Anda di halaman 1dari 4

EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No.

3 September 2010 ; 96-99


STUDI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK PIKOHIDRO
MENGGUNAKAN TURBIN AIR TIPE AXIAL
F. Gatot Sumarno
Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang
Jl. Prof. Sudarto, SH Tembalang Semarang
Email: fgatots@yahoo.co.id
Abstrak
Kebutuhan akan tenaga listrik semakin hari semakin meningkat, baik untuk industri maupun untuk
kebutuhan rumah tangga sehingga memungkinkan dibuatnya suatu pembangkit tenaga listrik alternatif
yang memanfaatkan adanya potensi air dialam ini. Oleh karenanya guna meningkatkan daya listrik
dibuat Pembangkit Listrik Pikohidro. Pikohidro adalah pembangkit listrik dengan kapasitas kecil yang
memanfaatkan beda ketinggian air sebagai penggeraknya. Beda ketinggian tersebut yang dapat
menggerakkan sudu sehingga generator akan menghasilkan listrik. Unit Generator Pikohidro Type
Axial ini terdiri dari turbin air yang digerakkan oleh aliran air secara aksial dan dihubungkan
langsung ke generator AC fasa tunggal (1 ph). Dari hasil pengujian karakteristik pikohidro type
axial menunjukkan kondisi maksimum pada 778.5 rpm dicapai pada daya hidrolis Ph = 242.0226W;
daya generator Pg = 23,826W; dan efisiensi sistem s = 9,84%.
Kata kunci : Pembangkit listrik, Pikohidro, Turbin air axial
1. Pendahuluan
Kebutuhan akan tenaga listrik semakin hari
semakin meningkat, baik untuk industri
maupun untuk kebutuhan rumah tangga. Bagi
masyarakata sangat mendambakan listrik yang
mudah didapat dengan kualitas yang bermutu,
tapi dengan harga yang relatif murah. Tetapi
bagi pihak pemerintah mungkin akan
berkehendak lain, dimana dalam memberi
harga beban listrik sesuai dengan harga beban
listrik yang dibeli dari pembangkit diluar PLN
yang harganya semakin meninggi dan
membuat pengeluaran APBN semakin besar
untuk memberikan subsidi bagi masyarakat.
Sehingga akhirnya pemerintah terpaksa
menaikkan harga beban listrik yang membuat
masyarakat cukup was-was. Dengan wacana
tersebut muncul ide-ide untuk mencari sumber
listrik alternatif sehingga tidak terlalu
bergantung kepada Perusahaan Listrik Negara
(PLN). Untuk memenuhi kebutuhan industri
dan masyarakat tersebut, PLN memerlukan
tenaga listrik alternatif yang terbarukan dan
tersedia dilingkungan pedesaan, sumber
energy alternatif tersebut adalah air, hal ini
sesuai dengan Keputusan Presiden No.5/2006
Tentang : Target Pemakaian Energi Primer
17% dari Energi Alternatif yaitu : Biofuel
5%, Panas Bumi 5%, Biomas, Nuklir,
Tenaga, Air, Surya, Bayu 5%, Pencairan
Batubara 2%. Disamping itu berdasarkan
kebijakan PLN tentang pemanfaatan sumber
energi alternatif (biomass, biofuel, surya,
angin, air dll) sepanjang masih dalam batasan
layak secara teknis dan ekonomis sangat
dimungkinkan. Sumber energi ini dapat
dimanfaatkan dengan cara mengubah energi
tersebut kedalam bentuk energi listrik melalui
sistem pembangkit listrik tenaga hidro kecil.
Untuk itu salah satu cara pemanfaatan potensi
hidro kecil diantaranya dengan pembuatan
pembangkit listrik dengan kapasitas kecil
pikohidro yang cocok untuk potensi head
(tinggi jatuh) dengan debit konstan. Pikohidro
adalah pembangkit listrik dengan kapasitas
kecil dengan memanfaatkan beda ketinggian
air sebagai penggeraknya. Beda ketinggian
tersebut yang dapat menggerakkan sudu
sehingga generator akan menghasilkan
tegangan listrik. Tegangan listrik yang
dihasilkan oleh generator itu yang dapat
dimanfaatkan oleh konsumen. (www.pikiran-
rakyat.com). Unit Generator Pikohidro Type
Axial adalah Mesin pembangkit listrik yang
terdiri dari turbin air yang digerakkan
langsung dengan aliran air yang disebut
(axial) dan dihubungkan langsung ke
generator AC fasa tunggal (1 phasa). Unit
generator pikohidro type axial ini
membangkitkan listrik sesuai dengan
kapasitasnya pada tegangan 220 Volt 1 Phasa,
Autostabil.
2. Landasan Teori
96
P2
P1
Q1
c1
A1
Q2
A2
z2
c2 z1
EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3 September 2010 ; 96-99
Persamaan Kontinuitas
Persamaan kontinuitas didapat dari prinsip
kekekalan massa. Untuk aliran mantap, massa
fluida yang melalui semua bagian dalam arus
fluida persatuan waktu adalah sama. Ini bisa
dievaluasi dari:

2 2 1 1
. . . . c A c A tetap (konstan)
untuk fluida tak kompresibel,
2 1
, maka
persamaan tersebut menjadi:

2 2 1 1
. . c A c A Q tetap (konstan)...........(1)

Gambar 1. Kontinuitas Aliran dalam Pipa
Keterangan:

: Massa jenis air (kg / m


3
)
c
1
: Kecepatan aliran masuk (m/dt)
A
1
: Luas penampang masuk (m
2
)
c
2
: Kecepatan aliran keluar (m/dt)
A
2
: Luas penampang keluar (m
2
)
Persamaan Bernoulli
Persamaan Bernoulli didapat dari penerapan
prinsip kekekalan energi pada aliran fluida.
Persamaan untuk aliran mantap tak
kompresibel perubahan energi dalamnya bisa
diabaikan, diberikan persamaan:
1
]
1

+ +
1
2
1 1
2 .
z
g
c
g
P

= 1
]
1

+ +
2
2
2 2
2 .
z
g
c
g
P

(2)
dimana:
1
]
1

+ +
1
2
1 1
2 .
z
g
c
g
P

= energi dibagian 1
1
]
1

+ +
2
2
2 2
2 .
z
g
c
g
P

= energi dibagian 2
Gambar 2. Persamaan Bernoulli
Keterangan:
P
1
= Tekanan bagian masukan (N/m
2
)
P
2
= Tekanan bagian keluaran (N/m
2
)
1
z
= Ketinggian bagian masukan (m)
2
z = Ketinggian bagian keluaran (m)
persamaan diatas dikenal dengan persamaan
bernoulli. Satuan yang digunakan adalah
meter (m).
Debit Air
Debit air yang mengalir di dalam pipa diukur
dengan menggunakan alat bantu orifismeter
dengan diketahui parameter perbedaan
tekanan maka besarnya debit aliran air dapat
ditentukan dengan rumus :
a
Q
= cd

,
_

1 . . 2
.
2
2
2
1
2 1
air
hg
s
s
x g
A A
A A
(3)
Gambar 3. Pengukuran Debit dengan
Menggunakan Orifice
keterangan :
Q
a
= Debit air (m
3
/det)
A
1
= Luas penampang pipa (m
2
)
A
2
= Luas penampang Orifismeter
(m
2
)
g = Percepatan gravitasi
(m/det
2
)
s
Hg
= Berat spesifik air raksa
s
air
= Berat spesifik air
x = Beda ketinggian air raksa pipa U
(m)
cd = Koefisien debit
Persamaan Head
Persamaan head untuk aliran adalah:
H =
Z
g
c
g
P
+ +
2 .
2

(4)
97
2
c
2
1
1
Q
A
c
1
2
2
Q
A
1
Studi eksperimental pembangkit listrik pikohidro menggunakan turbin ..(F. Gator Sumarno)
Daya Hidrolik
Daya hidrolik adalah daya yang dimiliki oleh
suatu aliran fluida (air) yang diakibatkan oleh
suatu aliran tertentu, dirumuskan sebagai
berikut :
P
h
= .g.Q.H (5)
Keterangan :
P
h
= Daya hidrolik (Watt)
= Massa jenis air (Kg/m
3
)
g = Percepatan gravitasi (m/s
2
)
Q = Debit (m
3
/det)
H = Head turbin (m)
Daya Generator
Daya generator diperoleh dari keluaran
generator berupa tegangan dan arus yang
dialirkan ke beban, dan dirumuskan sebagai
berikut :
P
g
= V . I. cos (6)
Keterangan :
P
g
= Daya generator (Watt)
V = Tegangan (Volt)
I = Arus (Ampere)
cos = Faktor daya
Efisiensi Sistem ;
sistem
Efisiensi sistem merupakan perbandingan
antara daya listrik yang dibangkitkan oleh
generator dengan yang dibutuhkan (daya
hidrolik).

sistem
=
% 100 x
P
P
h
g
(7)
Keterangan:

sistem
= Efisiensi sistem (%)
P
g
= Daya generator (Watt)
P
h
= Daya hidrolik (Watt)
METODOLODI PENELITIAN
Penelitian ini diperlukan peralatan pengujian
pikohidro adalah sebagai berikut :
Gambar 4. Skema Pengujian
Instalasi pengujian pikohidro beserta
perlengkapanya, Lampu bolam, Voltmeter,
Amperemeter, Multimeter, Tachometer,
Termometer, Kabel spade. Sedangkan
langkah-langkah Pengujiannya sebagai
berikut: Persiapkan peralatan pengujian
pikohidro, Lakukan pengecekan alat ukur dan
kalibrasi, Buat tabel untuk mencatat hasil
pengujian, Pasang turbin, Mengisi air pada
bak penampung, Ukur temperatur air,
Hidupkan pompa, Mengatur pedal gas pada
pompa, Atur gas sehingga generator akan
menghasilkan debit sesuai yang diinginkan,
Berikan beban dengan menggunakan lampu
pada generator maka putaran akan turun, Catat
nilai x pada manometer U, tegangan,
putaran, dan arus pada tiap pembebanan
lampu, Ulangi langkah langkah diatas untuk
tiap debit yang berbeda, Lepas peralatan dan
kembalikan peralatan ke tempat semula bila
sudah selesai.
PEMBAHASAN
Gambar 6. Grafik Efisiensi Vs Rpm
98
EKSERGI Jurnal Teknik Energi Vol 6 No. 3 September 2010 ; 96-99
Gambar 7. Grafik Efisiensi Vs Daya
Generator
Hubungan antara putaran dan efisiensi sistem
(pada pengujian debit konstan) adalah
berbanding terbalik yaitu efisiensi turbin
semakin turun seiring dengan naiknya putaran
turbin. Hal ini karena pada debit konstan
efisiensi sistem sangat dipengaruhi oleh
besarnya daya generator. Sehingga pada debit
yang konstan dengan beban yang semakin
besar akan didapat grafik hubungan efisiensi
sistem vs putaran yang berbanding terbalik
yang mana efisiensi sistem maksimum adalah
4.37 % pada putaran 462.2 rpm pada debit
0,01085 m
3
/s, efisiensi sistem maksimum
adalah 9.84 % pada putaran 778.5 rpm pada
debit 0,01538 m
3
/s. Trend kurva tersebut
belum mencapai titik optimum karena kurva
tersebut masih cenderung naik (gambar 6).
Hubungan antara daya generator dan efisiensi
sistem dapat dilihat pada gambar 7 yang
menunjukkan bahwa grafik tersebut
cenderung naik. Daya generator berbanding
lurus dengan efisiensi sistem., efisiensi sistem
maksimum adalah 4.37 % pada daya generator
7.194 watt pada debit 0,01085 m
3
/s, efisiensi
sistem maksimum adalah 9,84 % pada debit
0,01538 m
3
/s. Trend kurva tersebut belum
mencapai titik optimum karena kurva tersebut
masih cenderung naik.
4. Kesimpulan
Hasil pengujian pikohidro dengan debit
konstan dapat disimpulkan sebagai berikut:
efisiensi sistem maksimum adalah 9,84 %
(gambar 7) pada debit 0,01538 m
3
/s, pada
debit konstan putaran turbin akan turun
dengan bertambahnya daya generator (beban),
tetapi daya tersebut belum mencapai titik
optimum. Efisiensi turbin berbanding terbalik
dengan putaran, putaran akan turun dengan
bertambahnya efisiensi ini berarti bahwa
kenaikan debit air akan menaikan efisiensi
sistem.
5. Daftar pustaka
Dietzel, Fritz. Turbin Pompa dan
Kompresor. Jakarta : Erlangga,
1990
Jutz, Herman dan scaharkus, Eduard.
Westermann Tables for The
Metal Trade. New Delhi :
Wiley Eastern Limited, 1966.
Senoaji Ario, Makalah Seminar
Jejaring Mikrohidro
Indonesia, Bandung, 2009
Sularso, Ir.MsME. Elemen Mesin.
Jakarta : Pradnya
paramita, 2002
Streeter, Victor L. Mekanika Fluida.
Jilid 1. Jakarta : Erlangga,
1991
Streeter, Victor L. Mekanika Fluida.
Jilid 2. Jakarta : Erlangga,
1988
Sularso, Ir.MsME. Pompa dan
Kompresor. Jakarta :
Pradnya paramita, 1983
99