Anda di halaman 1dari 24

BAB II TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian Hari/ tanggal Waktu Tempat Oleh Metode Sumber data 1. Identitas a. Identitas pasien Nama Usia Alamat : Tn. M : 55 tahun : Minggiran MJ II/ 1493 Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta Pekerjaan Agama : PNS (pegawai lapas) : Islam : Senin/ 02 Januari 2012 : Pukul 09.00 WIB : Ruang Dahlia 3 RSUP Dr. Sardjito : Dian, Sugeng, Susi : Anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi, studi dokumen : Klie, keluarga klien, rekam medis

Diagnosa medis : Pyoderma gangrenosum No. RM Tgl. masuk RS : 01.55.97.03 : 20 Desember 2011

b. Identitas penanggung jawab Nama Alamat : Ny. R : Minggiran MJ II/ 1493 Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Hubungan dengan pasien : Istri klien

2. Riwayat penyakit a. Riwayat penyaki sekarang 1) Keluhan utama Klien mengatakan sakit pada luka di kedua tangannya. Karakteristik KU :

Nyeri hilang timbul, klien menyatakan sangat sakit saat dilakukan pergantian balutan. Nyeri terlokalisir pada daerah luka, skala nyeri 7-8, wajah klien tampak menyeringai, menahan nyeri. 2) Riwayat masuk rumah sakit Pada Bulan Oktober 2011 muncul 1 bintil seperti jerawat di kedua lengan, lalu menjadi bisul. Lama- kelamaan bisul bertambah banyak dan membesar. Kemudian bisul- bisul tersebut pecah dan mengeluarkan nanah. Klien dibawa ke RSUD Wirosaban dan rawat inap selama 1 minggu dengan diagnosa medis radang kulit karena bakteri. Klien mendapat terapi Letradoxil, obat oles. Keluar dari RS klien kontrol rutin. Dua minggu sebelum masuk RSUP Dr. Sardjito, keadaan luka klien bertambah parah. Bisul menyebar ke wajah, telinga, punggung. Kemudian klien dibawa ke RS PKU. Di PKU klien dilakukan debridement dengan bius total dan biopsi dengan hasil radang kronis supurativa. Tanggal 20 Desember 2011 klien ke IGD RSUP Dr. Sardjito dengan keluhan nyeri, lemas, sebagian luka keluar nanah. b. Riwayat penyakit dahulu Klien alergi obat Penicilin dan Asam Mefenamat Keluhan sakit, gatal di genetalia disangkal Faktor risiko: multi partner, narkoba minum/ suntik, tranfusi darah disangkal c. Riwayat penyakit keluarga 1) Genogram

Keterangan :

2) Riwayat penyakit keluarga klien mengatakan tidak keluarga yang mempunyai sakit yang serupa dengan klien. Keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit menurun seperti DM, Hipertensi serta penyakit menurun lainnya.

3. Pola kebiasan a. Aspek fisik- biologis 1) Pola nutrisi Sebelum sakit Klien mengatakan sebelum sakit makan 3x sehari berupa nasi, sayur, dan lauk. Klien menyukai semua makanan dan tidak memiliki makanan pantangan. Klien minum 6-8 gelas sehari. Klien mengatakan menyukai air putih dan teh. Klien tidak memilki minuman pantangan. Selama sakit Klien mendapat diit bubur nasi TK+EPT+ekstra susu dan ekstra kutuk 3x2 tablet. Klien mengatakan makan habis porsi diit bubur nasi dari rumah sakit. 2) Pola eliminasi Sebelum sakit Klien mengatakan sebelum sakit b.a.k 5-6 x perhari warna kuning jernih, b.ab 1-3 hari sekali dengan konsistensi lunak warna kuning. Selama sakit Klien mengatakan selama sakit untuk pola b.a.b dan b.a.k hampir sama seperti sebelum sakit yaitu 5-6 x perhari untuk b.a.k dan 1-3 hari sekali untuk b.a.b. 3) Pola aktivitas- istirahat- tidur Sebelum sakit

Klien mengatakan aktivitas sehari- hari bekerja di lembaga permasyarakatan.Klien mengatakan sebelum sakit klien tidur 8 jam ( 21.00 -05.00 WIB), tidur siang 1-2 jam. Selama sakit Selama sakit klien hanya tidur di atas tempat tidur.klien mampu miring kanan dan kiri. Klien mengatakan selama sakit bisa tidur 7 jam (22.00-05.00 WIB) kadang-kadang juga tidur siang. 4) Pola kebersihan diri Sebelum sakit Sebelum sakit klien mandi 2x perhari dengan menggunakan sabun, dan membersihkan rambut 2 x seminngu dengan menggunakan shampo. Selama sakit Selama sakit klien mandi 2 x sehari dengan di sibin dibantu oleh istrinya. Kemampuan perawatan diri Makan / minum Mandi Toileting Berpakaian Mobilitas ditempat tidur Berpindah Ambulasi / ROM Keterangan : 0 = mandiri 1 = alat bantu 2 = dibantu orang lain 3 = dibantu orang lain dan alat 4 = tergantung total 0 1 2 3 4 -

b. Aspek mental- intelektual- spiritual 1) Konsep diri Identitas diri Klien mampu menyebutkan nama, alamat, pekerjaan, umur. Gambaran diri Klien mengatakan menyukai semua anggota tubuhnya.

Peran diri Klien mengatakan sebagai seorang kepala keluarga, seorang ayah dan pegawai lembaga permasyarakatan, namun sejak masuk rumah sakit klien tidak bisa menjalankan perannya secara maksimal.

Ideal diri Klien mengatakan ingin cepat sembuh dan segera pulang ke rumah.

Harga diri Klien mengatakan malu dengan keadaannya saat ini.

2) Intelektual Klien mengatakan tidak tahu secara pasti tentang

penyakitnya.klien hanya tahu penyakitnya seperti bisul yang ada nanahnya. 3) Hubungan interpersonal Hubungan klien dengan petugas kesehatan baik dan kooperatif. Hubungan klien dengan keluarga baik, klien selalu ditunggui istrinya dan anaknya selama di rumah sakit. 4) Mekanisme koping Klien mengatakan setiap ada masalah selalu dibicarakan dengan istrinya untuk mancari jalan keluarnya. Orang terdekat dengan klien adalah istrinya.

4. Pemeriksaan fisik a. Keadaan umum Keadaan umum Kesadaran = sedang = composmentis

b. Tanda- tanda vital TD = 120/80 mmHg

Nadi = 80 x/ menit RR = 20 x/ menit

Suhu = 37 C

c. Status nutrisi TB = 165 cm

BB IMT

= 60 kg = 22,05 kg/m2

d. Pemeriksaan cepalo- kaudal Kepala dan rambut Kepala bulat, rambut hitam bergelombang, tampak kotor. Mata Mata simetris, bersih, tidak ada gangguan penglihatan. Hidung Hidung simetris, bersih, tidak ada gangguan penciuman. Mulut Mulut bersih, lembab, tidak ada stomatitis. Telinga Telinga simetris, tidak ada gangguan pendengaran, telinga tampak kotor, terdapat luka pada belakang telinga bagian kanan< dan daun telinga bagian kiri. Leher Leher tidak ada luka, tidak ada pembesaran tiroid, terdapat luka 3 cm padaleher bagian belakang sebelah kanan. Dada Inspeksi Palpasi : pergerakan dinding dada simetris, tidak ada luka : pergerakan dinding dada simetris, tidak ada nyeri tekan Perkusi : terdengar suara resonan pada seluruh area paru, redup pada area jantung Auskultasi : terdengar suara vesikuler pada area paru, suara jantung S1, S2 tunggal Abdomen Inspeksi Auskultasi Perkusi Palpasi Genetalia Klien tidak terpasang dower kateter Ekstrimitas : tidak ada luka : terdengar bising usus 6x/ menit : terdengar suara timpani di 4 kuadran abdomen : tidak ada nyeri tekan pada 4 kuadran abdomen

Ekstrimitas atas Ekstrimitas atas lengkap, simetris, tidak ada kelainan gerak, pada punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, dan pada lengan kiri, punggung tangan kiri dan punggung tangan kanan terdapat luka dengan batas luka jelas, luka mulai memerah dan bergranulasi.

Ekstrimitas bawah Ekstrimitas bawah lengkap, simetris, tidak ada kelainan gerak. Pada kaki kiri tampak terpasang infus NaCl 16 tpm sejak 02 Januari 2012.

Sistem integumen Pada dahi kanan, pelipis kanan, leher belakang, lengan kanan, lengan kiri tampak ulkus cukup dalam, batas reguler tegas dengan dasar jaringan granulasi, sekeliling tampak eritema. Badan bagian atas tampak pustule dan bula multipel, tersebar. Pada paha kiri bagian dalam tampak bula dengan isi putih kekuningan, soliter. Selain kulit yang ada luka, kulit tampak bersih, lembab.

5. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan hispatologi tanggal 29 Desember 2011 Makroskopik Jaringan kulit berbentuk elips ukuran 0,8x0,5 cm tebal 0,5 cm berwarna coklat kehitaman, kenyal, semua cetak dibelah Mikroskopik Epidermis : orthokeratosis tipe basket wave, pada bawah epidermis didapatkan celah berisi eritrosit fibrin Dermis : tampak sembab, sebuka sel limfosit, leukosit yang padat, tampak fibrosis Kesan Biopsi kulit lengan bawah kanan dapat mendukung diagnosis pyoderma gangrenosum b. Pemeriksaan analisis urine tanggal 29 Desember 2011 Protein= 10 mg/ dL

pH= 5,5 S.G.= 1,015

c. Pemeriksaan laboratorium tanggal 29 Desember 2011 Materi WBC RBC HGB HCT Protein total Albumin SGOT/AST SGPT/ALT BUN Creatinin Asam urat GDP Natrium Kalium Clorida Hasil 18,02 3,66 10,5 35,5 6,13 2,04 47 56 18,5 0,81 4,3 68 127 4,6 93 Nilai Normal 4,8-10,8x103/L 4,7 6,10x106/L 14,0 -18,0g/dl 42-52 % 6,4 -8,3 g/dl 3,5 5 g/dl 10 42 IU/L 10 42 IU/L 7 18 mg/dL 0,6 1,3mg/dL 2,6 7,2 Darah= 80 140 Cairan= 40 - 70 137 - 145 3,4 5,4 95 - 108

d. Pemeriksaan imunologi tanggal 27 Desember 2011 Rheum factor= negatif IgE= 275,31

e. Pemeriksaan hispatologi tanggal 25 Desember 2011 Kesan: gambaran anemia penyakit kronik disertai proses infeksi bakterial f. Pemeriksaan Ro thorax tanggal 21 Desember 2011 Kesan: pulmo tak tampak kelainan, besar core normal g. Pemeriksaan EKG tanggal 22 Desember 2011 Hasil: HR 105 x/ menit

6. Terapi medis Tanggal 02 Januari 2012 Diit BBN TK+EPT+ekstra susu, ekstra kutuk 3x2 tablet Aminofluid 1 liter/ hari Infus NaCl : D5 = 1 : 1= 16 tpm Injeksi metil prednisolon 6,25 mg/ 12 jam/ iv Injeksi amikasin 500 mg/ 12 jam/ iv

Obat topikal: kompres Nacl 0,9 % 2x30 detik (badan dan dahi= 0,5%, tangan kanan= 1%, tangan kiri= 0,5%).

Analisa Data Data DS: Klien mengatakan Masalah Nyeri akut Agen (penyakit Penyebab cidera fisik

pioderma

sakit pada luka di kedua tangannya.

gangrenosum)

Karakteristik KU : Nyeri hilang timbul, klien menyatakan

sangat sakit saat dilakukan pergantian balutan. Nyeri terlokalisir

pada daerah luka, skala nyeri 7-8. DO: Pada tangan punggung punggung kanan, tangan

kiri, dan lengan kiri tampak luka

dengan batas luka jelas, luka mulai dan

memerah bergranulasi.

Wajah klien tampak menyeringai menahan nyeri.

DS:

Kerusakan integritas Perjalan

penyakit

DO: Pada dahi kanan, pelipis kanan, leher belakang, lengan

jaringan

(penyakit gangrenosum)

pioderma

kanan, lengan kiri tampak ulkus

cukup dalam, batas reguler dengan tegas dasar

jaringan granulasi, sekeliling eritema. tampak Badan

bagian atas tampak pustule dan bula multipel, Pada bagian tampak dengan isi tersebar. paha kiri dalam bula putih

kekuningan, soliter. Selain ada tampak lembab. kulit luka, yang kulit bersih,

DS: Klien mengatakan

Kurang pengetahuan

Kurang informasi penyakit gangrenosum.

terpapar tentang pioderma

tidak tahu secara pasti tentang

penyakitnya.klien hanya tahu

penyakitnya seperti bisul yang ada

nanahnya. Faktor risiko : DO: Pada tangan punggung punggung kanan, tangan PK sepsis Ketidakadekuatan mekanisme pertahanan tubuh.

kiri, dan lengan kiri tampak luka

dengan batas luka jelas, luka mulai dan

memerah bergranulasi.

WBC: 18,02 103/L Albumin : 2,04 g/dl Protein= 10 mg/ dL Protein total : 6,13 g/dl

DO: DS: Klien mengatakan sebagai seorang kepala keluarga, seorang dan ayah pegawai

Gangguan citra tubuh

Penyakit(keadaan penampilan kulit)

lembaga permasyarakata n, namun sejak masuk rumah

sakit klien tidak bisa

menjalankan perannya secara maksimal. Klien mengatakan malu dengan

keadaannya saat ini.

DO: telinga kotor Kepala dan rambut tampak kotor. tampak

Deficit perawatan diri

Kelemahan fisik

DS:

B. Diagnosa keperawatan. 1. Nyeri akut berhubungan dengan Agen cidera fisik (penyakit pioderma gangrenosum), ditandai dengan : DS: Klien mengatakan sakit pada luka di kedua tangannya. Karakteristik KU : Nyeri hilang timbul, klien menyatakan sangat sakit saat dilakukan pergantian balutan. Nyeri terlokalisir pada daerah luka, skala nyeri 7-8. DO: Pada punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, dan lengan kiri tampak luka dengan batas luka jelas, luka mulai memerah dan bergranulasi. Wajah klien tampak menyeringai menahan nyeri.

2. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan proses penyakit (penyakit pioderma gangrenosum), ditandai dengan : DS:

DO: Pada dahi kanan, pelipis kanan, leher belakang, lengan kanan, lengan kiri tampak ulkus cukup dalam, batas reguler tegas dengan dasar jaringan granulasi, sekeliling tampak eritema. Badan bagian atas tampak pustule dan bula multipel, tersebar. Pada paha kiri bagian dalam tampak bula dengan isi putih kekuningan, soliter. Selain kulit yang ada luka, kulit tampak bersih, lembab. 3. PK sepsis, berhubungan dengan Ketidakadekuatan mekanisme pertahanan tubuh Faktor risiko : DO: Pada punggung tangan kanan, punggung tangan kiri, dan lengan kiri tampak luka dengan batas luka jelas, luka mulai memerah dan bergranulasi. WBC: 18,02 103/L Albumin : 2,04 g/dl Protein= 10 mg/ dL Protein total : 6,13 g/dl 4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penyakit (keadaan penampilan kulit) ditandai dengan : DO: DS: Klien mengatakan sebagai seorang kepala keluarga, seorang ayah dan pegawai lembaga permasyarakatan, namun sejak masuk rumah sakit klien tidak bisa menjalankan perannya secara maksimal. Klien mengatakan malu dengan keadaannya saat ini.

5. Deficit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik ditandai dengan: DO: telinga tampak kotor Kepala dan rambut tampak kotor.

DS: -

6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi tentang panyakit pioderma gangrenosum, ditandai dengan : DS: Klien mengatakan tidak tahu secara pasti tentang penyakitnya.klien hanya tahu penyakitnya seperti bisul yang ada nanahnya.

C. Perencanaan Nama Umur Dx. Medis Ruang No. RM No. 1. : Tn M : 55 tahun : piyoderma gangrenosum : Dahlia 4 : 01.55.97.03 Perencanaan Tujuan Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB dengan Setelah Intervensi Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Rasional Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Dx. Keperawatan Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

PK

sepsis,

dilakukan

tindakan

1. Implementasi

teknik

isolasi

1. Menurunkan terkontaminasi

resiko silang

ketidakadekuatan mekanisme tubuh Faktor risiko : DO: Pada tangan punggung kanan,

asuhan keperawatan selama

yang tepat sesuai indikasi.

pertahanan perawatan resiko infeksi klien tidak terjadi/ tidak ada tandatanda infeksi dengan kriteria : - Mencapai penyembuhan 2. Tekankan mencuci untuk pentingnya tangan yang teknik baik yang

atau terpajan pada flora bakteri multiple. 2. Mencegah kontaminasi silang, menurunkan

luka tepat waktu - Tidak adanya tanda-tanda infeksi : rubor, kalor, dolor.

semua

individu

resiko infeksi

kontak dengan pasien. 3. Awasi atau batasi pengunjung 3. Mencegah kontaminasi

punggung tangan kiri,

dan lengan kiri tampak luka dengan batas

- Klien/ keluarga klien mau untuk menjaga kebersihan balutan luka. - Jumlah leukosit dalam batas normal 4,6-10,6 - Menunjukan untuk klien kemampuan infeksi,

bila perlu dan jelaskan prosedur isolasi terhadap pengunjung

silang dari pengunjung

luka jelas, luka mulai memerah bergranulasi. WBC: 18,02 103/L Albumin : 2,04 g/dl Protein= 10 mg/ dL Protein total : 6,13 g/dl dan

bila perlu. 4. Rawat aseptik. luka dengan teknik

4. Meningkatkan imunitas klien, dengan nutrisi

yang cukup.

mencegah mampu

5. Kelola pemberian amikasin 2 x 500 mg

memenuhi nutrisinya

5. Menurunkan infeksi

resiko Antibiotik

kebutuhan dengak maksimal.

mencegah terjadi infeksi 6. Kolaborasi pemberian obat

susi susi

kortikosteroid.

6. sintetisnya

terutama

digunakan sebagai antiinflamasi pada sistem organ yang mengalami gangguan.

susi 2. Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Nyeri

akut Setelah

diberikan selama

asuhan 1. Kaji jenis, karakteristik dan 224 lokasi nyeri serta ketidaknyamanan klien.

1. Pemahaman tentang luasnya dan karakteristik nyeri pada kulit dapat

berhubungan dengan keperawatan Agen cidera

fisik jam, nyeri klien berkurang atau

(penyakit

pioderma hilang dengan kriteria : - Klien mengatakan nyeri

gangrenosum), ditandai dengan : DS: Klien mengatakan sakit pada luka di kedua tangannya. Karakteristik KU : Nyeri klien sangat dilakukan balutan. terlokalisir daerah nyeri 7-8. luka, hilang timbul,

memudahkan menyusun intervensi 2. Teknik relaksasi mengurangi rasa nyeri teknik distraksi menggalihkan perhatian sehingga mengurangi rasa nyeri. 3. Informasi tentang 3. Jelaskan pada klien dan control nyeri dapat meningkatkan pemahaman penyebab nyeri dan dapat mengurangi persepsi klien terhadap nyeri. keluarga tentang upaya keperawatan untuk mengontrol nyeri.

berkurang / terkontrol - Klien nyeri. - Menunjukkan ekspresi dapat mengontrol 2. Ajari klien teknik distraksi dan relaksasi

wajah / postur tubuh rileks - Menunjukan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas terapeutik sesuai indikasi. dian

menyatakan sakit saat

pergantian Nyeri pada skala

DO: Pada tangan punggung kanan,

4. Kendalikan faktor-faktor iritan ( kelembaban, suhu, sabun ringan, batasi pakaian, cuci linen) 5. Kolaborasi pemberian obat analgesik. dian

4. Rasa nyeri diperburuk oleh panas, bahan kimia dan fisik

punggung tangan kiri, dan lengan kiri tampak luka dengan batas

5. Analgesik memberikan peredaan nyeri . dian

luka jelas, luka mulai memerah bergranulasi. Wajah klien tampak dan

menyaringai menahan nyeri. dian 3. Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Kerusakan

asuhan 1. Observasi keadaan luka setiap 1. Menentukan garis hari catat turgor sirkulasi dan dasar dan perubahan jaringan berhubungan keperawatan selama 3 x 24 sensori serta perubahan lainnya status yang dapat dengan proses penyakit jam, integritas kulit klien yang terjadi. digunakan dalam melakukan intervensi (penyakit pioderma terpelihara/ baik dengan yang tepat.

integritas

Setelah

dilakukan

gangrenosum), ditandai kriteria : dengan : DS: DO: Pada dahi kanan, pelipis kanan, leher belakang, - Menunjukkan regenerasi jaringan - Mencapai tepat waktu penyembuhan adanya 2. Pertahankan agar daerah yang 2. Pastikan lembab terinfeksi tetap bersih dan diperlukan untuk lembab. menjaga agar granulasi menjadi cepat cepat

lengan kanan, lengan kiri tampak ulkus cukup

3. Kelola pemberian kompres 3. Membantu basah dengan NaCl 0,9 % pada menumbuhkan - Turgor kulit klien dalam daerah luka (punggung tangan granulasi kulit batas normal. kanan dan kiri, lengan kiri, telah rusak. punggung sebelah kanan,dan sugeng pelipis)

yang

dalam, batas reguler tegas dengan granulasi, tampak bagian dasar jaringan sekeliling eritema. atas Badan tampak sugeng sugeng 4. Kolaborasi dengan pemberian 4. Mempercepat obat topikal (bakterioderm ) pengeringan lesi pada kulit.

pustule dan bula multipel, tersebar. Pada paha kiri bagian dalam tampak bula dengan isi putih

kekuningan, soliter. Selain kulit yang ada luka, kulit tampak bersih, lembab.

Sugeng

4.

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Deficit perawatan

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB dalam

diri Setelah

dilakukan

asuhan 1. Kaji kemampuan dan tingkat 1. Membantu kekurangan untuk melakukan kebutuhan harian

berhubungan

dengan keperawatan selama 7x24 jam mampu melakukan

mengantisipasi/merenca nakan kebutuhan individual pemenuhan secara

kelemahan fisik ditandai klien dengan: DO: telinga tampak kotor Kepala dan

perawatan diri mandiri dengan criteria : Telinga bersih rambut

Kepala dan rambut tampak 2. Pertahankan dukungan, sikap 2. Klien akan memerlukan bersih Klien mampu melakukan ADL seperti mandi, makan, toileting, berpindah yang tegas. Beri klien waktu yang cukup untuk mengerjakan tugasnya. empati tetapi perlu untuk mengetahui asuhan pemberian akan

tampak kotor.

DS: sugeng

yang

minum,

membantu klien secara konsisten.

berpakaian secara mandiri.

sugeng 3. Ajarkan keluarga memandikan 3. Memandikan klien dapat klien, dengan cara dilap meningkatkan kenyamanan menghilangkan dan bau

dengan air hangat dan sabun setiap pagi dan sore

badan, keluarga dapat merawat klien dengan baik. 4. Lakukan Oral hygiene, ajarkan keluarga dan 4. Oral untuk hygiene dapat

meningkatkan kenyamanan dan nafsu klien.

melakukan oral hygiene.

5. Ajarkan dan latih klien ROM 5. ROM aktif dan pasif seperti merenggangkan

pasif otot

menggenggam tangan, duduk.

sehingga meminimalisir terjadinya kontraktur sugeng

sugeng

pada telapak tangan.

5.

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Gangguan

citra

berhubungan penyakit penampilan ditandai dengan : DO: DS: Klien sebagai kepala seorang pegawai

(keadaan perawatan citra tubuh klien

1. Kaji adanya gangguan citra diri ( menghindar, kontak dengan keperawatan selama 3x 24 jam mata kurang)
kulit) baik/ dapat diterima dengan kriteria: - Klien bisa menerima keadaannya sakit saat ini.

tubuh Setelah diberikan asuhan

2.

mengatakan seorang keluarga, ayah dan

- Klien memasukkan perubahan dalam konsep diri tanpa harga diri negatif

3.

4.
Dian

lembaga

permasyarakatan, namun sejak masuk rumah sakit klien tidak bisa perannya maksimal. Klien mengatakan menjalankan secara

5.

6.

1. Gangguan citra diri akan menyertai setiap penyakit yang tampak nyata. Bersikap realistis dan positif 2. Meningkatkan selama pengobatan, pada kepercayaan dan penyuluhan pasien. mengadakan hubungan antara perawat-pasien. 3. Pasien butuh Beri kesempatan pasien pengalaman untuk mengungkapkan emosi didengarkan dan dipahami 4. Kata-kata penguatan Berikan penguatan positif dapat mendukung terhadap kemajuan. terjadinya perilaku koping positif. 5. Mempertahankan Dorong interaksi keluarga. garis komunikasi dan memberikan dukungan terusmenerus pada pasien. 6. Meningkatkan Motivasi pasien untuk penerimaan diri dan bersosialisasi dengan orang sosialisasi lain 7. Meningkatkan

7. Motivasi supaya pasien

malu

dengan

memperbaiki citra tubuh


Dian

kepercayaan diri
Dian

keadaannya saat ini. Dian 6. Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Kurang Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

Senin, 02 Januari 2012 09.30 WIB

pengetahuan Setelah dilakukan pendidikan 1. Kaji pengetahuan klien tentang 1.Mengetahui sejauh mana dengan kesehatan selama 20 menit, penyakit gangrenosum. pioderma pengetahuan tentang klien penyakit

berhubungan kurang informasi panyakit

terpaparnya kebutuhan pengetahuan klien tentang tentang penyakit piyoderma tercukupi

pioderma gangrenosum. 2. Beri penjelasan dengan bahasa 2.Meningkatkan yang mudah dimengerti klien pengetahuan

pioderma gangrenosum

gangrenosum, ditandai dengan criteria: dengan : DS: Klien mengatakan tidak tahu secara pasti tentang penyakitnya.klien hanya Klien mampu memahami dan

klien memotivasi

mengenai

penyakit

piyoderma

sehingga

menjelaskan

gangrenosum, bagaiman proses terjadinya, penyebabnya dan susi

klien untuk tetap patuh terhadap pengobatan diprogramkan. susi proses yang

kembali tentang penyakit piyoderma gangrenosum susi

bagaimana penatalaksanaanya.

tahu penyakitnya seperti bisul yang ada nanahnya. susi