Anda di halaman 1dari 35

Dasar Dasar Observasi Benda Langit

Ronny Syamara

Kenali Bola Langit

Kenali Bola Langit

Tapi takut nyasar!!

Biar ngak dibilang BUTA

ribet Ommm !!!

Ya udah Pakai Software Astronomi

Ngak punya Laptop Om.!!!

Android Android Android.

(*) Matahari pada rentang tanggal di atas berada di rasi bintang bersangkutan.

Sumber: Widya S.

Kenapa bisa 13 Zodiak Om.!!!

GERAK PRESESI (GERAK GASING) SUMBU BUMI


PERIODE PRESESI = 26.000 TAHUN (LINGKARAN BESAR) PERIODE NUTASI = 19 TAHUN (GELOMBANG KECIL)

Presesi dikenal oleh Hipparcus (146 127 SM) Dan Ptolemy (Cladius Ptolemeus sekitar abad ke 2 M) Akibatnya: Pergeseran Vernal Ekuinoks (titik Hammal) ke arah barat atau mundur sekitar 50,2 Sumber: Cecep N. per tahun. Asensio rekta dan deklinasi benda langit berubah akibat presesi.

Om... Emang ada Jam Bintang ya???

12o= 50m

1o= 4 menit 23jam 56 menit 4detik KLS

Gerak harian bintang, Bulan dan Matahari di Jakarta

Barat
Sumber: Cecep N.

Periode Sideris (acuan bintang) : 23jam 56menit 4detik Periode Sinodis (acuan Matahari): 24 jam

Terus Om, kenapa Bulan bisa berubah bentuknya dari hari ke hari ???

BENTUK / FASE BULAN


Periode fase bulan = 29,53055 hari
Sabit Muda (Waxing Crescent)

Kwartir Pertama

Bulan Besar (Waxing Gibbous)

arah Barat
sinar matahari

Bulan Baru (Konjungsi)

Bumi

arah Timur
Purnama

Sabit Tua (Waning Crescent) Kwartir Kedua


Fase Bulan tampak dari Bumi

Bulan Susut (Waning Gibbous)

Sumber: Cecep N.

BENTUK / FASE BULAN


Periode fase bulan = 29,53055 hari

Om... Emang benda langit punya kordinatnya yaa???

Kordinat Bumi

Bujur & Lintang

Kordinat Langit

1. 2. 3. 4.

Horison (a,h) Ekuator (,) Ekliptika (,) Galaktik

Tangan, Busur Ajaib

Om... Lihat benda langit kenapa harus pakai teleskop???

Diameter sudut sekitar 30 (1/2 derajat)

Teleskop adalah alat untuk mengamati benda langit. Fungsinya: 1. Membesarkan bayangan atau diameter sudut benda langit. M (Perbesaran) = Fokus objektif / Fokus okuler 2. Menguatkan intensitas cahaya benda langit. Diameter lensa/cermin objektif teleskop lebih besar diameter lensa mata
Aperture mata manusia sekitar 9 sd. 12 mm.

Diameter lensa Diameter lensa / Mata = r cermin teleskop = R

Perbandingan (rasio) intensitas (kuat cahaya) yang masuk ke teleskop terhadap mata = R2 / r2
Sumber: Cecep N.

Perbesaran Teleskop (Magnifying Power) M = f objektif / f okuler

Focal Ratio : f teleskop = f objektif / diameter ( aperture )


Limiting magnitudo teleskop m lim = 6 + 5 log (D (mm)/10) D 150 mm; m lim = 11,9 Field of View (FOV) Teoritis FOV = M / 450

Daya Pisah ( Resolving Power ) a = 2,1 x 105 detik busur d Jika l diambil tengah spektrum visible (tampak) = 5,5 x 10-5 cm (5500 ) a = 11,6 / d disebut Kriteria Dawes.

a = daya pisah d = diameter objektif (cm ) l = panjang gelombang radiasi ( cm )

Jenis Teleskop berdasarkan benda Optisnya dapat dikelompokkan menjadi 3 Jenis, diantaranya : 1. Refraktor (teropong pembias) atau teropong Lensa.

2. Reflektor (teropong pemantul) atau teropong Cermin.

3. Catadioptric yakni teropong yang menggunakan Lensa dan Cermin

Jenis Teleskop berdasarkan Fokusnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa Jenis, diantaranya :
Refraktor (teropong pembias) Galillean (Eyepiece lensa negatif), Keplerian (Eyepiece lensa positif). Reflektor (teropong pemantul) Fokus Newtonian, cermin sekundernya datar. Fokus Gregorian, cermin sekundernya cekung. Fokus Cassegrain, cermin sekundernya cembung. Fokus Coude, cermin sekundernya datar mengarah ke garis sejajar sumbu rotasi bumi. Fokus Schmidt - Cassegrain, cermin sekundernya cembung, dilengkapi lensa koreksi di bagian tutup (atas) teropong.

Teleskop Refraktor GALILEAN 1608 - Penemu teleskop : Jan Lippershey - Belanda

OBYEKTIF LENSA POSITIF

BAYANGAN TEGAK

OKULER LENSA NEGATIF

Teleskop Refraktor KEPLERIAN 1611 - Penemu teleskop : Johannes Kepler - Jerman

OBYEKTIF LENSA POSITIF


Desain oleh : Ari Istiardi (2000 Planetarium Jakarta)

BAYANGAN TERBALIK

OKULER LENSA POSITIF

Teleskop Reflektor NEWTONIAN 1668 - Penemu teleskop : Isaac Newton - Inggris CERMIN OBYEKTIF

CERMIN DATAR Teleskop Reflektor GREGORIAN 1663 - Penemu teleskop : James Gregory - Scotlandia CERMIN KEDUA CEKUNG

OKULER LENSA POSITIF

BAYANGAN TERBALIK

CERMIN OBYEKTIF

Teleskop Reflektor CASSEGRAIN 1672 - Penemu : Laurent Cassegrain - Perancis CERMIN UTAMA (cekung) BAYANGAN PERTAMA BAYANGAN KEDUA TERBALIK

OKULER LENSA POSITIF

okuler
CERMIN KEDUA (cembung)

BAYANGAN TERBALIK

Desain oleh : Ari Istiardi (2000 Planetarium Jakarta)

Teleskop Reflektor NASMYTH / COUDE 1856 - Penemu : James Nasmyth - Inggris CERMIN OBYEKTIF

CERMIN DATAR

CERMIN DATAR

BAYANGAN TERBALIK Teleskop Reflektor SCHMIDT 1930 - Penemu : Bernhard Schmidt - Estonia CERMIN UTAMA (cekung)

OKULER LENSA POSITIF

okuler

CERMIN KEDUA (cembung) LENSA KOREKSI (cekung)

BAYANGAN TERBALIK

Om... Aplikasi tata kordinat dikehidupan sehari hari apa yaaa...??

1. Bisa nentuin posisi benda langit 2. Bisa cari panjang siang malam hari 3. Bisa menentukan kordinat objek yang baru ditemukan. 4. Bisa menentukan musim dibelahan Bumi manapun.