Anda di halaman 1dari 4

Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 7 No.

3 September 2011 ; 98 - 101

PERENCANAAN DAYA PENDINGINAN PADA DINAMOMETER ARUS EDDY


Supriyo 1) dan Nazaruddin Sinaga 2) 1) Program Studi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Semarang 2).Program Studi Magister Teknik Mesin, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H. Sudarto, S.H., Tembalang, Kotak Pos 6199 SMS, Semarang 50329 Telp. 7473417, 7466420 (Hunting), Fax.7472396 Abstrak : Dinamometer merupakan suatu mesin elektro-mekanik yang digunakan untuk mengukur torsi dan kecepatan (rpm) dari tenaga yang diproduksi oleh suatu mesin, motor atau penggerak berputar lain. Dinamometer sebagai alat uji yang dihubungkan ke chasis yang dibebani mesin uji. Rotor dinamometer dilengkapi dengan sudu pendingin plat rugi-rugi. Pendingin yang digunakan adalah pendingin udara dipasang pada kedua sisi stator. Diameter roda jalan dibagian luar 0,28 m dan dibagian dalam 0,15 m, pemilihan sudut pada 1 dan 1 berturut-turut adalah 45o dan 50o, kecepatan putaran 4000 rpm dan lebar sudu 0,031 m. Hasil perhitungan perancangan daya pendinginan dinamometer adalah 1435 Watt. Kata kunci : Dinamometer

1. PENDAHULUAN Pengujian daya pada mesin diperlukan alat dinamometer. Alat tersebut dihubungkan ke poros mesin atau ke rol penghubung roda kendaraan untuk mengukur momen putar,sedangkan untuk mengukur putaran menggunakan tachometer. Dengan mengetahui momen putar dan putaran, maka daya yang dihasilkan oleh mesin yang diuji dapat ditentukan. Dinamometer listrik Pada dasarnya pengereman yang terjadi pada dinamometer listrik akibat pemotongan medan magnet oleh pergerakan bahan konduktor. Ada 2 tipe dinamometer listrik yaitu : a. Dinamometer arus eddy : Dinamometer ini terdiri dari suatu rotor yang digerakkan oleh suatu motor yang tenaganya akan diukur dan berputar dalam medan magnet. Kekuatan medan magnetnya dikontrol dengan merubah arus sepanjang susunan kumparan yang ditempatkan pada kedua sisi dari rotor. Rotor ini bertindak sebagai konduktor yang memotong medan megnet. Karena pemotongan medan magnet itu maka

terjadi arus dan arus ini diinduksikan dalam rotor sehingga rotor menjadi panas. b. Dinamometer ayunan listrik atau generator : Pada prinsipnya bidang gerak dinamometer ini diputarkan secara terpisah baik dengan mengutamakan pipapipa saluran utama atau buttery yang mempertahankan suatu tegangan yang konstan. Seluruh mesin ditumpu dengan ball bearing, casing menahan sebuah lengan torsi untuk menjadikan seimbang torsi mesin. Torsi mesin disebarkan pada casing oleh daya tarik medan magnet yang dihasilkan ketika jangkar sedang berputar dan mengeluarkan tenaga listriknya pada aliran sebelah luar dinamometer. Tenaga mesin yang diserap akan membangkitkan tenaga listrik di dalam rangkaian jangkar. Dinamometer dipasang pada bantalan ayun dan mengukur momen yang ditimbulkan karena kecenderungan casing berputar. Prinsip Operasi Daya Dinamometer Tindakan sebuah dinamometer menyerap sebagai beban yang digerakkan oleh penggerak utama yang sedang diuji. Dinamometer harus mampu beroperasi pada

98

Perencanaan Daya Pendinginan Pada Dinamometer Arus Eddy

(Supriyo)

kecepatan dan beban apapun untuk setiap tingkat torsi yang dibutuhkan. Daya yang diserap oleh dinamometer diubah menjadi panas dan panas umumnya terdisipasi ke udara atau ditransfer ke pendingin air yang terdisipasi ke udara. Pada dynamometer daya (P) tidak diukur secara langsung , melainkan dihitung dari torsi () dan nilai-nilai kecepatan sudut () atau gaya (F) dan kecepatan linear (v): P=. Atau P=F.v Dimana : P = daya dalam watt = torsi dalam newton meter = kecepatan sudut dalam radian per detik F = gaya dalam newton v = kecepatan linear dalam meter per detik Pembagian dengan konversi yang konstan mungkin diperlukan tergantung pada unit ukuran yang digunakan. Untuk satuan HP, Php = Dimana : P hp = daya horse power lb.f t = torsi dalam pound-feet RPM = kecepatan rotasi dalam revolusi per menit Untuk satuan kW, P kW = Dimana : P kW = daya dalam kilowatt N.m = torsi dalam newton meter RPM = kecepatan rotasi dalam revolusi per menit.

Daya Pendinginan Dinamometer Perancangan pendinginan udara pada dinamometer arus eddy dilakukan oleh sudu. Sudu yang terpasang pada dinamometer adalah sebagai pendingin panas yang terjadi pada rotor akibat pengereman secara elektromagnetik. Perhitungan pendingin yang dilakukan oleh sudu dapat dihitung pada segitiga kecepatan seperti terlihat pada gambar 1.
c2 c2m w2
2
2

u2 cu2
1
1

w1 c1 u1 cu1 = 0

Gambar 1. Segitiga kecepatan masuk dan keluar pada sudu Pada titik 1 bisa diperoleh segitiga kecepatan masuk, yaitu digambarkan pada c1 yang arahnya tegak lurus terhadap u1 dan u1 didapat dari persamaan berikut : u1 = dimana n adalah kecepatan putar (rpm). w1 terjadi dari sudut awal sudu 1, dan 1 sudah diketahui besarnya karena sudah menjadi syarat pembuatan sudu. Pada titik 2 fluida mempunyai kecepatan mutlak c2, yang didapat dengan melalui penggambaran segitiga keluar dari w2, u2 dan sudut keluar sudu 2 yang besarnya dipilih dengan bebas. Perpindahan energi di dalam sudu jalan adalah dari momen puntir (M) yang bekerja pada poros yang diteruskan sedemikian rupa oleh sudu jalan sehingga menimbulkan kecepatan absolut fluida c2 dan c1 dengan komponen tangensialnya cu2 dan cu1. Momen puntir yang diperoleh adalah : M = ( r2 . cu2 r1 . cu1 )

99

Eksergi Jurnal Teknik Energi Vol 7 No. 3 September 2011 ; 98 - 101

Momen puntir ini akan mendapatkan daya sesuai dengan daya yang diberikan poros P = M . , dimana adalah kecepatan sudut. P = . ( r2 . . cu2 r1 . . cu1 ) dimana r . = u = kecepatan keliling (kecepatan tangensial) 2. METODE PENELITIAN Pengujian daya mesin dilakukan dengan menggunanakan alat dinamometer seperti terlihat pada gambar 2.
a a

Keterangan : a. Air gap b. Stator c. Rotor d. Poros e. Plat rugi-rugi f. Sudu 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Prinsip kerja dinamometer seperti pada gambar 2 adalah rotor diputarkan oleh sumber daya motor yang diuji, dipasangkan secara mekanis, elektris, magnetik, hidraulik, dengan stator dalam keadaan setimbang. Karena gesekan yang timbul, maka gaya yang terjadi di dalam stator merupakan beban atau muatan dinamometer. Sudu terpasang pada plat rugi-rugi, terhubung pada rotor yang berfungsi untuk mendinginkan plat rugi-rugi yang ada pada kedua sisi dinamometer. Hasil perhitungan daya adalah 1435 Watt akan mampu untuk mendinginkan panas yang ada pada rotor. Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 1.

b c

e f

Gambar 2. Dinamometer Tabel 1 Hasil perhitungan perancangan daya pendinginan


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Diameter dalam, D2 (m) Diameter luar, D1 (m) Sudut1, 1(derajat) Sudut 2, 2(derajat) Kecepatan putar, n(rpm) Lebar sudu, b (m) Kecepatan tangensial, U1(m/s) Kecepatan tangensial, U2(m/s) Kecepatan sudut, (m/s) Kecepatan relatif, W1(m/s) Kecepatan absolut, C1(m/s) Debit, Q (m3/s) Kecepatan, C2m(m/s) Kecepatan relatif, W2(m/s) Kecepatan, Wu2(m/s) Kecepatan, Cu2(m/s) Kecepatan absolut, C2(m/s) Masa Jenis Udara, udara(kg/m3) Laju aliran masa, (kg/s) Daya pedingin, P (Watt) 0,15 0,28 45 50 4000 0,031 31,4 58,613 418,667 44,40631 31,4 0,4585 16,821 21,958 14,114 44,498 47,573 1,2 0,5502 1435 0,15 0,28 40 45 4000 0,031 31,4 58,613 418,667 40,98979 26,34773 0,384703 14,11485 19,96142 14,11485 44,498 46,6834 1,2 0,4616 1204 0,15 0,28 35 40 4000 0,031 31,4 58,613 418,667 38,33232 21,98652 0,321025 11,77849 18,32408 14,03706 44,5762 46,106 1,2 0,3852 1006 0,15 0,28 30 35 4000 0,031 31,4 58,613 418,667 36,2576 18,1288 0,264699 9,711856 16,9321 13,86997 44,7433 45,7433 1,2 0,3176 833

100

Perencanaan Daya Pendinginan Pada Dinamometer Arus Eddy

(Supriyo)

4. KESIMPULAN Dari hasil perancangan yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan antara lain: a. Dinamometer pendingin udara penyerapan arus eddy dapat menghasilkan perubahan beban yang sangat cepat untuk penyelesaian beban dan sederhana. b. Semakin diperkecil sudut 1 dan 2 , maka daya pendinginannya semakin kecil. c. Daya hasil perhitungan pendingin pada sudut 1 = 45o dan 2 = 50o adalah 1435 Watt , maka mampu untuk mendinginkan rotor pada kapasitas dinamometer 250 Kw.

Sawicki, C.A. (1997). Magnetic field demonstration/mystery. The Physics Teacher, 35(4), 227-229. Tata Surdia, (1985), Pengetahuan Bahan Teknik, Pradnya Paramita, Jakarta Tom Priolo, (2003), Baby Dynamometer Design Project, Department of Electrical & Computer Engineering, Cleveland State University, senior design project, spring William D. Callister, Jr, (2007), Material Science and Engineering, John Wiley & Sons, Inc, United States of America

DAFTAR PUSTAKA Arons, A.(1997). Teaching Introductory Physics. New York, NY: John Wiley & Sons. Frankel, M. (2009, July 2). Physics Simulations, Retrieved from: http://phet.colorado.edu/simulations/i ndex.php?cat=Electricity_Magnets_a ndCircuits G. Wacau, (1989), Drsection for use by the dynamometric, Berlin Inside the EddyCurrent/ Powder Dynamometers. http://www.magtrol.com/motortesting/wbp b dynamometer_inside.htm James Kennicutt Discovering and Analyzing Magnetic Fields with Solenoids in Introductory Physics Dept. of Physics, SUNY-Buffalo State College, 1300 Elmwood Ave, Buffalo, NY 14222 jrk9@buffalo.edu Magtrol motor testing products description, Engine Dynamometers. http://www.magtrol. com/motortesting/ed_dynamometers.htm. Magtrol motor testing products description, Eddy-Current Dynamometers.http://www. magtrol.com/motortesting/wb dynamometers.htm 101