Anda di halaman 1dari 5

PENENTUAN KADAR GLUKOSA DALAM DARAH

Glukosa (suatu gula monosakarida) adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan manusia. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi. Bentuk alami glukosa disebut juga dekstrosa, terutama dalam industri pangan. Glukosa (C6H12O6) memiliki berat molekul 180,18 termasuk dalam heksosa yaitu monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Kadar glukosa dalam tubuh makhluk hidup dapat digunakan untuk memprediksi metabolisme yang mungkin terjadi dalam sel dengan kandungan gula yang tersedia. Jika kandungan glukosa dalam tubuh sangat berlebih maka glukosa tersebut akan mengalami reaksi katabolisme secara enzimatik untuk menghasilkan energi. Namun jika kandungan glukosa tersebut di bawah batas minimum maka asam piruvat yang dihasilkan dari proses katabolisme bias mengalami proses enzimatik secara anabolisme melalui glukoneogenesis untuk mensintesis glukosa dan memenuhi kadar glukosa dalam darah. Spektrofotometri adalah salah satu cara yang dapat digunakan dalam penentuan kadar glukosa dalam darah. Spektofotometri merupakan metode analisis yang didasarkan pada absorpsi radiasi elektromagnetik. Cahaya terdiri dari radiasi terhadap mana mata manusia peka, gelombang dengan panjang berlainan akan menimbulkan cahaya yang berlainan sedangkan campuran cahaya dengan panjang-panjang ini akan menyusun cahaya putih. Cahaya putih meliputi seluruh spektrum nampak 400-760 nm. Spektrofotometri ini hanya akan terjadi bila terdapat perpindahan elektron dari tingkat energi yang rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi. 1) Prinsip Kerja Prinsip kerja spektrofotometri adalah berdasarkan pada Hukum Lambert Beer, bila cahaya monokromatik melalui suatu media maka sebagian cahaya tersebut diserap, sebagian dipantulkan, dan sebagian dipancarkan. Perubahan warna yang terjadi diamati dan intensitas warnanya diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. Persyaratan Hukum Lambert Beer adalah : Radiasi yang digunakan harus monokromatik. Energi radiasi yang diabsorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia, jadi proses yang terjadi benar-benar absorpsi. Sampel (larutan) yang mengabsorpsi harus homogen.

Tidak terjadi fluoresensi atau fosforesensi. Indeksi refraksi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi, jadi larutan tidak pekat (harus encer).

2) Tahap Kerja 1 ml sampel darah dipipet kemudian dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer.

Ditambahkan 1 ml larutan Na-wolframat kemudian 1 ml larutan asam sulfat 10 % ditambahkan setetes demi setetes ke dalam sampel darah sambil diaduk sampai timbul endapan.

Endapan kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring dan filtrat dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

Larutan asam sulfat 10 % ditambahkan setetes demi setetes sebanyak 1 ml sambil diaduk ke dalam filtrat.

Endapan yang timbul lalu disaring dengan menggunakan kertas saring dan endapan ditampung ke dalam tabung reaksi yang telah dibersihkan.

Filtrat kemudian ditambahkan kembali larutan asam sulfat 10 % setetes demi setetes sebanyak 1 ml.

Endapan kemudian disaring dengan menggunakan kertasi saring.

Filtrat yang telah jernih dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan digunakan untuk uji selanjutnya.

Filtrat yang telah jernih dipipet sebanyak 1 ml dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberikan label filtrat 1

Sebanyak 1 ml larutan standar glukosa dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diberikan label standar glukosa

Sementara itu sebanyak 1 ml aquadest dipipet dan dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang diberikan label blanko

Masing-masing tabung ditambahkan larutan kupritartrat sebanyak 1 ml dan dikocok hingga homogen.

Ketiga tabung kemudian dipanaskan di dalam penangas air 1000C selama tepat 8 menit. Setelah itu ketiga tabung didinginkan.

Ketiga campuran yang telah dingin diencerkan dengan aquadest sebanyak 7 ml dan ditambahkan larutan fosfomolibdat sebanyak 1 ml.

Ketiga campuran kemudian diukur nilai transmitannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm.

3) Fungsi Bahan Fungsi penambahan akuades adalah mengencerkan darah sehingga albumin dalam darah akan larut oleh akuades. Albumin adalah protein yang dapat larut dalam air serta dapat terkoagulasi oleh panas. Albumin terdapat dalam serum darah dan putih telur. Penambahan Na-wolframat bertujuan untuk mengendapkan albumin yang terlarut dalam air. Asam sulfat berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi pengendapan albumin oleh Nawolframat. Larutan kupritartrat berfungsi untuk membentukkan warna biru ketika ditambahkan pereaksi fosfomolibdat, karena larutan ini mengandung asam laktat dan ion Cu+. Hal ini sesuai dengan prinsip uji Tauber yang memberikan hasil positif (warna biru) pada larutan yang mengandung monosakarida (glukosa). Pada penambahan kupritartrat, ion kupri akan direduksi oleh gula menjadi kupro dan mengendap sebagai Cu2O. Dengan menambahan pereaksi fosfomolibdat kuprooksida melarut lagi dan warna larutan akan berubah menjadi biru tua disebabkan oleh adanya oksidasi Mo. Intensitas warna larutan adalah ukuran banyaknya gula yang ada di dalam filtrat. Penambahan asam sulfat bertujuan untuk menciptakan suasana asam karena reaksi dengan fosfomolibdat terjadi pada suasana asam.

TUGAS PRAKTIKUM BIOKIMIA PENENTUAN KADAR GLUKOSA DALAM DARAH

OLEH : NI NYOMAN MAHATRINY 1008505012

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2012