Anda di halaman 1dari 1

Payudara adalah alat yang khas untuk kelas hewan yag disebut hewan menyusui, atau mamalia.

Banyaknya payudara pada hewan umumnya bergantung pada jumlah anak yang dilahirkan. Kera memiliki satu pasang dan manusia pun satu pasang. Banyaknya payudara pada binatang tidak ada hubungannya dengan kemungkinan timbulnya kanker payudara, karena kanker payudara biasa ditemukan pada mencit, anjing, dan manusia, akan tetapi sangat jarang pada binatang-binatang lain. Payudara manusia pada wanita berbentuk seperti kuncup. Pada primat lain payudara picak, biarpun waktu laktasi. Bentuk kuncup ini terutama pada nullipara terjadi karena konsistensinya kenyal. Dengan bertambahnya umur, payudara menjadi picak, lembe dan menggantung. Pedndapat umum mengatakan, hal ini terjadi karena si wanita menyusui anaknya sendiri, namun masalahnya belum ditelaah secara ilmiah. Haagenson sendiri, seorang ahli dalam hal-hal penyakit payudara, tidak dapat memastikan korelasi antara menyusui bayi dan bentuk payudara. Ada kalanya payudara wanita tidak sama besar. Ini sesuatu yang lumrah, akan tetapi kita harus waspada dan harus membedakan asimetri yang disebabkan pembentukannya dari asimetri yang disebabkan pertumbuhan tumor. Payudara lazimnya mulai pada kosta ke 2 atau ke 3 sampai ke tulang rawan iga ke 7, dan dari garis aksila depan sampai ke pinggir sternum, akan tetapi tidak jarang sampai ke m. latissimus dorsi. Ini penting diketahui oleh ahli bedah yang mengoperasi payudara pada kanker payudara. Ada kalanya kelenjar payudara sampai ke ketiak seolah-olah sebagai tumor tersendiri, akan tetapi pada hakekatnya berhubungan dengan kelenjar payudara unilateral yang disebut mamma aberrans. Keadaan ini menyebabkan kesulitan dalam masa laktasi karena mamma aberrans dalam masa laktasi memproduksi air susu, dan waktu air susu naik terasa nyeri di ketiak dan tidak jarang menimbulkan abses di ketiak.