Anda di halaman 1dari 17

Akbar Marzuki Tahya, S.Pi., M.Si.

Diperdagangkan dalam bentuk kista

Dekapsulasi merupakan proses untuk menghilangkan lapisan terluar kista. Bertujuan untuk mempermudah penetasan telur/kista. Menimbang kista sesuai kebutuhan Rendam tawar selama 15 menit sambil terus diaduk. Penambahan klorin hingga berwarna orange. Bilas hingga bau klorin hilang

Djarijah (1995) pemberian larutan klorin akan mempercepat kista keluar dari cangkangnya karena selama pencucian dengan klorin akan mengikis atau melunakkan cangkang kista

Kista yang telah disekapsulasi ditempatkan pada media air laut salinitas 30-35 ppt wadah transparan berbentuk kerucut dengan kepadatan 5g/l Pemberian aerasi agar terjadi pengadukan Suhu : 25-30oC pH : 8,0-9,0 Cahaya minimal 1000 lux Setelah 24-48 jam, pemanenan dilakukan Yang berada di dasar berwarna gelap adalah kista yang gagal menetas, melayang di pertengahan adalah naupli Artemia dan yang mengapung adalah cangkang kista.

Wadah penetasan

Cangkang Kista

Naupli artemia

Dapat dilakukan dengan metode sistem air mengalir (flow through system) sistem air berputar (raceway system) sistem air berputar (raceway system) Kultur dalam bak yang tidak mempunyai sudut dengan kepadatan 15.000 naupli/l Salinitas : 30-50 ppt, pH 8,0, suhu 25-30oC Air media diputar dengan sistem lift Pemberian pakan berupa dedak halus setiap hari dan penyiponan pada hari ke 4 setiap sebelum diberi pakan Penggantian air bila kualitas mulai turun Pemanenan dilakukan setelah 2 minggu dengan mematikan aerasi dan menyeser artemia atau mengeluarkan air dan ditampung dalam saringan.

Sterilisasi Wadah, media dan peralatan Pemasangan saringan zize 125 mikron Penebaran artemia dengan kepadatan 15.000-20.000 naupli/l Media kultur dialirkan secara kontinyu dan air akan tersaring (sipon) dengan waktu retensi 4 jam Pemberian pakan dan pengontrolan secara berkala Penggantian zize saringan sesuai ukuran artemia, 200,250,300 dan 400 mikron Proses panen sama dengan sistem air berputar

Mempersiapkan kultur chorella atau Tetraselmis, Dunaliella, Isochrysis, Pavlova, skala besar. 10-20 juta sel/cc Setelah kultur alga siap, dimasukkan branchionus 10-15 ind/ml Pemanenan dapat dilakukan setelah 5 hari penebaran brancionus menggunakan net plankton.

Metode Pindah harian melakukan prosedur kultur pada umumnya. pada saat panen, sebagian brancionus digunakan sebagai bibit untuk kultur selanjutnya dan sebagian lagi untuk dijadikan pakan kultivan. Bak kultur kemudian dipersiapkan kembali untuk pemindahan berikutnya. Pemanenan dan pemindahan berlangsung setiap hari

Kultur fito dan pada saat mencapai puncak, dilakukan pemupukan bersamaan dengan penebaran brancionus. Pada saat panen, sisa panen yang diberikan pada kultivan tetap pada media kultur Penambahan fito dan pemanenan dapat dilakukan setiap hari Jika kepadatan mencapai 100-200 ind/l, dilakukan pemanenan atau pemindahan kultur sebanyak 20-30% dari volume media Jika terjadi penumpukan maka sebaiknya bak dikuras dan diganti dengan kultur yang baru

Prosedur kultur pada umumnya Pemanenan dilakukan setengah dari volume media kultur

Bak besar sebagai kultur fito dan sebagai sumber air yang dipakai secara berulang2 Bak Brancionus dibuat bekelok2 dan dilengkapi air water lift Air dari bak brancionus akan dialirkan ke bak dekomposer untuk proses mineralisasi air yang selanjutnya mengalir ke bak fito dan seterusnya Pemanenan dilakukan dengan saringan 40 mikron

Persiapan media berupa bak outdoor menggunakan sumber air sumur dengan ketinggian air tidak boleh 0,8 m Pemupukan dari kotoran ayam 1500g/m3 dikemas dalam karung dan digantung di dalam air. Makanannya adalah renik dan detritus Penebaran bibit dilakukan 18-24 jam setelah pemupukan kepadatan 30 ekr/l. Dilakukan pemupukan lanjutan setelah seminggu sebanyak setengah dari dosis awal Mencapai puncak pada hari ke 7-10

Persiapan media berupa air yang dimasukkan kedalam bak Memasukkan potongan-potongan jerami, rumput kering atau kulit pisang kering dan diberi aerasi Setelah sekitar seminggu, makanan mulai tumbuh dan bibit infuzoria siap dimasukkan Pertumbuhan ciliata/infuzoria ditandai dengan warna putih-putih pada media sekitar seminggu setelah penebaran Apabila terjadi pembusukan di dalam air, dilakukan penggantian air secara bertahap dengan menggunakan pipa Pemanenan dapat dilakukan pada usia seminggu setelah penebaran.