Anda di halaman 1dari 10

TEORI LINGUISTIK STRUKTURAL Aliran Praha (Prague School) School)

by. Ubaidillah

Karl Bhler (1879-1963)

Morris Halle (1923-2011)

Vilem Mathesius

(1882-1945)

Jan Mukaovsk

(1891-1975)

Jakobson (1896-1982)

Trubetzkoy (1890-1938)

Sejarah Aliran Praha


Aliran praha pertama-tama dikemukan oleh lembaga non formal Prague pertamaLinguistic Circle yang diprakarsai oleh V. Mathesius di Universitas Caroline, Cekoslowakia. Cekoslowakia. Kelompok ini berdiri pada 6 oktober 1926. 1926. Sejak pertemuan tersebut, Prague Linguistic Circle melakukan pertemuan rutin untuk membahas isu-isu linguistik yang diterbitkan isudalam serial Travaux du Cercle Linguistique de Prague. Prague. Aliran ini dikenal dunia sejak mengikuti Kongres Internasional di Genewa 1931, yang membahas ttg FONOLOGI dan menghasilkan 1931, Asosiasi Fonologi Internasional yang diketuai oleh Trubetzkoy. Trubetzkoy. Aliran ini terpengaruh kepada Saussure, yang beranggapan bahwa bunyi ujar (fon) termasuk dalam tataran parole, sedangkan fonem fon) berada pada tataran langue (Svoboda, 1990: 1-8; Sampson: 1990: 103-107) 103-107)

Vilem Mathesius
Pelopor Aliran Praha ini menimba ilmu sekaligus mengabdikan dirinya di Caroline University, Praha. Ia juga pernah mengikuti kuliah-kuliahnya lingustik sinkronis de Saussure tahun 1911. Pemikirannya yang terkenal dalam Aliran Praha adalah Funcional Sentence Perspective (Prespektif Kalimat Fungsional). Menurutnya, kalimat terdiri dari 2 unsur 1.Unsur formal: unsur gramatika dalam kalimat 2.Unsur informasi: situasi faktual ketika kalimat itu dituturkan. Terkait dengan hal ini, ia menjelaskan bahwa kebanyakan kalimat yang diucapkan, digunakan untuk memberikan informasi kepada pendengarnya. Sehingga, muncullah istilah Tema (apa yang dibicarakan) dan Rema (yang dikatakan mengenai tema).

This argument I cant follow ; I cant follow this argument


O gramatikal S psikologis tema S gramatikal O psikologis rema S Gramatikal S psikologis tema O Gramatikal O psikologis rema

(Sampson: 103-104 ; Alwasilah: 37-39; Chaer: 353)

Nikolai Sergeyevich Trubetzkoy


Seorang tokoh Aliran Praha yang berasal dari keturunan bangsawan Rusia. Ia Rusia. belajar linguistik di Moscow University milik ayahnya pada Jurusan Indo-Eropa IndoLinguistik. Linguistik. Karyanya yang terkenal dan dijadikan pedoman dalam kajian fonologi adalah Principles of Phonology, yang ia selesaikan pada minggu-minggu terakhir mingguhidupnya (Sampson:107). (Sampson:107).

- Bunyi distingtif (membedakan makna/fonem) makna/fonem) Dengan teknik minimal pair (oposisi fonologi), aliran ini dapat membedakan fonologi)
bunyi yang membedakan makna (fonem), mis: fonem), mis:
pit = [p] [i] [t] [i bit = [b] [i] [t] [i

Pada dua kata di atas, terdapat 2 bunyi yang berbeda [p] dan [b] yang masingatas, masingmasing membedakan makna. Oleh karena itu, dua bunyi tersebut merupakan makna. itu, fonem yang berbeda: /p/ dan /b/ berbeda:

- Bunyi tdk distingtif (tdk membedakan makna/bersifat fonetis) makna/ fonetis)


hasil= hasil= [h] [a] [s] [i] [l] [i kasil= kasil= [k] [a] [s] [i] [l] [i Pada dua kata di atas, terdapat 2 bunyi yang berbeda [h] dan [k] yang masing-masing atas, masingtidakmembedakan makna. Oleh karena itu, dua bunyi tersebut merupakan fonem makna. itu, yang sama, yakni /h/ sama,

Selain menemukan fungsi distingtif dalam bunyi dengan teknik oposisi fonologinya, fonologinya, Trubetzkoy juga mengenalkan adanya arkifonem dan morfonologi (Sampson:108). (Sampson:108) Arkifonem: Arkifonem: fonem yang kehilangan kontras pada posisi tertentu mis: mis: jawab >< jawap kata ini bisa berakhir dengan fonem /b/ dan /p/, tetapi untuk melambangkan arkifonem ditulis dengan /B/, merujuk pada bentuk aslinya. aslinya. dalam bahasa Inggris ada kata: still >< sdill kata: Morfonologi: Morfonologi: meneliti perubahan fonologis yang terjadi antara pertemuan dua morfem. morfem. Mis: Mis: jawab -> jawaban, bukan *jawapan jawaban, me+beri -> memberi me+cari -> mencari me+gambar -> menggambar me+sapu -> menyapu morem me- ini bisa dilambangkan dengan meN (baca: me- nasal) mebaca: mePerubahan ini terjadi karena fonem-fonemlah yang menentukan kaidah yang fonemberlaku (Verhaar: 104; Chaer: 151,353) Verhaar: 104; Chaer: 151,353)

Jan Mukarovsky
Tokoh Alira Praha ini memperkenalkan teori Fungsi Estetika pada tahun 19301930-an dan awal 1940-an. Teori ini dituangkan dalam bukunya Aesthetic 1940-

Function,Norm, Function,Norm, and Value as Social Facts


Fungsi estetik itu sendiri menurut Mukarovsky adalah penyimpangan unsurunsurunsur linguistik yang sengaja untuk maksud estetika. estetika. Ia menyebutkan bahwa munculnya telaah estetik tidak lepas dari penelitian formal struktural. Jika telaah struktural hanya menekankan pada telaah struktural. makna sehingga aspek-aspek yang mengungkapkan fakta estetik seperti aspekterabaikan, terabaikan, kemudian muncul telaah estetika. estetika. Telaahnya ini sangat tepat dikembangkan dalam bidang penerjemahan dan karya sastra, dan dengan teorinya ini ia dianggap sebagai peletak dasar Teori sastra, Resepsi Sastra. Sastra. Mis: Mis: bade tindak pundi, cukup diterjemahkan dengan padanan fungsional, pundi, fungsional, Hallo! Bukan *where are you going? kasih), afwan (sebagai jawaban ucapan terima kasih), cukup diterjemahkan dengan padanan fungsional sama-sama Bukan maaf. sama-sama maaf. Menurutnya dalam menerjemahkan ini ada 2 hal yang perlu diperhatikan: diperhatikan: 1. Automatization: yang diharapkan dalam situasi sosial -> Hallo/sama-sama Hallo/sama2.

Foregrounding: yang tidak diharapkan dlm situasi sosial > where are you going

Jan Mukarovsky
Teori ini juga banyak digunakan dalam menelaah unsur-unsur unsurlinguistik yang menyimpang dalam karya sastra, terutama puisi. sastra, puisi. Misalnya, Misalnya, dapat dilihat penyimpangan-penyimpangan linguistik penyimpangandalam puisi Indonesia berikut: berikut: Dan terasa hidup makin kekal sesudah memusnah rindu (Potret, 8). Potret, Di tubuhku ada luka sekarang, bertambah lebar juga, mengeluar sekarang, juga, darah (Deru, 40). Deru, 40) Kata memusnah dan mengeluar pada puisi di atas merupakan penyimpangan linguistik tetapi masih dalam batas-batas sistem batastanda, tanda, yang akan memunculkan nilai estetika dalam karya sastra. sastra. Penyimpangan ini disebut dengan deautomatization. deautomatization. Namun, apabila penyimpangan ini dikembalikan pada bentuk aslinya, aslinya, mudah dipahami bagi orang yang membaca, tetapi tidak membaca, ada nilai estetikanya. Pengembalian ini disebut dengan estetikanya. naturalization/recuperation. Alwasilah: 42) naturalization/recuperation. (Alwasilah: 42)

BAHASA BAKU MENURUT ALIRAN PRAHA


Aliran Praha juga berkonsentrasi pada penyelidikan bahasa baku dan fungsinya dalam masyarakat perkotaan. Hal ini perkotaan. dipelopori oleh B. Havranek dan Mathesius. Menurut Mathesius. mereka bahasa baku adalah bahasa yang telah dikodifikasikan, dikodifikasikan, disepakati dan berfungsi sebagai model bagi mayarakat ujaran yang lebih luas. luas. Ciri pokok bahasa menurut mereka: 1. Flexible stability (kestabilan yang luwes): bahasa baku luwes) meski distabilkan dengan kodifikasi yang fleksibel seperti dalam kebudayaan. Hal ini diperoleh dengan grammar; kebudayaan. 2.Intellectualization (intelektualisasi): intelektualisasi) bahasa baku berkecenderungan menuju sistematisasi hubungan yang semakin meluas. Hal ini diperoleh dengan leksem meluas. leksem (kosakata). kosakata) Bahasa baku merupakan lawan dari bahasa rakyat, yaitu rakyat, polapola-pola yang tidak mungkin mengalami kodifikasi (Alwasilah: 43). Alwasilah: 43)

KERUNTUHAN DAN KEBANGKITAN KEMBALI ALIRAN PRAHA


Aliran Praha runtuh pada tahun 1939. 1939. SebabSebab-sebab keruntuhan Praha: Praha: Kematian tokoh-tokohnya yakni Trubetzkoy, V. Mathesius. tokohTrubetzkoy, Mathesius. Roman Jackobson pindah ke Denmark karena menghindari serangan Nazi. Universitas Czech yang merupakan tempat kajian Aliran Praha selama kurang kebih 8 tahun ditutup. ditutup. Tahun 1947-1950, Aliran Praha kemudian bangkit dengan nama baru yakni 1947-1950, Linguistics Association dan Functional Linguistics. Linguistics.

REFERENSI
1. Alwasilah, A. Chaedar. 1993. Beberapa Madzhab dan Dikotomi Teori Linguistik. Bandung: Penerbit Angkasa. 2. Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: PT Rieneka Cipta 3. Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Murtono, Resepsi Sastra: Analisis Sastra Dari Sudut Pandang Pembaca Jurnal Mawas, Juni 2010. 5. Ale Svoboda, 1990. A Short History of the Prague Linguistic Circle and its Syntactic Followers in Czechoslovakia 6. Sampson, Geoffrey. 1980. Schools of Linguistics, Competition and Evolution. Hutchinson: London, Melbourne, Sydney, Auckland, Johannesburg. 7. Verhaar, JWM. 2004. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.