Anda di halaman 1dari 5

STRATEGI BISNIS APPLE Inc

Kegiatan bisnis perusahaan Apple bergerak di bidang teknologi

yang

memproduksi dan mendisign softwere dan hardware computer serta produk elektronik lainnya. Perusahaan Apple menjalankan bisnis berorientasi laba. Perusahaan Apple bergerak dibidang teknologi informasi tidak menggunakan jasa oursourcing untuk masuk kedalam RnD mereka, karena perusahaan Apple fokus kepada inovasi jadi mereka bener-bener menjaga kerahasiaan data perusahaan dan tidak percaya kepada pihak luar. Disatu sisi, dibidang software atau perangkat lunak mereka menggunakan jasa insourcing akan tetapi untuk perangkat kerasnya mereka menggunakan jasa outsourcing untuk menghemat biaya. Untuk perusahaan yang menjual jasa inovasi sebaiknya menggunakan jasa internal perusahaan, agar kerahasiaan lebih terjamin karena ide untuk melakukan sangat mahal harganya. Berdasarkan kasus Apple dapat disimpulkan kapan saatnya perusahaan memakai jasa outsourcing dan insourcing. Manajemen Sumber Daya Manusia Apple memiliki sinergi yang sempurna antara beragam tim baik tim desain, tim software, dan tim hardware. Semua melakukan kolaborasi secara paralel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidak dilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesai lalu diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagian hardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakan bersama-sama secara simultan. Jika kita telisik, ketiga elemen people management : elemen yang ini semuanya bermuara pada pertama tentang leadership yang kuat dan visioner, yang kedua tentang kekuatan sinergi, dan yang ketiga tentang pengembangan kompetensi dan keahlian. Pasar yang dibidik Apple inc antara lain kalangan pelajar, pekerja, pemerintahan, serta masyarakat internasional. Konsumen di pasar berkembang, seperti Cina, Brasil, dan Timur Tengah, memainkan peran signifikan dalam penjualan iPhone. Hal ini tecermin dari makin banyaknya perusahaan yang menggunakan gadget iPhone dan iPad untuk melancarkan kegiatan bisnis mereka.

Apple memiliki kecocokan produk pasar karena apple berusaha agar setiap orang mudah menggunakannya dengan mudahnya pengoperasian UI dari iOS. Tidak semua orang berasal dari kalangan maniak gadget. Bahkan hampir mayoritas pengguna smartphone tidak tahu apa saja fitur yang terdapat di smartphonenya. Di iOS membuat semua aplikasi tidak ada yang sia-sia. Semuanya terpakai dan mudah dipahami. Kesederhanaan desain seperti ini ternyata yang menjadi pilihan banyak orang. Tidak terlalu susah menjalankanya tapi tetap bergaya penggunaannya. Inilah desain khas dari Apple iDevice yang simpel nan cantik, cocok untuk semua kalangan. Karena tidak terlihatnya pemisahan segmen seperti usia, jenis kelamin dan kegiatan secara spesifik, membuat Apple iDevice dapat diterima dengan sangat baik oleh konsumen. Apple memiliki nilai Psikologis yang tinggi karena setiap lini produk apple memiliki daya tarik pada pandangan pertama. Garis dari lekukan casing yang sederhana namun tetap elegan selalu menjadi ciri khas sejak awal kemunculan iDevice. Absennya port usb yang tadinya sangat di sayangkan justru malah menambah nilai estetika pemanfaatan ruang yang ada semaksimal dan sefungsional mungkin. Kualitas rancang bangun dengan material pilihan menjadi favorit Apple sehingga membuat iDevice tampak kokoh dan elegan dalam genggaman. Apple menyusun sebuah kemitraan strategis dengan raksasa software Microsoft, yang menjadi lawan Apple dalam berbagai perselisihan hukum hak paten yang melelahkan dan memboroskan anggaran. Apple memiliki pelayanan yang hebat terhadap konsumen dengan cara menanggapi keluhan konsumen dengan baik. Penggantian dengan unit baru jika ada kerusakan dan jarang masuk service centre ternyata membawa dampak yang cukup berkesan dihati konsumen. Kemudian keluhan dari konsumen terhadap aplikasi yang mempunyai 'bug' pun sangat ditanggapi oleh Apple. Jika ada maka ini diteruskan ke sang pengembang. Konsekuensinya juga cukup berat jika pengembang lambat mengupdate aplikasinya, seperti dihapusnya aplikasi tersebut dari Apps Store. Aturan sortir ketat terhadap aplikasi yang mengandung kode berbahaya (malware) juga semakin menambah kepercayaan konsumen dan

semakin meningkatkan kompetensi antar pengembang aplikasi. Inilah yang membuat ikatan antara Apple, pengembang aplikasi dan konsumen terjalin harmonis dan tampaknya strategi Apple ini sudah mulai dikuti oleh para kompetitornya. Apple melakukan patent untuk menguasai pasar. Hal ini terlihat pada Hampir setiap inovasi baru dari Apple selalu dipatentkan terlebih dahulu jauh sebelum iDevicenya di luncurkan. Hampir keseluruhan aspek yang melingkupi smartphone hingga ke hal yang sekecil-kecilnya di patentkan. Walaupun tidak semua inovasi dari Apple untuk iOS yang akan diterapkan pada iDevice tergolong baru, tapi tetap saja langkah strategis untuk mengamankan pasar ini secara konstan dilakukan oleh Apple. Patent ini bisa juga termasuk dari kampanye persiapan yang rutin dijalankan Apple, yang bisa berfungsi sebagai 'product knowledge' untuk mengedukasi konsumen Apple. Sehingga jauh hari sebelumnya para konsumen Apple tidak dihadapkan oleh kebingungan dari penggunaan UI iDevice itu sendiri nantinya. Lebih dari 200.000 patent atas nama Apple yang telah terdaftar juga membuat sulit kompetitor menyaingi Apple. Salah langkah, jalur hukum menghadang. Seperti pengalaman antara Samsung vs Apple beberapa pekan yang lalu. Misi Apple melindungi hak cipta ini selalu mewarnai headline berita tentang gadget dihampir semua media. Secara tidak langsung Apple telah melakukan promosi yang itu penting untuk meningkatkan penjualan iDevice mereka. Sedikit Gila, namun cerdas. Strategi pemasaran produk Apple bermacam macam. Ada yang secara langsung kepada konsumen ( Mac dan ipod ) dan ada pula yang memalui makelar yaitu dengan cara bundling dengan beberapa operator selular ( iphone 3G dan iphone 3GS ). Di sini saya akan menjabarkan mengapa Apple menggandeng operator selular untuk memasarkan iphone 3G dan iphone 3GS. Berikut ini adalah 4 alasan mengapa Apple menggandeng operator selular untuk memasarkan iphone : 1.Strategi Aras Korporasi

Menjualnya secara eceran, melalui distributor ataupun melalui kerjasama dengan operator selular adalah sebuah pilihan. Sebuah cara dalam berdagang dan ini tidak melanggar etika bisnis. Cara ini dipilih sebagai strategi perusahaan dalam berbisnis. Hal utama adalah bisa mendatangkan margin.

2. Berkelas dan Ekskusif Dengan memilih tidak melayani pelanggan secara langsung, RIM dan Apple Inc ingin menonjolkan kesan mewah dan hanya untuk kalangan tertentu. Dengan harga yang cukup tiggi dan dipaket bersama jasa operator selular artinya hanya orang-orang yang berduit saja yang mau secara rutin mengeluarkan biaya bulanan. IPhone dan Blackberry yang dibeli selain dari operator selular adalah produk Haram. 3. Membangun Loyalitas Salah satu sifat mendasar manusia adalah ingin dihargai dan diakui. Dengan menggunakan produk yang bukan sejuta umat, secara tidak langsung penggunanya merasa bahwa mereka sebagian kecil kaum yang sukses secara materi. Loyalitas pada perangkat ini terus mereka pertahankan demi status sosial. 4. Mengikat Konsumen Cinta itu tumbuh karena kebiasaan, konon begitu katanya. Kewajiban berlangganan dalam waktu tertentu, minimal 2 tahun untuk bisa menggunakan IPhone akan membuat orang cinta mati. Seperti nikotin atau zat adiktif, ada yang hilang jika berhenti memakainya. Apalagi ditambah dengan berbagai service yang menarik dari operator. Bahkan Barrack Obama ngotot untuk bisa tetap bermain dengan BlackBerrynya walaupun sebagai presiden tidak dibenarkan oleh protokoler kepresidenan US, akhirnya ia diizinkan. Persaingan gadget sangat pesat sekarang ini. Apple memiliki pesaing terkuat yaitu Blackberry dan ponsel pintar android.

Penerapan strategi people management perusahaan apple merupakan perpaduan antara pengoptimalan sumber daya manusia yang handal dan kerja tim dari berbagai fungsional untuk mencapai visi perusahaan.