Anda di halaman 1dari 23

PEMERIKSAAN VITAL SIGN

Beberapa pemeriksaan Tanda vital yang sering digunakan dan relatif lebih mudah dikerjakan, seperti pemeriksaan A. SUHU TUBUH Suhu tubuh merupakan hasil keseimbangan antara produksi panas dan hilangnya panas dari tubuh ke lingkungan. Produksi panas yang dihasilkan tubuh antara lain berasal dari :

1. a. Metabolisme dari makanan ( Basal Metabolic Rate ) 2. b. Olahraga 3. c. Shivering atau kontraksi otot skelet 4. d. Peningkatan produksi hormon tiroksin ( meningkatkan metabolisme seluler ) 5. e. Proses penyakit infeksi 6. f. Termogenesis kimiawi ( rangsangan langsung dari norepinefrin dan efinefrin atau dari
rangsangan langsung simpatetik ) Sedangkan hilangnya panas tubuh terjadi melalui beberapa proses yaitu : 1. Radiasi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lain tanpa melalui kontak langsung, misalnya orang berdiri didepan lemari es yang terbuka 2. Konduksi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lainnya melalui kontak langsung, misalnya kontak langsung dengan es 3. Konveksi adalah pemindahan panas yang timbul akibat adanya pergerakan udara, misalnya udara yang berdekatan dengan badan akan menjadi hangat 4. Evaporisasi adalah pemindahan panas yang terjadi melalui proses penguapan, misalnya pernapasan dan perspiration dari kulit. Misalnya keringat meningkatkan pengeluaran panas tubuh Suhu tubuh terjaga konstan meskipun adanya perubahan kondisi lingkungan. Hal ini disebabkan karena adanya proses pengaturan suhu melalui negatif feedback sistim ( mekanisme umpan balik ). Organ pengatur suhu yang utama adalah hipotalamus. Untuk regulasi panas tubuh diperlukan konsentrasi sodium dan kalsium yang cukup, terutama didalam dan disekitar Hipotalamus posterior. Variasi suhu orang yang sehat berkisar 0.7 derajat Celcius dari normal ( 1.4 F ). Faktor- faktor yang mempengaruhi suhu tubuh yaitu antara lain : 1. Umur Bayi yang baru lahir sangat dipengaruhi keadaan lingkungan sekitarnya, maka dari itu harus dilindungi dari perubahan iklim yang dapat berubah dengan cepat. Anak- anak mempunyai suhu yang lebih labil dari pada orang dewasa. UMUR Bayi baru lahir 2 tahun 12 tahun Dewasa 2. Aktifitas tubuh SUHU ( Celcius ) 36,1 37,7 37,2 37 36 SUHU (Fahrenheit ) 97 100 98,9 98,6 96,8

Aktifitas otot dan proses pencernaan sangat mempengaruhi suhu tubuh. Pada pagi hari jam 04.00 06.00 suhu tubuh paling rendah, sedangkan sore hari sekitar jam 16.00 20.00 yang paling tinggi, perubahan suhu berkisar antara 1.1 1.6 C ( 2 3 F ). 3. Jenis Kelamin Wanita lebih efisien dalam mengatur suhu internal tubuh dari pada pria, hal ini disebabkan karena hormon estrogen dapat meningkatkan jaringan lemak. Meningkatnya progesteron selama ovulasi

akan meningkatkan suhu wanita sekitar 0.3 0.5 C (0.5 1 F) sedangan estrogen dan testoteron dapat meningkatkan Basal Metabolic Rate 4. Perubahan emosi Emosi yang meningkat akan menambah kadar Adrenalin dalam tubuh sehingga metabolisme meningkat dan suhu tubuh menjadi naik. 5. Perubahan Cuaca Perubahan cuaca , Iklim, atau musim mempengaruhi Evaporasi, radiasi, konveksi, konduksi, sehingga mempengaruhi metabolisme dan suhu tubuh 6. Makanan, minuman, rokok, dan lavemen Makanan, minuman dan rokok dapat merubah suhu oral, misalkan Minum air es dapat menurunkan suhu oral sekitar 0.9 C (1.6 F). Untuk itu dianjurkan mengukur suhu oral sekitar 30 menit setelah makan, minum atau merokok , sedangkan tempertur rectal diukur setelah 15 menit melakukan lavemen / enema. a. Alat Pengukur Suhu Tubuh Secara umum pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer kaca (glass thermometers). Skala yang sering digunakan adalah termometer skala Celcius ( Centigrade) yang mempunyai skala dengan titik beku air 0 derajat Celcius dan titik didih 100 derajat Celcius. Ada pula digital thermometer yang mempunyai kepekaan tinggi dan waktu pemeriksaan hanya beberapa detik , banyak dipakai pada kondisi kegawatan. b. Pengukuran Suhu Tubuh Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan dibeberapa tempat yaitu di mulut (oral), anus (rectal), ketiak (axilla) dan telinga ( auricular ) . Masing- masing tempat mempunyai variasi suhu yang berlainan. Suhu rektal biasanya berkisar 0.4 C (0.7 F) lebih tinggi dari suhu oral dan suhu aksila lebih rendah 0.6 C (1 F) dari pada oral . Di Puskesmas biasanya yang sering dipergunakan adalah pemeriksaan suhu aksila. Pemeriksaan Suhu Aksila dengan Termometer Air Raksa Pengukuran suhu aksila dianggap paling mudah dan aman, namun kurang akurat. Penggunaan sering dilakukan pada : 1. Anak 2. Pasien dengan radang mulut 3. Pasien yang bernapas dengan mulut atau menggunakan alat bantu napas Persiapan pemeriksaan suhu : 1). persiapan peralatan 1. Cucilah tangan 2. Siapkan soft tissue atau lap bersih 3. Siapkan buku pencatat suhu dan alat tulis 4. Sebuah handuk bersih untuk membersihkan keringat pasien 2). Persiapan pasien 1. Jagalah privasi pasien dengan tirai atau pintu tertutup. 2. Jelaskan kepada pasien tentang pentingnya pemeriksaan suhu aksila 3. Lepaskan baju pasien dan bagian lain ditutup dengan selimut. 3). Cara pemeriksaan 1. Pegang termometer pada bagian ujung yang tumpul. 2. Bersihkan dengan soft tissue atau cucilah dalam air dingin bila disimpan dalam desinfektan serta bersihkan dengan lap bersih 3. Peganglah ujung termometer yang tumpul dengan ibu jari dan jari kedua, turunkan tingkat air raksa sampai angka 35 derajat celsius 4. Bukalah lengan pasien. 5. Bersihkan keringat pasien dengan handuk yang kering/ tissue 6. tempelkan termometer ke ketiak, turunkan lengan dan silangkan lengan bawah pasien keatas dada, sedangkan pada anak pegang tangannya dengan lembut. 7. Biarkan selama 5-10 menit untuk hasil yang baik. 8. Angkat termometer dan bersihkan dengan soft tissue/ lap bersih dengan gerak rotasi. 9. Bacalah tingkat air raksa sejajar dengan mata pemeriksa.

10. Turunkan tingkat air raksa <>0C. 11. Kembalikan termometer ke tempat penyimpanan. 12. Cuci tangan. 13. Informasikan ke pasien dan catat hasil pemeriksaan pada buku.

B. DENYUT NADI Denyut nadi (pulse) adalah getaran/ denyut darah didalam pembuluh darah arteri akibat kontraksi ventrikel kiri jantung. Denyut ini dapat dirasakan dengan palpasi yaitu dengan menggunakan ujung jari tangan disepanjang jalannya pembuluh darah arteri, terutama pada tempat- tempat tonjolan tulang dengan sedikit menekan diatas pembuluh darah arteri. Pada umumnya ada 9 tempat untuk merasakan denyut nadi yaitu temporalis, karotid, apikal, brankialis, femoralis, radialis, poplitea, dorsalis pedis dan tibialis posterior, namun yang paling sering dilakukan yaitu : 1. Arteri radialis Terletak sepanjang tulang radialis, lebih mudah teraba diatas pergelangan tangan pada sisi ibu jari. Relatif mudah dan sering dipakai secara rutin 2. Arteri Brankialis Terletak di dalam otot biceps dari lengan atau medial di lipatan siku (fossa antekubital). Digunakan untuk mengukur tekanan darah dan kasus cardiac arrest pada infant 3. Arteri Karotid Terletak dileher dibawah lobus telinga, dimana terdapat arteri karotid berjalan diantara trakea dan otot sternokleidomastoideus. Sering digunakan untuk bayi, kasus cardiac arrest dan untuk memantau sirkulasi darah ke otak Frekuensi denyut nadi manusia bervariasi, tergantung dari banyak faktor yang mempengaruhinya, pada saat aktifitas normal : Normal : 60 100 x / menit, Bradikardi : <> Takhikardi : > 100. x / menit Denyut nadi pada saat tidur yaitu : a. Bayi baru lahir 100 180 x/menit b. Usia 1 minggu 3 bulan 100 220 x/ menit c. Usia 3 bulan 2 tahun 80 150 x/menit d. usia 10 21 tahun 60 90 x/menit e. Usia lebih dari 21 tahun 69 100 x/menit Berdasarkan kuat dan lemahnya denyut arteri diklasifikasikan : I. Tidak teraba denyut : 0 II. Ada denyut tetapi sulit teraba : +1, III. Denyut normal teraba dengan mudah dan tidak mudah hilang : +2 IV. Denyut kuat, mudah teraba seakan- akan memantul terhadap ujung jari serta tidak mudah hilang : + 3 1. PEMERIKSAAN FREKUENSI NADI Pemeriksaan frekuensi nadi yang umum dilakukan adalah sebagai berikut : A. Pemeriksaan frekuensi denyut arteri radialis 1) Persiapan alat 1. Alat pengukur waktu (jam tangan dengan jarum detik, stop watch) 2. Buku catatan nadi ( kartu status ) 3. Alat tulis 2) Persiapan pasien 1. Jelaskan pada pasien perlunya pemeriksaan yang akan dilakukan 2. Buatlah pasien rilek dan nyaman . 3) Cara pemeriksaan 1. Cuci tangan pemeriksa 2. minta pasien untuk menyingsingkan baju yang menutupi lengan bawah

3. Pada posisi duduk, tangan diletakkan pada paha dan lengan ekstensi. Pada posisi tidur terlentang, kedua lengan ekstensi dan menghadap atas. 4. Lakukan palpasi ringan arteri radialis dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah ,lakukan palpasi sepanjang lekuk radial pada pergelangan tangan 5. Rasakan denyut arteri radialis dan irama yang teratur 6. Hitung denyut tersebut selama satu menit , 7. Informasikan ke pasien dan catat hasil pemeriksaan pada buku. B. Pemeriksaan frekuensi denyut arteri brakialis 1) Persiapan alat 1. Alat pengukur waktu (jam tangan dengan jarum detik, stop watch) 2. Buku catatan nadi ( kartu status ) 3. Alat tulis 2) Persiapan pasien 1. Jelaskan pada pasien perlunya pemeriksaan yang akan dilakukan 2. Buatlah pasien rilek dan nyaman 3) Cara pemeriksaan 1. Cuci tangan pemeriksa 2. Menyingsingkan lengan baju pasien yang menutupi lengan atas 3. Pada posisi duduk, tangan diletakkan pada paha dan lengan ekstensi. Pada posisi tidur terlentang, kedua lengan ekstensi dan menghadap atas. 4. Lakukan palpasi ringan arteri dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah pada fossa kubiti (lekuk antara otot bisep dan trisep diatas siku) 5. Rasakan denyut arteri brankialis dan irama yang teratur 6. Hitung jumlah denyut selama satu menit 7. Informasikan ke pasien dan catat hasil pemeriksaan pada buku C. Pemeriksaan frekwensi denyut arteri karotis 1) Persiapan alat 1. Alat pengukur waktu (jam tangan dengan jarum detik, stop watch) 2. Buku catatan nadi ( kartu status ) 3. Alat tulis 2) Persiapan pasien 1. Jelaskan pada pasien tentang perlunya pemeriksaan ini. 2. Buatlah pasien serilek dan senyaman mungkin 3) Cara pemeriksaan 1. Cuci tangan pemeriksa dengan air bersih 2. minta pasien melepaskan baju sehingga bagian leher terlihat jelas 3. pasien duduk dengan posisi tangan diistirahatkan diatas paha 4. Inspeksi kedua sisi leher untuk melihat denyut arteri karotis 5. Mintalah pasien untuk memalingkan kepala pada sisi arah yang berlawanan dengan yang akan diperiksa 6. Kemudian lakukan palpasi dengan lembut, jangan terlalu keras untuk menghindari rangsangan sinus karotid 7. Dengan menggunakan jari tengah dan telunjuk palpasi sekitar otot sternokleidomastoideus bagian medial 8. Perhatikan perubahan denyut pada saat menarik atau menghembuskan napas 9. Hitung frekuensi nadi dengan alat pengukur waktu untuk 30 detik, kemudian hasilnya dikalikan 2. Bila irama tidak teratur hitung selama 1 menit. C. PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH Pemeriksaan tekanan darah diperoleh dari pengkuran pada sirkulasi arteri. Aliran darah akibat pemompaan jantung menimbulkan gelombang yaitu gelombang tinggi yang disebut tekanan systole dan gelombang pada titik terendah yang disebut tekanan diastole. Perbedaan

antara systole dan diastole disebut pulse pressure. Satuan Tekanan darah dinyatakan dalam millimeter air raksa (mm hg). Hindari penempatan manset pada lengan yang terpasang infus, terpasang shunt arterivena, graft, operasi payudara, ketiak serta pengangkatan limfe, lengan/ tangan yang mengalami fistula, trauma dan tertutup gip atau balutan keras. 1) Persiapan alat 1. sphygmomanometer air raksa lengkap dengan manset. 2. stetoscope 3. antiseptik 2) Persiapan pasien 1. Jelaskan kepada pasien tentang perlunya pemeriksaan tekanan darah 2. Jelaskan bahwa lengan akan dipasangi manset yang bila dipompa akan menekan, sehingga terasa tidak enak/ kesemutan . 3) Cara pemeriksaan 1. pemeriksa mencuci tangan 2. mintalah pasien untuk membuka bagian lengan atas yang akan diperiksa, sehingga tidak ada penekanan pada a. brachialis. 3. posisi pasien bisa berbaring, setengah duduk atau duduk yang nyaman dengan lengan bagian volar diatas. 4. Gunakan manset yang sesuai dengan ukuran lengan pasien 5. pasanglah manset melingkar pada lengan tempat pemeriksaan setinggi jantung, dengan bagian bawah manset 2 3 cm diatas fossa kubiti dan bagian balon karet yg menekan tepat diatas arteri brachialis. 6. pastikan pipa karet tidak terlipat atau terjepit manset. 7. Istirahatkan pasien sedikitnya 5 menit sebelum pengukuran. Dan pastikan pasien merasa santai dan nyaman. 8. hubungkan manset dengan sphymomanometer air raksa , posisi tegak dan level air raksa setinggi jantung. 9. raba denyut a. brachialis pada fossa kubiti dan a. radialis dengan jari telunjuk dan jari tengah ( untuk memastikan tidak ada penekanan ) 10. pastikan mata pemeriksa harus sejajar dengan permukaan air raksa ( agar pembacaan hasil pengukuran tepat ) 11. tutup katup pengontrol pada pompa manset 12. pastikan stetoskop masuk tepat kedalam telinga pemeriksa, raba denyut a. brachialis 13. pompa manset sampai denyut a brachialis tak teraba lagi 14. kemudian pompa lagi sampai 20 30 mm Hg ( jangan lebih tinggi, sebab akan menimbulkan rasa sakit pada pasien, rasa sakit akan meningkatkan tensi ) 15. letakkan kepala stetoskop diatas a brachialis 16. Lepaskan katup pengontrol secara pelan-pelan sehingga air raksa turun dengan kecepatan 2 3 mm Hg per detik atau 1 skala perdetik 17. Pastikan tinggi air raksa saat terdengar detakan pertama arteri brachialis ( Korotkoff I ) ini adalah tekanan sistolik 18. pastikan tinggi air raksa pada saat terjadi perubahan suara yang tiba-tiba melemah ( Korotkoff IV ) tekanan diastolik 19. lepaskan stetoskop dari telinga pemeriksa dan manset dari lengan pasien. 20. Bersihkan earpiece dan diafragma stestokop dengan disinfektan 21. Apabila ingin diulang tunggu minimal 30 detik 22. informasikan pada pasien hasil pemeriksaan dan Catat pada kartu status Tabel tekanan darah No USIA Tekanan Tekanan

Sistole (mm Hg )

Diastole (mm Hg ) 42 80 48 64 77 84 63 74 80

1 2 3 4 5

Bayi Anak 7 - <> 10 - <> Laki- laki Perempuan

65 115 87 117 124 136 124 127 120

Usia tengah 140 160 80 90 Usia lanjut D. PEMERIKSAAN FREKUENSI PERNAPASAN Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistim pernapasan. Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal. Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi. Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.
INSPIRASI EKSPIRASI Relaksasi ( melengkung keatas ) bergerak kebawah & kedalam Bergerak kedalam mengecil mengempis

Diafragma
Tulang iga ( costae ) Tulang dada Rongga dada

Kontraksi ( tampak datar ) bergerak keatas & keluar Bergerak keluar membesar

Paru-paru mengembang Frekuensi napas normal tergantung umur : Usia baru lahir sekitar 35 50 x/menit Usia <> usia 2-12 tahun 18 26 x/menit dewasa 16 20 x/menit. Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut Apnea : Bila tidak bernapas . 1). Persiapan alat 1. Alat pengukur waktu (jam, stopwatch) 2. Buku pencatat 3. Alat pencatat (pensil, pena) 2). Persiapan pasien 1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas 2. Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

3). Cara pemeriksaan


1. tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada 2. Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun. Gerakan naik (inhalasi) dan turun (ekhalasi) dihitung 1 frekuensi napas 3. Hitung frekuensi napas selama satu menit 4. informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status

E. PEMERIKSAAN BERAT BADAN 1). Persiapan alat 1. timbangan badan 2. alat pencatat 2). Persiapan pasien

1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan yang akan dilakukan 3). Cara pemeriksaan 1. pastikan timbangan badan berfungsi baik dan stel penunjuk pada titik nol. 2. pastikan tidak ada beban ditubuh pasien yang mempengaruhi penimbangan. 3. pasien diminta naik keatas timbangan atau bila bayi baringkan diatasnya. 4. perhatikan angka tempat penunjuk berhenti 5. informasikan hasil pemeriksaan pada pasien dan catat pada status F. PEMERIKSAAN TINGGI BADAN 1). Persiapan alat 1. meteran pengukur tinggi badan 2. penggaris atau sejenis 2). Persiapan pasien 1. Jelaskan proses dan pentingnya pemeriksaan yang akan dilakukan 3). Cara pemeriksaan 1. pastikan meteran pengukur berfungsi baik ( tergantung macam ) 2. minta pasien berdiri tegak sejajar pengukur 3. pemeriksan menggunakan penggaris atau sejenis menaruh di ubun-ubun pasien sejajar dengan tempat pijakan 4. perhatikan angka yang ditunjuk oleh penggaris ( centimeter / inchi ) 5. informasikan hasil pemeriksaan pada pasien dan catat pada status. E. PEMERIKSAAN ELASTISITAS KULIT Elastisitas kulit atau turgor menggambarkan keadaan keseimbangan cairan tubuh . secara sederhana dengan melakukan pemeriksaan turgor kulit . dapat diketahui derajat kekurangan cairan tubuh ( dehidrasi ).
1). Persiapan alat 1. stop watch 2. tissue 2). Persiapan pasien 1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas 2. Posisi pasien berbaring, atau duduk.

2) cara pemeriksaan 1. pastikan bagian ( lengan / perut ) yang akan diperiksa terbuka 2. bersihkan kulit yang akan diperiksa dengan tissue 3. pemeriksa menjepitkan ibu jari dan telunjuk pada kulit, 4. lepaskan jepitan dan perhatikan waktu yang diperlukan kulit untuk kembali seperti semula ( dalam detik ). 5. informasikan hasil pemeriksaan pada pasien dan catat pada status 1. +Anda 2. Telusuri 3. Gambar 4. Maps 5. Berita 6. Gmail 7. Documents 8. Kalender 9. Terjemahan 10. Lainnya

1. Buku 2. Blogger 3. Foto

4.
5. Masih banyak lagi

Account Options
1.
2. Masuk
Top of Form

Terjemahan
id

Dari: Bahasa Indonesia


en

Ke: Inggris
Terjemahkan n _t id UTF-8 2 1

Bahasa Indonesia Inggris Jepang Merjemahkan teks atau laman web

Terjemahkan dari: Bahasa Indonesia Ketikkan teks atau alamat situs web atau terjemahkan dokumen. Batal Inggris Bahasa Indonesia Arab Alpha EXAMINATION VITAL SIGN Several checks vital signs are frequently used and relatively easy to do, such as inspection A. TEMPERATURE Body temperature is the result of a balance between heat production and heat loss from the body

to the environment. Production of body heat generated from, among others: A. a. Metabolism of food (Basal Metabolic Rate) 2. b. Sport 3. c. Shivering or skeletal muscle contraction 4. d. Increased production of the hormone thyroxine (increase cellular metabolism) 5. e. Infectious disease process 6. f. Chemical thermogenesis (direct stimulation of the norepinephrine and epinephrine or direct stimulation of the sympathetic) While the loss of body heat occurs through several processes, namely: A. Radiation is the transfer of heat from one object to another object without direct contact, such as a person standing in front of open fridge 2. Conduction is the transfer of heat from one object to another object by direct contact, such as direct contact with ice 3. Convection is heat transfer caused by the presence of air movement, such as air near the body will be warm 4. Evaporisasi the heat transfer occurs through the evaporation process, such as breathing and Perspiration from the skin. For example, perspiration increases heat emitting body Body temperature maintained constant despite changes in environmental conditions. This is because the process of temperature regulation through a negative feedback system (feedback mechanism). Temperature control is the main organ is the hypothalamus. For the regulation of body heat is required concentration of sodium and calcium are sufficient, especially in and around the posterior hypothalamus. Temperature variation of healthy individuals ranged from normal 0.7 degrees Celsius (1.4 F). Factors affecting body temperature among other things: A. Age Newborns are very influenced by the surrounding circumstances, and therefore must be protected from climate change that can change quickly. The kids had a temperature of more labile than in adults. AGE Temperature (Celsius) TEMPERATURE (F) Newborns

36.1 to 37.7 97-100 2 years 37.2 98.9 12 years 37 98.6 Adult 36 96.8 2. Body activity Muscle activity and the digestion process greatly affects the body temperature. In the early morning hours of 04:00 to 06:00 at low temperature, while the afternoon at around 16:00 to 20:00 the highest temperature changes ranged between 1.1 - 1.6 C (2-3 F). 3. Gender Women are more efficient in regulating the internal temperature of the body of the man, this is because the hormone estrogen can increase the fat tissue. Increased progesterone during ovulation will increase the temperature of a woman of about 0.3 - 0.5 C (0.5 - 1 F) Whereas, estrogen and testosterone can increase the Basal Metabolic Rate 4. Emotional changes Emotions that will add increased levels of adrenaline in the body that increases your metabolism and body temperature to rise.

5. Weather Changes Changes in weather, climate, or season affects evaporation, radiation, convection, conduction, thus affecting the metabolism and body temperature 6. Food, beverages, cigarettes, and lavemen Food, beverages and tobacco can change the oral temperature, eg, drinking ice water can decrease oral temperature of about 0.9 C (1.6 F). It is recommended to measure the oral temperature of about 30 minutes after eating, drinking or smoking, whereas rectal tempertur measured after 15 minutes of lavemen / enema. a. Temperature Measuring Tool In general, the measurement of body temperature using a glass thermometer (glass Thermometers). Frequently used scale is a thermometer scale Celsius (Centigrade) which has a scale with the freezing point of water 0 degrees Celsius and the boiling point of 100 degrees Celsius. There is also a digital thermometer that has a high sensitivity and time of inspection only a few seconds, is widely used in gravity conditions. b. Temperature Measurement Body temperature measurement can be done in several places, namely in the mouth (oral), anus (rectal), armpits (axilla) and ear (auricular). Each place has a different temperature variations. Rectal temperature generally ranges from 0.4 C (0.7 F) higher than oral temperature and lower axillary temperature 0.6 C (1 F) of the oral. At the health center is often used is usually the axillary temperature probe. Examination of axilla temperature with Mercury Thermometers Axillary temperature measurement is considered the most convenient and secure, but less accurate. The use of commonly performed on: A. Child 2. Patients with inflammation of the mouth 3. Patients who are breathing with the mouth or using a ventilator Preparation temperature probe: 1). preparation equipment A. Wash your hands 2. Prepare a soft tissue or clean cloth

3. Prepare a temperature recording books and stationery 4. A clean towel to clean the sweat of patients 2). Preparation of patients A. Maintain patient privacy with curtains or closed doors. 2. Explain to patients about the importance of axillary temperature 3. Remove the patient's clothes and other parts covered with a blanket. 3). The inspection A. Hold the thermometer at the end of the blunt. 2. Clean with soft tissue or wash in cold water when stored in disinfectant and wipe with a clean cloth 3. Hold the tip of the thermometer is blunt with his thumb and second finger, lower levels of mercury to 35 degrees celsius figures 4. Open up the patient's arm. 5. Clean the sweat of patients with a dry towel / tissue 6. stick a thermometer into the armpit, lower your arms and cross your forearms and above the patient's chest, while the child held her hand gently. 7. Leave on for 5-10 minutes for good results. 8. Lift the thermometer and wipe with a soft tissue / wipes clean with a rotational motion. 9. Please read the mercury level examiner's eye level. 10. Lower levels of mercury <> 0C. 11. Return the thermometer to the storage area. 12. Wash your hands. 13. Inform the patient and record the results of the book. B. PULSE Pulse rate (pulse) is vibration / pulse of blood in the arteries caused by contraction of the left ventricle of the heart. This pulse can be felt by palpation is by using a fingertip along the course of the arteries, especially in places with little bone spurs pressing on the arteries. In general, there

are 9 places to feel the pulse of the temporal, carotid, apical, brankialis, femoral, radial, popliteal, dorsalis pedis and posterior tibial artery, but the most common are: A. The radial artery Located along the radial bone, more easily palpable above the wrist on the thumb side. Relatively easy and is often used routinely 2. Artery Brankialis Located in the biceps muscles of the arm in the crook of the elbow or medial (antekubital fossa). Used to measure blood pressure and cardiac arrest in the case of infant 3. Carotid artery Dileher located below the ear lobe, where there is a carotid artery runs between the trachea and muscle sternokleidomastoideus. Often used for baby, cardiac arrest cases and to monitor the blood circulation to the brain Human pulse frequency varies, depending on many factors that influence it, at the time of normal activity: Normal: 60-100 times / minute, Bradycardia: <> Takhikardi:> 100. x / minute Pulse rate during sleep, namely: a. Newborns 100-180 times / minute b. Age of 1 week - 3 months 100-220 times / minute c. Ages 3 months - 2 years 80-150 times / minute d. aged 10 -21 years 60-90 times / minute e. Aged over 21 years of 69-100 times / minute Based on the strong and weak arterial pulse were classified: I. No palpable pulse: 0 II. There is a palpable pulse but difficult: +1, III. Normal pulse palpated easily and not easily lost: +2

IV. Strong pulse, easily palpable as if bouncing on the fingertips and not easily lost: + 3 A. INSPECTION FREQUENCY NADI Examination of the common pulse frequency is as follows: A. Examination of the radial artery pulse frequency 1) Preparation of equipment A. Time-measuring device (a watch with a second, stop watch) 2. The book records the pulse (card status) 3. Stationery 2) Preparation of patients A. Explain to patients the need for checks to be performed 2. Make the patient relaxed and comfortable. 3) How to check A. Wash hands examiner 2. ask the patient to roll up your shirt sleeves that cover the bottom 3. In the sitting position, hands placed on the thigh and arm extension. In the supine sleeping position, the arm extension and facing up. 4. Perform light palpation of the radial artery using the index finger and middle finger, perform palpation along the radial groove on the wrist 5. Feel the pulse of the radial artery and a regular rhythm 6. Count the beats for one minute, 7. Inform the patient and record the results of the book. B. Examination of the brachial artery pulse frequency 1) Preparation of equipment A. Time-measuring device (a watch with a second, stop watch) 2. The book records the pulse (card status)

3. Stationery 2) Preparation of patients A. Explain to patients the need for checks to be performed 2. Make the patient relaxed and comfortable 3) How to check A. Wash hands examiner 2. Patients who roll up their sleeves cover the upper arm 3. In the sitting position, hands placed on the thigh and arm extension. In the supine sleeping position, the arm extension and facing up. 4. Perform light palpation of the arteries by using the index finger and middle finger at the cubital fossa (groove between the biceps and triceps muscles above the elbow) 5. Feel the pulse of the artery and a regular rhythm brankialis 6. Count the number of beats for one minute 7. Inform the patient and record the results of the book C. Examination of the carotid artery pulse frequency 1) Preparation of equipment A. Time-measuring device (a watch with a second, stop watch) 2. The book records the pulse (card status) 3. Stationery 2) Preparation of patients A. Explain to the patient about the need for this examination. 2. And make patients as comfortable as possible serilek 3) How to check A. Wash hands with clean water inspectors 2. ask the patient disrobe so the neck looks obvious

3. the patient sitting with hands resting on thighs 4. Inspection of both sides of the neck to see the pulse of the carotid artery 5. Ask the patient to turn his head on the side opposite the direction that will be examined 6. Then do the palpation with a soft, not too hard to avoid the stimulation of the carotid sinus 7. By using the middle finger and index finger palpation around the medial muscle sternokleidomastoideus 8. Note the change of the pulse at the time of draw or exhale 9. Calculate the frequency of the pulse with time-measuring device for 30 seconds, then the result multiplied by 2. When the rhythm is irregular count for 1 minute. C. EXAMINATION OF BLOOD PRESSURE Blood pressure obtained from the measurements on the arterial circulation. Blood flow due to pumping of the heart caused a wave of high tides is called systole and the pressure wave at the lowest point is called the diastolic pressure. Systole and diastole the difference between so-called pulse pressure. Blood pressure is expressed in units of millimeters of mercury (mm hg). Avoid placing the cuff on the arm attached to an IV, attached arterivena shunt, graft, breast surgery, as well as the removal of underarm lymph nodes, arm / hand that had fistula, trauma and closed GIP or dressing loud. 1) Preparation of equipment A. mercury sphygmomanometer with a cuff complete. 2. stetoscope 3. antiseptic 2) Preparation of patients A. Explain to patients about the need for blood pressure checks 2. Explain that the arm will be fitted when the cuff is inflated will hit, so it did not taste good / tingling. 3) How to check A. examiner's hand washing 2. ask the patient to open the upper arm to be examined, so there is no emphasis on a. brachial.

3. the patient can lie down, half-sitting or sitting comfortably with the volar forearm above. 4. Use the cuff that matches the size of the patient's arm 5. attach the cuff around his arm as high as the heart of the checkpoints, with the bottom cuff 2-3 cm above the cubital fossa and the rubber balloons are resting just above the brachial artery. 6. make sure hoses are not bent or squashed cuff. 7. Rest the patient at least 5 minutes before measurement. And make sure patients feel relaxed and comfortable. 8. sphymomanometer connect the cuff with mercury, and upright heart as high mercury levels. 9. touched a pulse. brachial cubital fossa and a. The radial with the index finger and middle finger (to ensure there is no emphasis) 10. make sure the examiner's eyes must be parallel to the surface of mercury (that correct reading of the measurement results) 11. close the control valve on the pump cuff 12. make sure the stethoscope go right into the ear examiner, touched a pulse. brachial 13. pump pulse of a brachial cuff until no longer palpable 14. then pump again until 20-30 mm Hg (not higher, because it would cause pain to the patient, the pain will increase the tension) 15. place the head of a stethoscope over the brachial 16. Remove the control valve slowly so that the mercury down to the speed of 2-3 mm Hg per second per second or 1 scale 17. Make sure the height of the mercury when the first beats sound the brachial artery (Korotkoff I) this is the systolic pressure 18. make sure the height of mercury in the event of change of the sound suddenly weakened (Korotkoff IV) diastolic pressure 19. remove the stethoscope from ears of the examiner and the patient's arm cuff. 20. Clean earpieces and diaphragm with a disinfectant stestokop 21. If you want to wait a minimum of 30 seconds was repeated 22. inform the patient's examination results and note on the card status

Blood pressure tables No AGE Pressure Systole (mm Hg) Pressure Diastole (mm Hg) 1 2 3 4 5 Baby Child 7 - <> 10 - <> Male Female Middle age Longevity 65-115 87-117 124-136

124-127 120 140-160 42-80 48-64 77-84 63-74 80 80-90 D. INSPECTION FREQUENCY OF RESPIRATORY Someone said to breathe when breathing oxygen (O2) and remove carbon dioxide (CO2) through the respiratory system. Can breathe in and can also be shallow. Deep breathing will have a large air volume, both on the inhale time / inspiration / inhalation or exhale at / expiration / exhalation. Whereas in the shallow breathing of air volume decreases.

INSPIRATION Expiratory Diaphragm Contraction (seems odd) Relaxation (curved upwards) Ribs (costae) move up & out move down and into the

Sternum Moving out Move into Thoracic cavity expand decline Lungs expand deflate Normal respiratory rate depends on age: The new age was born about 35-50 times / minute Age <> 2-12 years of age 18-26 x / minute Adults 16-20 X / min. Takhipnea: If in breathing of more than 24 times / minute Bradipnea: If less than 10 x / minute is called Apnea: If not breathing. 1). Preparation tool A. Time-measuring device (clock, stopwatch) 2. Recording books 3. Recording devices (pencil, pen)

2). Preparation of patients A. Explain the importance of respiratory rate 2. Position the patient lying down, except under certain conditions. 3). The inspection A. place one hand above the patient's chest 2. Feel the breath movement by holding the hands of patients or with the movement of the chest / arms up and down. Upswing (inhalation) and down (ekhalasi) calculated a respiratory rate 3. Calculate the frequency of breaths for one minute 4. inform the examination results and record the status E. EXAMINATION WEIGHT 1). Preparation tool A. scales 2. recording devices 2). Preparation of patients A. Explain the importance of the examination to be conducted 3). The inspection A. make sure the scales works well and sets the pointer at the zero point. 2. make sure there is no load in your body that affects the patient's judgment. 3. patients were asked to rise above the scales or if the baby is laid on top. 4. note the number where the pointer stops 5. inform the results of examination of the patient and note the status F. HIGH INSPECTION AGENCY 1). Preparation tool A. meter measurement height 2. a ruler or similar 2). Preparation of patients

A. Explain the process and the importance of the examination to be conducted 3). The inspection A. make sure the meter is functioning properly gauge (depending on variety) 2. ask the patient standing upright parallel to the measuring 3. examination using a ruler or similar to put on the crown of the patient parallel to the ground where 4. note the number appointed by the ruler (centimeters / inches) 5. inform the results of examination of the patient and note the status. E. ELASTICITY SKIN DIAGNOSIS Skin elasticity or turgor describes the state of body fluid balance. simply by inspecting the skin turgor. can be determined the degree of lack of body fluids (dehydration). 1). Preparation tool A. stop watch 2. tissue 2). Preparation of patients A. Explain the importance of respiratory rate 2. Position the patient lying down or sitting. 2) how to check A. make sure the (arm / abdomen) to be examined open 2. clean skin with a tissue to be examined 3. examiner pinching the thumb and index finger on the skin, 4. remove the pin and note the time required to return to normal skin (in seconds). 5. inform the results of examination of the patient and note the status Urungkan pengeditan Baru! Klik kata di atas untuk melihat terjemahan alternatif. Singkirkan

Kamus
Bottom of Form

Google Terjemahan untuk Bisnis:Perangkat PenerjemahPenerjemah Situs WebPeluang Pasar Global Matikan terjemahan instanTentang Google TerjemahanSelulerPrivasiBantuanKirimkan umpan balik Klik untuk terjemahan alternatif Seret dengan menahan tombol shift untuk menyusun ulang. Deteksi bahasa Byelorusia Inggris Latin Portugis Tamil Afrikaans Cek Irlandia Latvi Prancis Telugu Albania Dansk Islan Lituavi Rumania Thai Arab Esperanto Italia Magyar Rusia Turki Armenia Esti Jepang Makedonia Serb Ukraina Azerbaijan Farsi Jerman Malta Sloven Urdu Bahasa Indonesia Galisia Kannada Mandarin Slowakia Vietnam Basque Georgia Katalana Melayu Spanyol Wales Belanda Gujarat Korea Norsk Suomi Yiddish Bengali Hindi Kreol Haiti Pilipino Swahili Yunani Bulgar Ibrani Kroat Polski Swensk