Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIKUM MINERALOGI Hari/Tgl : Selasa, 28 Februari 2012 Acara : Orthorombik Nama : Ilham. Abd.

Latif

No.Mhs : D62111251

No Urut No Peraga Sistem Kristal Sifat Kristal Cara penggambaran

: 1 : 05 : Orthorombik : : a : b : c = sembarang Sudut a+ dan b- = Sudut b+ dan c+=

Elemen Kristal Nilai Kristal o Herman Mauguin o Schoenflies Indices Bidang

: 3A2, -, -, 3PC

: 2/m, 2/m, 2/m : D2h : ( ( ) (1,0,0) (0,1,0) ( 0,0,

Kelas Kristal Bentuk Kristal Keteranga

: Orthorombik Dypiramidal : Prisma : Contoh mineral dalam sistem Orthorombik pada batuan :

A. Batuan Beku Topaz (Al2SiO4(F,OH)2 Topaz adalah mineral silikat yang terdiri dari alumunium dan fluorin dengan formula kimia Al2SiO4(F,OH)2. Topaz mengkristal dalam bentuk orthorombik dan sebagian besar kristaknya berbentuk prisma berujung piramida atau bentuk lain. Topaz murni tidak berwarna dan transparan namun biasanya di warnai oleh impuritas. Topaz biasanya berwarna kuning, abu-abu muda atau jingga kemerahan, dan biru coklat. Selain itu ada juga warna putih, hijau muda, biru, emas, merah jambu (langka), kuning kemerahan atau opak sampai transparan. Mineral ini mengkristal di dalam pegmatit granit atau dalam lubang uap di aliran lava riolit seperti di pegunungan Topaz di barat utah. Topaz memiliki kekerasan 8 dalam skala mhos dan dapat di temukan bersama fluorit dan kasiterit di berbagai daerah termasuk di pegunungan ural, dan ilmen di rusia, afganistan, sri lanka, republik ceko, jerman, pakistan, italia, dan berbagai daerah lainnya. Olivine ( (Mg, Fe) 2SiO4 Mineral Olivine adalah suatu silikat besi magnesium dengan rumus (Mg,Fe)2(SiO4), mempunyai kimianya system

kristal yang orthorombik. Mineral ini tidak mempunyai belahan, mempunyai kekerasan 6,5 7, berat jenis 3,27 4,37.,

memiliki kilap cahaya, dan warna mineral ini hijau kekuning kuningan dan hijau keabu abuan. Mineral Olivine Ini adalah salah satu mineral yang paling umum di atas permukaan bumi, dan telah pula teridentifikasi pada permukaan Bulan, Mars, dan komet. Mineral Olivine pada umumnya sebagai mineral pembentuk batuan dan juga sebagai mineral pengiring, dalam batuan basa seperti gabro, peridotit, dan lain-lain.

B. Batuan Sedimen Gipsum (CaSO4.2H2O) Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalasium yang mendominasi pada mineralnya. Gipsum yang paling umum di temukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dan termasuk salah satu contoh mineral yang teruapkan. Gipsum umumnya berwarna putih, kelabu, cokelat, kuning, dan transparan. Hal ini tergantung mineral pengotor yang berasosiasi dengan gipsum. Gipsum umumnya memiliki sifat lunak dan pejal dengan skala Mohs 1,5 2. Berat jenisnya antara 2,31 2,35, kelarutan dalam air 1,8 gr/liter pada 0 C yang meningkat menjadi 2,1 gr/liter pada 40 C, tapi menurun lagi ketika suhu semakin tinggi. Mineral ini memiliki pecahan yang baik, antara 66o sampai dengan 114o dan belahannya adalah jenis choncoidal. Gipsum memiliki kilap sutra hingga kilap lilin, tergantung dari jenisnya. Gores gipsum berwarna putih,

memiliki derajat ketransparanan dari jenis transparan serta memiliki sifat menolak magnet atau di sebut magnetit.

Barite (BaSO4) pada umumnya mineral ini (BaSO4)

mengandung campuran unsur Cr, Ca, Pb, dan Ra, yang senyawanya mempunyai bentuk kristal yang sama. Sumber lainnya merupakan produk sampingan dari

penambangan bijih timbal, seng, perak, dan logam lain. Penambangan barit secara komersial terdapat di USA, China, India, dan beberapa negara lain. Unsur pengotor barit adalah besi oksida, lempung, dan unsur organik, yang semuanya dapat memberikan beragam warna pada warna kristal barit murni adalah putih atau abu-abu. Mineral ini mempunyai ciri fisik dengan warna putih, biru, hijau, kuning, dan merah. Mineral ini mempunyai belahan yang sempurna dengan kekerasan 3 - 3,5 pada skala mhos dan berat sekitar 4,5 (berat untuk transparan mineral).

C. Batuan Metamorf

PRAKTIKUM MINERALOGI Hari/Tgl : Selasa, 28 Februari 2012 Acara : Orthorombik Nama : Ilham. Abd. Latif

No.Mhs : D62111251

No Urut No Peraga Sistem Kristal Sifat Kristal Cara penggambaran

: 2 : 61 : Orthorombik : : a : b : c = sembarang Sudut a+ dan b- = Sudut b+ dan c+=

Elemen Kristal Nilai Kristal o Herman Mauguin o Schoenflies Indices Bidang

: 3A2, -, -, 3PC

: 2/m, 2/m, 2/m : D2h : ( ) ( ) (0,0,1) (0,0,1) (1,0,0) (0,1,0)

Kelas Kristal Bentuk Kristal Keterangan

: Orthorombik Dyspiramidal : Prisma : Contoh mineral dalam sistem Orthorombik pada batuan :

A. Batuan Beku

Barit (BaSO4) termasuk kelompok mineral sulfat. Pernyusun utama mineral ini adalah barium (Ba). Menurut Doddy Setia Graha (1987:242) bahwa barit memiliki karakteristik sebagai berikut: sistem kristal ortorombik; belahan sempurna {001}; kekerasan 3--3,5; berat jenis 4,5; kilap kaca (vitreous); warna putih atau bening; gores/cerat putih. Mineral ini di alam ditemukan sebagai mineral gang dalam urat-urat hidrothermal, berasosiasi dengan bijih perak, tembaga, mangan, dan antimon. Barit juga bisa ditemukan dalam urat-urat batugamping dengan kalsit dan dalam batupasir dengan bijih tembaga.