Anda di halaman 1dari 11

ARTIKEL PROYEK AKHIR

PENGENDALI SUDUT PICU BERSISTEM OPTIK UNTUK TRIAC SEBAGAI REGULATOR ARUS BOLAK BALIK SATU FASA

Diajukan Kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Ahli Madya Teknik

Oleh : Hana Mustofa NIM : 05501241016

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA JULI 2011

PENGENDALI SUDUT PICU BERSISTEM OPTIK UNTUK TRIAC SEBAGAI REGULATOR ARUS BOLAK-BALIK SATU FASA

Oleh : Hana Mustofa 05501241016 ABSTRAK

Tujuan pembuatan proyek akhir ini adalah untuk mengetahui unjuk kerja untai pemicu dalam melakukan kendali fasa gelombang tegangan satu fasa dengan sudut picu 0o-180o dan 180o-360o pada Triac. Selain itu proyek akhir ini juga dimaksudkan sebagai modul praktikum untuk mata kuliah Elektronika Daya (nantinya dapat digunakan juga di SMK) yang ekonomis dan praktis, serta dengan komponen elektronik yang mudah diperoleh di pasaran, karena menggunakan untai terintegrasi (IC) yang tidak bersifat proprietary dari perusahaan komponen elektronik tertentu. Metode yang digunakan adalah eksperimen, yang dilakukan di laboratorium dengan mengamati dan menguji untai yang telah dirancang sebelumnya sehingga dihasilkan bentuk gelombang yang menyesuaikan dengan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh pemicu TCA 785. Fokus eksperimen adalah penggunaannya pada pengendali AC Regulator pada tegangan satu fasa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: untai pengendali sudut picu bersistem optik mampu melakukan pemotongan gelombang tegangan fasa secara penuh dengan sudut picu 0-180 pada Triac seperti dilakukan oleh sistem pemicu berbasis TCA785 pada regulator arus bolak-balik satu fasa. Pada pengaturan sudut picu 0 masih menyisakan keterlambatan sebesar 9 akibat penggunaan kopling optik.

A. PENDAHULUAN Pengendalian intensitas lampu pijar dapat diimplementasikan dengan berbagai cara. Pada proyek akhir ini, prinsip kendali fasa dengan cara mengendalikan daya yang masuk ke lampu pijar yang bekerja pada tegangan AC. Pengendalian daya yang melewati lampu pijar dilakukan dengan mengatur sudut picu pada triac. Proses pengaturan sudut picu triac dikendalikan dengan untai kendali fasa IC LM311 MOC3021. Kendala tersebut dapat diatasi dengan melakukan modifikasi modul TCA 785, dengan memanfatkan IC LM311 MOC3021. Modifikasi yang akan ditempuh melalui proyek akhir ini adalah penggunaan sistem penghubung dengan kopling optik atau optokopler (MOC 3021) sebagai pengganti trafo pulsa dan untai pemicu IC LM311 sebagai pengganti TCA 785. Alasan penggunaan IC LM311 adalah selain mudah diperoleh di pasaran, harganya juga relatif murah. Sedangkan untai optisnya dimaksudkan untuk alasan keawetan modul praktik, sehingga apabila terjadi kesalahan dalam hubungan ke Triac tidak akan merusak sistem elektronis pemicunya.

B. KONSEP RANCANGAN Proyek akhir ini merupakan pengembangan dari pemanfaatan IC 555 MOC3021 sebagai pemicu kendali regulator arus bolak-balik satu fasa dengan triac. Hasil pemanfaatan IC 555 - MOC3021 memiliki kelemahan dalam pengaturannya yang masih menggunakan model pengisian dan pengosongan

kapasitor sehingga kurang praktis, serta masih membutuhkan trafo daya untuk mengkonversi tegangan bolak-balik 220 volt ke 15 volt. Desain sistem dalam proyek akhir ini yaitu sebuah alat pemicuan yang handal layaknya pemicu yang menggunakan TCA 758 dalam mengendalikan daya beban melalui kemudi triac. Dari segi kepraktisan, untai ini memiliki keunggulan dalam pengoperasiannya karena tidak membutuhkan hubungan ke catu daya searah dan tanpa membutuhkan transformator daya. Untai sistem dalam proyek akhir ini dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
IN 4007 45 V
D3 C1 1K 3K9

2SC1507

12V

1000 F 50 V
C2

10 F 25 V

12 V

100 F 25 V

10 F 25 V

Gambar 1. Desain Regulator Tegangan


IN 4007 6K8 2K2 1K 3K3 6V8 4K7 Q1 BC 547B D2 0,5 A IN 4007 6K8 20K IN 4148 103 BC 557B Q2 4V7

12V
3K3 IN 4148 6K8

D1

45V
4K7

2K2

1K Q3 15V 20K 103 Q4 BC 557B 3K3 3K3 18K Q5 BC 547B 8K2 8K2 IN 4148 IN 4148 5K6 6K8

6V8

Q8

Q9

Gambar 2. Desain Pembentuk Pulsa

12V
3k3

Q6 5k BC 557B 120k Q7 BC 547B 10k

Q7

22k

Gambar 3. Desain Pengatur Sudut Picu


12V
IN 4148 3 5K6

1K5

Q8
BC 557B

Q8

+
1

8 15K LM 311 4 7 BC 547B Q10

0,22 F 2 3K3

Q7

IN 4148 3 Q9 BC 557B 2 3K3

5K6

1K5

Q9

+
1

8 LM 311 4 7 15K BC 547B Q11

0,22 F

Gambar 4. Desain Komparator


12V
1k5 1k5

A
TRIAC

15k

I1

Q10 BC 547B

MOC 3021

G
1k LAMPU 100 W

1k5

1k5

A
LAMPU 100 W TRIAC

15k

I2

Q10 BC 547B

MOC 3021

G
1k

Gambar 5. Desain Kendali Optis (IC MOC3021)

C. PENGUJIAN Pengujian alat dilakukan untuk mengetahui perilaku picu dua buah IC LM311 yang bepicu secara bergantian dan picu TCA 785 pada untai tegangan bolak-balik satu fasa sehingga dapat diketahui kelebihan maupun kelemahan modifikasi IC LM311 dan MOC3021 apabila digunakan sebagai pengendali daya pada tegangan bolak-balik satu fasa. Pengujian alat dengan menggunakan beban resistif berupa bola lampu pijar berdaya 100 W / 220V menggunakan sumber tegangan 45 - 64 volt. Gambar 1 menunjukkan diagram blok pada pengaturan beban yang terpasang.

Sumber Tegangan 220 Volt

Trafo Isolasi 45 - 64 Vac

Rangkaian Pemicu LM 311 - MOC 3021

TRIAC

Lampu Pijar 100 Watt

Gambar 6. Diagram Blok Alir Pengujian Alat Fungsi Pengaturan Beban Terpasang

Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati dan membandingkan bentuk gelombang pada sudut picu hasil pemicuan sistem berbasis IC LM311 dan TCA785 sehingga dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing sistem. Gelombang yang telah dihasilkan oleh osiloskop diambil datanya dalam bentuk gambar gelombang dengan menggunakan kamera digital.

D. HASIL PENGUJIAN 1. Bentuk gelombang tegangan masukan LM311 (pin 2 IC LM311) dan tegangan keluaran LM311 (pin 7 IC LM311) yang diilustrasikan pada Gambar berikut :

V
(Volt)

Tegangan Masukan
0

(Volt)

Tegangan Masukan
0

12

12

t
0 10 20 30 40 50 (ms)
0 10 20 30 40 50

t
(ms)

ton toff

12

ton toff

12

(a) sudut picu 0 ;


V
(Volt)

Tegangan Keluaran o

Tegangan Keluaran

(b) sudut picu 45o

V
Tegangan Masukan
0

(Volt)

Tegangan Masukan
0

12

t
0 10 20 30 40 50 (ms)

12

t
0 10 20 30 40 50 (ms)

ton toff

12

12

ton
Tegangan Keluaran

Tegangan Keluaran

(c) sudut picu 90o


V
(Volt)

(d) sudut picu 135o

Tegangan Masukan
0

12

t
0 10 20 30 40 50 (ms)

ton toff

12

Tegangan Keluaran

(e) sudut picu 180o

2. Bentuk gelombang tegangan beban hasil pengendalian daya melalui Triac oleh sistem picu LM311-MOC3021 tanpa tegangan eksternal yang diilustrasikan pada Gambar berikut :

VL (Volt)
60 40 20

VL (Volt)
60 40 20

t
0 10 20 0 20 40 60 30 40 50 (ms)
0 10 20 0 20 40 60 30 40 50

t
(ms)

Sudut Picu 0o

Sudut Picu 45o

VL (Volt)
60 40 20

VL (Volt)
60 40 20

t
0 10 20 0 20 40 60 30 40 50 (ms)
0 10 20 0 20 40 60 30 40 50

t
(ms)

Sudut Picu 90o

Sudut Picu 135o

VL (Volt)
60 40 20

t
0 10 20 0 20 40 60 30 40 50 (ms)

Sudut Picu 180o

E. KESIMPULAN 1. Unjuk kerja untai pemicu IC LM311 - MOC3021 berdasarkan prinsip PWM dengan sudut picu antara 0 sampai dengan 180. 2. Untai pemicu IC LM311 MOC3021 terbukti mampu melakukan pemotongan gelombang pada periode positif (sudut 0-180) dan periode negatif (sudut 180-360) sebagai regulator tegangan satu fasa seperti yang dilakukan untai pemicu berbasis TCA 785 dengan keterlambatan sebesar 9 pada pengaturan sudut picu 0, lebih kecil dari hasil proyek akhir Erlin Andayani (2007) sebesar 27.

10

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, E. (2007). Pemanfaatan IC 555 - MOC3021 sebagai pemicu kendali regulator arus bolak-balik satu fasa dengan Triac. Laporan proyek akhir Teknik Elektro Universitas Negeri Yogyakarta. Boylestad, R.L. danNashelsky, L. (1999).Electronic devices and circuit theory 7ed. New York : Prentice Hall International, Inc. Deboo ,G.J. danBurrous, C.N. (1977). Integrated circuit and semiconductor devices: theory and application, international student edition. Tokyo: McGraw-Hill Book Company Japan, Limited. Littelfuse, Inc. (2008).Phase control using Thyristors, AN1003. Malvino, P.A. (1981). Electronic principles2nd edition (Hanafi Gunawan terjemahan). New York: Mc Graw Hill, Inc. Buku asli diterbitkan tahun 1979. Moorthi, V.R.(2005). Power electronics. Oxford University Press, New Delhi. Motorolla. (1995). Semiconductor technical data 6-pin DIP random-phase Optoisolator Triac driver output. http://www.datasheetarchive/motorola/ moc3020D.com [20 Juli 2009] National Semiconductor. (2000). LM311 http://www.national.com [28 Maret 2009]. voltage comparator.

Philips Semiconductors, tth.Chapter 6: power control with Thyiristors and Triacs. http://www.st.com/stonline/product/literature/an/3575.pdf[22 Maret 2009]. Rashid, M.H. (1999). Elektronika daya. Jakarta: Prenhallindo. Siemens. (1994). Phase control IC TCA 785. http://www.datasheetarchive/ siemens/tca785.com [20 Juli 2009] Singh, M.D. danKhanchandani, K.B. (2002).Power electronic. Tata McGraw-Hill Publishing Company Limited. Tooley. (2002). Electronics circuit 2nd edition (Irzam.terjemahan). Langford Lane,Kiddlington.England: Elsevier Science Ltd. Buku asli diterbitkan tahun 1995. VEDC Malang, (2000). Sistem kendali daya 3 fasa gelombang penuh. (Modul).

11

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

1. Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mengukur kinerja untai pemicu 2. Lakukan kalibrasi alat yang digunakan untuk mengukur 3. Rangkai untai pemicu seperti blok diagram berikut
Sumber Tegangan 220 Volt Trafo Isolasi 45 - 64 Vac Rangkaian Pemicu LM 311 - MOC 3021 Lampu Pijar 100 Watt

TRIAC

4. Ambil datanya menggunakan oscilloscope dengan meletakkan probe pada titikD1 dan D2 (pin 2 IC LM311), sebagai masukan IC LM311. Selanjutnya dilakukan pada titik I1 dan I2 (pin 7 IC LM311) yang merupakan keluaran IC LM311 dan pada lampu pijar 100 watt/ 220 volt untuk melihat gelombang hasil pemicuan IC LM311.