Anda di halaman 1dari 5

Nama NIM PRODI Kelas

: Rizky Miki Utari : 0901035247 : S1 AKUNTANSI REGULER : AK V D

AKUNTANSI MANAJEMEN BAB 7 1. Jelaskan jenis penanaman modal ! Jawab : y Penanaman modal yang tidak menghasilkan laba Dilakukan oleh perusahaan, karena peraturan pemerintah yang menghendaki demikian atau karena persyaratan kontrak yang telah disepakati. Penanaman modal yang menghasilkan laba Dikelompokkan menjadi dua, yaitu laba yang sulit diukur dan labanya dapat diukur.

2. Perusahaan mempertimbangkan untuk membeli sebuah mesin A seharga Rp45.000.000,00. Dari penggunaan mesin tersebut diperkirakan dapat menghasilkan laba tunai rata-rata per tahun sebesar Rp10.000.000,00. Berdasarkan data tersebut, hitunglah periode payback ! Jawab : Periode payback = Rp45.000.000,00 = 4 tahun 5 bulan Rp12.500.000,00 3. Perusahaan akan mengambil keputusan terhadap dua rencana investasi yaitu membeli Mesin A atau Mesin B. Data mengenai kedua mesin tersebut adalah sebagai berikut: Mesin A Mesin B Harga perolehan Rp70.000.000,00 Rp70.000.000,00 Taksiran umur ekonomis 15 tahun 25 tahun Laba tunai per tahun Rp15.000.000,00 Rp10.000.000,00 Periode payback yang dikehendaki manajemen maksimum 7 tahun. Hitunglah periode payback dari masing-masing mesin tersebut ! Jawab : Mesin A = Rp70.000.000,00 = 4 tahun 7 bulan Rp15.000.000,00

Mesin B = Rp70.000.000,00 = 7 tahun Rp10.000.000,00

BAB 8 1. ROI yang diharapkan untuk suatu Pusat Investasi adalah 27%. Berikut ini adalah yang berkaitan dengan Pusat Investasi tersebut selama tahun 2009: Hasil penjualan Rp60.000.000,00 Rp55.000.000,00 Biaya-biaya Jumlah investasi Rp30.000.000,00 Berdasarkan data tersebut, hitunglah ROI tahun 2009 ! ROI = Rp60.000.000,00 Rp55.000.000,00 x Rp60.000.000 x 100% Rp60.000.000,00 = 20% 2. Dengan menggunakan data no.1 hitunglah ROI agar sesuai dengan yang diharapkan yaitu 27%, tanpa mengubah jumlah biaya dan investasi. Jawab : Agar menghasilkan ROI sesuai yang diharapkan, maka hasil penjualan harus ditingkatkan dengan sejumlah tertentu, yaitu: 27% = Hasil penjualan Rp55.000.000,00 Rp 30.000.000,00 Hasil penjualan = Rp55.000.000,00 + (27% + Rp30.000.000,00) = Rp63.100.000,00 Rp30.000.000

3. Apa saja dasar yang digunakan untuk mengukur investasi ? Jawab: y Investasi diukur berdasarkan jumlah aktiva y Investasi diukur berdasarkan jumlah utang dan modal y Investasi diukur berdasarkan jumlah modal sendiri

BAB 9 1. Apakah yang dimaksud penyusunan program dan penyusunan anggaran? Jawab :  Penyusunan Program adalah proses pengambilan keputusan mengenai kegiatan pokok organisasi yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang.  Penyusunan Anggaran adalah proses perencanaan kegiatan organisasi untuk jangka waktu satu tahun. 2. Jelaskan tahap-tahap penyusunan program yang formal ! Jawab: y Penentuan tujuan dan strategi dasar oleh manajemen puncak y Berpedoman pada tujuan dan strategi yang telah ditetapkan y Usulan program didiskusikan oleh manajemen puncak dan para manajemen operasional, jika perlu diadakan revisi sehingga ditetapkan sebagai suatu program perusahaan secara keseluruhan. 3. Jelaskan perbedaan penyusunan program dan penyusunan anggaran ! Jawab : y Program disusun sebelum penyusunan anggaran. Sedangkan anggaran disusun setelah dan berdasarkan program. y Program disusun untuk jangka waktu beberapa tahun, sedangkan anggaran disusun untuk jangka waktu satu tahun. y Program biasanya disusun berdasarkan jenis atau keluarga produk yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan anggaran umumnya disusun berdasarkan pusat pertanggungjawaban yang ada dalam perusahaan.

BAB 10 1. Jelaskan apa yang dimaksud harga transfer ! Jawab : Harga transfer adalah nilai produk atau jasa dipertukarkan (diperjualbelikan) antarpusat pertanggungjawaban di dalam perusahaan. 2. Perusahaan mempunyai dua Pusat laba, yaitu divisi P dan divisi Q. Divisi P menghasilkan 6.000 unit produk A yang dapat dijual kepada divisi Q atau kepada pihak laindi luar perusahaan, dengan harga pasar Rp300,00 per unit. Biaya produksi produk A terdiri atas: biaya variabel per unit

Rp100,00 dan biaya tetap total Rp300,00. Biaya yang dapat dihindari jika produk A dijual kepada divisi Q adalah: potongan penjualan per unit Rp15,00 biaya iklan per unit Rp10,00 biaya angkut dan komisi penjualan per unit, masing-masing sebesar Rp2.50. Produk A di divisi Q diolah lebih lanjut menjadi produk B, dengan tambahan biaya pengolahan sebesar Rp500,00 per unit. Produk B laku dijual dengan harga Rp800,00 per unit dan biaya penjualan Rp70,00 per unit. Jika dari jumlah produk A yang dihasilkan, 70% dijual kepada Divisi Q dan sisanya dijual kepada pihak luar. Tentukan laba masing-masing divisi berdasarkan metode harga pasar. Jawab: Perhitungan Laba Divisi Harga Transfer Atas Dasar Harga Pasar yang Dimodifikasi Divisi P Penjualan: 6.000 x 30% x Rp300,00 = Rp540.000,00 6.000 x 30% x Rp270,00*= Rp486.000,00 Rp1.026.000,00 3.000x Rp800,00 Biaya Produksi: (6.000 x Rp100,00) + Rp300.000,00 Rp486.000,00 + (4.200 x Rp500,00) Biaya Penjualan: 1.800 x Rp30,00** 4.200 x Rp70,00 Laba Ket:
y y

Divisi Q

Rp3.360.000,00

(Rp 900.000,00) (Rp2.586.000,00)

(Rp

54.000,00) (Rp 294.000,00)

Rp

72.000,00

Rp 480.000,00

* *

Rp300,00 (Rp15,00 + Rp10,00 + Rp2.50 + Rp2.50) = Rp270 Rp15,00 + Rp10,00 + Rp2.50 + Rp2.50 = Rp30

3. Dengan menggunakan data no.2, hitunglah laba masing-masing divisi berdasarkan Metode Harga Pokok , harga transfer yaitu harga pokok ditambah laba 30% dari harga pokok. Jawab :

Perhitungan Laba Divisi Harga Transfer Atas Dasar Harga Pokok Penuh Ditambah Laba Divisi P Penjualan: 1.800 x Rp300,00 = Rp540.000 4.200 x Rp195,00*= Rp819.000 Rp907.000,00 4.200x Rp800,00 Biaya Produksi: (6.000 x Rp100,00) + Rp300.000,00 Rp819.000,00 + (4.200 x Rp500,00) Biaya Penjualan: 1.800 x Rp30,00 4.200 x Rp70,00 Laba Rp3.360.000,00 Divisi Q

(Rp900.000,00) (Rp2.919.000,00)

(Rp 54.000,00) (Rp 294.000,00) Rp405.000,00 Rp 147.000,00

Ket:
Perhitungan harga transfer : Biaya produksi variabel per unit Biaya tetap per unit (Rp300.000,00 : 6.000) Harga pokok penuh per unit Laba (30% x Rp150,00) Harga transfer per unit Rp100,00 Rp 50,00 Rp150,00 Rp 45,00 Rp195,00