Anda di halaman 1dari 7

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No.

September 2010 ; 80-85

PENERAPAN KOMPENSASI KAPASITOR DAN TOPOLOGI UNTUK MENGURANGI RUGI DAYA PADA JARINGAN DISTRIBUSI
Hery Setijasa Jurusan Teknik Listrik Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. H.Sudarto,SH Tembalang Kotak Pos 6199 / Sms, Semarang 50329 Telp.7473417,7499585, 7499586 (Hanting) , Fax. 7472396 Abstrak Dalam rangka penyaluran daya listrik dari piak pengelola system kelistrikan (PLN) ke pelanggan,banyak permasalahan yang dihadapi seperti tegangan tidak stabil atau turunnya tegangan,rendahnya factor daya, rugi-rugi daya dan lain sebagainya. Permasalaha ini akan semakin rumit apabila ada penambahan beban dan pemakaian yang mendadah pada waktu tertentu. Masalah tersebut diperlukan teknik penyelesaian yang efektif dan baik Sebagai penyelesaian permasalahan tersebut diatas, makalah ini menerapkan metode kompensasi kapasitor dan topologi untuk mengurangi rugi-rugi daya agar penyaluran daya listriknya bisa handal. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada pengelola listrik dan untuk mengatasi beban lebih pada trafo serta mengurangi rugi daya. Adapun rugi daya yang bisa diturunkan adalah 11.48 KW, dan factor daya bisa meningkat 0.103 Kata Kunci : Konpensasi, rugi daya, jaringan

1. Pendahuluan Perubahan suatu zaman selalu diiringi adanya perubahan dalam masyarakat dari segi kebudayaan dan pola pikir yang merupakan salah satu faktor penunjang kemajuan teknologi pada zaman tersebut. Sebagai contoh pada era globalisasi sekarang sudah banyak bidang yang mengadaptasi kemajuan sebuah teknologi, seperti peternakan, pertanian, militer, perkapalan dan lain lain. Sistim tenaga listrik pada awalnya telah direncanakan dengan matang untuk dapat memenuhi kebutuhan pada pusat-pusat beban.Bila ada penambahan beban secara mendadak pada suatu tertentu, maka kemungkinan akan terjadi pembebanan lebih pada trafo atau pada saluran. Jika ini terjadi,maka sistim dan komponen trafo akan cepat bermasalah, karena dalam prakteknya jaringan distribusi mengalami rugi daya dalam penyaluranya. Untuk menghindari hal tersebut diatas biasanya diadakan perbaikan secara manual. Namun cara manual ini tidak dapat mengatasi secara cepat dan tepat. Lebih-lebih system dan sifat beban yang menyababkan foktor daya rendah misalnya kurang dari 0,85.Dengan system jaringan yang kurang tepat juga menyebabkan rugirugi daya.Untuk meningkatkan factor daya dan mengurangi rugi-rugi daya, maka perlu dilakukan perbaikan dengan teknik

kompensasi kapasitor dan toptologi pada jaringan distribusi. Salama, E.A.A Mansour, ( 1985 ) melakukan studi tentang pengaturan daya reaktif dalam system distribusi dengan and load and varying load condition.Pada jaringan distribusi beban bervariasi dan distribusi beban yang tidak menyeluruh,beban akhir dan pertumbuhan beban dimasa yang akan datang dianalisa untuk mendapatan tempat yang optimum dan rating kapasitor shunt untuk menghasilkan jaringan yang menguntungkan dan meningkatkan tegangan. Nelson E. Change(1972) meneliti tentang persamaan umum untuk mereduksi rugi daya dengan kapasitor shunt dan menganalisis kerugian yang hilang juga menentukan jumlah penghematan ekonomis. 1.1 Rugi daya pada jaringan Penyaluran daya melalui jaringan distribusi ada dua daya penting yaitu : 1. Daya yang terpakai. 2. Daya yang terbuang. Daya yang terbuang semakin besar bila rugi-rugi jaringan bertambah besar. Daya yang buang (I2 R) atau kuadrat arus yang mengalir dikalikan dengan tahanan jaringan,
80

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3

September 2010 ; 80-85

ini jadi panas dan rugi daya reaktansi(I2 X) yang rugi ini menjadi kemagnetan. Upaya untuk mengurangi rugi-rugi pada jaringan distribusi adalah : 1. Memperbesar diameter konduktor 2. Mengurangi arus yang mengalir pada jaringan 3. Memasang jaringan. kapasitor shunt pada

dengan arus tetap. Contoh : kapasitor, motor sikron. 1.3 Sifat Rangkaian Listrik Harga arus searah yang mengalir dalam rangkaian untuk suatu tegangan tertentu yang diberikan , seluruhnya ditentukan oleh tahanan rangkaian harga arus bolak-balik yang mengalir dalam rangkaian tidak hanya bergantung pada tahanan rangkaian, tetapi juga pada indiktansi dan kasitansi rangkaian. Tahanan memberikan jenis perlawan yang sama terhadap aliran arus bolak-balik seperti terhadap arus searah dan hamper semua pemakaian praktis,tahanan tahanan arus searah dan tahanan arus bolak-balik dianggap sama. Induktansi dan kapasitansi berpengaruh padaperubahan arus dan tegangan. Karena arus bolak-balik besar dan arahnya terus berubah-ubah, induktansi dan kapasitansi keduanya mempengaruhi alian arus bolak-balik. 1.4 Segitiga daya System tenaga listrik ada tiga daya yang saling berhubungan. Hubungan daya pada system seperti pada gambar 1.

Untuk memperbas diameter konduktor atau kawat adalah sangat mahal dan biasanya tidak memberikan terhadap pengembalian investasi, bila mengurangi arus dan dengan memasang kapasitor adalah cara yang lebih baik dan memberikan pengembalian terhadap investasi yang baik pula.

1.2 Beban Listrik Konsumen sebagai pemakai listrik dalam menggunakan listrik tidak kompromi, artinya langsung menghidupkan peralatan yang dibutuhkan . Beban listrik yang ada dipelanggan dibagi menjadi 3(tiga) yaitu : a. Beban resistif adalah beban listrik yang mempunyai factor daya satu yang terdiri dai tahanan murni, contohnya pemanas, seterika, lampu pijar dan lain-lain. Arus awal sama dengan arus tetap. Arus dan tegangan tidak ada beda sudut. b. Beban induktif Beban induktif ini mempunyai sifat factor dayanya kuarang dari satu dan arus tertinggal terhadap tegangan , sehingga antara arus dan tegangan mempunyai beda sudut. Arus awal yang serap lebih besar dari arus tetap. Contoh : trafo, motor asinkron, pompa air, kulkas, mesin cuci, dan lain-lain. c. Beban kapasitif Beban kapasitif ini mempunyai sifat factor dayanya kurang dari satu tetapi mendahului, artinya arus mendahului terhadap tegangan. Tegangan dan arus terdapat beda sudut dan arus awal sama

S Q P Gambar 1. Hubungan tiga daya (segitiga daya ) Dimana : P (daya aktif) = V.I cos (W) S (daya semu) = V.I (VA) Q ( daya reaktif ) = V.I sin (VAR) 1.5 Piggyback Effect Efek Komulatif Peningkatan Rugi Daya pada Jaringan Akibat Penambahan Beban/
81

Penerapan kompensasi kapasitor dan topologi untuk mengurangi rugi daya .. (Hery Setijasa)

Rangkaian. Apabila dihubungkan/ ditambahkan suatu beban pada suatu sistem jaringan listrik yang sebelumnya telah memiliki beban, maka rugi daya pada jaringan yang ditimbulkan akibat pemasangan beban baru akan lebih besar dibandingkan dengan rugi pada jaringan yang ditimbulkan oleh beban baru bila dipasang pada suatu jaringan yang belum memiliki beban sama sekali. Sistem instalasi/ jaringan listrik yang terdapat pada gedung atau bengkel memiliki banyak cabang sehingga menimbulkan efek rugi daya pada jaringan. Agar dapat memasang phase liner pada motor listrik untuk menguranginrugi daya pada jaringan tersebut, dapat dilihat pada penjelasan berikut. Pada umumnya motor memiliki beban induktif yang mengakibatkan adanya beda fasa antara arus dan tegangan, hal ini menyebabkan motor membutuhkan lebih banyak arus. Besar perbedaan fasa antara arus tegangan mempengaruhi efisiensi motor yang juga dikenal dengan istilah faktor daya (power factor). Dengan pemasangan phase liner pada beban dapat mengurangi daya pada jaringan karena phase liner akan memperbaiki faktor daya sehingga arus yang mengalir pada jaringan akan berkurang. 1.6 Kapasitor dalam system distribusi Tujuan pemasangan kapasitor dalam system distribusi adalah untuk mengurangi jatuh tegangan, mengurangi rugi-rugi daya, memperbaiki factor daya system dan lain sebagainya. Tegangan pada system ini sangat penting karena teganga ini berhubungan dengan konsumen. Tegangan ini merupakan salah satu ukuran yang menentukan apakah suatu perusahaan listrik telah memberikan pelayanan yang baik atau belum kepada konsumen. Kapasitor ini sebagai konpensasi beban induktif, disamping untuk menekan rugi-rugi dan yang disebut di atas. Menurut ketentuan yang berlaku, bahwa jatuh tegangan yang diperbolehkan pada feeder primer antara trafo distribusi yang pertama dan yang tidak boleh melebihi 6%, serta
82

pada meter konsumen tidak lebih dari 10% sehingga rugi- rugi daya bisa ditekan. 1.7 Metode perhitungan dengan teknik topologi Teknik topologi adalah merupakan teknik untuk menganalisis jaringan listrik yang menggambarkan elemen jaringan sebagai segmen garis yang disebut cabang dan titik hubung sebagai node yang seluruhnya tergambar dalam suatu graph jaringanpemakaian pada jaringan distribusi menengah dan redah memungkinkan penyederhanaan masalah yang mana bertujuan untuk menyederhanakan perhitungan. Dipilihnya teknik topologi ini, karena cara yang didapat adalah : 1. Tegangan tiap node dari jaringan distribusi radial. 2. Arus dan daya yang menalir pada tiap cabang jaringan. 3. Rugi-rugi dari tiap cabang jaringan distribusi. Dalam perhitungan dengan mengguanakan teknik topologi ini akan dijumpai istilah dan definisi seperti dibawah ini : Cabang adalah segmen garis yang menggambarkan elemen jaringan yang terhubung antara dua node a.Node, titik yang terletak pada tiap ujing dari cabang dan menggambarkan sebuah titik hubung b. Oriented graph merupakan graph dimana node dan cabangnya telah diberi nomer serta memiliki arah aliran arus. c. Subgraph adalah bagian cabangcabang dan node-node dari graph. d. Loop, adalah kumpulan cabangcabang dan node-node dalam graph yang membentuk lintasan tertutup e.Tree, adalah graph sederhana dimana tidak ada cabang membentuk loop dan jaringan radial merupakan suatu tree. 1.8 Analisis Topolgi Jaringan Radial Secara umum jaringan distribusi mempunyai struktur radial dibandingkan dengan jenis yang lainya, karena jarring dengan struktur

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3

September 2010 ; 80-85

seperti ini mempunyai beberapa spesifikasi sebagai berikut : 1. Jaringan radial hanya mempunyai sutu node (titik) sebagai sumber daya dan node lainnya adalah beban . 2. Node-node beban dalam jaringan distribusi ini mempunyai arus injeksi negative kecuali pada node nol mempunyai arus injeksi positif atau sebagai referensi, karena merupakan sumber daya 1.9 Teori Graph Graph sebagai kumpulan titik-titik yang disebut node yang dihubungkan oleh sekumpulam garis-garis yang disebut cabang dimana tiap cabang ujungnya berakhir pada suatu titik(node) Graph ini digunakan untuk menggambarkan jaringan tenaga listrik yang berguna untuk analisi jaringan distribusi dimana kita perlu menentukan komponen cabang pada saluran seperti arus drop tegangan dan aliran daya Penggambaran node dan cabang dalam graph seperti pada gambar 2.

Gambar 3. oriented connected graph 1.10 Cara pemasangan Kapasitor Yang dimaksud pemasangan kapasitor adalah dimana kapasitor harus ditempatkan dalam sebuah system. Secara teknis yang paling baik pemasangan kapasitor dijaringan diletakan terpenca-pencar dipusat beban yang rugi-rugi dayanya besar dan factor dayanya rendah.Segi ekonomis lebih baik pemasangan kapasitor dilakukan pergroup yang dikumpulkan pada suatu tempat. Penempatan kapasitor pada jaringan seperti pada gambar 4 dibawah ini

Gambar 2. Penggambaran node dan cabang dalam graph Suatu graph yang node cabangnya telah diberi nomer dan memiliki arah yang ditunjukan oleh anak panah disebut oriented graph. Anak panah adalah merupakan suatu referensi untuk analisis jaringan , bukan arah arus yang sebenarnya. Contoh suatu jaringan listrik dengan oriented connected graph seperti pada gambar 3 dibawah 1 2

Gambar 4. Penempatan kapasitor pada jaringan. 2. Metode Penelitian Metode penelitian ini dilakukan dengan observasi dilapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan dilakukan pengambilan data.Melakukan wawancara dengan pihak yang terkait untuk mendapatkan data yang belum lengkap. Juga dilakukan studi perpustakaan guna mendapatkan referensi dan penunjang penulisan penelitian ini Alat dan bahan yang lain termasuk computer , alat-alat tulis dan kertas serta alat penunjang yang lain.Melakukan perhitungan
83

Penerapan kompensasi kapasitor dan topologi untuk mengurangi rugi daya .. (Hery Setijasa)

dan analisis penyelesaian untuk mendapatkan hasil yang dikehendaki. 3. Hasil dan Pembahasan Tabel 1. Kondisi jaringan sebelum dipasang kapasitor No 1 Keterangan Total beban aktif terpasang Total beban reaktif terpasang Total rugi daya aktif penyaluran Total rugi daya reaktif penyaluran KVA Penyulang Factor daya Total arus yang dibawa A1 Arus yang diperbolehka n A2 Selisih arus (A1-A2 ) Besaran 2897.2110 satuan KW 4 2592.4420 KVAR 5 40.4243 KW 6 7 20.7926 KVAR 8 3932.2330 0.7472 193.0000 KVA KVA 9 3 2

aktif terpasang

0 KVAR

Total beban 1807.000 reaktif 0 terpasang Total rugi 28.5800 daya aktif penyaluran Total rugi 14.8000 daya reaktif penyaluran KVA Penyulang Factor daya 3439.500 0 0.8505

KW

KVAR

KVA KVA

Total arus 193.0000 yang dibawa A1 Arus yang 240.0000 diperbolehkan A2 Selisih arus 47.0000 (A1-A2 )

5 6 7

4. Kesimpulan 240.0000 A 1. Setelah dilakukan perhitungan dan pembahasan diketahui kondisi awal penyulang yaitu kapasitas penyulang 240.00 amper, arus yang dibawa 193.000 amper, sehingga terdapat selisih 47.000 amper 2. Setelah dipasang kapasitor shunt factor daya dari 0.747 meningkat menjadi 0.850 (peningkatan 0.103) dan terjadi penurunan beban reaktif sebesar 785.44 KVAR. 3. Berdasarkan hasil simulasi dan pembahasan apabila penyulang dan jaringan overload tidak dilakukan

47.0000

Tabel 2. Kondisi jaringan setelah dipasang kapasitor No 1


84

Keterangan Total

Besaran

Satuan KW

beban 2926.000

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3

September 2010 ; 80-85

kompensasi dengan kapasitor, maka dapat menimbulakan : Kerugian pada system pengelolaan kelistrikan yaitu peralatan cepat bermasalah. 4. Dari pembahasan setelah dikompensasi dengan kapasitor maka dihasilkan penguangan rugi-rugi daya aktif sebesar 11.48 KW. Daftar pustaka Agung Nugroho, 2006, Manfaat pemasangan kapasitor shunt pada penyulang dalam upaya penghematan energy disisi pembangkit, vol 2, pp 108116 (jurnal). Hutauruk,1993,Transmisi Daya Listrik, Erlangga, Jakarta. I Putu Saka Arsa, 2003, Penerapan teknik heuristic untuk mengurang rugi daya menggunakan kapasitor dengan rekonfigurasi jaringan, ITS, Surabaya. Lister, 1988, mesin dan rangkaian listrik, Erlangga, Jakarta. Wahyono, 2010, peningkatan faktor daya pada penyulang dengan teknik heuristik menggunakan kompensasi kapasitor dengan rekonfigurasi jaringan,jurnal eksergi,politeknik Negeri Semarang.

85