Pipet Gondok Spatula Statif b. Bahan : Sampel butter C2H5OH 95% netral KOH Indikator pp BTB : :

5) Prosedur Kerja Timbang 20 g lemak, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer dan tambahkan 50 ml C2H5OH 95% Netral. Tutup dengan pendingin balik, setelah ditutup panaskan sampai mendidih dan dikocok kuat-kuat untuk melarutkan asam lemak bebasnya. Setelah dingin larutan lemak dititrasi dengan larutan KOH 0,1N standar terhadap indicator phenopthalein hingga terjadi perubahan warna dari tidak berwarna sampai berwarna merah muda yang tidak hilang selama 30 detik. Apabila cairan yang dititrasi berwarna gelap dapat ditambahkan larutan ind. Bromtimol biru sampai berwarna biru. Angka asam dinyatakan sebagai mg KOH yang dipakai untuk menetralkan asam lemak dalam 1 g lemak atau minyak. 6) Pengamatan Butter KOH C2H5OH 95% : Lembut, licin, kuning pucat : Cair, tak berwarna : Cair, ta berwarna, berbau

Butter + C2H5OH 95% Tak ada perubahan, tidak larut (A) Setelah di reflux 1 jam larutan menjadi kuning pucat tapi butter terlihat tidak larut Setelah didinginkan, ditambah pp larutan tak berubah warna tetap kuning pucat Titrasi oleh KOH Warna larutan agak pink 7) Persamaan Reaksi

8) Perhitungan a. Data Blanko Volume KOH Gram Blanko : 0,10 ml : 10 g

b. Data Sampel Butter Data Penimbangan Butter Penimbangan (g) Data Titrasi Titrasi ke Akhir Titrasi Awal Titrasi Pemakaian I 2,20 0,00 2,20 II 9,69 7,50 2,19 I 10,0590 II 10,0736

Perhitungan angka asam dalam butter Angka asam 1 = = = 1,0576 Angka asam2 = = = 1,0513 Angka asam rata2 = = 1,0545 Perhitungan angka asam blanko Angka asam blanko = = = 0,0484

Asam lemak bebas (%FFA)1 = = = = 0,56935 % Asam lemak bebas (%FFA)2 = = = = 0,56594 %
Rata-rata %FFA = = 0,567645 %

9) Pembahasan Penimbangan butter ke dalam Erlenmeyer sedikit sulit karena butter yang menempel terus pada spatula. Dan ketika butter masuk ke dalam Erlenmeyer terkadang menempel pada dinding Erlenmeyer. Tetapi semua itu berhasil diatasi. Setelah itu butter ditambah alcohol 95% . penggunaan alcohol ini harus hati-hati karena sifat alcohol yang mudah terbakar. Kemudian campuran butter dan alcohol tadi direflux selama 1 jam. Pada saat di reflux Erlenmeyer harus dikocok sesekali. Pada saat pengocokan harus hati-hati karena ditakutkan alat reflux tidak dipasang dengan kuat sehingga takut lepas dan pecah. Setelah direflux dan akan diangkat teman sekelompok saya lupa mematikan Bunsen jadi setelah Erlenmeyer dilepaskan dari alat reflux bagian bawah alat reflux muncul api. itu semua terjadi mungkin karena ada alcohol yang menempel pada bagian bawah reflux. setelah kami cek ternyata butter ada yang tak larut. setelah dingin larutan yang berwarna kuning ini ditambah pp tapi warna tak berubah. Setelah dititrasi dengan KOH , muncul warna pink. ml KOH yang kami dapatkan aalah 2,19 ml dan 2,20 ml.

10) Kesimpulan Setelah melaksanakan praktikum ini saya dapat mengetahui kadar angka asam lemak dalam butter yaitu sebesar 1,0545 dan %FFA 0,567645 dan saya dapat menuliskan persamaan reaksi dalam penentuan kadar asam lemak ini.

DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/25851532/makalah-Lemak-Dan-Minyak


http://library.usu.ac.id/download/ft/tkimia-Netti.pdf