Anda di halaman 1dari 37

Lab. Teknologi Mekanik A.

Prinsip Kerja Mesin Sekrap

Shaping

Prinsip kerja mesin sekrap adalah pahat dihantarkan oleh ram secara bolak-balik dan benda kerja dijepit oleh ragum(catok). Mesin sekrap atau mesin ketam adalah sebuah mesin dengan pahat pemotong berupa garis lurus. Dengan menggerakkan menyilang terhadap jalur pahat maka dihasilkan permukaan yang rata. Sebuah mesin sekrap dapat memotong alur pasak dalam dan luar, alur spiral celah T dan berbagai bentuk lainnya. B. Bagian- Bagian Mesin Sekrap 1. Ram Ram adalah bagian dari mesin sekrap yang berfungsi untuk membawa pahat bergerak bolak-balik sama panjang dengan panjang langkah yang diinginkan.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 2. Kunci Ram Kunci ram berfungsi untuk mengunci kedudukan ram agar tetap pada kedudukannya sehingga langkah ram tetap sesuai dengan posisi benda kerja yang dikerjakan.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

3. Pengatur kedudukan Ram Digunakan untuk mengatur kedudukan ram agar tetap pada kedudukannya sehingga langkah ram tetap sesuai dengan posisi benda kerja yang dikerjakan.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 4. Handel Pahat Berfungsi untuk menyetel kedudukan pahat, agar pada saat proses pengerjaan pahat tidak lepas dan tetap pada kedudukannya.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 5. Rumah Pahat Rumah pahat adalah tempat memasang pahat dan sebagai tempat untuk meletakkan eretan.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

6. Hantaran UlirHantaran ulir berfungsi untuk mengatur besarnya pemakanan pahat pada benda kerja.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 7. Tuas Otomatis Hantaran Ulir Tuas otomatis hantaran ulir ini berfungsi untuk menggerakkan hantaran ulir secara otomatis kearah vertikal, biasanya digunakan pada saat pengetaman tegak.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 8. Kotak Lonceng Kotak lonceng berungsi untuk mencegah pemakanan pada saat langkah balik.

Kotak lonceng

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

9. Meja Kerja Meja kerja berfungsi sebagai alat yang menumpu ragum dan benda kerja.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 10. Motor listrik Motor listrik berfungsi sebagai sumber daya atau tenaga untuk menjalankan mesin.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 11. Tuas Kecepatan Ram Tuas ini berfungsi untuk mengatur kecepatan ram

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

12. Hantaran Horizontal Berfungsi agar meja dapat bergerak kearah horizontal. Biasanya digunakan untuk mengetam alur profil.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 13. Hantaran Vertikal Berfungsi agar meja kerja dapat bergerak kearah vertikal. Biasanya digunakan pada saat mengetam tegak.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 14. Dial Panjang Langkah Berfungsi untuk mengatur panjang langkah pemakanan sesuai dengan panjang benda kerja.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Shaping

15. Tombol Oli Ram Tombol ini berfungsi untuk mengatur oli pelumas yang diberikan pada saat ram bergerak bolak-balik.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 16. Roda Tangan Percepatan Manual Berfungsi untuk menggerakkan ram secara manual. Biasanya digunakan pada pengerjaan halus.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

17. Sistem Transmisi Sistem transmisi berfungsi untuk meneruskan daya ke sabuk pulli dan menggerakkan engkol serta lengan isolasi.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 18. Tuas Otomatis Pemakanan Berfungsi untuk mengatur kekasaran dan kehalusan pemakanan, dimana semakin besar nomor yang ditunjukkan, maka benda kerja semakin kasar.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 19. Ragum Ragum berfungsi untuk menjepit benda kerja agar pada saat proses pengerjaan benda kerja tetap pada kedudukannya.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 20. Lubang Oli Hantaran Pelumas

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

21. Tombol ON/Off Berfungsi untuk menjalankan dan menghentikan proses penyekrapan pada benda kerja(sebagai saklar arus)

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 22. Tuas Otomatis Hantaran Horizontal Berfungsi untuk menggerakkan meja kerja kearah horizontal secara manual. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

23. Handel Ragum Berfungsi untuk mengencangkan dan melepaskan ragum yang menjepit benda kerja.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik 24. Kunci Hantaran Ulir Berfungsi untuk mengunci hantaran ulir agar tetap pada kedudukannya.

Sumber : laboratorium teknologi mekanik

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

C. Jenis-jenis Pengerjaan Pada Mesin Sekrap 1. Mengetam Datar Mengetam datar ialah gerakan pahat yang menyayat benda kerja ke arah datar dari kiri ke kanan atau sebaliknya tergantung dari sudut bebasnya. Jika pahat pahat berbentuk pahat kanan maka penyatannya dimulai dari sudut sebelah kanan tetapi jika sudut bebasnya netral maka pahat dapat bergerak bebas dari kanan ke kiri atau sebaliknya .

www.scribd.com/mesin sekrap 2. Mengetam tegak Dalam mengetam tegak maka gerak penyayatan pahat berlangsung dari atas ke bawah secara tegak lurus, dalam hal ini pergerakan sayatan pahat dilakukan dengan memutar eretan pahat dengan tangan, kedudukan plat pahat pada penyayatan ini harus dimiringkan secukupnya agar pemegang paha tidak mengenai bidang kerja dan pahat tidak menekan benda kerja yang disekrap pada langkah ke belakang. Tebal pemakanan hendaknya tipis saja kurang lebih 0.5 mm, pada taraf penyelesaian Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

pakailah pahat halus dengan sudut-sudut bebas yang kecil, usahakan agar ujung mata pernotongnya mengenai benda kerja.

www.scribd.com/mesin sekrap 3. Mengetam Sudut Jika mengetam bagian yang bersudut maka gerak penyayatannya dilakukan dengan memutar eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan besarnya sudut yang diketam, plat-plat pahat dimiringkan secukupnya dan ditahan oleh suatu baji (pasak) sehingga pahat tidak menggaruk permukaan benda kerja pada langkah ke belakang.

www.scribd.com/mesin sekrap 4. Mengetam Alur Alur yang dapat disekrap adalah: alur terus luar, alur terus dalam, alur buntu, alur ternbus.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

www.scribd.com/mesin sekrap

D. Mekanisme Balik Cepat Beberapa jenis mekanisme balik cepat telah dikembangkan untuk mesin ketam, tetapi yang paling banyak dijumpai adalah jenis engkol atau lengan osilasi yang ditunjukkan secara diagramatis, (gambar). Terdiri atas sebuah engkol putar yang digerakkan pada kecepatan seragam, dihubungkan kepada lengan osilasi oleh blok peluncur yang bekerja di pusat dari lengan osilasi yang agak pejal. Engkolnya dimasukkan dalam roda gigi besar dan dapat diubah-ubah dengan mekanisme ulir. Untuk mengubah kedudukan langkah, maka apitan yang memegang penyambung ke ulir ram dikendorkan, dan pemberi kedudukan diputar. Dengan memutar ulir pengatur kedudukan, ram dapat digerakkan mundur atau maju untuk menempatkan kedudukan potong. Sesuai dengan gambar, ditunjukkan bahwa langkah potong mengambil 220 derajat dari putaran engkol sedangkan langkah baliknya hanya dilakukakan melalui 140 derajat, maka perbandingannya:
Langkah Potong 220 1,57 Langkah balik 140 1

Terjadi balik cepat karena ujung engkol dengan blok peluncur dekat dengan titik tumpu lengan selama belahan bawah dari putaran. Panjang lankah diubah-ubah dengan mengubah panjang engkol. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

www.scribd.com/mesin sekrap

E. Jenis Benda Kerja Yang Dihasilkan Oleh Mesin Sekrap 1. Kepala baut Pada gambar dibawah ini terdapat alur panjang, tentunya jenis pengerjaan kepala baut ini adalah mengetam alur, karena mengetam alur hanya bisa membuat alur pada benda kerja.

http://www.picturesof.net/pages/090309-170559-321048.html

2. Kepala sekrup Sekrup merupakan alat perkakas yang pada kepalanya(bagian atas) terdapat alur yang berbentuk (-) dan (+). Jenis pengerjaan yang dilakukan adalah mengetam alur, karena pada gambar dibawah terdapat alur pada sisi atas.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

www.indonetwork.co.id/ud_hartono/2689874/drywall-screw-sekrup-gipsum-6x1.htm 3. Obeng Obeng adalah alat bantu yang digunakan dalam dunia elektronik dll. Pada ujung obeng biasanya terdapat sudut kurang dari 30, maka pengerjaan yang dilakukan adalah pengerjaan sudut.

http://prabawalambang.blogspot.com/2011/06/cara-membersihkan-cpu.html

4. Palu Jenis pengerjaan yang dilakukan pada pembuatan palu adalah pengerjaan datar.

perkakastekniksuply.indonetwork.co.id/2208231/palu-godam-stonning-hammer-sellery.htm

5. Linggis Biasanya linggis memiliki panjang yang berbanding 10x lipat lebih dari ukuran diameternya. Pada kedua ujung terdapat sudut yang berbeda. Pada ujungnya samasama menggunakan pengerjaan sudut, namun pada ujung kanan terdapat 4 sisi pengerjaan, sedangkan pada sisi kiri terdapat 2 sisi pengerjaan.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://www.google.co.id/imgres?q=linggis&num

6. Kapak Kepala kapak terbuat dari bahan metal yang salah satu sisinya memiliki sudut yang sangat tajam, maka kapak tersebut menggunakan pengetaman sudut.

fellowshipofminds.wordpress.com/2011/08/12/ladies-and-gentlemen-the-axe-please/

7. Paku Pada kedua ujung paku terdapat sudut piramid yang menggunakan proses pengetaman sudut.

http://zonarizza-berkarya.blogspot.com/2012/01/paku-dan-marah.html

8. Plat baja Plat baja adalah baja yang berbentuk lempengan dan lembaran yang dihaluskan dengan menggunakan proses pengerjaan datar. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://pagar-rumahku.blogspot.com/2010/11/pagar-rumah-ku.html

9. Pipa silinder Pipa silinder merupakan batangan yang berbentuk lingkaran dan didalamnya terdapat lubang yang simetris dan tegak lurus. Jenis pengerjaan yang dilakukan adalah mengetam alur terus dalam.

http://boxkoe.blogspot.com/2011/05/pipe-and-tube-perbedaan-pipa-dan-tube.html

10. Parang Parang adalh benda yang memiliki satu sisi tajam. Pada pembuatan parang, bisa dilakukan dua proses pengerjaan, yaitu mengetam datar dan mengetam sudut.

http://boxkoe.blogspot.com/2011/05/pipe-and-tube-perbedaan-pipa-dan-tube.html

F. Fungsi Mesin Sekrap Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

Mesin sekrap (Shaping Machine) adalah mesin perkakas yang mempunyai gerak utama bolak-balik horizontal dan berfungsi untuk merubah bentuk dan ukuran benda kerja sesuai dengan yang dikehendaki. Pahat bekerja pada saat gerakan maju, dengan gerakan ini dihasilkan pekerjaan, seperti : a.Meratakan bidang : baik bidang datar, bidang tegak maupun bidang miring. b.Membuat alur : alur pasak, alur V, alur ekor burung, dsb. c.Membentuk : yaitu mengerjakan bidang-bidang yang tidak beraturan. d. Membuat bidang bersudut atau bidang yang bertingkat. G. Jenis-jenis Mesin Sekrap Berdasarkan Pengklasifikasiannya 1. Mesin ketam horisontal Mesin ketam jenis ini biasanya dipakai untuk pekerjaan produksi dan pekerjaan serbaguna, terdiri atas dasar dan rangka yang mendukung ram horisontal, konstruksinya agak sederhana. Ram yang membawa pahat, mekanisme balik cepat yang menggerakkan ram, kotak lonceng yang memungkinkan pahat naik saat langkah balik, ulir pengarah yang memungkinkan benda kerja bergerak menyilang.

Benda kerja pada mesin ini dipegang dengan membautkannya pada meja kerja atau pada catok.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

www.belajar-mesinsekrap.blogspot.com 2. Mesin Ketam Vertikal Mesin ketam ini terutama digunakan dalam menyerut sudut, serta untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal karena kedudukan yang diharuskan untuk memegang benda kerja. Ram dari mesin ini beroperasi secara vertikal dan memiliki sifat balik cepat biasa seperti seperti jenis horisontal. Benda kerja ditumpu pada meja putar yang memiliki hantaran putar sebagai gerakan meja. Permukaan datar dipotong menggunakan salah satu dari hantaran silang meja. Sebuah jenis khusus dari mesin ini dikenal sebagai pembuat kedudukan pasak yang dirancang untuk memotong alur pasak pada roda gigi, puli, nok dan suku cadang yang serupa.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

www.belajar-mesinsekrap.blogspot.com 3. Mesin Ketam Hoidrolis Mesin ketam ini menyerupai yang digerakkan oleh mekanisme lengan isolusi, tetapi penggeraknya adalah hidrolis. Salah satu keuntungan utama dari mesin ketam ini adalah kecepatan potong dan tekanan dalam pergerakan ram konstan dari awal sampai akhir pemotongan . Ciri mesin ini adalah kecepatan potong ditunjukkan pada indikator, panjang langkah potong dan kedudukan relatif terhadap pahat dapat diubah dengan cepat tampa menghentikan mesin. Gerakan ram dapat dibalik dalam segala arah. Hantaran hidrolis dikerjakan pada waktu pahat bebas dari benda kerja dan operasi keseluruhan tidak bising. Perbandingan maksimum dari kecepatan balik terhadap kecepatan potong adalah 2:1.

www.belajar-mesinsekrap.blogspot.com Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

4. Mesin Ketam potong tarik Mesin ini diberi nama demikian karena pahat ditarik melintasi benda kerja oleh ram, bukannya didorong. Mesin ketam potong tarik horisontal dianjurkan untuk pemotongan berat dan dipakai secara luas untuk memotong blok cetakan besar. Selama pemotongan, benda kerja ditarik terhadap bantalan belakang atau permukaan yang mampu distel dari tiang sehingga menurunkan regangan pada rel lintang dan bantalan sadel. Terjadi sedikit getaran karena tegangan tarik dikenakan ke dalam ram selama pemotongan.

H. Mesin Serut dan Jenis-jenis Mesin Serut Mesin serut adalah mesin perkakas yang dirancang untuk melepaskan logam dengan menggerakkan meja kerja dalam garis lurus terhadap pahat mata tunggal. Mesin serut sesuai untuk benda kerja yang jauh lebih besar. Benda yang dipotong, yang terutama permukaannya datar, bisa horisontal, vertikal atau bersudut. Mesin serut tidak lagi penting bagi pekerjaan produksi karena permukaan datar pada umumnya sekarang dimesin dengan mesin fris, peluas lubang atau pengamplas. Penggerak Mesin Serut Terdapat banyak cara penggerakkan mesin serut yaitu penggerak roda gigi, penggerak hidrolis, penggerak sekrup, penggerak sabuk, penggerak motor dengan kecepatan variabel dan penggerak engkol. Penggerak roda gigi dan penggerak hidrolis paling banyak digunakan. Penggerak hidrolis sangat memuaskan bagi mesin serut. Penggerak ini memberikan kecepatan potong seragam pada keseluruhan langkah potong. Keuntungan lain adalah gaya inersia yang harus diatasi lebih kecil dalam mesin serut hidrolis daripada mesin serut konvensional dengan roda gigi. Keuntungan lain adalah tekanan potong seragam, pembalikan meja cepat dan operasinya tidak bising. Jenis-jenis mesin serut 1. Mesin Serut Rumahan Ganda Mesin serut jenis ini terdiri dari sebuah dasar yang berat dan panjang, dengan meja yang bergerak bolak-balik.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://mechanicalsains.blogspot.com/2010/11/mesin-ketam-dan-mesin-serut.html 2. Mesin Serut Sisi Terbuka Mesin serut ini mempunyai rumahan pada satu sisi saja. Sisi yang terbuka memungkinkan pekerjaan pemesinan untuk benda kerja yang besar.

http://mechanicalsains.blogspot.com/2010/11/mesin-ketam-dan-mesin-serut.html

3. Mesin Serut Jenis Lorong (pit) Mesin serut ini berbeda dengan mesin serut biasa dalam hal bangkunya stasioner dan pahatnya digerakkan diatas benda kerja (gambar 7). Dua kepala jenis ram dipasangkan pada rel silang, dan masing-masing dilengkapi dengan pemegang pahat peti lonceng ganda untuk penyerutan dua jalur. Kedua rumahan pembalikan, yang menyangga rel silang, meluncur pada jalur dan digerakkan oleh ulir dari penggerak roda cacing tertutup pada ujung landasan. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://mechanicalsains.blogspot.com/2010/11/mesin-ketam-dan-mesin-serut.html

I. Perbedaan Mesin Sekrap dan Mesin Serut Perbedaan mesin sekrap dan mesin serut dapat dibedakan berdasarkan proses pengerjaan dan ukuran benda kerjanya. 1. Pada mesin sekrap terjadi mekanisme balikn cepat, sedangkan pada mesin serut tidak terjadi mekanisme balik cepat. 2. Paada mesin serut, benda kerja yang digunakan berukuran besar, sedangkan pada mesin sekrap benda kerjanya kecil. 3. Pada mesin, benda digerakkan pada pahat yang stasioner, sedangkan pada mesin sekrap pahat degerakkan pahat pada benda kerja yang stasioner.

J. Jenis-jenis Pahat 1. Pahat sekrap kasar lurus Pahat sekrap kasar lurrus adalah pahat yang digunakan untuk menyayat benda kerja secara garis lurus dengan ujung mata pahat.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik


http://abynkverbeck.wordpress.com

Shaping

2. Pahat sekrap kasar lengkung Pahat sekrap kasar lengkung tidak terlalu jauh berbeda dengan pahat sekrap kasar lurus. Krena pahat kasar lengkung juga digunakan unutk menyayat benda kerja yang datar, yang berbeda hanya unujng pahatnya yang melengkung.

http://abynkverbeck.wordpress.com

3. Pahat sekrap datar Pahat sekrap datar memiliki ujung pahat yang sudutnya 180. Artinya mata pahatnya berbentuk datar, sehinggga pada saat menyerut benda kerja, hasilnya akan datar sesuai garis sumbu.

http://abynkverbeck.wordpress.com

4. Pahat sekrap ring Pahat sekrap ring memiliki mata pahat yang trapesium, yang berfungsi untuk menyayat benda kerja pada bidang datar. Pahat jenis ini biasanya digunakan untuk menyayat benda kerja yang materialnya kuat/keras.

http://abynkverbeck.wordpress.com

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

5. Pahat sekrap sisi kasar Pahat sekrap sisi kasar biasanya digunakan untuk mengetam benda kerja secara vertikal dengan model dan posisi pahat tegak lurus pada benda kerja.

http://abynkverbeck.wordpress.com

6. Pahat sekrap sisi datar pahat sekrap sisi datar memiliki mata pahat yang sudutnya 180. Pahat ini digunakan untuk mengetam tegak.

http://abynkverbeck.wordpress.com

7. Pahat sekrap alur Pahat sekrap alur adalah jenis pahat yang yang memiliki bentuk yang sudah disesuaikan dengan alur yang akan dibuat. Pahat ini digunakan unutk membuat alur dan garis yang bentukya berfariasi dan sesuai dengan yang direncanakan.

www.alat perkakas.co.id

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

8. Pahat sekrap profil Pahat sekrap profil hampir sama dengan pahat alur, yang berbeda hanyalah profil yang dihasilkan lebih berbentuk. Pahat ini digunakan untuk membuat profil pada benda kerja.

www.alat perkakas.co.id

9. Pahat sekrap bentuk Pahat sekrap bentuk digunakan untuk menghasilkan bentuk-bentuk dengan sudut tertentu.perbedaannya dengan pahat profil adalah pahat profil biasanya tidak memiliki sudut potong karena biasanya berbentuk lingkaran.

www.alat perkakas.co.id

K. Jenis-jenis Ragum Ragum adalah alat bantu yang digunakan pada mesin sekrap untuk menjepit benda kerja agar benda kerja tersebut tetap pada posisinya. Karena ukuran dan bentuk benda kerja, maka ragum juga dibuat dalam beberapa jenis, yaitu: 1. Ragum datar, digunakan untuk pengerjaan ringan.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik


http://machine.mstropk.com/alat-pencekam-pada-mesin-frais/

Shaping

2. Ragum plat, digunakan untuk pengerjaan berat pada mesin-mesin besar.

http://machine.mstropk.com/alat-pencekam-pada-mesin-frais/

3. Ragum busur, digunakan untuk mengubah besar sudut yang diinginkan.

http://machine.mstropk.com/alat-pencekam-pada-mesin-frais/

4. Ragum universal, ragum ini disebut juga ragum istimewa karena rahangnya dapat diputar atau di setel dalam arah vertikal dan horizontal.

http://suargi.blogspot.com/2011/11/mesin-milling.html

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

L. Jenin-jenis Material Pahat Material pembentuk atau yang digunakan untuk membuat pahat haruslah mempunyai tingkat kekerasan yang sangat tinggi, dimana harus lebih kuat dari material benda kerja. Itu dimaksudkan agar pada saat pengetaman, pahat tidak cepat aus atau bahkan patah, selain itu jika material benda kerja lebih keras dibandingkan material pahat, maka akan menimbulkan getaran yang besar pada saat pemakanan benda kerja. Ada beberapa jenis material yang biasa dibuat menjadi pahat sekrap, yaitu: 1. Baja karbon tinggi Baja dengan kandungan karbon sangat tinggi (10,7% - 14%) tanpa unsur lain atau dengan persentase unsur lain yang rendah (< 2%), panas mencapai (500 1000) NV, maka akan terjadi transformasi martensit, tetapi pada suhu 250C proses martensit ini akan menjadi lunak. Baja hanya bisa digunakan pada kecepatan pahat rendah.

http://blog.ub.ac.id/yogiarionugroho/2011/12/06/baja-dan-paduannya/

2. Karbida Jenis karbida yang disemen merupakan bahan pahat yang dibuat dengan caraa menyinter serbuk pada bahan pengikat yang umumnya dari cobalt dengancara carburizing titanium. Titanium dibuat menjadi karbida yang kemudian dicampur menjadi karbida dan bahan pengikat dan dicetak tekan memakai bahan pelumas kemudian dipanaskan 100%.

http://sandblastingabrasives.com/silicon-carbides-10.html

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

3. Keramik Ada beberapa jenis keramik yang dibuat secara berlapis, sehingga antara lapisan tersebut menjadi ikatan sekunder yang kekuatan ikatannya dipengaruhi oleh adanya molekul, gas atau cairan lain. Keramik dapat bekerja pada kecepatan tinggi dikarenakan titik lelehnya antara 3500 - 7000 C.

http://rodateknik.com/product/38/299/PAHAT-EAGLE-1-1-4/?o=z

4. Intan Inten merupakan hasil sintering serbuk intan tiruan dengan bahan pengikat Co (510%). Daya hardness tinggi dan tahan terhadap deformasi plastik. Sifat ini ditentukan oleh besar butir intan serta presentasi dan komposisi material pengikat. Pahat intan tidak bisa digunakan untuk bahan yang mengandung besi.

http://cmis3.blogspot.com/2011/12/kimia-karbon.html

5. HSS (baja kecepatan tinggi) Baja kecepatan tinggi mengandung paduan tinggi, mempunyai kemampuan dikeraskan sangat baik dan tetap mempertahankan tepi benda kerja sampai suhu berkisar 650C. Selain itu memiliki keuletan yang sangat baik sehingga apabila sudutnya tumpul dapat diasah kembali.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://www.alibaba.com/product-gs/261841401/square_steel_HSS_high_speed_steel/showimage.html

6. Paduan Cor Bukan Besi. Mengandung krom, kosalt dan wolfram dengan presentase lebih rendah dari satu elemen atau lebih bentuk karbida, seperti tantalium, molibdin atau buron adalah bahan yang sangat baik untuk pahat pernotong. Paduan ini dibentuk dengan cor, mempunyai kernampuan untuk mempertahankan kekerasan pada suhu tinggi (kemampuan merah) yang tinggi dan marnpu mempertahankan tepi pernotongan pahat dengan baik sampai 925 C Dibandingkan dengan baja kecepatan tinggi, maka bahan ini dapat digunakan pada kecepatan potong dua kali lipat dan tetap mempertahankan hantaran yang sama. Tetapi bahan ini lebih rapuh, tidak sanggup terhadap perlakuan panas dan hanya dapat di mesin dengan menggerinda. Sumber ;

Sumber : http://blog.ub.ac.id/yogiarionugroho/2011/12/06/baja-dan-paduannya/

M. Faktor Yang Mempengaruhi Keausan Pada Pahat dan Cara Perawatan Mesin. 1. Pengaruh kondisi pemotongan Keausan terjadi semakin bertambah besar seiring dengan bertambahnya kecepatan potong untuk semua kondisi gerak pemakan yang digunakan. 2. Dalam prakteknya, ada beberapa hal yang mempengaruhi pahat, yaitu: 1. Geometri pahat 2. Jenis material benda kerja dan pahat 3. Kondisi pemtongan(kecepatan, kedalaman potong dan gerakan pahat) 4. Cairan pendingin Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik 5. Jenis pendinginan

Shaping

3. Pengaruh material benda kerja Secara umum terlihat bahwa semakin tinggi kekerasan benda kerja, maka semakin tinggi keausan yang terjadi. 4. Umur pahat Keausan pada pahat akan bertambah atau membesar suatu saat. Pahat yang bersangkutan dianggap tidak dapat lagi digunakan karena telah ada tanda-tanda tertentu yang menunjukkan umur pahat telah habis. Keausan pahat akan semakin bertambah dengan bertambahnya waktu pemotongan.

N. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Getaran Mesin 1. Pahat sekrap tumpul. Semakin tajam pahat sekrap yang digunakan, maka semakin kecil getaran yang diasilkan oleh mesin, sebaliknya jika semakin tumpul pahat yang digunakan, maka akan semakin besar getaran yang dihasilkan. Dikarenakan semakin tumpul pahat sekrap, maka semakin luas penampang yang bergesekan sehingga menimbulkan getaran mesin yang besar pula. 2. Besar pemakanan. Semakin besar pemakanan pahat pada benda kerja, maka beban yang ditimbulkan akan semakin besar sehingga menyebabkan mesin bergetar. 3. Material pahat dan benda kerja Pada proses pengerjaan, material pahat harus lebih kuat dan tahan panas karena semakin kuat material pahat dibanding benda kerjanya, maka gaya yang digunakan untuk mengetam benda kerja tidak terlalu besar sehingga tidak menimbulkan getaran mesin. Apabila material pahat sama kuat dengan benda kerja, maka gaya yang dibutuhkan sangatlah besar, sehingga menyebabkan getaran pada mesin. 4. Kecepatan ram Kecepatan pada pemotongan ditentukan oleh kecepatan ram, karena apabila ram semakin cepat, maka gaya yang ditimbulkan akan semakin besar pula karena gaya gesekan akan semakin cepat. Hal tersebut mengakibatkan mesin bergetar. 5. Fluida pendingin Fluida pendingin sifatnya untuk memperkecil tekanan permukaan, namun jika fluida pendingin tidak pernah diganti, maka fluida pendingin itu tidak akan stabil sehingga Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

fluida pendingin tidak lagi menjalankan fungsinya dengan baik dan mengakibatkan tegangan permukaan dan mesin menjadi bergetar.

O. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permukaan Benda 1. Karburasi Karburasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengeraskan permukaan dengan cara menahan material dalam lingkungan yang mengandung karbon lalu dibiarkan dalam waktu tertentu pada suhu kritis dan kemudian didinginkan. 2. Karbonitriding Karbonitriding(sianida kering) adalah suatu proses pengersan permukaan diaman mterial dipanaskan hingga suhu kritis didalam lingkunga yang mengandung karbon dan terjadi penyerapan karbon dan nitrogen. 3. Cyaniding Cyaniding atau karbonitriding cair merupakan proses pengerasan permukaan dimana terjadi absorbsi karbon dan nitrogen untuk memperoleh permukaan yang keras pada baja karbon rendah yang sulit dikeraskan. 4. Nitriding Nitriding adalah suatu proses pengeraasan permukaan dimana material dipanaskan hingga suhu 510C dalam lingkungan gas amoniak. Nitrode yang diserap oleh logam akan membentuk nitride yang keras dan tersebar rata pada permukaan logam.

P. Sistem Transmisi dan Jenis-jenis Sistem Transmisi Sistem transmisi adalah sustu sistem yang meneruskan daya ke sabuk pully Ata dengan kata lain untuk konversi torsi dan kecepatan(putaran) dari mesin menjadi torsi. Jenis-jenis sistem transmisi: 1. Transmisi poros langsung (direct coupled) Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

Transmisi langsung menggunakan poros atau as , merupakan transmisi yang paling sederhana dan posisi yang segari antara poros motor penggerak dengan poros mesin yang digerakkan. Aplikasinya pada pompa air.

http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Bahan%20Ajar%20Motor%20dan%20Tenag a%20Pertanian/sistem%20transmisi%20tenaga-1.htm

2. Transmisi sabuk pully(belt and pulley) Tenaga/daya/momenpuntir ditransmisikan dari poros yang satu ke poros yang lain melalui sebuah belt yang melingkar pada pulli yang terpasang pada poros. Kedudukan poros yang lain dapat sejajar ataupun menyilang. Kemampuan transmisi dari sistem ini sangat ditentukan oleh karakter gesekan antar sabuk dan permukaan pulli. Oleh karena itu, besarnya gaya tegang dalam sabuk dan permukaan pulli menentukan besarnya momen puntir yang dapat ditransmisikan.

http://www.maticaddicts.com/webv1/community/index.php?act=detail&p_id=168

3. Transmisi rantai sproket Transmisi jenis ini digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak sedang. Kelebihan transmisi jenis ini dibandingkan transmisi sabuk pulli ialah dapat digunakan untuk menyalurkan daya yang lebih besar, sebagai berikut: a. Rel akan memutar bushing yang terpasang ketat pada bagian dalam plat penghubung. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

b. Pipa akan mencegah plat penghubung bagian luar berputar dengan pemasangan yang ketat. c. Rantai akan mengait pada roda gigi sproket dan meneruskan daya tanpa slip serta menjamin putaran yang tetap.

http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Bahan%20Ajar%20Motor%20dan%20Tenag a%20Pertanian/sistem%20transmisi%20tenaga-1.htm

4. Transmisi roda gigi Jika dari dua buah roda gigi berbentuk silinder atau kerucutyang saling berhubungan digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat serta jarak yang relatif rendah. Roda gigi dapat berbentuk silinder atau kerucut. Transmisi jenis ini mempunyai keunggulan dibandingkan sabuk atau rantai karena lebih ringkas, putarannya pun lebih tinggi dan tepat serta daya yang yang lebih besar. Kelebihan ini tidak menyebabkan selalu dipilihnya jenis transmisi ini, karena memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan, pemasangan dan pemeliharaan.

Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Bahan%20Ajar%20Motor%20dan%20Tenaga %20Pertanian/sistem%20transmisi%20tenaga-1.htm

Q. Pelumas dan Sistem Pelumasan

Pelumas adalah zat kimia yang umumnya berbentuk cairan yang diberikan pada dua benda yang bergerak untuk mengurangi gaya gesek. 1. Jenis-jenis pelumas a. Minyak pelumas, atau yang lebih dikenal dengan oli dan bisa beragan dalam sistem pelumasan mesin. b. Gemuk pelumas, adalah pelumas dengan kekentalan tinggi. Pada awalnya gemuk digunakan untuk menyebut turunan dari lemak hewan, tapi kini digunakan sebagai nama pelumas. c. Caitan pelumas, biasanya digunakan pada rantaidan belt pada motor penggerak. 2. Syarat-syarat pelumas a. Memiliki viskositas Dengan adanya viskositas, maka pelumas akan lebih muda melekat pada bagian yang dilumasi karena apabila tidak ada viskositas, maka pelumasan tidak akan stabil. b. Tahan panas Selain memiliki viskositas, pelumas juga harus tyahan panas, agar pada saat pengerjaan pelumas tidak langsung melebur. c. Mampu mengurangi tekanan dan gesekan Pelumas harus bisa melumasi dengan baik, karena biasanya terjadi tekanan dan gesekan yang membuat mesin menjadi aus.

3. Fungsi pelumasan Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

a. Sebagai pelumas Pelumasan sangat dibutuhkan dalam proses pengerjaan karena dengan pelumasan suatu roda gigi akan berputar dengan cepat dan tidak memiliki beban karena pelumas tersebut bersifat licin. b. Mengurangi tekanan permukaan Dengan adanya pelumasan, suatu benda bila bersentuhan akan memiliki gaya hyang diteruskan kearah yang sama karena benda yang bertumbukan akan saling bergerak karena adanya pelumas. c. Anti karat Suatu benda kerja atau roda gigiyang memiliki pelumas akan tahan karat, karena pada bagian benda kerja atau roda gigi akan selalu lengket dengan pelumas sehingga tidak terjadi korosi.

d. Mengurangi gaya gesek Apabila ada dua buah logam yang saling bergesaekan, akan menimbulkan gaya gesek yang sangat besar, tetapi jika di beri pelumas akan mengurangi gaya gesek dan panas yang ditimbulkan.
http://abynkverbeck.wordpress.com/2011/11/01/shaping

4. Metode pelumasan Dalam sistem pelumasan, tedapat beberapa jenis metode pelumasan, yaitu: 1. Pelumasan tangan Metode jenis ini adalah pelumasan yang menggunakan tangan sebagai indikatornya yang terbagi atas du, yaitu menekan tombol untuk mengalirkan pelumasan dan kedua adalah pelumasan secara langsung. 2. Pelumasan tetes Metode jenis ini adalah pelumasan yang menggunakan selang dan disimpan pada bagian atas benda kerja yang akan dilumasi dan pelumas akan jatuh menetes. 3. Pelumasan percik, jenis pelumasan percik ini adalah jenis atau metode pelumasan dengan menggunakan alat bantu, seprti kuas yang diberikan cairan pelumas yang digosokkan pada benda kerja atau poros yang ingi dilumasi 4. Pelumasan cincin, adalah pelumasan yang menggunakan metode pemberian pelumas pada bagian benda yang biasanya berbentuk bulat dan diberikan pelumas pada bagian arah lintasan pros atau roda gigi. 5. Pelumas pompa, adalah metode pelumasan yang menggunakan metode listrik untuk memompa pelumas. Dan apabila keran pelumas dibuka maka pelumas akan turus mengalir. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

6. Pelumas gravitasi, adalah metode pelumasan yang menggunakan ketinggian atau jarak antara benda yang ingin dilumas dengan tempat keluarnya pelumas. Dalam pelumasan gravitasi jarak dan ketinggiannya sudah diatur sedemikian rupa sehingga bagian yang dilumasi dapat merata. 7. Pelumasan celup, adalah pelumasan yang dilakukan denga cara menutup bagian benda yang ingin dilumasi.
http://abynkverbeck.wordpress.com

R. Nomenklatur pahat bubut

Sudut gerak samping, jika sudut ini semakin lancip maka akan menurunkan daya potong dan tempratur pemotongan semakin tinggi. Sudut Gerak Belakang, tempat menggantikan sisi potong sehingga memudahkan pemotongan yang lebiih berat. Jari-jari ujung, untuk memotong akhir permukaan sekaligus meberi bentuk pada benda kerja. Sudut pengaman Ujung, sangat berperan dalam performa pahat potong bila terlalu kecilmaka akan mengurangi umur pahat. Sudut pengaman samping, untuk mencegah pergerakan perkakas lain dan memotong bahan yang keras dan tangguh. Sudut mata potong ujung, cuttering dapat memperpendek umur pahat karenamerusak/mematahkan mata potong. Arby Manan D211 09 258

Lab. Teknologi Mekanik

Shaping

Sudut mata potong samping, bila serpihan ini bertambah besar maka serpihan yang kontak dengan sisi potong samping akan mengikat dan menyebabkan umur pahat semakin lama.
http://abynkverbeck.wordpress.com/2011/11/01/nomenklatur-pahat-bubut/

Arby Manan D211 09 258